nggak tau kenapa, nggak terlalu berharap pada banyak mimpi mengawang. menghadapi taun baru kali ini nggak pengen buat resolusi apapun, kecuali memperbaiki semua kekurangan yang ada.
its about 9 weeks to come to born my new kid. it's already enough for me to thanks to lord for all miracles happened on me passing through 8 years long.
sehingga nikmat mana yang hendak kau dustakan, menjadi satu pengingat penting.
kerja belum selesai, anak baru, tantangan baru, berharap bisa menemukan banyak pattern mengasuh anak yang sesuai untuk ibu kerja dengan tiga anak hehee
long distance relationship sejauh ini masih berjalan baik dan musti di-review ulang kalo memang menemukan ganjalan prinsip suatu hari. hubby terlihat sangat fokus sama pekerjaan, jadi kupikir gak ada salahnya pisah senin-jumat, biar dia konsentrasi, aku juga konsentrasi. sejauh ini kami nyaman. semoga tak ada gangguan signifikan.
alloh menuntunku pada semua hal realistis yang harus dihadapi menjelang pergantian taun, tiba2 mo punya baby baru dan rumah pas belakang rumah kami mo dijual sama pemiliknya. harapan baru memperluas arena bermain buat anak2, hubby memimpikan punya taman belakang rumah.
so kami berusaha merogoh kemampuan untuk merealisasikan dua hal pertama yang musti diwujudkan di awal taun.
setelah itu, aku akan sibuk mencari taman kanak2 yang cocok buat gadis nomor dua.
menjelang awal taun, prospek baru 'side job' dimulai untuk kerja setaun penuh dengan banyak ide di kepala harus direalisasikan agar tim lebih sejahtera, kalau mungkin memberikan benefit buat lebih banyak orang.
yaa semua hal realistis ini membuatku tak punya resolusi mengawang taun ini. semua musti dijalanin, mudah2an diberi kemudahan.
Selasa, 29 Desember 2009
Rabu, 23 Desember 2009
a complicated heart
siang tadi nyaris terhenyak saat istri teman baikku menyapaku di pesbuk. entah untuk kesekian kalinya, aku tak pernah menyangka derajat kepintaran ternyata nggak selalu berbanding lurus menopang derajat kasih sayang.
memutuskan menikah muda dan bercita2 terus bersama membangun sebuah hubungan berkualitas secara kognisi dan perasaan dalam rumah tangga dilakukan temanku sekitar enam tahun lalu. saat istrinya hendak mengambil master di negeri tetangga.
kemudian mereka terpisah dua tahun yang membuat jeda antara mereka makin kentara. masing2 kesepian dengan dunia mereka sendiri. dunia yang berbeda dijalani membuat kerenggangan hubungan, walaupun temanku si lelaki berusaha akhirnya 'mendekatkan' diri dengan mendapatkan beasiswa 'sandwich program' di negeri yang sama.
di tengah jeda, nama-nama perempuan pencinta dan pengagum lelaki itu kemudian digosok seorang teman istrinya menjadi sebuah cerita tentang perselingkuhan.
aku merasa intervensi gosip itu berlebihan. aku kenal betul temanku. saat jauh dari istrinya, dia menceritakan dengan gamblang bagaimana gosip terbentuk. yang sialnya, menurut cerita temanku yang aku percaya betul sudah jujur padaku, diperkuat dengan tulisan di blogs perempuan pengagumnya itu. belum lagi kisah pengejaran seorang penulis asing di bandara negeri tetangga terhadap temanku yang memang secara fisik dan otak cukup bisa menyihir kaum perempuan kali.....
istrinya kemudian menaruh mosi tidak percaya padanya. meskipun, berkali terus terang temanku bilang padaku, betapa dia selalu kangen, kangennnn banget sama istrinya yang dipacarinya lama juga. dengan 'kegilaan' nyaris sama, secara kasat mata, mereka pasangan serasi. secara kognisi dan intuisi heee
teman lelakiku selalu berkata betapa tak ada perempuan yang bisa membuatnya tertawa terbahak2 karena kelucuan cerdas yang dibuat istrinya. seperti pelm 'no one but u'.
segumpal cerita cinta itu akhirnya tak bermakna banyak. kalimat2 cinta pun terbang entah kemana karena termakan gosip yang dibuat sangat logis realistis. seolah-olah nyata.
itu masalah awal yang dihadapi.
saat 'tensi' agak turun, aku berbarengan istrinya, usai berbincang dengan seorang teman peneliti dari kanada di sebuah kafe. aku berusaha sekali berbincang mengingatkan soal konsekuensi sebuah 'pilihan'. bahwa saat kita memilih mau nggak mau semua keburukan dan kebaikan yang ada padanya adalah milik kita juga. (frasa ini menunjukan sekali semangatku untuk mendorong mereka buat terus bersama :P)
dalam pada itu dibahas, ketika kita menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki 'idealis' maka konsekuensi terbesar kita tak bisa mendapatkan materi lebih yang 'diada-adakan' di luar kemampuan kerja idealis yang dia miliki. kalau kita mau lebih, dibutuhkan 'kreativitas' lebih seorang perempuan untuk 'menopang'nya. tapi musti diingat, hidup bukan cuma butuh uang. tapi nyaman. nggak semua nyaman bisa dibeli dengan uang.
saat itu, aku kira kami dalam kesepadanan sebuah kesepahaman tentang realitas lelaki yang kami nikahi yang kemungkinan besar punya irisan besar dalam soal 'idealisme'.
aku pelajari pribadi teman lelakiku dengan my sweety hubby bertahun-tahun sejak mengenal dua sosok itu dalam hidupku. bukan untuk membandingkan, karena pasti aku berpendapat hubby lebih baik dari dia. selalu.
aku sampaikan pendapatku pada perempuan itu tentang kecenderungan lelaki seperti ini. disuka banyak perempuan, dikagumi banyak pria. kita akan merasa nggak ada 'apa-apa'nya melihat pembanding para penyuka yang kadang 'level' fisik dan materinya lebih baik dari kita. namanya saja pasar bebas, siapa pun boleh suka sama makhluk ciptaan, tapi urusan cinta kayaknya terbatas diberikan pada siapa.
tapi itulah, diskusi panjang saat itu ternyata nggak 'nyantol' juga. kekhawatiran 'tidak' menjadi apa-apa ternyata lebih besar dimiliki perempuan temanku itu.
sang lelaki merasa, hidupnya sudah dipatok untuk ikut perempuan itu dengan cita-cita besarnya untuk menjadi 'kaya' dan kecukupan, atau meneruskan hidup yang apa adanya di profesi yang tak menjanjikan kekayaan tapi 'pengayaan'.
deadlock sudah.
persepsi soal materi akhirnya jadi ujung yang memisahkan keduanya membentuk kutub berbeda tentang kenyamanan hidup. si perempuan merasa harus menambah materi karena nasibnya yang rentan setelah cerita tentang 'perempuan-perempuan lain' itu hadir. sehingga dia merasa perlu membuat banyak 'buffer zone' mempersiapkan kemungkinan terburuk.
saat usulan kompromi kuberikan pada perempuan itu. bahwa yang terpenting sekarang memastikan cinta masih ada menyelamatkan pernikahan yang sudah makan waktu lama, usia pun sudah mulai kepala 3. so, salah seorang harus mengalahkan ego'nya untuk bisa membangun sesuatu bersama dengan kondisi yang pasti akan jadi tak adil bagi salah satunya.
namun, tadi saat chatting, sang perempuan berterus terang dia tak mungkin mengalah, apalagi taun depan sudah dapat beasiswa riset setaun di negeri tetangga. dan sang lelaki sudah memutuskan tak ikut untuk menetapi profesinya yang idealis.
aku tak hendak jadi wasit ato 'skoci hidup' bagi lautan pernikahan mereka yang sedang dilanda badai besar.
aku hanya melihat andai semuanya bisa meredam ego masing2 dan meyakinkan diri bisa menerima masing2 kondisi pasangannya, tanpa ada pretensi atau menganggap diri lain sebagai 'musuh dalam selimut', mungkin ini tak terjadi.
ada juntaian banyak teori tentang gender yang merasa semua perempuan harus sama dipentingkan dengan lelaki. tapi kadang aku berpikir, teori-teori yang terlalu panjang dibicarakan, akhirnya nggak berarti apa2, krn realitas yang dihadapi perempuan selalu berbeda-beda.
kita tak harus malu menyandang sebuah predikat sebagai pekerja domestik, kalo kita rela menerimanya sebagai satu bentuk pengabdian hidup yang bukan hanya tertuju pada satu titik, pengabdi suami. bagiku pribadi, its better to be 'the one who stand behind the screen'. toh, kesuksesan suami, kesuksesan kita juga. sebaliknya sukses istri, sukses suami juga sebagai motivator.
hubby selalu berkata, itulah pentingnya agama, untuk menegaskan tujuan hidup agar semua yang kita lakukan bukan hanya berpijak pada logika yang terbatas dan membatasi ruang gerak yang banyak merugikan. karena kita akan terus dan terus mencari dasar logikanya, sampai merunut logika surga ada dimana? nggak ada habisnya dan melelahkan. bisa jadi saat kita menemukan, kita sudah kehilangan banyak waktu untuk 'berbuat'.
thanks to hubby untuk selalu mengingatkan agar tak ingkar dengan rezeki dari suami. krn banyak perempuan masuk neraka krn tak mensyukurinya.
tapi aku tak mengikuti saran hubby untuk mengajak perempuan itu mengingat nikah adalah ibadah. karena akan percuma, sudah beda jalan logika yang diambil sejak awal.
perempuan itu mengatakan bahwa mereka sudah pergi ke konsultan pernikahan dan menemukan mereka memang sudah di sisi yang berbeda. sekarang yang tinggal dipikirkan bagaimana mengakhiri hubungan dengan baik dan mengingatkan memori bahwa mereka pernah saling mencintai.
perih sungguh aku mendengar penjelasannya. tanpa kuminta dia menjelaskannya panjang lebar, mungkin krn sadar kedekatanku dengan suaminya.
sementara jauh2 hari, teman lelakiku sudah menjelaskan 'posisi' sebenarnya padaku yang berharap lebih pada mimpi punya rumah bersama di sebuah bukit, bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah idaman mereka dari lomba menulis, bahkan membeli mobil.
rumah dan mobil mimpi itu tak terbeli akhirnya dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. hingga dia harus kehilangan mimpi 'cinta'nya.
aku tak hendak berkabung kali ini. karena bisa jadi setelah pisah, mereka menemukan banyak hal lebih membahagiakan, atau bisa jadi tak menemukan banyak kebahagiaan saat harus bersama dengan orang yang nggak bisa menerima betul siapa mereka sehingga mereka nggak bisa nyaman jadi diri sendiri. sehingga akhirnya alkisah berakhir masing2 merasa harus saling menemukan kembali pada fase perjalanan hidup berikutnya. (ngarep abisss :P)
seperti baju...bukan cuma bentuk, merk atau warnanya yang akan memutuskan kita memakainya atau tidak. unsur dominan pasti rasa nyaman. itulah unsur terpenting dari sebuah hubungan, kukira :)
memutuskan menikah muda dan bercita2 terus bersama membangun sebuah hubungan berkualitas secara kognisi dan perasaan dalam rumah tangga dilakukan temanku sekitar enam tahun lalu. saat istrinya hendak mengambil master di negeri tetangga.
kemudian mereka terpisah dua tahun yang membuat jeda antara mereka makin kentara. masing2 kesepian dengan dunia mereka sendiri. dunia yang berbeda dijalani membuat kerenggangan hubungan, walaupun temanku si lelaki berusaha akhirnya 'mendekatkan' diri dengan mendapatkan beasiswa 'sandwich program' di negeri yang sama.
di tengah jeda, nama-nama perempuan pencinta dan pengagum lelaki itu kemudian digosok seorang teman istrinya menjadi sebuah cerita tentang perselingkuhan.
aku merasa intervensi gosip itu berlebihan. aku kenal betul temanku. saat jauh dari istrinya, dia menceritakan dengan gamblang bagaimana gosip terbentuk. yang sialnya, menurut cerita temanku yang aku percaya betul sudah jujur padaku, diperkuat dengan tulisan di blogs perempuan pengagumnya itu. belum lagi kisah pengejaran seorang penulis asing di bandara negeri tetangga terhadap temanku yang memang secara fisik dan otak cukup bisa menyihir kaum perempuan kali.....
istrinya kemudian menaruh mosi tidak percaya padanya. meskipun, berkali terus terang temanku bilang padaku, betapa dia selalu kangen, kangennnn banget sama istrinya yang dipacarinya lama juga. dengan 'kegilaan' nyaris sama, secara kasat mata, mereka pasangan serasi. secara kognisi dan intuisi heee
teman lelakiku selalu berkata betapa tak ada perempuan yang bisa membuatnya tertawa terbahak2 karena kelucuan cerdas yang dibuat istrinya. seperti pelm 'no one but u'.
segumpal cerita cinta itu akhirnya tak bermakna banyak. kalimat2 cinta pun terbang entah kemana karena termakan gosip yang dibuat sangat logis realistis. seolah-olah nyata.
itu masalah awal yang dihadapi.
saat 'tensi' agak turun, aku berbarengan istrinya, usai berbincang dengan seorang teman peneliti dari kanada di sebuah kafe. aku berusaha sekali berbincang mengingatkan soal konsekuensi sebuah 'pilihan'. bahwa saat kita memilih mau nggak mau semua keburukan dan kebaikan yang ada padanya adalah milik kita juga. (frasa ini menunjukan sekali semangatku untuk mendorong mereka buat terus bersama :P)
dalam pada itu dibahas, ketika kita menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki 'idealis' maka konsekuensi terbesar kita tak bisa mendapatkan materi lebih yang 'diada-adakan' di luar kemampuan kerja idealis yang dia miliki. kalau kita mau lebih, dibutuhkan 'kreativitas' lebih seorang perempuan untuk 'menopang'nya. tapi musti diingat, hidup bukan cuma butuh uang. tapi nyaman. nggak semua nyaman bisa dibeli dengan uang.
saat itu, aku kira kami dalam kesepadanan sebuah kesepahaman tentang realitas lelaki yang kami nikahi yang kemungkinan besar punya irisan besar dalam soal 'idealisme'.
aku pelajari pribadi teman lelakiku dengan my sweety hubby bertahun-tahun sejak mengenal dua sosok itu dalam hidupku. bukan untuk membandingkan, karena pasti aku berpendapat hubby lebih baik dari dia. selalu.
aku sampaikan pendapatku pada perempuan itu tentang kecenderungan lelaki seperti ini. disuka banyak perempuan, dikagumi banyak pria. kita akan merasa nggak ada 'apa-apa'nya melihat pembanding para penyuka yang kadang 'level' fisik dan materinya lebih baik dari kita. namanya saja pasar bebas, siapa pun boleh suka sama makhluk ciptaan, tapi urusan cinta kayaknya terbatas diberikan pada siapa.
tapi itulah, diskusi panjang saat itu ternyata nggak 'nyantol' juga. kekhawatiran 'tidak' menjadi apa-apa ternyata lebih besar dimiliki perempuan temanku itu.
sang lelaki merasa, hidupnya sudah dipatok untuk ikut perempuan itu dengan cita-cita besarnya untuk menjadi 'kaya' dan kecukupan, atau meneruskan hidup yang apa adanya di profesi yang tak menjanjikan kekayaan tapi 'pengayaan'.
deadlock sudah.
persepsi soal materi akhirnya jadi ujung yang memisahkan keduanya membentuk kutub berbeda tentang kenyamanan hidup. si perempuan merasa harus menambah materi karena nasibnya yang rentan setelah cerita tentang 'perempuan-perempuan lain' itu hadir. sehingga dia merasa perlu membuat banyak 'buffer zone' mempersiapkan kemungkinan terburuk.
saat usulan kompromi kuberikan pada perempuan itu. bahwa yang terpenting sekarang memastikan cinta masih ada menyelamatkan pernikahan yang sudah makan waktu lama, usia pun sudah mulai kepala 3. so, salah seorang harus mengalahkan ego'nya untuk bisa membangun sesuatu bersama dengan kondisi yang pasti akan jadi tak adil bagi salah satunya.
namun, tadi saat chatting, sang perempuan berterus terang dia tak mungkin mengalah, apalagi taun depan sudah dapat beasiswa riset setaun di negeri tetangga. dan sang lelaki sudah memutuskan tak ikut untuk menetapi profesinya yang idealis.
aku tak hendak jadi wasit ato 'skoci hidup' bagi lautan pernikahan mereka yang sedang dilanda badai besar.
aku hanya melihat andai semuanya bisa meredam ego masing2 dan meyakinkan diri bisa menerima masing2 kondisi pasangannya, tanpa ada pretensi atau menganggap diri lain sebagai 'musuh dalam selimut', mungkin ini tak terjadi.
ada juntaian banyak teori tentang gender yang merasa semua perempuan harus sama dipentingkan dengan lelaki. tapi kadang aku berpikir, teori-teori yang terlalu panjang dibicarakan, akhirnya nggak berarti apa2, krn realitas yang dihadapi perempuan selalu berbeda-beda.
kita tak harus malu menyandang sebuah predikat sebagai pekerja domestik, kalo kita rela menerimanya sebagai satu bentuk pengabdian hidup yang bukan hanya tertuju pada satu titik, pengabdi suami. bagiku pribadi, its better to be 'the one who stand behind the screen'. toh, kesuksesan suami, kesuksesan kita juga. sebaliknya sukses istri, sukses suami juga sebagai motivator.
hubby selalu berkata, itulah pentingnya agama, untuk menegaskan tujuan hidup agar semua yang kita lakukan bukan hanya berpijak pada logika yang terbatas dan membatasi ruang gerak yang banyak merugikan. karena kita akan terus dan terus mencari dasar logikanya, sampai merunut logika surga ada dimana? nggak ada habisnya dan melelahkan. bisa jadi saat kita menemukan, kita sudah kehilangan banyak waktu untuk 'berbuat'.
thanks to hubby untuk selalu mengingatkan agar tak ingkar dengan rezeki dari suami. krn banyak perempuan masuk neraka krn tak mensyukurinya.
tapi aku tak mengikuti saran hubby untuk mengajak perempuan itu mengingat nikah adalah ibadah. karena akan percuma, sudah beda jalan logika yang diambil sejak awal.
perempuan itu mengatakan bahwa mereka sudah pergi ke konsultan pernikahan dan menemukan mereka memang sudah di sisi yang berbeda. sekarang yang tinggal dipikirkan bagaimana mengakhiri hubungan dengan baik dan mengingatkan memori bahwa mereka pernah saling mencintai.
perih sungguh aku mendengar penjelasannya. tanpa kuminta dia menjelaskannya panjang lebar, mungkin krn sadar kedekatanku dengan suaminya.
sementara jauh2 hari, teman lelakiku sudah menjelaskan 'posisi' sebenarnya padaku yang berharap lebih pada mimpi punya rumah bersama di sebuah bukit, bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah idaman mereka dari lomba menulis, bahkan membeli mobil.
rumah dan mobil mimpi itu tak terbeli akhirnya dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. hingga dia harus kehilangan mimpi 'cinta'nya.
aku tak hendak berkabung kali ini. karena bisa jadi setelah pisah, mereka menemukan banyak hal lebih membahagiakan, atau bisa jadi tak menemukan banyak kebahagiaan saat harus bersama dengan orang yang nggak bisa menerima betul siapa mereka sehingga mereka nggak bisa nyaman jadi diri sendiri. sehingga akhirnya alkisah berakhir masing2 merasa harus saling menemukan kembali pada fase perjalanan hidup berikutnya. (ngarep abisss :P)
seperti baju...bukan cuma bentuk, merk atau warnanya yang akan memutuskan kita memakainya atau tidak. unsur dominan pasti rasa nyaman. itulah unsur terpenting dari sebuah hubungan, kukira :)
Senin, 21 Desember 2009
just think about karma
a lot of people feels better to stop talking about karma. tapi terkadang perjalanan hidup orang bisa membuat satu kronologis pelajaran bagi hidupku. bahwa setiap orang akan menuai apa yang dia tanam.
alkisah saat ibu mertua menjadi orang pertama yang berhijab di kampungnya sekitar tahun 1980-an silam menjadi kisah kelabu yang harus beliau lalui --sekeluarga, tentunya, including my sweety hubby--. tantangan zaman itu sangat keras, rumah mereka didatangi intel yang sembunyi di dapur lah, bapak mertua dibawa ke kantor koramil lah krn mempelopori lebaran berbeda dengan pemerintah, sampai anak-anak pun didera banyak tertawaan dan makian krn berusaha menegakan keyakinan.
saat itu, kata hubby, meski ibunya yang memakai hijab, dia yang lelaki dan tak memakai kerudung pun jadi bahan sindiran guru kelasnya waktu SD.
si guru terang2an bilang kalo orang berhijab itu pakaiannya seperti 'togog'. hubby sudah terbiasa berkuping tebal, untungnya. namun sebelnya guru SD ini selalu berulang menyindir2 dengan kalimat2nya.
sampai pada suatu saat, dia yang hobby mempermalukan orang, dipermalukan alloh dengan cara lain. suatu ketika anak perempuannya hamil dengan tak jelas siapa ayahnya, hingga kini malu keluar rumah. anak perempuan guru SD itu pun sekarang memakai kerudung.
kasian guru SD itu di akhir hayatnya diuji dengan penyakit bengkak-bengkak sekujur badan, hingga akhirnya wafat sebelum idul adha kemaren.
aku pelajari betul terkadang hubby dengan kuping panasnya dihina, dicaci, bahkan dikata-katai di belakang tanpa orang2 itu tahu hubby selalu tahu apa yang mereka katakan. banyaknya fitnah.
kadang aku suka agak kesel, kenapa hubby nggak berterus terang apa yang terjadi dan alasan apa dia ambil suatu langkah yang dibilang orang menyebalkan tidak pada tempatnya. tapi dalam banyak kesempatan, hubby selalu mengingatkan berterus terang kalo dia kasian, dia menghindar dari kata 'mempermalukan'.
tapi dari beberapa perjalanan hidup orang yang pernah berburuk sangka ato berperilaku buruk sama hubby, aku merasa betul bahwa menghadapi marah dengan marah bukan sebuah solusi penting. apalagi kalo yang dilawan keras kepala dengan banyak ide menyerang menjatuhkan lawan :P
ide silent is gold aku rasakan betul melibatkan banyak kesempatan melihat kronologis hidup orang itu.
kadang seperti 'ditinggikan' derajat oleh alloh, ternyata ujian yang harus dihadapi dia sangat sulit dibanding orang2 yang mendapat 'derajat' serupa. kadang ada juga yang betul2 menjatuhkan hubby di depan bos pun, eh malah dia yang 'terjungkal' dengan banyak masalah.
hidup memang sebuah karma, saat kita berusaha meredam bahwa bukan karma yang kita dapat, tapi itulah kenyataannya. orang yang pernah melaporkan hubby pun, diam2 direncanakan 'ditendang' kantornya karena prestasi dan moral yang buruk.
segembor2nya orang menjelekan orang lain, dia akan mendapat karma 'jelek' juga sebagai satu pelajaran (jika dia wise menganggap itu bukan pembalasan). hanya untuk memberi peringatan jangan berbuat seperti itu, karena sangat nggak enak menjadi orang yang diperlakukan seperti itu.
alkisah saat ibu mertua menjadi orang pertama yang berhijab di kampungnya sekitar tahun 1980-an silam menjadi kisah kelabu yang harus beliau lalui --sekeluarga, tentunya, including my sweety hubby--. tantangan zaman itu sangat keras, rumah mereka didatangi intel yang sembunyi di dapur lah, bapak mertua dibawa ke kantor koramil lah krn mempelopori lebaran berbeda dengan pemerintah, sampai anak-anak pun didera banyak tertawaan dan makian krn berusaha menegakan keyakinan.
saat itu, kata hubby, meski ibunya yang memakai hijab, dia yang lelaki dan tak memakai kerudung pun jadi bahan sindiran guru kelasnya waktu SD.
si guru terang2an bilang kalo orang berhijab itu pakaiannya seperti 'togog'. hubby sudah terbiasa berkuping tebal, untungnya. namun sebelnya guru SD ini selalu berulang menyindir2 dengan kalimat2nya.
sampai pada suatu saat, dia yang hobby mempermalukan orang, dipermalukan alloh dengan cara lain. suatu ketika anak perempuannya hamil dengan tak jelas siapa ayahnya, hingga kini malu keluar rumah. anak perempuan guru SD itu pun sekarang memakai kerudung.
kasian guru SD itu di akhir hayatnya diuji dengan penyakit bengkak-bengkak sekujur badan, hingga akhirnya wafat sebelum idul adha kemaren.
aku pelajari betul terkadang hubby dengan kuping panasnya dihina, dicaci, bahkan dikata-katai di belakang tanpa orang2 itu tahu hubby selalu tahu apa yang mereka katakan. banyaknya fitnah.
kadang aku suka agak kesel, kenapa hubby nggak berterus terang apa yang terjadi dan alasan apa dia ambil suatu langkah yang dibilang orang menyebalkan tidak pada tempatnya. tapi dalam banyak kesempatan, hubby selalu mengingatkan berterus terang kalo dia kasian, dia menghindar dari kata 'mempermalukan'.
tapi dari beberapa perjalanan hidup orang yang pernah berburuk sangka ato berperilaku buruk sama hubby, aku merasa betul bahwa menghadapi marah dengan marah bukan sebuah solusi penting. apalagi kalo yang dilawan keras kepala dengan banyak ide menyerang menjatuhkan lawan :P
ide silent is gold aku rasakan betul melibatkan banyak kesempatan melihat kronologis hidup orang itu.
kadang seperti 'ditinggikan' derajat oleh alloh, ternyata ujian yang harus dihadapi dia sangat sulit dibanding orang2 yang mendapat 'derajat' serupa. kadang ada juga yang betul2 menjatuhkan hubby di depan bos pun, eh malah dia yang 'terjungkal' dengan banyak masalah.
hidup memang sebuah karma, saat kita berusaha meredam bahwa bukan karma yang kita dapat, tapi itulah kenyataannya. orang yang pernah melaporkan hubby pun, diam2 direncanakan 'ditendang' kantornya karena prestasi dan moral yang buruk.
segembor2nya orang menjelekan orang lain, dia akan mendapat karma 'jelek' juga sebagai satu pelajaran (jika dia wise menganggap itu bukan pembalasan). hanya untuk memberi peringatan jangan berbuat seperti itu, karena sangat nggak enak menjadi orang yang diperlakukan seperti itu.
Selasa, 15 Desember 2009
the curly haired girl
saat mengandungnya adalah masa-masa prihatin, saat duit abis buat renovasi rumah, dan kerja keras harus dilakukan untuk persiapan biaya persalinan. dengan tantangan dua dapur, krn hubby kerja di jakarta sekitar 5 taon lalu.
tapi ajaib, keyakinanku akan kuasa alloh menjadikan saat hamil harus bekerja itu menjadi lain. saat mengandungnya adalah masa-masa terang dengan banyak ide cemerlang dengan 'touch down' rekor kuantitas artikel, ficer sampe berita pernah termuat with my name 'underlined' sampe 8 artikel just in one day.
i never argued what god has sent to us now. an incredable curly girl....
dialah anak kami kedua.
saat kuberi kabar kalo dia mo punya adik, dia siapkan 'utun' sbg panggilan utk jabang bayi dalam kandungan.
selalu kubersyukur atas perkembangan kelincahanannya day to day dengan banyak pembelajaran baru 'mengatasi' anak superaktif.
sumtimes i feel so nervous to accept the fact that i'm her mother. merasa tak terlalu banyak memberikan 'umpan' untuk mengasah kepintarannya :P
kalo dibacain cerita, dia akan ingat terus cerita itu helai demi helai kertas dari buku yang dibacakan. jangan heran, walo dia blm lancar membaca, dia bakal protes kalo ada kalimat yang salah kita bacakan apalagi di 'ngaco2'in.
kami tak pernah mengajarkan dia untuk bersikap ekstrim dalam beragama. tapi itulah, hanya sekali dia mendengar kakaknya dinasihati bude'nya di cilacap utk tak pakai sampo dove krn uangnya digunakan utk membantai muslim palestine. sampe di bandung, kakak yang masih keramas menghabiskan isi sampo itu langsung dicecar,"ih kakak, jangan pake sampo itu kan yang dipake matiin anak-anak palestine."
suatu ketika aku takjub benar saat mengoleh-olehi dia sebungkus agar2. sebelum makan dengan santai dia tanya,"bun, ini dibuatnya sama orang Islam?" dheggg, aku cuma bisa merinding mendengarnya dan menjawab," insyaalloh Nak. ada label halal-nya juga."
dan kalo dia ditanya ato digodain, dia orang mana, pasti dia jawab,"aku orang Islam!"
kadar perpolitikan lokal dia juga cermati dari televisi dan ajaran bapaknya yang biasa dia panggil bokap.
kalo ada jalan rusak, dia pasti salahin,"ini gara2 walikota!!"
akhir pekan kemarin usai banyak berita century dan banyak skandal pemerintahan presiden berkuasa dikupas habis di media massa, aku pikir dia tak akan ikut terpengaruh karena hampir sepanjang hari-harinya dinikmati bersama tokoh-tokoh kartun 'playhousedisney'.
and waktu bokapnya ngengangguin dia saat hendak tidur, aku sangat kesel. karena kalo digoda-godain, anaknya bakal nggak jadi tidur dan main sampe larut, paginya bangun kesiangan.
so aku marah sama bokap si biang kerok dan aku bilang,"udah deh berhenti, tuh kan kamu senengnya bikin instabilitas banget!"
hanya mendengar kata instabilitas, si anak yang baru 4 taon nanti maret itu malah nyeletuk,"kalo gitu okap bisa jadi presiden dong!"
hwaaahwaaahwaaaaaaaaaaaaaaa
aku sering ingin menangis sekaligus tertawa mendengar doa2nya saat sholat. doanya berubah-ubah. sampe tadi pas dzuhur, kakak paling besar n kakak sepupu dari cilacap yang lagi liburan menahan tawa, saat si kecil berdoa,"ya alloh kabulkanlah semua doaku....berikan aku tenaga yang kuat ya alloh...." (kesannya dia bakal disuruh narik becak, ato angkat batu :D)
menyaksikan semua perkembangannya, aku menikmati untuk mensyukurinya sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya yang ditunjukan padaku. sambil menguatkan hati utk tak banyak menceritakannya pada khalayak. cukup bersyukur menikmatinya. karena dia bukan milikku, dia hanya titipan tuhan pencipta alam.
seperti halnya tempat penitipan yang membutuhkan banyak kepercayaan untuk menjaganya, aku berusaha menjadi penjaga dan pemelihara yang baik atas 'barang titipan' itu.
tapi ajaib, keyakinanku akan kuasa alloh menjadikan saat hamil harus bekerja itu menjadi lain. saat mengandungnya adalah masa-masa terang dengan banyak ide cemerlang dengan 'touch down' rekor kuantitas artikel, ficer sampe berita pernah termuat with my name 'underlined' sampe 8 artikel just in one day.
i never argued what god has sent to us now. an incredable curly girl....
dialah anak kami kedua.
saat kuberi kabar kalo dia mo punya adik, dia siapkan 'utun' sbg panggilan utk jabang bayi dalam kandungan.
selalu kubersyukur atas perkembangan kelincahanannya day to day dengan banyak pembelajaran baru 'mengatasi' anak superaktif.
sumtimes i feel so nervous to accept the fact that i'm her mother. merasa tak terlalu banyak memberikan 'umpan' untuk mengasah kepintarannya :P
kalo dibacain cerita, dia akan ingat terus cerita itu helai demi helai kertas dari buku yang dibacakan. jangan heran, walo dia blm lancar membaca, dia bakal protes kalo ada kalimat yang salah kita bacakan apalagi di 'ngaco2'in.
kami tak pernah mengajarkan dia untuk bersikap ekstrim dalam beragama. tapi itulah, hanya sekali dia mendengar kakaknya dinasihati bude'nya di cilacap utk tak pakai sampo dove krn uangnya digunakan utk membantai muslim palestine. sampe di bandung, kakak yang masih keramas menghabiskan isi sampo itu langsung dicecar,"ih kakak, jangan pake sampo itu kan yang dipake matiin anak-anak palestine."
suatu ketika aku takjub benar saat mengoleh-olehi dia sebungkus agar2. sebelum makan dengan santai dia tanya,"bun, ini dibuatnya sama orang Islam?" dheggg, aku cuma bisa merinding mendengarnya dan menjawab," insyaalloh Nak. ada label halal-nya juga."
dan kalo dia ditanya ato digodain, dia orang mana, pasti dia jawab,"aku orang Islam!"
kadar perpolitikan lokal dia juga cermati dari televisi dan ajaran bapaknya yang biasa dia panggil bokap.
kalo ada jalan rusak, dia pasti salahin,"ini gara2 walikota!!"
akhir pekan kemarin usai banyak berita century dan banyak skandal pemerintahan presiden berkuasa dikupas habis di media massa, aku pikir dia tak akan ikut terpengaruh karena hampir sepanjang hari-harinya dinikmati bersama tokoh-tokoh kartun 'playhousedisney'.
and waktu bokapnya ngengangguin dia saat hendak tidur, aku sangat kesel. karena kalo digoda-godain, anaknya bakal nggak jadi tidur dan main sampe larut, paginya bangun kesiangan.
so aku marah sama bokap si biang kerok dan aku bilang,"udah deh berhenti, tuh kan kamu senengnya bikin instabilitas banget!"
hanya mendengar kata instabilitas, si anak yang baru 4 taon nanti maret itu malah nyeletuk,"kalo gitu okap bisa jadi presiden dong!"
hwaaahwaaahwaaaaaaaaaaaaaaa
aku sering ingin menangis sekaligus tertawa mendengar doa2nya saat sholat. doanya berubah-ubah. sampe tadi pas dzuhur, kakak paling besar n kakak sepupu dari cilacap yang lagi liburan menahan tawa, saat si kecil berdoa,"ya alloh kabulkanlah semua doaku....berikan aku tenaga yang kuat ya alloh...." (kesannya dia bakal disuruh narik becak, ato angkat batu :D)
menyaksikan semua perkembangannya, aku menikmati untuk mensyukurinya sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya yang ditunjukan padaku. sambil menguatkan hati utk tak banyak menceritakannya pada khalayak. cukup bersyukur menikmatinya. karena dia bukan milikku, dia hanya titipan tuhan pencipta alam.
seperti halnya tempat penitipan yang membutuhkan banyak kepercayaan untuk menjaganya, aku berusaha menjadi penjaga dan pemelihara yang baik atas 'barang titipan' itu.
Senin, 14 Desember 2009
another contempletation
semua hidup ada ujungnya. tiga teman seprofesi di jkt menghadap-Nya dalam tiga hari terakhir. setelah teman yang diduga kena 'heart attack' wafat rabu, jumat seorang teman senior yang kukenal sejak bangku kuliah (7 taon pacaran sama abang kelasku) wafat pula setelah lama berjuang melawan kanker paru. dan sorenya, sms hubby juga update status FB mengabarkan seorang teman senior di kantor hubby menghadap-Nya saat bekerja mengirim berita dari sebuah warnet di laos.
teman senior yang 'beristirahat' setelah melawan kanker, pergi saat aku baru saja kirim ucapan ultah pada abang kelasku itu di wall FB-nya. krn dulu sering ke tempat kost mereka di muararajeun yang kebeneran sama sekali nggak pernah kuduga, daerah itu jadi tempat bertemu pacar abadiku sekarang.
abang kelas menjawab panjang lebar tentang cobaannya di hari jadinya ke-37. dia sedang berharap ibu mertuanya sembuh dari kritis di RS dan menemukan kenyataan mantan pacar yang tak akan pernah dibencinya menghadap-Nya pada hari yang sama. bagaimana bisa tuhan mengingatkan abang kelasku menjadi sebuah kontemplasi hari ulang tahun yang sangat berbeda.
sementara semua orang termasuk pejabat negeri dikejutkan dengan kematian mendadak teman senior hubby di kantor yang terkenal sangat bersahaja. dia orang sederhana dan kocak yang justru pergi meninggalkan banyak rasa kehilangan.
relasi-relasi yang kadang kita tak pikirkan dalam hidup. hubby merasa gemeteran mendengar teman seniornya berpulang. krn saat hendak pergi, dia sempat bertemu dan temannya itu sempat pamitan seraya berjanji mengirim berita dari negeri sebrang.
hidup memang nggak pernah pasti, tapi mempersiapkan adalah nyata yang harus dilakukan.
aku cuma merasa kehilangan-kehilangan itu sangat mengajarkan pentingnya kebersamaan dan mensyukuri semua relasi yang kita miliki sekarang. selama kita jarang menyakiti orang, jangan khawatir pasti 'pulang' banyak yang mengantar dan mendoakan.
seperti teman senior hubby, yang subhanalloh usai wafat langsung diurus pemandian dan kafannya oleh muslim champa yang jumlahnya hanya sedikit di negeri itu. pergi pun diantar banyak teman dan orang-orang yang bisa jadi tak terlalu kenal dengannya tapi sangat mengetahui persis kerendahan hatinya. bagaimana dia selalu tertawa senang with no complain juga ngedumel apalagi menerima tugas tapi 'rungsing' di belakang, kata testimoni seorang senior, tak pernah dilakukan lelaki itu.
jabatan apapun yang melekat tak pernah bisa 'membantu' orang untuk lebih mulia menghadap-Nya. ternyata hanya tebaran kebaikan pada orang lain lah yang berserak dan akan berkumpul membantu kita menemukan bahagia menghadap-Nya. so what with jabatan. bahkan seorang staf biasa pun bisa 'pulang' dengan cara 'luar biasa'. itu semua hanya karena kelakuan.
lesson learn number sekiaan dalam hidup. thank a zillion alloh...........
teman senior yang 'beristirahat' setelah melawan kanker, pergi saat aku baru saja kirim ucapan ultah pada abang kelasku itu di wall FB-nya. krn dulu sering ke tempat kost mereka di muararajeun yang kebeneran sama sekali nggak pernah kuduga, daerah itu jadi tempat bertemu pacar abadiku sekarang.
abang kelas menjawab panjang lebar tentang cobaannya di hari jadinya ke-37. dia sedang berharap ibu mertuanya sembuh dari kritis di RS dan menemukan kenyataan mantan pacar yang tak akan pernah dibencinya menghadap-Nya pada hari yang sama. bagaimana bisa tuhan mengingatkan abang kelasku menjadi sebuah kontemplasi hari ulang tahun yang sangat berbeda.
sementara semua orang termasuk pejabat negeri dikejutkan dengan kematian mendadak teman senior hubby di kantor yang terkenal sangat bersahaja. dia orang sederhana dan kocak yang justru pergi meninggalkan banyak rasa kehilangan.
relasi-relasi yang kadang kita tak pikirkan dalam hidup. hubby merasa gemeteran mendengar teman seniornya berpulang. krn saat hendak pergi, dia sempat bertemu dan temannya itu sempat pamitan seraya berjanji mengirim berita dari negeri sebrang.
hidup memang nggak pernah pasti, tapi mempersiapkan adalah nyata yang harus dilakukan.
aku cuma merasa kehilangan-kehilangan itu sangat mengajarkan pentingnya kebersamaan dan mensyukuri semua relasi yang kita miliki sekarang. selama kita jarang menyakiti orang, jangan khawatir pasti 'pulang' banyak yang mengantar dan mendoakan.
seperti teman senior hubby, yang subhanalloh usai wafat langsung diurus pemandian dan kafannya oleh muslim champa yang jumlahnya hanya sedikit di negeri itu. pergi pun diantar banyak teman dan orang-orang yang bisa jadi tak terlalu kenal dengannya tapi sangat mengetahui persis kerendahan hatinya. bagaimana dia selalu tertawa senang with no complain juga ngedumel apalagi menerima tugas tapi 'rungsing' di belakang, kata testimoni seorang senior, tak pernah dilakukan lelaki itu.
jabatan apapun yang melekat tak pernah bisa 'membantu' orang untuk lebih mulia menghadap-Nya. ternyata hanya tebaran kebaikan pada orang lain lah yang berserak dan akan berkumpul membantu kita menemukan bahagia menghadap-Nya. so what with jabatan. bahkan seorang staf biasa pun bisa 'pulang' dengan cara 'luar biasa'. itu semua hanya karena kelakuan.
lesson learn number sekiaan dalam hidup. thank a zillion alloh...........
Kamis, 10 Desember 2009
merenung-renung
kemaren sebuah berita mengagetkan kami terima, seorang teman 'berpulang' mendadak di sebuah kantor redaksi koran biru di ibukota. memang kami tak dekat, tapi kami punya keterkaitan dalam sebuah proyek pada suatu waktu. dan bos kedua pernah berusaha merintis kembali kerjasama dengan orang itu, namun masih dalam tingkat idea, belum berlanjut, teman itu telah berpulang.
saat mendengar kabar itu, aku sedikit kaget krn nyaris merasa pertemuan terakhir mengisyaratkan akhir hidupnya. wajah lelah, badan habis, dia berusaha hidup sehat dan kuat.
namun underline dari 'kepergian'nya yang aku rasakan betul menjadi sebuah perenungan adalah sikap shock anak istrinya di bandung krn ayah dan suami mereka meninggal terentang saat berada jauh lebih dari 140 kilometer jauhnya.
sampai maghrib, bos kedua menawariku ikut bersamanya menemani sang istri dan anak menjemput jasad teman kami. aku tersadar. bagaimana kalau itu adalah suamiku?
lelah bekerja dari senin sampai jumat, bertemu untuk bersenang-senang di akhir pekan. kembali terus begitu. rutinitas serupa kami alami dalam tiga bulan terakhir. sapa nyana jika suatu saat terjadi seperti itu, maut menjemput saat berpisah.
jikalau dekat, sapa tau anak, istri, suami, kerabat, sahabat bisa membimbing sakaratul maut. tapi kalau jauh, hanya bisa berdoa semoga selalu ada orang baik lainnya yang menggantikan 'peran' itu.
hidup memang sangat rahasia. hingga kita tak tahu siapa sebenarnya yang benar2 membantu prosesi menghadap sang khalik, di pemakaman, sampai mendoakan kita saat kelak sudah meninggal.
karenanya sekali lagi, nggak basi aku mengingatkan diri sendiri untuk lebih beradab memperlakukan banyak manusia. karena kedekatan, keeratan dan kesetiakawanan bisa jadi sama sekali tak membantu kita kemudian kelak. justru orang-orang terpilih tanpa pamrih menjadi 'pengantar' terbaik di akhir hidup....
saat mendengar kabar itu, aku sedikit kaget krn nyaris merasa pertemuan terakhir mengisyaratkan akhir hidupnya. wajah lelah, badan habis, dia berusaha hidup sehat dan kuat.
namun underline dari 'kepergian'nya yang aku rasakan betul menjadi sebuah perenungan adalah sikap shock anak istrinya di bandung krn ayah dan suami mereka meninggal terentang saat berada jauh lebih dari 140 kilometer jauhnya.
sampai maghrib, bos kedua menawariku ikut bersamanya menemani sang istri dan anak menjemput jasad teman kami. aku tersadar. bagaimana kalau itu adalah suamiku?
lelah bekerja dari senin sampai jumat, bertemu untuk bersenang-senang di akhir pekan. kembali terus begitu. rutinitas serupa kami alami dalam tiga bulan terakhir. sapa nyana jika suatu saat terjadi seperti itu, maut menjemput saat berpisah.
jikalau dekat, sapa tau anak, istri, suami, kerabat, sahabat bisa membimbing sakaratul maut. tapi kalau jauh, hanya bisa berdoa semoga selalu ada orang baik lainnya yang menggantikan 'peran' itu.
hidup memang sangat rahasia. hingga kita tak tahu siapa sebenarnya yang benar2 membantu prosesi menghadap sang khalik, di pemakaman, sampai mendoakan kita saat kelak sudah meninggal.
karenanya sekali lagi, nggak basi aku mengingatkan diri sendiri untuk lebih beradab memperlakukan banyak manusia. karena kedekatan, keeratan dan kesetiakawanan bisa jadi sama sekali tak membantu kita kemudian kelak. justru orang-orang terpilih tanpa pamrih menjadi 'pengantar' terbaik di akhir hidup....
Rabu, 09 Desember 2009
tepat 7 bulan, babe
kalo diitung hari terakhir haid, maka today si bebe tepat 28 weeks. not like other mother who celebrates tujuh bulanan with pengajian, i never do it.
hari ini diperingati dengan unjukrasa anti korupsi yang memacetkan jalan di beberapa kota, termasuk bandung. semoga bebe mengerti ya, diselamatin dengan cara seperti ini supaya jangan jadi koruptor di kemudian kelak.
masuk tujuh bulan, didera sakit gigi selama dua pekan. secaranya seumur hidup belum pernah merasakan gigi berlubang, tersiksa tiap malem jadinya.
awal kehamilan kali ini memang ruarrr biasa (smoga anak yang lahir juga demikian). karena gigi kanan atas paling belakang luruh. katanya kurang kalsium, tapi bolong giginya makin nonjok ke gigi sebelah depannya. akibatnya linu-linu terus yang anehnya menjalar sampe gigi bagian bawah.
karena kurang bobo dan stres mikir sakit gigi, dokter gak praktek aja krn sibuk, darah sempet naek 160/100. untung dokternya agak sabar gak langsung ngirim aku ke rs, tapi pake terapi garlic.
alhamdulillah setelah dua hari, sakitnya mereda, gak pusing2 lagi pas musti keujanan berdua saat tujuh bulanan hari ini.
bebe, ibu berharap kamu baca ini tulisan. biar ngerti ya, kita berjuang bersama, ntar senang-senang bareng juga yaaa. ibu jangan diterlantarkan ya nak :D peace!
hari ini diperingati dengan unjukrasa anti korupsi yang memacetkan jalan di beberapa kota, termasuk bandung. semoga bebe mengerti ya, diselamatin dengan cara seperti ini supaya jangan jadi koruptor di kemudian kelak.
masuk tujuh bulan, didera sakit gigi selama dua pekan. secaranya seumur hidup belum pernah merasakan gigi berlubang, tersiksa tiap malem jadinya.
awal kehamilan kali ini memang ruarrr biasa (smoga anak yang lahir juga demikian). karena gigi kanan atas paling belakang luruh. katanya kurang kalsium, tapi bolong giginya makin nonjok ke gigi sebelah depannya. akibatnya linu-linu terus yang anehnya menjalar sampe gigi bagian bawah.
karena kurang bobo dan stres mikir sakit gigi, dokter gak praktek aja krn sibuk, darah sempet naek 160/100. untung dokternya agak sabar gak langsung ngirim aku ke rs, tapi pake terapi garlic.
alhamdulillah setelah dua hari, sakitnya mereda, gak pusing2 lagi pas musti keujanan berdua saat tujuh bulanan hari ini.
bebe, ibu berharap kamu baca ini tulisan. biar ngerti ya, kita berjuang bersama, ntar senang-senang bareng juga yaaa. ibu jangan diterlantarkan ya nak :D peace!
Kamis, 03 Desember 2009
baby boom in shortly
bu rete, ibunya wendi tetangga tiga rumah di kananku, selalu marah-marah dan menyalahkan henpon sebagai penyebab anaknya malas sekolah. pas dibagi rapot akhir desember 2008, rapot wendi nyaris semua di bawah lima, dengan angka 'alpa' sebanyak 39 hari.
"gawena isuk peuting, siang sore, sms-an weh, tetelponan. dititah hese," ujar bu rete menggerutu.
aku tadinya sependapat dengan bu rete, ikut menyalahkan henpon yang harganya makin murah dengan banyak layanan bebas pulsa sesama operator. bikin generasi ini malas, berleha-leha, menangkap mimpi dan cita-cita dari talking-talking and sms di dunia virtual, tanpa usaha keras.--inget gmn ngumpulin duit dari gaji pas-pasan untuk dapet henpon pertama dulu--
tapi sepekan ini, pendapatku berubah. wendi akhirnya memilih putus sekolah di kelas 1 sma, dan merengek-rengek minta dikawinin sama pacarnya cewej umur 16-an yang sudah duluan DO dan kerja di pabrik.
hanya lima rumah dari rumah wendi. ada anak lelaki umur 16 tahun yang terpaksa dikawinin karena pacarnya terlanjur bunting tujuh bulan. berbeda dengan wendi yang memutuskan DO saat kawin sebatas proposal, cowok yang masih kelas 2 sma ini masih berusaha meneruskan sekolahnya dengan merengek-rengek minta pindan sekolah untuk menghilangkan jejak 'kemaluan'nya.
hampir sebulan lalu, kami kedatangan pertanyaan dari seorang bapak yang membonceng anak gadisnya mencari-cari rumah cepi, anak sma di ujungberung yang katanya rumahnya dekat rumah kami. si bapak membawa anak gadis yang perutnya terlihat membuncit. menanyakan ke sana ke mari dimana rumah si cepi, yang berubah alamat karena pemekaran kecamatan.
belakangan akhirnya aku tau, kalo si cepi ini adalah sahabat dari cowok kelas 2 sma yang terpaksa menikah tadi. dan wow, si cepi yang juga kelas 2 sma itu akhirnya terpaksa menikah dan memiliki bayi baru hanya selang satu bulan dari kelahiran anaknya cowok kelas dua sma tadi (yang sumpah, aku nggak tau namanya).
kakak iparku juga kini tengah kerepotan menampung pelarian saudaranya ke bandung, seorang anak lelaki 15 taun baru kelas 1 sma di solo sana. dia melarikan diri ke bandung karena dikejar-kejar tanggungjawab harus menikahi pacarnya yang sudah 19 taun, duduk di semester dua sebuah universitas dengan kasus sama, hamil.
tukang pijet favorit pun sekarang suka menolak order di malam hari. karena dia harus menunggui mantu barunya berusia 16 taun yang sudah hamil delapan bulan padahal baru dinikahkan dua bulan lalu.
kisahnya rumit, tapi underline-nya sama.
aku baru menyadari betul pernyataan kepala BKKBN, Sugiri Syarief, waktu ketemu akhir februari 2009 lalu, bahwa salah satu faktor kegagalan KB di indonesia adalah usia hamil pertama perempuan yang nggak bisa naik lebih dari 19 tahun di Indonesia. padahal secara statistik kita punya sekitar 40 juta gadis perempuan yang usianya di range 13 sampai 19 taun yang berpotensi hamil.
selama ini program KB banyak dikenalkan pada pasangan-pasangan usia subur. mungkin sudah waktunya berubah sasaran.
tapi boro-boro mau berubah sasaran ato memperbaiki kampanye kontrasepsi atau memperluas 'sex education', lha wong pemerintah lagi sibuk pemilu. anggaran BKKBN 2009 pun turun sekitar 0,05 persen dari Rp 1,2 trilyun menjadi 1,19 trilyun. dimana hampir setengahnya sekitar Rp 450 miliar dipakai untuk membeli kontrasepsi gratis untuk keluarga miskin. selebihnya, kata Sugiri,"kami sangat berharap peran swasta untuk memajukan program KB."
nah, kontrasepsi ato 'sex education' untuk anak muda? ya, pikirin nanti aja kali, kalo udah bener-bener pulau jawa tenggelam dan kita ramai-ramai transmigrasi ke kalimantan ato papua, karena udah nggak mungkin jadi TKI yang banyak dipulangin terimbas krisis global.
"gawena isuk peuting, siang sore, sms-an weh, tetelponan. dititah hese," ujar bu rete menggerutu.
aku tadinya sependapat dengan bu rete, ikut menyalahkan henpon yang harganya makin murah dengan banyak layanan bebas pulsa sesama operator. bikin generasi ini malas, berleha-leha, menangkap mimpi dan cita-cita dari talking-talking and sms di dunia virtual, tanpa usaha keras.--inget gmn ngumpulin duit dari gaji pas-pasan untuk dapet henpon pertama dulu--
tapi sepekan ini, pendapatku berubah. wendi akhirnya memilih putus sekolah di kelas 1 sma, dan merengek-rengek minta dikawinin sama pacarnya cewej umur 16-an yang sudah duluan DO dan kerja di pabrik.
hanya lima rumah dari rumah wendi. ada anak lelaki umur 16 tahun yang terpaksa dikawinin karena pacarnya terlanjur bunting tujuh bulan. berbeda dengan wendi yang memutuskan DO saat kawin sebatas proposal, cowok yang masih kelas 2 sma ini masih berusaha meneruskan sekolahnya dengan merengek-rengek minta pindan sekolah untuk menghilangkan jejak 'kemaluan'nya.
hampir sebulan lalu, kami kedatangan pertanyaan dari seorang bapak yang membonceng anak gadisnya mencari-cari rumah cepi, anak sma di ujungberung yang katanya rumahnya dekat rumah kami. si bapak membawa anak gadis yang perutnya terlihat membuncit. menanyakan ke sana ke mari dimana rumah si cepi, yang berubah alamat karena pemekaran kecamatan.
belakangan akhirnya aku tau, kalo si cepi ini adalah sahabat dari cowok kelas 2 sma yang terpaksa menikah tadi. dan wow, si cepi yang juga kelas 2 sma itu akhirnya terpaksa menikah dan memiliki bayi baru hanya selang satu bulan dari kelahiran anaknya cowok kelas dua sma tadi (yang sumpah, aku nggak tau namanya).
kakak iparku juga kini tengah kerepotan menampung pelarian saudaranya ke bandung, seorang anak lelaki 15 taun baru kelas 1 sma di solo sana. dia melarikan diri ke bandung karena dikejar-kejar tanggungjawab harus menikahi pacarnya yang sudah 19 taun, duduk di semester dua sebuah universitas dengan kasus sama, hamil.
tukang pijet favorit pun sekarang suka menolak order di malam hari. karena dia harus menunggui mantu barunya berusia 16 taun yang sudah hamil delapan bulan padahal baru dinikahkan dua bulan lalu.
kisahnya rumit, tapi underline-nya sama.
aku baru menyadari betul pernyataan kepala BKKBN, Sugiri Syarief, waktu ketemu akhir februari 2009 lalu, bahwa salah satu faktor kegagalan KB di indonesia adalah usia hamil pertama perempuan yang nggak bisa naik lebih dari 19 tahun di Indonesia. padahal secara statistik kita punya sekitar 40 juta gadis perempuan yang usianya di range 13 sampai 19 taun yang berpotensi hamil.
selama ini program KB banyak dikenalkan pada pasangan-pasangan usia subur. mungkin sudah waktunya berubah sasaran.
tapi boro-boro mau berubah sasaran ato memperbaiki kampanye kontrasepsi atau memperluas 'sex education', lha wong pemerintah lagi sibuk pemilu. anggaran BKKBN 2009 pun turun sekitar 0,05 persen dari Rp 1,2 trilyun menjadi 1,19 trilyun. dimana hampir setengahnya sekitar Rp 450 miliar dipakai untuk membeli kontrasepsi gratis untuk keluarga miskin. selebihnya, kata Sugiri,"kami sangat berharap peran swasta untuk memajukan program KB."
nah, kontrasepsi ato 'sex education' untuk anak muda? ya, pikirin nanti aja kali, kalo udah bener-bener pulau jawa tenggelam dan kita ramai-ramai transmigrasi ke kalimantan ato papua, karena udah nggak mungkin jadi TKI yang banyak dipulangin terimbas krisis global.
Selasa, 01 Desember 2009
sesar ato gak sesar??
kayaknya nikmat betul orang bisa melahirkan normal. alloh kasih aku kemudahan melahirkan sesar dua kali krn kasus berbeda. pertama waktu si kakak pre-eklamsi, darah tiba2 meninggi saat hamil belum genap delapan bulan. lahirlah si kakak, setelah gagal diinduksi krn ketegangan jiwa, kontraksi pun menaikan tekanan darah secara tiba2.
kedua waktu dede, ternyata jahitan sesar pertama kurang elastis sehingga pembukaan tak bisa berlangsung sempurna dan terpaksa sesar lagi krn nggak mungkin bekas sesar dirangsang induksi lagi.
yang ketiga, aku sangat bersemangat menjalani prosesi normal sehingga memilih dokter kandungan pun yang memang dikenal sabar menunggu persalinan. dokter perempuan itu memberikan sedikit harapan, krn baru menolong persalinan anak ketiga seorang ibu secara normal setelah dua kali sesar.
hmmm mudah2an aku bisa mengikuti semua treatment dokter. diet karbohidrat, puasa garam setelah tujuh bulan dan jalan minimal 30 menit per hari setelah kandungan di atas tujuh bulan.
syarat yang seperti biasa tapi emang agak sulit dilakukan, apalagi soal menahan godaan jajanan enak hehee
semangat melahirkan normal itu harus sedikit patah saat mudik idul adha kemarin.
entar cerita apa yang disampaikan hubby pada ibu mertua. yang jelas sebelum pulang, ibu mertua yang penyayang memintaku untuk tak berharap lebih bisa melahirkan normal.
"daripada sakit dua kali, dicoba terus gagal. mending dipastiin aja lahir sesar, tanggalnya kan bisa ditentukan kapan juga," ujar ibu.
sedikit banyak keinginan untuk melahirkan normal agak goyah saat ini karena pernyataan itu.
walo masih sedikit berharap, aku pikir harus lebih realistis juga memandang kondisi. kecuali memang alloh siapkan keajaiban lain untuk si jabang bayi ketiga ini.
kedua waktu dede, ternyata jahitan sesar pertama kurang elastis sehingga pembukaan tak bisa berlangsung sempurna dan terpaksa sesar lagi krn nggak mungkin bekas sesar dirangsang induksi lagi.
yang ketiga, aku sangat bersemangat menjalani prosesi normal sehingga memilih dokter kandungan pun yang memang dikenal sabar menunggu persalinan. dokter perempuan itu memberikan sedikit harapan, krn baru menolong persalinan anak ketiga seorang ibu secara normal setelah dua kali sesar.
hmmm mudah2an aku bisa mengikuti semua treatment dokter. diet karbohidrat, puasa garam setelah tujuh bulan dan jalan minimal 30 menit per hari setelah kandungan di atas tujuh bulan.
syarat yang seperti biasa tapi emang agak sulit dilakukan, apalagi soal menahan godaan jajanan enak hehee
semangat melahirkan normal itu harus sedikit patah saat mudik idul adha kemarin.
entar cerita apa yang disampaikan hubby pada ibu mertua. yang jelas sebelum pulang, ibu mertua yang penyayang memintaku untuk tak berharap lebih bisa melahirkan normal.
"daripada sakit dua kali, dicoba terus gagal. mending dipastiin aja lahir sesar, tanggalnya kan bisa ditentukan kapan juga," ujar ibu.
sedikit banyak keinginan untuk melahirkan normal agak goyah saat ini karena pernyataan itu.
walo masih sedikit berharap, aku pikir harus lebih realistis juga memandang kondisi. kecuali memang alloh siapkan keajaiban lain untuk si jabang bayi ketiga ini.
Selasa, 24 November 2009
an old lady's story
one fine day, i recognized that old lady as my senior staff in my old office in a local radio station at my hometown....
dia ada di bagian keuangan rumah tangga. orangnya gaul banget dan cukup terkenal di zamannya dengan banyak penggemar dan sangat pandai bergaul di kalangan 'elit' kota kelahiranku.
that's why penampilannya nggak murahan dongs. kebanyakan teman perempuan mengonsultasikan pemilihan pakaian, tas, sampe sepatu. orang mo kawinan juga minta input dari dia supaya kelihatan lebih 'berkelas'. sementara aku? oh oh no money to reach. sbg anak kos bertanggungan keluarga tentunya gaya mereka tak bisa aku adopsi secara bebas merdeka.
kadang trend yang ditularkan ibu ini di kantor membuat satu 'jeda' tersendiri karena perbedaaan kelas. tapi sudahlah, itu bagian paling nggak enak kalo dibahas karena ya karena kita musti sadar diri sama keadaan.
sebagai teman baik para satpam dan OB di kantor tua itu, aku pernah complain dengan perlakuan ibu tenar itu pada salah seorang OB. krn dia memerintahkan banyak kebutuhan pribadi dia yang jadi urusan pribadi dia pada OB kantor yang notabene dibayar kantor dan pekerjaannya pun numpuk. seperti ngambilin cucian dia di laundry, beli ini itu kebutuhan rumah tangga, etc etc
saat itu dia tersinggung. hingga selalu gak menganggap keberadaanku di kantor. apalagi yang bisa diambil dari seorang aku yang kampring dan hobby-nya protes atas ketidakadilan yang dia lakukan.
ada diskriminasi-diskriminasi jatah rumah tangga aku rasakan. dari mulai pembagian parcel lebaran, diskon2, etc etc. andai dia tau pasti bakal ngerasa sial banget krn aku nggak pikirin betul hal seputar jatah makan dan kesenangan, yang gak penting banget dipikiranku.
i really didnt care about her, at that time.
sering aku denger kabar miring dari kalangan pekerja keras di kantor soal dia, tapi sudahlah aku tak mau menanggapinya. walo suka agak kesel liat gayanya yang diskriminatif, kesibukan membuatku tak terlalu peduli dengan kondisinya.
dia bisa menikahkan dua anaknya secara meriah. seorang cowok dan seorang lagi cewek. hidup mereka terlihat mapan tanpa kesulitan.
sampe aku dengar kisah sedih itu dari seorang teman yang juga dulu bekerja di tempat sama beberapa pekan lalu.
kisahnya ternyata 'the old lady' itu sejak dulu sangat gemar gerakan 'gali lobang tutup lobang'. hingga kini mereka sudah menikah lebih dari 30 taon dengan dua anak dan beberapa cucu belum juga punya rumah. mereka pindah-pindah mengontrak rumah. padahal saat suaminya bekerja di ladang minyak di borneo, mereka sudah punya rumah. namun gaya hidup istri dan keluarganya membuatnya bangkrut hingga rumah itu dijual.
setelah pensiun, suaminya balik ke kota kami dan mendapati mereka memang tak punya apa2. mobil terjual sudah. sementara dua anaknya tak bisa diharapkan menjadi gantungan. cowok terbesar pegawai negeri dan pernikahan anak keduanya gagal, hingga dia sempat ketanggungan ngurus cucu sampe anak keduanya itu akhirnya mendapatkan suami baru.
aku masih sulit percaya jika membandingkan caranya 'meremehkan' banyak orang plus gaya 'elit'nya, dia bisa mengalami hal dramatis yang bisa jadi menjadi titik terendah dalam perjalanan hidupnya di masa tua. saat dia harus berangkat usai subuh pulang sangat larut, nomaden dari satu masjid ke masjid lain, ato dari rumah satu teman ke teman lain, bersama suaminya, hanya untuk menghindari 'debt collector' yang banyak mendatangi rumah kontrakan mereka.
sungguh hidup tak bisa ditebak kita akan menjadi apa kelak. yang jelas, pelajaran penting untuk tidak menjadi sombong dengan predikat dan materi apapun yang kita punya sangat aku yakini betul jadi penentu akhir hidup kita mau jadi apa.
terserah banyak orang nggak percaya karma. kadang tuhan berbaik hati memberikan karma itu sekarang di dunia untuk 'mencuci' lebih banyak dosa masa lalu, mungkin supaya kita tafakur dan cepat ingat kepada pemilik semuanya. mudah-mudahan rasa menyesal pernah menjadi aktor ato aktris 'jail' di masa lalu, bisa meredakan banyak hukuman di akhirat.
kisah ini bagiku pribadi sangat mengajak berpikir, kita bukan apa2. mo cantik, mo kaya, mo pangkat, mo jendral, itu semuanya cuma titipan. hanya dengan sejentik debu, semudah membalik telapak tangan, semua bisa berubah menjadi abu tak bermakna....
dia ada di bagian keuangan rumah tangga. orangnya gaul banget dan cukup terkenal di zamannya dengan banyak penggemar dan sangat pandai bergaul di kalangan 'elit' kota kelahiranku.
that's why penampilannya nggak murahan dongs. kebanyakan teman perempuan mengonsultasikan pemilihan pakaian, tas, sampe sepatu. orang mo kawinan juga minta input dari dia supaya kelihatan lebih 'berkelas'. sementara aku? oh oh no money to reach. sbg anak kos bertanggungan keluarga tentunya gaya mereka tak bisa aku adopsi secara bebas merdeka.
kadang trend yang ditularkan ibu ini di kantor membuat satu 'jeda' tersendiri karena perbedaaan kelas. tapi sudahlah, itu bagian paling nggak enak kalo dibahas karena ya karena kita musti sadar diri sama keadaan.
sebagai teman baik para satpam dan OB di kantor tua itu, aku pernah complain dengan perlakuan ibu tenar itu pada salah seorang OB. krn dia memerintahkan banyak kebutuhan pribadi dia yang jadi urusan pribadi dia pada OB kantor yang notabene dibayar kantor dan pekerjaannya pun numpuk. seperti ngambilin cucian dia di laundry, beli ini itu kebutuhan rumah tangga, etc etc
saat itu dia tersinggung. hingga selalu gak menganggap keberadaanku di kantor. apalagi yang bisa diambil dari seorang aku yang kampring dan hobby-nya protes atas ketidakadilan yang dia lakukan.
ada diskriminasi-diskriminasi jatah rumah tangga aku rasakan. dari mulai pembagian parcel lebaran, diskon2, etc etc. andai dia tau pasti bakal ngerasa sial banget krn aku nggak pikirin betul hal seputar jatah makan dan kesenangan, yang gak penting banget dipikiranku.
i really didnt care about her, at that time.
sering aku denger kabar miring dari kalangan pekerja keras di kantor soal dia, tapi sudahlah aku tak mau menanggapinya. walo suka agak kesel liat gayanya yang diskriminatif, kesibukan membuatku tak terlalu peduli dengan kondisinya.
dia bisa menikahkan dua anaknya secara meriah. seorang cowok dan seorang lagi cewek. hidup mereka terlihat mapan tanpa kesulitan.
sampe aku dengar kisah sedih itu dari seorang teman yang juga dulu bekerja di tempat sama beberapa pekan lalu.
kisahnya ternyata 'the old lady' itu sejak dulu sangat gemar gerakan 'gali lobang tutup lobang'. hingga kini mereka sudah menikah lebih dari 30 taon dengan dua anak dan beberapa cucu belum juga punya rumah. mereka pindah-pindah mengontrak rumah. padahal saat suaminya bekerja di ladang minyak di borneo, mereka sudah punya rumah. namun gaya hidup istri dan keluarganya membuatnya bangkrut hingga rumah itu dijual.
setelah pensiun, suaminya balik ke kota kami dan mendapati mereka memang tak punya apa2. mobil terjual sudah. sementara dua anaknya tak bisa diharapkan menjadi gantungan. cowok terbesar pegawai negeri dan pernikahan anak keduanya gagal, hingga dia sempat ketanggungan ngurus cucu sampe anak keduanya itu akhirnya mendapatkan suami baru.
aku masih sulit percaya jika membandingkan caranya 'meremehkan' banyak orang plus gaya 'elit'nya, dia bisa mengalami hal dramatis yang bisa jadi menjadi titik terendah dalam perjalanan hidupnya di masa tua. saat dia harus berangkat usai subuh pulang sangat larut, nomaden dari satu masjid ke masjid lain, ato dari rumah satu teman ke teman lain, bersama suaminya, hanya untuk menghindari 'debt collector' yang banyak mendatangi rumah kontrakan mereka.
sungguh hidup tak bisa ditebak kita akan menjadi apa kelak. yang jelas, pelajaran penting untuk tidak menjadi sombong dengan predikat dan materi apapun yang kita punya sangat aku yakini betul jadi penentu akhir hidup kita mau jadi apa.
terserah banyak orang nggak percaya karma. kadang tuhan berbaik hati memberikan karma itu sekarang di dunia untuk 'mencuci' lebih banyak dosa masa lalu, mungkin supaya kita tafakur dan cepat ingat kepada pemilik semuanya. mudah-mudahan rasa menyesal pernah menjadi aktor ato aktris 'jail' di masa lalu, bisa meredakan banyak hukuman di akhirat.
kisah ini bagiku pribadi sangat mengajak berpikir, kita bukan apa2. mo cantik, mo kaya, mo pangkat, mo jendral, itu semuanya cuma titipan. hanya dengan sejentik debu, semudah membalik telapak tangan, semua bisa berubah menjadi abu tak bermakna....
Senin, 23 November 2009
cara konservatif merawat anak
terus terang kalo ngobrol2 sama ibu2 masa kini soal bagaimana merawat anak, pasti aku udah ketinggalan model deh :P
pasalnya dari mulai dokter specialis anak gak punya, anak kami pun tak diimunisasi seperti anak kebanyakan. cukup ditimbang tiap bulan di posyandu. sebuah kenyataan urdu buat kami berdua yang katanya punya ijasah lulus universitas.
tapi emang aslinya beginilah kami adanya. berusaha mengurangi kecanduan generasi masa kini terhadap obat-obat kimia dan mendorong pemakaian obat tradisional dengan cara logis.
karenanya kalau denger cerita temen2ku yang sibuk cari referensi dokter saat anaknya panas, batuk, pilek berkepanjangan gak sembuh-sembuh, kadang aku gak bisa kasi komentar.
pengalaman dengan anak pertama di dua dokter anak saat mencret berkepanjangan. dokter pertama yang ngurus dia pas lahir di rumah sakit memberi dosis obat mencret ruar biasa, malah tak meredakan mencretnya. untung ketemu dokter anak senior dengan sistem konsultasi di jalan cipaganti yang memberi kami refreshment kalo anak mencret bukan melulu krn masuk angin ato asi-nya basi, tapi ada faktor lain kebanyakan minum asi tanpa jeda juga buruk bagi anak. krnnya pas ke dokter itu, kita cuma bayar konsultasi 50rb trus, diberi saran menjeda pemberian asi 3 jam sekali, dan cuma dikasi resep obat buat ngobatin lecet di anusnya aja (kalo gak salah rp 1,500 gitu saat itu taon 2002)
logika merawat anak secara konvensional banyak kami kenal dari teman2 yang lebih dulu mempraktekannya juga orang tua kami, dan banyak orang-orang senior di sekitar kami tentunya. tapi ya itu, harus benar2 logis memilah mana mitos, mana yang masuk akal. itu nggak mudah krn bersinggungan dengan banyak kepercayaan orang di sekitar yang cenderung lebih percaya mitos heheheee
soal imunisasi? aku n hubby awalnya udah ragu bawa anak disuntik2 dan bahan kimia agar anti satu penyakit. alhamdulillah dapet penguatan informasi dari temen yang tinggal di US, dimana gerakan anti imunisasi dan vaksinasi gencar dilakukan banyak ibu rumah tangga dan banyak pula riset dilakukan yang memberikan korelasi logis tentang kelahiran banyak penyakit baru justru setelah imunisasi dikembangkan di dunia.
temen kami itu sama sekali tak percaya dengan imuniasasi yang lebih berbau permainan pasar global negara2 besar. smntara produk lokal, aku pernah denger dari temen di pabrik vaksin, beberapa vaksin dibiakan di darah monyet. halal ato haram?? terserah yang percaya, bukannya kita harus meninggalkan hal yang meragukan :P
aku cuma berusaha memberikan kecukupan gizi sama anak2 supaya imun terhadap perubahan cuaca, kualitas sanitasi yang nggak merata di lingkungan kami, tentunya dengan menjaga sedikit banyak kebersihan. mandi dua kali sehari, cuci tangan dan nggak lupa berdoa. gede sedikit diajarin sholat biar minimal lima kali sehari wajah, kaki, tangan yang terpapar debu bisa dibersihkan.
kalau panas pun (kadang orang bilang sbg tanda anak mau tambah pinter), kami nggak terlalu banyak pake obat turun panas. cukup berusaha menempelkan perut anak ke perut hubby (yang lebih rata dibanding aku) trus dibalut pake jaket ato slimut yang tebal, barulah transfer penyerapan panas bisa dilakukan. kalo emang anak masuk angin, maka biasanya dia langsung muntah2 dan keringatan banyak. abis itu insyaalloh panasnya turun.
paling banter kalo batuknya emang berat, kami bawa anak ke dokter langganan sejak kuliah di depan darul hikam dago. dokternya enak dan nggak ngasi obat seenaknya. sangat cermat dan sekaligus cocok buat semua orang serumah-rumah, tetangga juga kami rekomendasikan pada teman2.
oya...lupa, kakak pernah kena pneumoni waktu kecil, kami terapi pake terapi totok di dokter kenalan yang bawa metode totok dari jepang plus pengobatan herbal yang dia rekomendasikan. alhamdulillah sembuh, dia sehat dan gembil sekarang.
label nama dokter buat orang-orang muda seperti kami memang godaan, apalagi kalo sering didiskusikan kemudian disebut harga. tapi alhamdulillah punya hubby juga bukan orang yang hobby ke dokter dan sama2 konvensional. jadi kita sama sekali gak peduli dengan merk dokter. murah tur manjur jadi moto memilihnya :P
bukan sombong tapi hanya wujud syukur dari semua pengetahuan lain yang diberikan alloh selama ini. sejak berumah di kampung padat ini enam taun, beberapa wabah sudah dilalui dan kami nggak ketularan. dari beberapa kali kampung kami diserang wabah demam berdarah, cacar air, flu berkepanjangan sampai cikungunya, nggak satu pun anggota keluarga kena.
madu habbats merk arofah paling manjur menjaga stamina deh kalo buat kami sekeluarga.
cuma pas kemaren rame2 wabah batuk dan pilek panjang merajalela, aku dan si bungsu kena, langsung cari obat herbal di toko pandu, dapetlah obat batuk ibu anak. alhamdulillah hanya bbrp kali langsung sehat.
kadang nanya juga sehat emang mahal? ya mahalnya adalah pada meredam keinginan untuk hidup lebih sehat dan menyenangkan jiwa. terus terang, anak2 kami nggak nge-fans sama junkfood kayak mcD, KFC dan lain2. walo kami juga nggak terlalu melarang sesekali mereka boleh nyicipin. tapi taste makanan tradisional spt lotek, rujak, baso kampung, mie kocok, dll kami kenalin juga sbg pengimbang. dan ternyata mereka lebih suka yang tradisional yang banyak berserak di gerai dkiosk.
ini hanya sejumput pengalaman bagaimana kami belajar hidup merawat anak, mungkin bukan conto yang baik. krn bagaimanapun cara merawat anak adalah keputusan suami istri, tanpa kekompakan penuh dalam menentukan caranya, tentunya hanya akan saling menyalahkan pada akhirnya.
kadang pun kalo diminta saran buat meredam penyakit anak oleh teman2, aku kasi saran sederhana seperti yang biasa kami lakukan. ada yang cocok, ada juga yang enggak. ini kan bukan sebuah keharusan mengikuti omongan, toh kami bukan nabi ato rosul yang omongannya semua benar adanya hehee
yang kami rasa nyaman dan murah dengan cara ini pun tentunya belum tentu menjadi cara nyaman buat dijalani orang tua lain. yang cocok buat anak kami tentunya, belum tentu cocok buat orang lain.
namanya juga masih belajar hidup, trial error pasti kami hadapi :)
pasalnya dari mulai dokter specialis anak gak punya, anak kami pun tak diimunisasi seperti anak kebanyakan. cukup ditimbang tiap bulan di posyandu. sebuah kenyataan urdu buat kami berdua yang katanya punya ijasah lulus universitas.
tapi emang aslinya beginilah kami adanya. berusaha mengurangi kecanduan generasi masa kini terhadap obat-obat kimia dan mendorong pemakaian obat tradisional dengan cara logis.
karenanya kalau denger cerita temen2ku yang sibuk cari referensi dokter saat anaknya panas, batuk, pilek berkepanjangan gak sembuh-sembuh, kadang aku gak bisa kasi komentar.
pengalaman dengan anak pertama di dua dokter anak saat mencret berkepanjangan. dokter pertama yang ngurus dia pas lahir di rumah sakit memberi dosis obat mencret ruar biasa, malah tak meredakan mencretnya. untung ketemu dokter anak senior dengan sistem konsultasi di jalan cipaganti yang memberi kami refreshment kalo anak mencret bukan melulu krn masuk angin ato asi-nya basi, tapi ada faktor lain kebanyakan minum asi tanpa jeda juga buruk bagi anak. krnnya pas ke dokter itu, kita cuma bayar konsultasi 50rb trus, diberi saran menjeda pemberian asi 3 jam sekali, dan cuma dikasi resep obat buat ngobatin lecet di anusnya aja (kalo gak salah rp 1,500 gitu saat itu taon 2002)
logika merawat anak secara konvensional banyak kami kenal dari teman2 yang lebih dulu mempraktekannya juga orang tua kami, dan banyak orang-orang senior di sekitar kami tentunya. tapi ya itu, harus benar2 logis memilah mana mitos, mana yang masuk akal. itu nggak mudah krn bersinggungan dengan banyak kepercayaan orang di sekitar yang cenderung lebih percaya mitos heheheee
soal imunisasi? aku n hubby awalnya udah ragu bawa anak disuntik2 dan bahan kimia agar anti satu penyakit. alhamdulillah dapet penguatan informasi dari temen yang tinggal di US, dimana gerakan anti imunisasi dan vaksinasi gencar dilakukan banyak ibu rumah tangga dan banyak pula riset dilakukan yang memberikan korelasi logis tentang kelahiran banyak penyakit baru justru setelah imunisasi dikembangkan di dunia.
temen kami itu sama sekali tak percaya dengan imuniasasi yang lebih berbau permainan pasar global negara2 besar. smntara produk lokal, aku pernah denger dari temen di pabrik vaksin, beberapa vaksin dibiakan di darah monyet. halal ato haram?? terserah yang percaya, bukannya kita harus meninggalkan hal yang meragukan :P
aku cuma berusaha memberikan kecukupan gizi sama anak2 supaya imun terhadap perubahan cuaca, kualitas sanitasi yang nggak merata di lingkungan kami, tentunya dengan menjaga sedikit banyak kebersihan. mandi dua kali sehari, cuci tangan dan nggak lupa berdoa. gede sedikit diajarin sholat biar minimal lima kali sehari wajah, kaki, tangan yang terpapar debu bisa dibersihkan.
kalau panas pun (kadang orang bilang sbg tanda anak mau tambah pinter), kami nggak terlalu banyak pake obat turun panas. cukup berusaha menempelkan perut anak ke perut hubby (yang lebih rata dibanding aku) trus dibalut pake jaket ato slimut yang tebal, barulah transfer penyerapan panas bisa dilakukan. kalo emang anak masuk angin, maka biasanya dia langsung muntah2 dan keringatan banyak. abis itu insyaalloh panasnya turun.
paling banter kalo batuknya emang berat, kami bawa anak ke dokter langganan sejak kuliah di depan darul hikam dago. dokternya enak dan nggak ngasi obat seenaknya. sangat cermat dan sekaligus cocok buat semua orang serumah-rumah, tetangga juga kami rekomendasikan pada teman2.
oya...lupa, kakak pernah kena pneumoni waktu kecil, kami terapi pake terapi totok di dokter kenalan yang bawa metode totok dari jepang plus pengobatan herbal yang dia rekomendasikan. alhamdulillah sembuh, dia sehat dan gembil sekarang.
label nama dokter buat orang-orang muda seperti kami memang godaan, apalagi kalo sering didiskusikan kemudian disebut harga. tapi alhamdulillah punya hubby juga bukan orang yang hobby ke dokter dan sama2 konvensional. jadi kita sama sekali gak peduli dengan merk dokter. murah tur manjur jadi moto memilihnya :P
bukan sombong tapi hanya wujud syukur dari semua pengetahuan lain yang diberikan alloh selama ini. sejak berumah di kampung padat ini enam taun, beberapa wabah sudah dilalui dan kami nggak ketularan. dari beberapa kali kampung kami diserang wabah demam berdarah, cacar air, flu berkepanjangan sampai cikungunya, nggak satu pun anggota keluarga kena.
madu habbats merk arofah paling manjur menjaga stamina deh kalo buat kami sekeluarga.
cuma pas kemaren rame2 wabah batuk dan pilek panjang merajalela, aku dan si bungsu kena, langsung cari obat herbal di toko pandu, dapetlah obat batuk ibu anak. alhamdulillah hanya bbrp kali langsung sehat.
kadang nanya juga sehat emang mahal? ya mahalnya adalah pada meredam keinginan untuk hidup lebih sehat dan menyenangkan jiwa. terus terang, anak2 kami nggak nge-fans sama junkfood kayak mcD, KFC dan lain2. walo kami juga nggak terlalu melarang sesekali mereka boleh nyicipin. tapi taste makanan tradisional spt lotek, rujak, baso kampung, mie kocok, dll kami kenalin juga sbg pengimbang. dan ternyata mereka lebih suka yang tradisional yang banyak berserak di gerai dkiosk.
ini hanya sejumput pengalaman bagaimana kami belajar hidup merawat anak, mungkin bukan conto yang baik. krn bagaimanapun cara merawat anak adalah keputusan suami istri, tanpa kekompakan penuh dalam menentukan caranya, tentunya hanya akan saling menyalahkan pada akhirnya.
kadang pun kalo diminta saran buat meredam penyakit anak oleh teman2, aku kasi saran sederhana seperti yang biasa kami lakukan. ada yang cocok, ada juga yang enggak. ini kan bukan sebuah keharusan mengikuti omongan, toh kami bukan nabi ato rosul yang omongannya semua benar adanya hehee
yang kami rasa nyaman dan murah dengan cara ini pun tentunya belum tentu menjadi cara nyaman buat dijalani orang tua lain. yang cocok buat anak kami tentunya, belum tentu cocok buat orang lain.
namanya juga masih belajar hidup, trial error pasti kami hadapi :)
Jumat, 20 November 2009
This Is Me (Gotta Find You)
I've always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world
What I've got to say
But I had this dream
Bright inside of me
I'm going to let it show
It's time
To let you know
To let you know
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
Do you know what it's like to feel so in the dark
To dream about a life where you're the shining star
Even though it seems
Like it's to far away
I have to believe in myself
It's the only way
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the missing piece I need
The song inside of me
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
Now I found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
demi lovato
So afraid to tell the world
What I've got to say
But I had this dream
Bright inside of me
I'm going to let it show
It's time
To let you know
To let you know
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
Do you know what it's like to feel so in the dark
To dream about a life where you're the shining star
Even though it seems
Like it's to far away
I have to believe in myself
It's the only way
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the missing piece I need
The song inside of me
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
Now I found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
demi lovato
Rabu, 18 November 2009
she who wants to be him ??*^Y%^$*^(^*$^&&$#%$##6
dia kukenal sejak awal aku meniti karier jadi local radio reporter di kota ini. perkenalan dengannya sungguh tak terlalu membuatku terkesan. dia perempuan berkulit hitam, berbibir hitam dengan rambut keriting yang awalnya hanya kukenal sebagai perempuan biasa saja. tak ada prestasi istimewa yang memang orang bisa tengok darinya.
saat awal kenal, dia seorang local paper reporter (sori pake istilah 'local' hanya sbg pembeda dengan para pekerja handal ibukota yang kebanyakan menganggap kami hanya 'underdog' hiks)
aku tak perlu membuat penekanan tertentu pada karakternya yang berubah2 karena memang aku 'tidak sedekat' itu dengan perempuan itu.
saat aku mulai menjalin pertemanan khusus dengan hubby, dia kerap kami temui liputan bareng di kantor gubernuran. dia masih sopan saat itu, terlihat sangat agamis, and suddenly wearing hijab.
lagi2 itu bukan jadi urusan yang membuatku terlalu detail ingin mengetahui bagaimana perjalanan spiritualnya. karena sekali lagi, kami memang tak dekat.
aku tak tahu kemudian apakah dia patah hati atau tak bisa menerima keadaan diri yang tak juga berpacar. suddenly, dia berperan aneh menampakan pribadi berbeda. with her hijab's opened, acted like a man with a strong voice she made...
sekali lagi, saat itu aku belom ngeh bener dengan apa yang terjadi pada dirinya. cuma ada temenku sesama profesi yang sering bareng ke sana sini bareng dia, diboncengin motor ke sana sini tiba-tiba bercerita tentang reinkarnasi yang bagiku mirip seperti revolusi kelamin begitu :)
anehnya cerita hampir delapan taon itu nyambung sama nama hubby yang saat itu baru aja jadi penganten baru :P
ceritanya begini. she mengaku mimpi dikunjungi gus dur yang memberinya wangsit untuk berubah kelamin karena dia sebenernya seorang cowok (janggal-01). she kemudian berubah diri jadi cowok tiba2 menuruti mimpi itu dan mendapatkan nama wira......(janggal-02)...trus she ngomong kalo gus dur dalam mimpi itu meyakinkan dia untuk berubah kelamin karena sebenernya ada temennya sudah berhasil menjalani reinkarnasi serupa. bahwa pada zaman baheula sebenernya ada seorang cewek yang berhasil berubah jadi cowok setelah mendapatkan wangsit serupa dan dong dong dong dong,
cowok itu hubby-ku sendiri (janggal-03)...
OMG (ternyata gw 'making love' with the wrong woman so far). kenapa musti my hubby yang masuk dalam cerita 'khayalan mistis' dia??
aslinya aku nggak malu dengan cerita yang mungkin dia umbar ke sana ke sini karena orang2 realitis dan logis pasti menelusuri kebenarannya. namun aku sempat melamun, sangat membayangkan jangan2 hubby dibawa dalam cerita ini krn kekecewaannya mendapatkan cowok kayak hubby yang sudah menjadi suami dari perempuan lain. maklum saat itu, aku sadar betul saat itu banyak perempuan suka sama si hubby yang emang 'sok' manis and pollite kayak begituh huhuuuy dooooh :D
entahlah cerita itu menyebar pada berapa banyak teman, i really didnt care about him. aku hanya mengkhawatirkan kondisi psykologis she yang tiba2 berubah menjadi he itu. maka awalnya, aku berusaha mendekatinya. tapi ternyata sakit jiwa berkepanjangan membuatku lelah juga 'ngabandunganana'.
dia ternyata menembak temanku perempuan berhijab yang menceritakan perkara reinkarnasi itu yang membuat perempuan itu ketakutan dan diteror habis karena menolak cintanya.
leih tercengang dia ternyata mengejar teman-teman perempuanku yang lain neng er n neng j. walah kondisinya berat dan aku sulit mengendalikan, hanya bisa mendoakan semoga dia cepat bangun dari 'mimpi' nya...
cerita ini aku buat krn tadi pagi dia bener2 nekad meneriaki aku, malakin minta duit di depan gubernuran sampe aku sembunyi diantara teman2 lelakiku untuk menghindarinya.
"mentaa duiiit, maneh geus lila teu mere urang duit. sok siah bejakeun ka si .....(sebut nama hubby)!"
tadinya aku berniat memberi krn rasa kasian melihat dia dengan celana pendek, kaos dekil, sendal jepit, bertopi dan mata nanar plus kuku2 menghitam tak terawat.
tapi itulah kebeneran juga nggak ada receh banget di dompet. dan aku berusaha tak mentolerir kebiasaan dia malakin orang dan mengajak orang mengerti paham kondisinya. dia harus diberi 'shock therapy' yang membuatnya berpikir, nggak semua orang permisif dan masih berusaha mengajaknya berpikir waras.
kadang kepikiran membawanya ke psykolog, tapi apa daya aku ngerii banget liat dia memperlihatkan kekuatan fisiknya sbg lelaki yang pasti membuatku kalah.
ini satu dari sekian cerita ttg she who wants to be him yang tersimpan dalam memori otakku. selain oma tepi, temen hubby yang belakangan ngontak lagi hubby mencari pekerjaan, dan beberapa orang yang merindukan menjadi lelaki dan bertingkah seperti lelaki karena tak bisa menerima keadaan dirinya. bagi perempuan, hidup melajang menjadi lebih berat beban sosialnya ketimbang lelaki. padahal banyak pula lelaki berusaha menjadi perempuan karena merasa perempuan lebih mudah menjadi objek untuk mencari duit dengan cara apapun.
oh entahlah,,,,,aku cuma bisa sharing cerita begini pada keturunanku dan menyatakan bahwa dunia sudah makin udzur dan mereka harus bersiap lebih siap lagi karena dunia akan segera berakhir.................(its nothing to do with '2012')
saat awal kenal, dia seorang local paper reporter (sori pake istilah 'local' hanya sbg pembeda dengan para pekerja handal ibukota yang kebanyakan menganggap kami hanya 'underdog' hiks)
aku tak perlu membuat penekanan tertentu pada karakternya yang berubah2 karena memang aku 'tidak sedekat' itu dengan perempuan itu.
saat aku mulai menjalin pertemanan khusus dengan hubby, dia kerap kami temui liputan bareng di kantor gubernuran. dia masih sopan saat itu, terlihat sangat agamis, and suddenly wearing hijab.
lagi2 itu bukan jadi urusan yang membuatku terlalu detail ingin mengetahui bagaimana perjalanan spiritualnya. karena sekali lagi, kami memang tak dekat.
aku tak tahu kemudian apakah dia patah hati atau tak bisa menerima keadaan diri yang tak juga berpacar. suddenly, dia berperan aneh menampakan pribadi berbeda. with her hijab's opened, acted like a man with a strong voice she made...
sekali lagi, saat itu aku belom ngeh bener dengan apa yang terjadi pada dirinya. cuma ada temenku sesama profesi yang sering bareng ke sana sini bareng dia, diboncengin motor ke sana sini tiba-tiba bercerita tentang reinkarnasi yang bagiku mirip seperti revolusi kelamin begitu :)
anehnya cerita hampir delapan taon itu nyambung sama nama hubby yang saat itu baru aja jadi penganten baru :P
ceritanya begini. she mengaku mimpi dikunjungi gus dur yang memberinya wangsit untuk berubah kelamin karena dia sebenernya seorang cowok (janggal-01). she kemudian berubah diri jadi cowok tiba2 menuruti mimpi itu dan mendapatkan nama wira......(janggal-02)...trus she ngomong kalo gus dur dalam mimpi itu meyakinkan dia untuk berubah kelamin karena sebenernya ada temennya sudah berhasil menjalani reinkarnasi serupa. bahwa pada zaman baheula sebenernya ada seorang cewek yang berhasil berubah jadi cowok setelah mendapatkan wangsit serupa dan dong dong dong dong,
cowok itu hubby-ku sendiri (janggal-03)...
OMG (ternyata gw 'making love' with the wrong woman so far). kenapa musti my hubby yang masuk dalam cerita 'khayalan mistis' dia??
aslinya aku nggak malu dengan cerita yang mungkin dia umbar ke sana ke sini karena orang2 realitis dan logis pasti menelusuri kebenarannya. namun aku sempat melamun, sangat membayangkan jangan2 hubby dibawa dalam cerita ini krn kekecewaannya mendapatkan cowok kayak hubby yang sudah menjadi suami dari perempuan lain. maklum saat itu, aku sadar betul saat itu banyak perempuan suka sama si hubby yang emang 'sok' manis and pollite kayak begituh huhuuuy dooooh :D
entahlah cerita itu menyebar pada berapa banyak teman, i really didnt care about him. aku hanya mengkhawatirkan kondisi psykologis she yang tiba2 berubah menjadi he itu. maka awalnya, aku berusaha mendekatinya. tapi ternyata sakit jiwa berkepanjangan membuatku lelah juga 'ngabandunganana'.
dia ternyata menembak temanku perempuan berhijab yang menceritakan perkara reinkarnasi itu yang membuat perempuan itu ketakutan dan diteror habis karena menolak cintanya.
leih tercengang dia ternyata mengejar teman-teman perempuanku yang lain neng er n neng j. walah kondisinya berat dan aku sulit mengendalikan, hanya bisa mendoakan semoga dia cepat bangun dari 'mimpi' nya...
cerita ini aku buat krn tadi pagi dia bener2 nekad meneriaki aku, malakin minta duit di depan gubernuran sampe aku sembunyi diantara teman2 lelakiku untuk menghindarinya.
"mentaa duiiit, maneh geus lila teu mere urang duit. sok siah bejakeun ka si .....(sebut nama hubby)!"
tadinya aku berniat memberi krn rasa kasian melihat dia dengan celana pendek, kaos dekil, sendal jepit, bertopi dan mata nanar plus kuku2 menghitam tak terawat.
tapi itulah kebeneran juga nggak ada receh banget di dompet. dan aku berusaha tak mentolerir kebiasaan dia malakin orang dan mengajak orang mengerti paham kondisinya. dia harus diberi 'shock therapy' yang membuatnya berpikir, nggak semua orang permisif dan masih berusaha mengajaknya berpikir waras.
kadang kepikiran membawanya ke psykolog, tapi apa daya aku ngerii banget liat dia memperlihatkan kekuatan fisiknya sbg lelaki yang pasti membuatku kalah.
ini satu dari sekian cerita ttg she who wants to be him yang tersimpan dalam memori otakku. selain oma tepi, temen hubby yang belakangan ngontak lagi hubby mencari pekerjaan, dan beberapa orang yang merindukan menjadi lelaki dan bertingkah seperti lelaki karena tak bisa menerima keadaan dirinya. bagi perempuan, hidup melajang menjadi lebih berat beban sosialnya ketimbang lelaki. padahal banyak pula lelaki berusaha menjadi perempuan karena merasa perempuan lebih mudah menjadi objek untuk mencari duit dengan cara apapun.
oh entahlah,,,,,aku cuma bisa sharing cerita begini pada keturunanku dan menyatakan bahwa dunia sudah makin udzur dan mereka harus bersiap lebih siap lagi karena dunia akan segera berakhir.................(its nothing to do with '2012')
nyoba lagi jadi pedagang
dalam tiga bulan terakhir diajak temen iseng2 bikin produk dan memasarkannya sendiri. awalnya emang nganggap sepele banget, karena trauma lah sama yang namanya bisnis berdagang, rugi aja. hubby sampai pernah marah2 dan minta aku berhenti jualan baju muslim krn gak jelas untungnya dan malah bikin hidup nggak tenang, kesel krn gak tega nagih.
tapi dalam hidup katanya orang haru mencoba terus sampai menemukan pola yang pas.
jadilah, tadinya aku cuma diajak buat masarin doang. aku sih oke2 aja, krn cuma butuh ngomong dan banyak chatting juga tag orang di FB.
tapi ya itulah, akhirnya terjerumus juga menanam modal krn ternyata dua temenku yang ngajak nggak punya duit segede itu untuk merealisasikan ide mereka.
ribet juga, di sela-sela kesibukan bekerja dua kaki di dua tempat, disempet2in hunting cari model produk ke toko-toko bayi, pasar baru, survey kain ke tanah abang, dacron sampe ring sampe bungkusnya. memakan waktu cukup lama lebih dari sebulan.
yaa kebanyakan bacot pasti gak jadi, nekat lah akhirnya belanja belanji dan cari tukang jait, trial error sampe pada akhirnya dua pekan ini mulai produksi di tukang jait belakang rumahku.
eh ndilalah, my second boss interest banget mendukung pemasaran. kebeneran ada dua temennya dari s'pore sama balikpapan yang disosorin itu produk pertama kami.
dibawalah conto2 terbang, sembari stres nunggu kecepatan tukang jait, secaranya barang belom jadi tapi udah diduitin. asli bener2 berpacu dengan waktu.
belum lagi ternyata promo dari mulut ke mulut sudah mulai terjadi sehingga transaksi direct-selling mulai berlangsung, lagi2 tiap hari nongkrongin tukang jait. bikin stress juga.
pagi2 liputan, balik rumah ambil jaitan, bawa ke lokasi2 pembeli. yaa lumayan lah. sampe bikin kelupaan berat untuk mulai promosi via pesbuk n MP yang tadinya jadi rencana awal akan digunakan sebagai toko maya.
alhamdulillah meski agak manyun krn banyak waktu liburku tersita, kayaknya hubby mendukung tuh usaha baru ini. dengan sukarela, nyetar nyetir ke sana sini buat cari kain murah, tas mika, dll..........
semoga dia nggak bosan punya istri yang ogah 'duduk' heheheee
here we are now, starting all crowds and a new gambling :P
tapi dalam hidup katanya orang haru mencoba terus sampai menemukan pola yang pas.
jadilah, tadinya aku cuma diajak buat masarin doang. aku sih oke2 aja, krn cuma butuh ngomong dan banyak chatting juga tag orang di FB.
tapi ya itulah, akhirnya terjerumus juga menanam modal krn ternyata dua temenku yang ngajak nggak punya duit segede itu untuk merealisasikan ide mereka.
ribet juga, di sela-sela kesibukan bekerja dua kaki di dua tempat, disempet2in hunting cari model produk ke toko-toko bayi, pasar baru, survey kain ke tanah abang, dacron sampe ring sampe bungkusnya. memakan waktu cukup lama lebih dari sebulan.
yaa kebanyakan bacot pasti gak jadi, nekat lah akhirnya belanja belanji dan cari tukang jait, trial error sampe pada akhirnya dua pekan ini mulai produksi di tukang jait belakang rumahku.
eh ndilalah, my second boss interest banget mendukung pemasaran. kebeneran ada dua temennya dari s'pore sama balikpapan yang disosorin itu produk pertama kami.
dibawalah conto2 terbang, sembari stres nunggu kecepatan tukang jait, secaranya barang belom jadi tapi udah diduitin. asli bener2 berpacu dengan waktu.
belum lagi ternyata promo dari mulut ke mulut sudah mulai terjadi sehingga transaksi direct-selling mulai berlangsung, lagi2 tiap hari nongkrongin tukang jait. bikin stress juga.
pagi2 liputan, balik rumah ambil jaitan, bawa ke lokasi2 pembeli. yaa lumayan lah. sampe bikin kelupaan berat untuk mulai promosi via pesbuk n MP yang tadinya jadi rencana awal akan digunakan sebagai toko maya.
alhamdulillah meski agak manyun krn banyak waktu liburku tersita, kayaknya hubby mendukung tuh usaha baru ini. dengan sukarela, nyetar nyetir ke sana sini buat cari kain murah, tas mika, dll..........
semoga dia nggak bosan punya istri yang ogah 'duduk' heheheee
here we are now, starting all crowds and a new gambling :P
Selasa, 17 November 2009
kamis mendung
hari itu sungguh sangat mendung. saat seorang teman kehilangan bayi yang sudah dikandungnya selama tujuh bulan krn kelilit ari2.
duduk bersamanya di ruang persalinan rs santo yusuf bandung jadi makin menyesakkan. krn tangis yang berurai dan aku nggak nahan ikut meneteskan air mata juga, karena kerapnya dia memegang perut buncitku. sementara dia berbaring menunggu obat bekerja mengeluarkan jasad bayinya lewat persalinan normal.
nggak pernah jelas apa yang dimaui tuhan atas umatnya kalo emang kita nggak percaya betul di setiap kejadian pasti ada hikmah.
dia sangat menginginkan anak perempuan yang beratnya waktu lahir 1,3kg. krn hanya punya anak lelaki satu yang sudah berusia 16 taun. sayangnya, tuhan merasa harus memberikan nasib lain pada bayi perempuan.
aku tak bisa memberikan banyak hiburan hanya mengajaknya berpikir realitis. bayangkan saat dia melahirkan berusia 42 tahun, pada usia 55 tahun, bayi perempuan itu usia berapa? dan apakah anak lelakinya sanggup menjaga adik perempuannya? apakah kelak anak lelakinya punya istri yang cukup sabar berbagi kasih sayang dengan adik perempuannya? hanya tuhan tahu yang terbaik dan membahagiakan bagi anak perempuan itu.
inilah jalannya, saat suaminya tak terlalu menyukai kehadiran jabang bayi dalam kandungannya dan hanya bisa berkeluh kesah, resah mengingat kenapa mesti punya bayi lagi, berapa ongkos mesti dikeluarkan untuk persalinan, membiayai hidupnya dan tetek bengeknya?
roda nasib sudah dibuat tuhan dan selalu kita musti percaya itu ending story yang terbaik.
aku jadi inget si 'bebe' dalam kandungan, betapa sulitnya dia dibawa bekerja setiap hari, dengan tak cukup istirahat layaknya ibu2 hamil lain. tapi yaaa cuma berharap tuhan menjaganya sehat selalu dalam kandungan, menyempurnakan akhlak dan fisiknya kemudian. amiin.
duduk bersamanya di ruang persalinan rs santo yusuf bandung jadi makin menyesakkan. krn tangis yang berurai dan aku nggak nahan ikut meneteskan air mata juga, karena kerapnya dia memegang perut buncitku. sementara dia berbaring menunggu obat bekerja mengeluarkan jasad bayinya lewat persalinan normal.
nggak pernah jelas apa yang dimaui tuhan atas umatnya kalo emang kita nggak percaya betul di setiap kejadian pasti ada hikmah.
dia sangat menginginkan anak perempuan yang beratnya waktu lahir 1,3kg. krn hanya punya anak lelaki satu yang sudah berusia 16 taun. sayangnya, tuhan merasa harus memberikan nasib lain pada bayi perempuan.
aku tak bisa memberikan banyak hiburan hanya mengajaknya berpikir realitis. bayangkan saat dia melahirkan berusia 42 tahun, pada usia 55 tahun, bayi perempuan itu usia berapa? dan apakah anak lelakinya sanggup menjaga adik perempuannya? apakah kelak anak lelakinya punya istri yang cukup sabar berbagi kasih sayang dengan adik perempuannya? hanya tuhan tahu yang terbaik dan membahagiakan bagi anak perempuan itu.
inilah jalannya, saat suaminya tak terlalu menyukai kehadiran jabang bayi dalam kandungannya dan hanya bisa berkeluh kesah, resah mengingat kenapa mesti punya bayi lagi, berapa ongkos mesti dikeluarkan untuk persalinan, membiayai hidupnya dan tetek bengeknya?
roda nasib sudah dibuat tuhan dan selalu kita musti percaya itu ending story yang terbaik.
aku jadi inget si 'bebe' dalam kandungan, betapa sulitnya dia dibawa bekerja setiap hari, dengan tak cukup istirahat layaknya ibu2 hamil lain. tapi yaaa cuma berharap tuhan menjaganya sehat selalu dalam kandungan, menyempurnakan akhlak dan fisiknya kemudian. amiin.
Kamis, 12 November 2009
reward terbaik
tadi pagi pas liputan terima telpon dari istri mendiang sahabat suami yang kini jadi teman dekatku. pamitan mo menunaikan hajj.
sedih sekaligus bahagia membayangkannya. pasti dia seneng banget meski harus meninggalkan dua anaknya yang lucu di rumah.
ingatan masih oktober 2008, aku dan hubby pergi naik travel mengunjunginya di sebuah apartemen di deket tanah abang. tanpa air mata, dia ngobrol di kamar suaminya yang baru meninggal dan menunjukan kuburan basah yang kebetulan sekali gampang dipandang dari jendela apartemen mewah yang harga service sebulannya Rp 1 juta itu.
"dulu pas pindah ke sini, abi (sahabat suamiku) bilang, loh kuburan daddy ternyata keliatan dari sini (kuburan mertua lelakinya). wadoh jangan2 aku mati di sini. tapi itu aku kira hanya bercanda. ternyata beneran," tutur dia ketika itu.
kuburan suaminya itu menumpuk dengan kuburan mertuanya, pada akhirnya, setelah kesabaran penyakit jantung menjadi jihad terakhir bagi lelaki yang sedikit banyak berpengaruh dalam kehidupan suamiku kini.
dengan segala pengalaman melihat senang susahnya mereka saat tinggal di negeri paman sam, sampai akhirnya pulang ke tanah air, bergulat dengan banyak spekulasi pekerjaan sampe akhirnya mapan menjadi cerminan betul bagi aku dan hubby bagaimana memperlakukan manusia dan benda dalam hidup.
nggak selamanya banyak uang adalah enak, kadang banyak uang, banyak bisnis, mengurangi waktu buat ibadah, mengurangi waktu untuk keluarga, meski banyak kesenangan materiil tersedia. membuatku belajar bersyukur pula memiliki hubby macam itu :D
sepeninggal sahabatnya, hubby agak worry mengingat nasib kedua anak sahabatnya yang masih kecil-kecil. kedekatanku dengan istri sahabat hubby justru menguat setelah suaminya wafat.
aku kerap ke rumahnya dan pada akhir pekan kadang kami sekeluarga menjemput dua kurcaci bergabung dengan dua kelinci di rumah, main seharian.
sampai akhirnya mei kemarin, akhirnya dia memutuskan menikah lagi yang membuatku justru agak patah hati.
padahal di saat bersamaan, aku benar2 sedang merancang sebuah pernikahan lain untuk hubby. aku merasa 'jatuh hati' pada perempuan istri sahabat hubby itu sampai pada satu keikhlasan untuk berbagi suami dengannya. aku rasa aku bisa banyak belajar tentang aqidah dan gaya hidup ikhlas seperti yang dia jalani. aku pikir kita berdua bisa menjadi partner yang cocok untuk hubby.
aku promosikan dan sosialisasikan pada hubby bahwa aku ingin dia jadi madu-ku. hubby cuma mesem dan menolak halus krn khawatir nggak adil.
aku agak mendung saat tahu dia menikah dengan sahabat suaminya yang tinggal di paman sam.
tapi tak begitu lama aku sadari bisa jadi saat itu aku emosional dan bisa jadi alloh pikir kondisiku belum kuat benar harus berbagi suami. someday maybe yeaaah ? :P
dan tadi pagi saat dia telp hendak berangkat hajj, aku menelan tangis. terharu dan bahagia melihat dia mendapatkan 'rewards' kado pernikahan terbaik dari suami barunya, setelah banyak kesedihan dan ketidakjelasan nasib hidup dialaminya.
illegal hajj, begitu aku mencap kepergian haji-nya. bukan krn persoalan melanggar hukum tuhan. melainkan krn dia pergi haji bukan lewat jalur resmi yang ditetapkan pemerintah. dia janji bertemu suaminya di jordan, krn sudah punya visa dari saudi arabia untuk selanjutnya melanjutkan menuju jeddah.
smoga kepergiannya adalah kebahagian hakikinya mengunjungi tanah kelahiran nabi dan kalau sempat mencium ka'bah.
sedih sekaligus bahagia membayangkannya. pasti dia seneng banget meski harus meninggalkan dua anaknya yang lucu di rumah.
ingatan masih oktober 2008, aku dan hubby pergi naik travel mengunjunginya di sebuah apartemen di deket tanah abang. tanpa air mata, dia ngobrol di kamar suaminya yang baru meninggal dan menunjukan kuburan basah yang kebetulan sekali gampang dipandang dari jendela apartemen mewah yang harga service sebulannya Rp 1 juta itu.
"dulu pas pindah ke sini, abi (sahabat suamiku) bilang, loh kuburan daddy ternyata keliatan dari sini (kuburan mertua lelakinya). wadoh jangan2 aku mati di sini. tapi itu aku kira hanya bercanda. ternyata beneran," tutur dia ketika itu.
kuburan suaminya itu menumpuk dengan kuburan mertuanya, pada akhirnya, setelah kesabaran penyakit jantung menjadi jihad terakhir bagi lelaki yang sedikit banyak berpengaruh dalam kehidupan suamiku kini.
dengan segala pengalaman melihat senang susahnya mereka saat tinggal di negeri paman sam, sampai akhirnya pulang ke tanah air, bergulat dengan banyak spekulasi pekerjaan sampe akhirnya mapan menjadi cerminan betul bagi aku dan hubby bagaimana memperlakukan manusia dan benda dalam hidup.
nggak selamanya banyak uang adalah enak, kadang banyak uang, banyak bisnis, mengurangi waktu buat ibadah, mengurangi waktu untuk keluarga, meski banyak kesenangan materiil tersedia. membuatku belajar bersyukur pula memiliki hubby macam itu :D
sepeninggal sahabatnya, hubby agak worry mengingat nasib kedua anak sahabatnya yang masih kecil-kecil. kedekatanku dengan istri sahabat hubby justru menguat setelah suaminya wafat.
aku kerap ke rumahnya dan pada akhir pekan kadang kami sekeluarga menjemput dua kurcaci bergabung dengan dua kelinci di rumah, main seharian.
sampai akhirnya mei kemarin, akhirnya dia memutuskan menikah lagi yang membuatku justru agak patah hati.
padahal di saat bersamaan, aku benar2 sedang merancang sebuah pernikahan lain untuk hubby. aku merasa 'jatuh hati' pada perempuan istri sahabat hubby itu sampai pada satu keikhlasan untuk berbagi suami dengannya. aku rasa aku bisa banyak belajar tentang aqidah dan gaya hidup ikhlas seperti yang dia jalani. aku pikir kita berdua bisa menjadi partner yang cocok untuk hubby.
aku promosikan dan sosialisasikan pada hubby bahwa aku ingin dia jadi madu-ku. hubby cuma mesem dan menolak halus krn khawatir nggak adil.
aku agak mendung saat tahu dia menikah dengan sahabat suaminya yang tinggal di paman sam.
tapi tak begitu lama aku sadari bisa jadi saat itu aku emosional dan bisa jadi alloh pikir kondisiku belum kuat benar harus berbagi suami. someday maybe yeaaah ? :P
dan tadi pagi saat dia telp hendak berangkat hajj, aku menelan tangis. terharu dan bahagia melihat dia mendapatkan 'rewards' kado pernikahan terbaik dari suami barunya, setelah banyak kesedihan dan ketidakjelasan nasib hidup dialaminya.
illegal hajj, begitu aku mencap kepergian haji-nya. bukan krn persoalan melanggar hukum tuhan. melainkan krn dia pergi haji bukan lewat jalur resmi yang ditetapkan pemerintah. dia janji bertemu suaminya di jordan, krn sudah punya visa dari saudi arabia untuk selanjutnya melanjutkan menuju jeddah.
smoga kepergiannya adalah kebahagian hakikinya mengunjungi tanah kelahiran nabi dan kalau sempat mencium ka'bah.
Selasa, 10 November 2009
koki hebat?
ternyata aku nggak butuh banyak cara untuk mengetahui bagaimana pendapat kakak tentang aku. yang selama ini aku nggak terlalu memperhatikan kecuali dari mulut adiknya.
suatu kali aku pulang kemaleman. usai mengerjakan tugas 'lapangan' terus mampir sebentar mendengarkan curhatan seseorang. tapi saat hendak pulang, sekretaris bos menelpon memerintahkan aku menemani dinner dua teman yang baru pulang kerja laut dari singapura di the valley.
akhirnya aku memutar jalur pulang, mampir di kantor untuk bersama teman2 dan keluarga bos berangkat ke dago. tapi aslinya deg-degan banget, kebayang wajah kakak dan dede yang dijanjikan mendapati ibunya pulang sebelum maghrib.
pas makan juga rasanya nggak seenak kalo bareng hubby n dua gadis kecilku. too formal, blm lagi melihat bgm cara istri bos 'mendisiplinkan' anaknya yang membuat aku tersiksa melihat anak itu menangis hanya gara2 istri bos menyuruh anak itu duduk bareng bersama para tamu. padahal si anak ngadat pengen duduk di kumpulan kursi dekat dengan city light.
kalo aku dan hubby pasti cenderung mengikuti kehendak anak, krn mereka masih kecil dan bukan hal prinsip bgm memilih kursi. dia tidak sedang menawar untuk tidak sholat ato mengaji. sehingga aku agak risih waktu istri bos menakut-nakuti hendak memanggil satpam jika si anak nggak mau meredakan tangisnya.
aku inget kakak dan dede. karenanya, aku telp ke rumah hendak minta maaf dan sekedar bertanya mau oleh2 apa sbg pengganti rasa bersalah. eh yang ada kakak menjawab singkat,"kakak nggak mau apa2, kakak cuma mau ibu cepet pulang!!"
jawaban itu sungguh menyiratkan bahwa kehadiranku lebih penting ketimbang predikat ato oleh2 yang bakal aku bawa. nyaris menangis aku mendengarnya, jika tak sadar banyak orang di sekelilingku sedang terbahak2 cerita ngalor ngidul.
sosok lain aku di mata kakak kembali kutemukan di dalam buku catatan PR english-nya.
saat ditanya,"what is your mother?" jawabannya 'my mother is a best chef'
hahahahaaa ternyata kepake juga masakanku sama si kakak. setelah susah payah belajar selama ini. thanks for hubby yang menjadikanku percaya diri dengan masakan hasil karyaku sendiri. i learned much from him.
enaknya masakin buat hubby adalah dia nggak pernah 'nyacat' masakanku. kadang aku nanya, enak gak? uuuh enak banget, padahal kadang aku rasa keasinan ato kemanisan. dan banyak kata thank u terucap setelah makan masakanku. membuatku nyaman untuk berapresiasi menghasilkan banyak inovasi makanan dan mencoba resep baru. hingga akhirnya anak yang jadi 'kelinci percobaan' sebagai tester merasa harus memberikan gelar 'best chef' pada ibunya.
alhamdulillah ya alloh, nikmat itu nggak harus berbentuk uang atau penghargaan berupa piala dan banyak publikasi di media massa. hanya pengakuan akan keberadaan diantara orang2 tersayang rasanya sudah cukup membuatku merasa dibutuhkan dan berguna sebagai manusia.
suatu kali aku pulang kemaleman. usai mengerjakan tugas 'lapangan' terus mampir sebentar mendengarkan curhatan seseorang. tapi saat hendak pulang, sekretaris bos menelpon memerintahkan aku menemani dinner dua teman yang baru pulang kerja laut dari singapura di the valley.
akhirnya aku memutar jalur pulang, mampir di kantor untuk bersama teman2 dan keluarga bos berangkat ke dago. tapi aslinya deg-degan banget, kebayang wajah kakak dan dede yang dijanjikan mendapati ibunya pulang sebelum maghrib.
pas makan juga rasanya nggak seenak kalo bareng hubby n dua gadis kecilku. too formal, blm lagi melihat bgm cara istri bos 'mendisiplinkan' anaknya yang membuat aku tersiksa melihat anak itu menangis hanya gara2 istri bos menyuruh anak itu duduk bareng bersama para tamu. padahal si anak ngadat pengen duduk di kumpulan kursi dekat dengan city light.
kalo aku dan hubby pasti cenderung mengikuti kehendak anak, krn mereka masih kecil dan bukan hal prinsip bgm memilih kursi. dia tidak sedang menawar untuk tidak sholat ato mengaji. sehingga aku agak risih waktu istri bos menakut-nakuti hendak memanggil satpam jika si anak nggak mau meredakan tangisnya.
aku inget kakak dan dede. karenanya, aku telp ke rumah hendak minta maaf dan sekedar bertanya mau oleh2 apa sbg pengganti rasa bersalah. eh yang ada kakak menjawab singkat,"kakak nggak mau apa2, kakak cuma mau ibu cepet pulang!!"
jawaban itu sungguh menyiratkan bahwa kehadiranku lebih penting ketimbang predikat ato oleh2 yang bakal aku bawa. nyaris menangis aku mendengarnya, jika tak sadar banyak orang di sekelilingku sedang terbahak2 cerita ngalor ngidul.
sosok lain aku di mata kakak kembali kutemukan di dalam buku catatan PR english-nya.
saat ditanya,"what is your mother?" jawabannya 'my mother is a best chef'
hahahahaaa ternyata kepake juga masakanku sama si kakak. setelah susah payah belajar selama ini. thanks for hubby yang menjadikanku percaya diri dengan masakan hasil karyaku sendiri. i learned much from him.
enaknya masakin buat hubby adalah dia nggak pernah 'nyacat' masakanku. kadang aku nanya, enak gak? uuuh enak banget, padahal kadang aku rasa keasinan ato kemanisan. dan banyak kata thank u terucap setelah makan masakanku. membuatku nyaman untuk berapresiasi menghasilkan banyak inovasi makanan dan mencoba resep baru. hingga akhirnya anak yang jadi 'kelinci percobaan' sebagai tester merasa harus memberikan gelar 'best chef' pada ibunya.
alhamdulillah ya alloh, nikmat itu nggak harus berbentuk uang atau penghargaan berupa piala dan banyak publikasi di media massa. hanya pengakuan akan keberadaan diantara orang2 tersayang rasanya sudah cukup membuatku merasa dibutuhkan dan berguna sebagai manusia.
Kamis, 05 November 2009
no where
in the middle of no where
when all tears has gone
when all fears has flied away
i just wanna be with you, forever more
addicted to love
when all tears has gone
when all fears has flied away
i just wanna be with you, forever more
addicted to love
Selasa, 03 November 2009
wonder woman?
kalo liat status ibu-ibu di FB menceritakan kesibukan mereka sehari-hari, ngurus anak, ngurus suami, tetek benget belanja, dst dst aku seneng krn berbagi semangat. tapi kalo udah isinya keluhan dengan frekuensi terus menerus seakan-akan mereka korban pernikahan, suka kasian juga.
ada temen yang emang udah mapan, suami kaya, anak dua lucu, tapi update status-nya selalu nada tak bahagia. kayaknya kesiksa banget mengerjakan semua rutinitas kerjaan rutin. mobil bagus dia punya, suami mapan banget, tinggal di 'neverland' country. ada juga ibu yang domisili lokalan punya kebiasaan sama pula mengeluh. apalagi suaminya kerja di tambang yang jauh dari keluarga, pulang hanya sepekan dalam sebulan.
'emang lu pikir gue wonder woman', suatu kali ku bacas tatus seorang temen. smntara yang satu marah2 seakan-akan harus prepare all thing well all alone untuk segala keperluan rumah tangganya.
kupikir dalam menjalankan roda rumah tangga ada konsekuensi logis yang harus dihadapi nggak usah pake manyun. semua jalan sudah dipilih termasuk memilih suami 'makmur' tapi diberi konsekuensi hanya punya sedikit waktu untuk keluarga. toh bisa jadi, saat mereka diberi suami yang memang selalu bareng dengan rezeki pas-pasan, protes juga pada ujungnya :P
cuma yaaa memastikan diri bisa melakukan segala hal sendiri dan menganggap diri wonder woman bukannya mendekatkan diri pada syukur pada suami. toh sesukar-sukarnya mereka jadi 'wonder woman' versi mereka, mereka masih punya semua fasilitas pendukung yang memudahkan dari mobil bagus, rumah bagus, uang yang tak pernah kurang. masih bisa nyalon dan window shopping tanpa worry keabisan duit :)
bandingkan dengan banyak pekerja perempuan, pedagang perempuan, juga pembokat perempuan yang emang berjuang untuk menafkahi keluarga di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
kukenal sosok lilis, 'office girl' sebuah klinik milik BUMN tersohor. sebelum kerja dia nganter dua anak gadisnya ke sekolah, kemudian dia datang ke kantor pagi2 buat nyapu, ngepel, beres-beres sampe cucu piring sisa satpam semalam. udah gitu dia disuruh beli ini itu sama karyawan klinik. terus di sela-sela pesanan membelikan makan siang karyawan yang seabreg, dia sempatkan menjemput dua anaknya dari sekolah sampe rumah. dan amazing banget, di sela-sela itu dia masih sempatkan jadi calo perpanjangan STNK buat karyawan-karyawan di klinik, kenalan juga banyak orang lain di luar lingkup kerjanya, termasuk aku (yang malesaan)
terkadang suka kasian kalo liat lilis kecapean, sampe ketiduran di mushola saat aku numpang sholat dzuhur di sana. tapi itulah pelajaranku terbesar darinya, dia nggak pernah ngeluh, dan selalu senyum. jarang banget aku liat dia cemberut, makanya dia keliatan awet muda (kalo dibanding wajahku hehee).....
so if take a look those samples, who is the real wonder woman in your opinion???
ada temen yang emang udah mapan, suami kaya, anak dua lucu, tapi update status-nya selalu nada tak bahagia. kayaknya kesiksa banget mengerjakan semua rutinitas kerjaan rutin. mobil bagus dia punya, suami mapan banget, tinggal di 'neverland' country. ada juga ibu yang domisili lokalan punya kebiasaan sama pula mengeluh. apalagi suaminya kerja di tambang yang jauh dari keluarga, pulang hanya sepekan dalam sebulan.
'emang lu pikir gue wonder woman', suatu kali ku bacas tatus seorang temen. smntara yang satu marah2 seakan-akan harus prepare all thing well all alone untuk segala keperluan rumah tangganya.
kupikir dalam menjalankan roda rumah tangga ada konsekuensi logis yang harus dihadapi nggak usah pake manyun. semua jalan sudah dipilih termasuk memilih suami 'makmur' tapi diberi konsekuensi hanya punya sedikit waktu untuk keluarga. toh bisa jadi, saat mereka diberi suami yang memang selalu bareng dengan rezeki pas-pasan, protes juga pada ujungnya :P
cuma yaaa memastikan diri bisa melakukan segala hal sendiri dan menganggap diri wonder woman bukannya mendekatkan diri pada syukur pada suami. toh sesukar-sukarnya mereka jadi 'wonder woman' versi mereka, mereka masih punya semua fasilitas pendukung yang memudahkan dari mobil bagus, rumah bagus, uang yang tak pernah kurang. masih bisa nyalon dan window shopping tanpa worry keabisan duit :)
bandingkan dengan banyak pekerja perempuan, pedagang perempuan, juga pembokat perempuan yang emang berjuang untuk menafkahi keluarga di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
kukenal sosok lilis, 'office girl' sebuah klinik milik BUMN tersohor. sebelum kerja dia nganter dua anak gadisnya ke sekolah, kemudian dia datang ke kantor pagi2 buat nyapu, ngepel, beres-beres sampe cucu piring sisa satpam semalam. udah gitu dia disuruh beli ini itu sama karyawan klinik. terus di sela-sela pesanan membelikan makan siang karyawan yang seabreg, dia sempatkan menjemput dua anaknya dari sekolah sampe rumah. dan amazing banget, di sela-sela itu dia masih sempatkan jadi calo perpanjangan STNK buat karyawan-karyawan di klinik, kenalan juga banyak orang lain di luar lingkup kerjanya, termasuk aku (yang malesaan)
terkadang suka kasian kalo liat lilis kecapean, sampe ketiduran di mushola saat aku numpang sholat dzuhur di sana. tapi itulah pelajaranku terbesar darinya, dia nggak pernah ngeluh, dan selalu senyum. jarang banget aku liat dia cemberut, makanya dia keliatan awet muda (kalo dibanding wajahku hehee).....
so if take a look those samples, who is the real wonder woman in your opinion???
Rabu, 28 Oktober 2009
ih ada namaku di namanya
baru aja liat profile mantan yang invite di FB. jadi inget zaman SMP sampe kuliah, ini orang paling rajin ngirim surat, poto-poto kegiatan (siga humas wae), hampir sebulan sekali. dia udah jadi dokter berkelas, konon, yang tinggalnya di cikeas deket sama rumah presiden.
ada rasa bangga saat chatting dia menceritakan 'keberadaan' ato 'kebendaannya' sekarang. no sirik at all, tapi itu sungguh meneguhkan hatiku kalo alloh gak memilihkan dia buatku. bukan type gue banget lah yawww!!
when heard it, i'm trully feeling so in love with my simple man, yang keriting n adem sama 'benda-benda' begituh.
tapi ya itulah, penasaran aja pengen liat profile-nya di FB. and u kno', ternyata di tengah nama istrinya ada nama --aku--nya.
ding dong banget kalo aku inget tujuh taon lalu, saat mengandung si sulung.
aku dapet sms dari orang seprofesi yang katanya suka sama aku but gak kesampean (katanyaaa dalam sebuah email)
nah orang seprofesi ini invite aku dateng ke nikahan dengan perempuan yang ternyataa...nama perempuannya ada unsur namaku juga.
yah aku menganggap sebuah kebetulan bukan sebuah kebanggan. nggak sampe kepikiran begitu apalagi kalo ngukur badan bengkak-ku sekarang :D
walo jadi agak 'lebay' merasa diri di 'atas angin' sehingga meraba-raba dan mencurigai,"jangan-jangan setiap mereka manggil nama-nama istrinya yang kepikiran adalah wajahku yang manis dan lucu (zaman SMP sampe kuliah dulu in a simple mode)." heheheeheee
Selasa, 27 Oktober 2009
status akademik
waktu tau kalo hamil si 'bebe' dalam perut ini pertengahan juli, aku agak terpukul. betapa tidak saudara-saudara, saat itu aku sedang mendaftar belajar lagi di almamater lama karena berniat memanfaatkan tawaran mengajar di jurusanku dulu.
tapi aku merasa saat ini keputusan antara sekolah lagi, tetap bekerja dengan mengabaikan anak-anak adalah suatu hal yang gak mungkin. meski agak sulit toh aku harus menerima realitas jalan hidup yang aku pilih. apalagi hubby dipindah lagi ke ibukota, gak bisa bantu ngasuh dari senen-jumat.
ya saat itu aku merasakan satu perasaan amat rumit yang aku alami sepanjang berumahtangga nyaris 8 taon.
hubby sih benar2 membebaskan jalan pilihanku. tapi aku juga musti tau diri dengan jalan rumah tangga yang sudah dari awal jadi pilihanku untuk menjadi menjalankan fungsi perempuan seutuhnya yang sudah dipilihkan tuhan.
aku pun mengubur cita-cita yang satu, berkonsentrasi kembali pada khitah yang sudah dipilih lama. kadang banyak godaan membuat hidup tidak fokus, tapi benar-benar aku minta ditunjukan yang terbaik buatku dan tentu keluargaku tersayang.
satu saat dalam masa transisi itu, aku ketemu dengan bu sirikit, ahli mass media dari suroboyo yang terkenal itu.
saat itu aku diajak bos mendapat pencerahan ilmu soal analisis media untuk keperluan bisnis yang sedang dijalankan. bos mendatangkannya dari surabaya untuk berbincang sekitar tiga jam.
setelah ngalor ngidul ngobrol dan sempat memboncengkan beliau beli oleh2 ke kartikasari dago, di perjalanan aku baru kepikiran nanya saat usia berapa taun beliau dapat gelar S2-nya dari London? entengnya dia jawab 43 taon.
hah? setua itu ambil S2. ya apa urusannya, dulu anak-anaknya juga masih pada sekolah dan masih butuh perhatian, jadi dia kerja sambil ngopenin anak. begitu anak-anak besar, barulah kepikiran meningkatkan status akademik.
secaranya dia praktisi media juga, aku pikir orang akan lebih melihat status akademiknya ketimbang pengalaman praktisnya seperti yang banyak orang pikirkan soal memajukan karier.
eh ternyata aku salah. bu sirikit kumpulkan banyak dulu pengalaman, pengajaran dan nilai-nilai kepraktisan sampe dia akhirnya dapat tawaran rewards S2-nya.
aku pikir setiap orang punya kebebasan menentukan prioritas hidupnya dan jangan menyerah untuk berbuat dulu baru mengambil rewards-nya kemudian.
jadi apapun aku sekarang karena mengedepankan agenda 'keluarga' (ato dalam status apapun yang nggak 'dilirik' orang), aku menjalaninya dengan senang. aku akan punya tiga anak, melengkapi kelucuan dan kekocakan hidup yang aku miliki. sesuatu yang sangat mahal dan nggak semua ibu mendapatkan keistimewaan itu. aku harus tetap bersyukur masih diberi rewards lain untuk bisa tetap menulis dan bekerja untuk orang lain mengasah semua kapasitas otak.
walo tanpa tambahan status akademik, kayaknya biasa-biasa aja akhirnya. hasil analisis media-ku masih dipake perusahaan amerika, hasil tulisanku juga masih dibaca orang.
aslinya pada bulan kelima si 'bebe' ada di perut, aku sama sekali udah lupa sama mimpi
menggebu mengejar kenaikan status akademik yang entah kapan lagi bakal kudapat mimpi itu :P
aku mengamini betul apa kata hubby kalo aku selalu bilang aku sirik dia banyak kesempatan pergi ke luar negeri. "ini kan cuma soal panggilan, kalo kata alloh yang terbaik kita harus pergi ya pasti pergi. tapi kalo kata alloh gak baik, sampe usaha gimanapun kayaknya pasti nggak pergi."
tapi aku merasa saat ini keputusan antara sekolah lagi, tetap bekerja dengan mengabaikan anak-anak adalah suatu hal yang gak mungkin. meski agak sulit toh aku harus menerima realitas jalan hidup yang aku pilih. apalagi hubby dipindah lagi ke ibukota, gak bisa bantu ngasuh dari senen-jumat.
ya saat itu aku merasakan satu perasaan amat rumit yang aku alami sepanjang berumahtangga nyaris 8 taon.
hubby sih benar2 membebaskan jalan pilihanku. tapi aku juga musti tau diri dengan jalan rumah tangga yang sudah dari awal jadi pilihanku untuk menjadi menjalankan fungsi perempuan seutuhnya yang sudah dipilihkan tuhan.
aku pun mengubur cita-cita yang satu, berkonsentrasi kembali pada khitah yang sudah dipilih lama. kadang banyak godaan membuat hidup tidak fokus, tapi benar-benar aku minta ditunjukan yang terbaik buatku dan tentu keluargaku tersayang.
satu saat dalam masa transisi itu, aku ketemu dengan bu sirikit, ahli mass media dari suroboyo yang terkenal itu.
saat itu aku diajak bos mendapat pencerahan ilmu soal analisis media untuk keperluan bisnis yang sedang dijalankan. bos mendatangkannya dari surabaya untuk berbincang sekitar tiga jam.
setelah ngalor ngidul ngobrol dan sempat memboncengkan beliau beli oleh2 ke kartikasari dago, di perjalanan aku baru kepikiran nanya saat usia berapa taun beliau dapat gelar S2-nya dari London? entengnya dia jawab 43 taon.
hah? setua itu ambil S2. ya apa urusannya, dulu anak-anaknya juga masih pada sekolah dan masih butuh perhatian, jadi dia kerja sambil ngopenin anak. begitu anak-anak besar, barulah kepikiran meningkatkan status akademik.
secaranya dia praktisi media juga, aku pikir orang akan lebih melihat status akademiknya ketimbang pengalaman praktisnya seperti yang banyak orang pikirkan soal memajukan karier.
eh ternyata aku salah. bu sirikit kumpulkan banyak dulu pengalaman, pengajaran dan nilai-nilai kepraktisan sampe dia akhirnya dapat tawaran rewards S2-nya.
aku pikir setiap orang punya kebebasan menentukan prioritas hidupnya dan jangan menyerah untuk berbuat dulu baru mengambil rewards-nya kemudian.
jadi apapun aku sekarang karena mengedepankan agenda 'keluarga' (ato dalam status apapun yang nggak 'dilirik' orang), aku menjalaninya dengan senang. aku akan punya tiga anak, melengkapi kelucuan dan kekocakan hidup yang aku miliki. sesuatu yang sangat mahal dan nggak semua ibu mendapatkan keistimewaan itu. aku harus tetap bersyukur masih diberi rewards lain untuk bisa tetap menulis dan bekerja untuk orang lain mengasah semua kapasitas otak.
walo tanpa tambahan status akademik, kayaknya biasa-biasa aja akhirnya. hasil analisis media-ku masih dipake perusahaan amerika, hasil tulisanku juga masih dibaca orang.
aslinya pada bulan kelima si 'bebe' ada di perut, aku sama sekali udah lupa sama mimpi
menggebu mengejar kenaikan status akademik yang entah kapan lagi bakal kudapat mimpi itu :P
aku mengamini betul apa kata hubby kalo aku selalu bilang aku sirik dia banyak kesempatan pergi ke luar negeri. "ini kan cuma soal panggilan, kalo kata alloh yang terbaik kita harus pergi ya pasti pergi. tapi kalo kata alloh gak baik, sampe usaha gimanapun kayaknya pasti nggak pergi."
Kamis, 22 Oktober 2009
Anyone At All
Anyone At All
Funny how I feel more myself with you
Than anybody else that I ever knew
I hear it in your voice, see it in your face
You've become the memory I can't erase
You could have been anyone at all
A stranger falling out of blue
I'm so glad it was you
Wasn't in the plan not that I could see
Suddenly a miracle came to me
Safe within your arms I can say what's true
Nothing in the world I would keep from you
You could have been anyone at all
An old friend calling out of blue
I'm so glad it was you
Words can hurt you if you let them
People say them and forget them
Words can promise words can lie
But your words make me feel like I can fly
You could have been anyone at all
And let that catches me when I fall
I'm so glad it was you
'You've Got Mail' - Soundtrack
Funny how I feel more myself with you
Than anybody else that I ever knew
I hear it in your voice, see it in your face
You've become the memory I can't erase
You could have been anyone at all
A stranger falling out of blue
I'm so glad it was you
Wasn't in the plan not that I could see
Suddenly a miracle came to me
Safe within your arms I can say what's true
Nothing in the world I would keep from you
You could have been anyone at all
An old friend calling out of blue
I'm so glad it was you
Words can hurt you if you let them
People say them and forget them
Words can promise words can lie
But your words make me feel like I can fly
You could have been anyone at all
And let that catches me when I fall
I'm so glad it was you
'You've Got Mail' - Soundtrack
cara pandang baru
rabu kemarin aku datang ke sebuah acara pemakaman bapaknya temen kerjaku di kantor, mewakili bos yang musti presentasi ke jakarta.
yang mengantar sekitar 10 mobil termasuk ambulance bergerak ke pinggiran kota, arah selatan bandung.
putra bapak itu hanya dua, temanku yang tertua. nah, adiknya kebetulan istrinya temen kerjaku di 'tempat lain'.
biasalah kami kemudian berbaur dengan sesama pelayat yang kemudian kami liat dari seragamnya, kebanyakan adalah teman kantor ibu mereka.
pas pulang, kebetulan dua tetangga yang ikut ke mobil kantor ibu mereka ternyata tak bisa 'nebeng' dengan mobil yang sama, karena mobil kantor hendak kembali ke kantor ibu itu di timur bandung.
barulah kutahu, dari dua bapak yang kemudian kami menumpang kendaraan kami, bahwa hanya ada tiga orang tetangga yang mengantar si bapak sampai ke pemakaman.
haaah??
kemana para tetangga --terutama yang sebelahan rumah-- yang pasti hampir tiap hari bertemu, mungkin mengaji dan sholat jamaah di masjid yang sama, dan minimal menjalankan ritual halal bihalal setaun sekali saat lebaran.
kalau mereka nggak kenal sama keluarga ini, agak sulit diterima. profesi mantunya yang temenku 'itu plus aktifnya si ibu 'memakmurkan' masjid pastilah ada 'nilai lebih' di lingkungan rumah mereka yang sangat rapat rumah para tetangga berjejer.
hari ini aku alami satu kejadian yang jauh berbeda kondisinya. hanya masalah kecil, may be :P
tapi sungguh, kadang orang yang kita anggap dekat dan bisa kita andalkan bisa memeluk kita saat terjatuh, bisa mengobati kita saat terluka, bisa jadi bukan menjadi yang pertama mengulurkan bantuan.
bisa jadi, orang lain yang kita pikir gak terlalu berteman dekat, sedang di jalan, mendengar kabar saja, bisa langsung menelpon menanyakan keadaan dan menanyakan apa yang bisa mereka lakukan?
bisa jadi, di saat krusial orang lain yang bukan kita anggap apa-apa, apalagi menyangkutkan dengan pertalian darah, justru yang ada saat kita butuh.
ya kita pun nggak bisa melolong-lolong meminta tolong pada orang terdekat sekalipun, pada satu saat kita benar-benar membutuhkannya jika memang tuhan tak memberikan mereka berada dekat kita pada satu keadaan.
terimakasih ya tuhan, memberikan pengingat bagiku akan hal ini. kadang apa yang kita pikirkan dan cita-citakan nggak akan kesampaian jika tak kau berikan. semua hal mungkin. hal yang nggak mungkin adalah 'menafikan' keberadaan orang lain, 'menafikan' silaturahim, 'menafikan' membantu orang lain, 'menafikan' untuk tidak memperhatikan orang lain.
karena semua yang kita tanam pada orang lain sekali pun, sekecil apapun itu, setidak penting apapun itu, insyaalloh kita bakal menuainya. terimakasih untuk pelajaran hari ini. terimakasih untuk membuatku nggak cengeng menerima kenyataan begini. karena cuma kenyataan ini yang sekarang aku punya dan musti hadapi :)
you're seem too closed, but not that closed
you're seem too easy to hold, but not that easy
yang mengantar sekitar 10 mobil termasuk ambulance bergerak ke pinggiran kota, arah selatan bandung.
putra bapak itu hanya dua, temanku yang tertua. nah, adiknya kebetulan istrinya temen kerjaku di 'tempat lain'.
biasalah kami kemudian berbaur dengan sesama pelayat yang kemudian kami liat dari seragamnya, kebanyakan adalah teman kantor ibu mereka.
pas pulang, kebetulan dua tetangga yang ikut ke mobil kantor ibu mereka ternyata tak bisa 'nebeng' dengan mobil yang sama, karena mobil kantor hendak kembali ke kantor ibu itu di timur bandung.
barulah kutahu, dari dua bapak yang kemudian kami menumpang kendaraan kami, bahwa hanya ada tiga orang tetangga yang mengantar si bapak sampai ke pemakaman.
haaah??
kemana para tetangga --terutama yang sebelahan rumah-- yang pasti hampir tiap hari bertemu, mungkin mengaji dan sholat jamaah di masjid yang sama, dan minimal menjalankan ritual halal bihalal setaun sekali saat lebaran.
kalau mereka nggak kenal sama keluarga ini, agak sulit diterima. profesi mantunya yang temenku 'itu plus aktifnya si ibu 'memakmurkan' masjid pastilah ada 'nilai lebih' di lingkungan rumah mereka yang sangat rapat rumah para tetangga berjejer.
hari ini aku alami satu kejadian yang jauh berbeda kondisinya. hanya masalah kecil, may be :P
tapi sungguh, kadang orang yang kita anggap dekat dan bisa kita andalkan bisa memeluk kita saat terjatuh, bisa mengobati kita saat terluka, bisa jadi bukan menjadi yang pertama mengulurkan bantuan.
bisa jadi, orang lain yang kita pikir gak terlalu berteman dekat, sedang di jalan, mendengar kabar saja, bisa langsung menelpon menanyakan keadaan dan menanyakan apa yang bisa mereka lakukan?
bisa jadi, di saat krusial orang lain yang bukan kita anggap apa-apa, apalagi menyangkutkan dengan pertalian darah, justru yang ada saat kita butuh.
ya kita pun nggak bisa melolong-lolong meminta tolong pada orang terdekat sekalipun, pada satu saat kita benar-benar membutuhkannya jika memang tuhan tak memberikan mereka berada dekat kita pada satu keadaan.
terimakasih ya tuhan, memberikan pengingat bagiku akan hal ini. kadang apa yang kita pikirkan dan cita-citakan nggak akan kesampaian jika tak kau berikan. semua hal mungkin. hal yang nggak mungkin adalah 'menafikan' keberadaan orang lain, 'menafikan' silaturahim, 'menafikan' membantu orang lain, 'menafikan' untuk tidak memperhatikan orang lain.
karena semua yang kita tanam pada orang lain sekali pun, sekecil apapun itu, setidak penting apapun itu, insyaalloh kita bakal menuainya. terimakasih untuk pelajaran hari ini. terimakasih untuk membuatku nggak cengeng menerima kenyataan begini. karena cuma kenyataan ini yang sekarang aku punya dan musti hadapi :)
you're seem too closed, but not that closed
you're seem too easy to hold, but not that easy
sorry utun
sorry Tun, hari ini kita jatoh bareng dari motor
gara2 motor matic di samping kiri kita yang ditunggangin tiga mahasiswi, tiba2 nyelonong belok ke kanan.
aku pun limbung nggak bisa menjaga keseimbangan
yaaa...kita jatoh berdua.
aku nggak bisa ngedumel banyak sama anak mahasiswi yang sok 'inocent' itu
kecuali, memberinya pelajaran bagaimana nyetir tanpa membahayakan orang
mudah-mudahan kamu nggak apa2 di dalam perut ya, Nak.
maafkan ibumu yang nggak bisa menjaga keseimbangan
insyaalloh it will never happen again, my babe........
gara2 motor matic di samping kiri kita yang ditunggangin tiga mahasiswi, tiba2 nyelonong belok ke kanan.
aku pun limbung nggak bisa menjaga keseimbangan
yaaa...kita jatoh berdua.
aku nggak bisa ngedumel banyak sama anak mahasiswi yang sok 'inocent' itu
kecuali, memberinya pelajaran bagaimana nyetir tanpa membahayakan orang
mudah-mudahan kamu nggak apa2 di dalam perut ya, Nak.
maafkan ibumu yang nggak bisa menjaga keseimbangan
insyaalloh it will never happen again, my babe........
Rabu, 21 Oktober 2009
kamu dimana
nggak kutemukan dia di kolong meja dan tempat tidur
ato di sudut-sudut rumah sederhana di sebuah bukit
aku mencoba menelponmu di ujung jarak antar kota
selalu sulit, tak berbalas
hei jawab deh
ataukamu menunggu hingga aku malas dan bosan menunggu
hingga malas memikirkan apalagi merindukanmu
hiks
bosaan
Selasa, 20 Oktober 2009
dunia yang tak selalu sempurna, ternyata
perempuan muda dan cerdas itu kukenal sekitar empat taun lalu di sebuah tikungan pekerjaan pada suatu waktu. hingga kemudian dia menikah dengan lelaki yang kebetulan aku kenal. pasangan serasi secara fisik, materi tentunya juga kognisi.
aku merasa dunianya sangat sempurna. dengan prestasi dan nama besar, kecantikan terkenal dan pekerjaan yang sangat mapan. demikian juga dengan sang lelaki.
aku merasa kualitas hidup mereka lebih sempurna kalo dibanding cinta aku dan hubby yang trully sederhana and simple maker :P
bukan mengecilkan kualitas cintaku sama hubby dengan keadaan yang memang pasti beda dengan kondisi mereka yang sudah start dari lima, sementara kami start dari minus, mungkin huahuahuaaaa
eh berarti ini ngomongin materi yang established krn kalo soal cinta mah, di rumah kontrakan di kawasan kumuh gang sempit pun aku n hubby rasanya mah khusyu saling cinta (ngkali yeee??)
kalau dengar kisah mereka, njomplang aku dibuatnya. jalan2 ke luar negeri, naik ini dan itu, merasakan semua kisah kasih seperti di pelm-pelm barat 'when harry met sally', 'you've got mail', dll
cerita cinta mereka mirip di pelm dengan segala fasilitasnya yang terekam jelas dalam blogs blogs perjalanan hidup yang jelas menunjukan kebahagiaan mereka punya :)
memori kuat pelm itu yang sangat kuat aku ingat, hingga malas menerima satu cerita tentang perselingkuhan lelaki yang perfect di samping perempuan itu. tentunya aku malas merombak jalan cerita happy ending yang aku khayalkan terjadi di pelm mereka berdua.
tapi itulah, perempuan yang sudah dimanjakan dengan banyak kelebihan itu terantuk dengan kisah cintanya sendiri dan kenyataan bahwa kondisi keturunan mereka tidak se-perfect kisah awal cintanya. dia menghapus semua jejaknya, menihilkan semua sejarah dan berusaha kuat mengulang semua dengan seolah-olah menjadi manusia yang 'bukan apa-apa'.
kaget aku dibuatnya. tapi aku harus menerima sad ending dari pelm nyata yang aku tonton ini dengan semua kesadaran dan pembelajaran, dunia memang nggak sempurna. tapi ketidaksempurnaan itu justru membuat hidup perempuan cantik itu menjadi sempurna sebagai manusia, kurasa. karena kesempurnaan hanya milik penciptanya, yang sangat berhak menyempurnakan yang 'kurang' dengan kelebihan dan menyempurnakan yang 'lebih' dengan kekurangan.
what a perfect God we have........................tapi sama sekali aku menyesal mengetahui cerita ini dari awal sampai akhirnya. turut prihatin.
aku merasa dunianya sangat sempurna. dengan prestasi dan nama besar, kecantikan terkenal dan pekerjaan yang sangat mapan. demikian juga dengan sang lelaki.
aku merasa kualitas hidup mereka lebih sempurna kalo dibanding cinta aku dan hubby yang trully sederhana and simple maker :P
bukan mengecilkan kualitas cintaku sama hubby dengan keadaan yang memang pasti beda dengan kondisi mereka yang sudah start dari lima, sementara kami start dari minus, mungkin huahuahuaaaa
eh berarti ini ngomongin materi yang established krn kalo soal cinta mah, di rumah kontrakan di kawasan kumuh gang sempit pun aku n hubby rasanya mah khusyu saling cinta (ngkali yeee??)
kalau dengar kisah mereka, njomplang aku dibuatnya. jalan2 ke luar negeri, naik ini dan itu, merasakan semua kisah kasih seperti di pelm-pelm barat 'when harry met sally', 'you've got mail', dll
cerita cinta mereka mirip di pelm dengan segala fasilitasnya yang terekam jelas dalam blogs blogs perjalanan hidup yang jelas menunjukan kebahagiaan mereka punya :)
memori kuat pelm itu yang sangat kuat aku ingat, hingga malas menerima satu cerita tentang perselingkuhan lelaki yang perfect di samping perempuan itu. tentunya aku malas merombak jalan cerita happy ending yang aku khayalkan terjadi di pelm mereka berdua.
tapi itulah, perempuan yang sudah dimanjakan dengan banyak kelebihan itu terantuk dengan kisah cintanya sendiri dan kenyataan bahwa kondisi keturunan mereka tidak se-perfect kisah awal cintanya. dia menghapus semua jejaknya, menihilkan semua sejarah dan berusaha kuat mengulang semua dengan seolah-olah menjadi manusia yang 'bukan apa-apa'.
kaget aku dibuatnya. tapi aku harus menerima sad ending dari pelm nyata yang aku tonton ini dengan semua kesadaran dan pembelajaran, dunia memang nggak sempurna. tapi ketidaksempurnaan itu justru membuat hidup perempuan cantik itu menjadi sempurna sebagai manusia, kurasa. karena kesempurnaan hanya milik penciptanya, yang sangat berhak menyempurnakan yang 'kurang' dengan kelebihan dan menyempurnakan yang 'lebih' dengan kekurangan.
what a perfect God we have........................tapi sama sekali aku menyesal mengetahui cerita ini dari awal sampai akhirnya. turut prihatin.
Senin, 19 Oktober 2009
selera nusantara vs barat
sudah nyaris delapan taon hidup bareng hubby tapi soal selera makan agak sulit memaksa dia pada makanan2 siap saji yang banyak aku dan anak2 suka.
hubby nyaris selalu setia pada lidahnya yang sangat menyukai lotek, oseng2, rujak, sop sayur, paling bisa di-upgrade dengan bakso, mie kocok, sate paling banter ya seafood lah. asian food seperti tom yum, sukiyaki pun lumayan suka.
tapi jangan sekali-sekali menawarinya zupa zoup, pizza, spaghetti dsb. pasti dia bakal menolak mentah2.
tinggal agak lama di jepang, hubby masih lumayan bisa adaptasi dengan makanan walo harga ikan emang mahal. pas di arab lumayan akrab sama kebab ato daging asap. herannya cerita dia ke eropa yang banyak menyediakan susu, keju n roti, (yang buatku 'surga'), walo cuma tiga pekan bikin dia enegh.
setiap sarapan, hubby minum susu dicampur kopi plus yoghurt. harga air mineral mahal, lebih mahal dari harga beer n wine, so minum susu lumayan bisa nambah cairan tubuh. kalo makan, dia pun terpaksa merogoh euro lebih banyak untuk membayar sepiring kebab krn pasti gak masuk spaghetti ato soup.
tapi itulah, aku menikah dengan konsekuensi bersedia menerima semua kelebihan fisik dan mentalnya sampe semua seleranya (termasuk musik dangdut yang enegh bangedh!).
jadinya saat kakak minta dibuatkan masakan kesukaannya zupa n spaghetti mensyukuri 7 tahunnya di dunia, hubby tetap tak tergoda makan sesuai selera kami pada suatu sabtu.
di sela-sela belanjaan yang dibeli, hubby tetap keukeuh menyelipkan menu lotek dan rujak.
jadilah sabtu cerah yang kami nikmati bersama sahabat kami dan semua orang rumah memadukan selera nusantara dengan selera barat. lengkap sudah ada yang makan zupa soup, spaghetti, makan lotek, rujak, tapi minumnya alhamdulillah pada mau 'seragam', lemon squash!!!
hubby nyaris selalu setia pada lidahnya yang sangat menyukai lotek, oseng2, rujak, sop sayur, paling bisa di-upgrade dengan bakso, mie kocok, sate paling banter ya seafood lah. asian food seperti tom yum, sukiyaki pun lumayan suka.
tapi jangan sekali-sekali menawarinya zupa zoup, pizza, spaghetti dsb. pasti dia bakal menolak mentah2.
tinggal agak lama di jepang, hubby masih lumayan bisa adaptasi dengan makanan walo harga ikan emang mahal. pas di arab lumayan akrab sama kebab ato daging asap. herannya cerita dia ke eropa yang banyak menyediakan susu, keju n roti, (yang buatku 'surga'), walo cuma tiga pekan bikin dia enegh.
setiap sarapan, hubby minum susu dicampur kopi plus yoghurt. harga air mineral mahal, lebih mahal dari harga beer n wine, so minum susu lumayan bisa nambah cairan tubuh. kalo makan, dia pun terpaksa merogoh euro lebih banyak untuk membayar sepiring kebab krn pasti gak masuk spaghetti ato soup.
tapi itulah, aku menikah dengan konsekuensi bersedia menerima semua kelebihan fisik dan mentalnya sampe semua seleranya (termasuk musik dangdut yang enegh bangedh!).
jadinya saat kakak minta dibuatkan masakan kesukaannya zupa n spaghetti mensyukuri 7 tahunnya di dunia, hubby tetap tak tergoda makan sesuai selera kami pada suatu sabtu.
di sela-sela belanjaan yang dibeli, hubby tetap keukeuh menyelipkan menu lotek dan rujak.
jadilah sabtu cerah yang kami nikmati bersama sahabat kami dan semua orang rumah memadukan selera nusantara dengan selera barat. lengkap sudah ada yang makan zupa soup, spaghetti, makan lotek, rujak, tapi minumnya alhamdulillah pada mau 'seragam', lemon squash!!!
Jumat, 16 Oktober 2009
bungsu bungsu itu
masalah utama keluarga hubby n keluargaku nyaris sama. dia punya lima bersaudara dengan bungsu perempuan (bukan anak perempuan satu-satunya) dan aku lima bersaudara dengan bungsu satu2nya laki2
kasih sayang dan proteksi melimpah atas kedua bungsu menyebabkan masalah besar bagi kakak-kakaknya di masa depan. dan kini kami mengalaminya hampir bersamaan.
usai aku mendudukan adik bungsuku ke pelaminan, masalah ketidakmandirian terus menjalar menjadi masalah yang juga harus kupikirkan. kadang menyebalkan krn bukan porsiku bertanggungjawab atas hidupnya.
adik bungsu hubby pun bertindak kekanak-kanakan. rabu kemarin dia pergi dari rumah bersama anaknya yang belum berusia 2 tahun meninggalkan ibu mertua yang menangis meratapi kepergiannya. si adik merasa tak adil dengan pemberian ibunya.
ada apa dengan anak2 bungsu itu?
over proteksi ternyata memang tak selalu berhasil membuat orang merasa harus berpikir memandirikan hidup. mereka selalu saja tak bisa mengatasi masalah sendiri hingga akhirnya merembetkan tanggungjawab pada saudara lainnya.
what a complicated heart.
aku wanti-wanti sama hubby, andai anak ketiga ini jadi bungsu apalagi dia cowok seorang nantinya, jangan sampe ada diperlakukan spesial. andai dia lelaki, ajari dia jadi lelaki sebenarnya. gak boleh cemen.
karena sikap over proteksi juga nggak adil buat kakak-kakaknya dan ketidakadilan biasanya membawa kesengsaraan.
aku ingin menyayangi dan mencintai anak-anakku dengan cara berbeda dengan mengajari mereka memandang hidup yang gak selamanya enak.
tapi gak juga mengajarkan mereka dengan mengurangi fasilitas kalau memang secara edukasi bisa bermanfaat. yang sedang-sedang saja. kurang jelek, berlebihan apalagi :P
kasih sayang dan proteksi melimpah atas kedua bungsu menyebabkan masalah besar bagi kakak-kakaknya di masa depan. dan kini kami mengalaminya hampir bersamaan.
usai aku mendudukan adik bungsuku ke pelaminan, masalah ketidakmandirian terus menjalar menjadi masalah yang juga harus kupikirkan. kadang menyebalkan krn bukan porsiku bertanggungjawab atas hidupnya.
adik bungsu hubby pun bertindak kekanak-kanakan. rabu kemarin dia pergi dari rumah bersama anaknya yang belum berusia 2 tahun meninggalkan ibu mertua yang menangis meratapi kepergiannya. si adik merasa tak adil dengan pemberian ibunya.
ada apa dengan anak2 bungsu itu?
over proteksi ternyata memang tak selalu berhasil membuat orang merasa harus berpikir memandirikan hidup. mereka selalu saja tak bisa mengatasi masalah sendiri hingga akhirnya merembetkan tanggungjawab pada saudara lainnya.
what a complicated heart.
aku wanti-wanti sama hubby, andai anak ketiga ini jadi bungsu apalagi dia cowok seorang nantinya, jangan sampe ada diperlakukan spesial. andai dia lelaki, ajari dia jadi lelaki sebenarnya. gak boleh cemen.
karena sikap over proteksi juga nggak adil buat kakak-kakaknya dan ketidakadilan biasanya membawa kesengsaraan.
aku ingin menyayangi dan mencintai anak-anakku dengan cara berbeda dengan mengajari mereka memandang hidup yang gak selamanya enak.
tapi gak juga mengajarkan mereka dengan mengurangi fasilitas kalau memang secara edukasi bisa bermanfaat. yang sedang-sedang saja. kurang jelek, berlebihan apalagi :P
Kamis, 15 Oktober 2009
inilah hujan anakku
inilah hujan anakku
kenyataan yang harus berdua kita hadapi di jalanan belakangan hari
kenyataan baru yang jauh dari ketenangan tempat tidur yang akrab menyamankan kita berdua dalam dua bulan terakhir
lewat hujan, aku ibumu hanya ingin memberi pelajaran tentang hidup
yang nggak selalu sama
dua hari lalu, saat start pulang, cuaca masih cerah
eh nyaris nyampe rumah tiba2 hujan deraasss mengguyur kita berdua
dan sore ini, hujan deres awalnya harus kita hadang dengan sehelai mantel plastik
aku berusaha kuat menjaga keseimbangan roda dua yang membawa kita pulang pada keceriaan kakak-kakak di rumah
di tengah genangan hujan dengan air yang memperpendek jarak pandang
kamu setia menemaniku di perut ini menyempatkan diri membeli martabak dan burger kesukaan mereka
saat hendak sampai rumah, cucaca tiba2 cerah ceria
inilah hidup yang tak selalu sama, sayangku
romantikanya kadang ekstrim didapat dan fluktuasinya terkadang membuat kita frustasi
tapi inilah hidup yang ingin aku ajarkan padamu dari sejak dalam perut
hidup yang nggak cengeng dan lembek
karena tuhan lebih menyukai umatnya yang kuat ketimbang yang lembek
andai kamu sempat membaca coretan ini, anakku
semoga ini menjadi cermin pribadi kuat yang aku ajarkan dan doakan pada tuhan agar melekatkannya dalam dirimu kelak kemudian........
dari ibumu yang berharap lebih engkau menjadi seorang muslim yang kuat
kenyataan yang harus berdua kita hadapi di jalanan belakangan hari
kenyataan baru yang jauh dari ketenangan tempat tidur yang akrab menyamankan kita berdua dalam dua bulan terakhir
lewat hujan, aku ibumu hanya ingin memberi pelajaran tentang hidup
yang nggak selalu sama
dua hari lalu, saat start pulang, cuaca masih cerah
eh nyaris nyampe rumah tiba2 hujan deraasss mengguyur kita berdua
dan sore ini, hujan deres awalnya harus kita hadang dengan sehelai mantel plastik
aku berusaha kuat menjaga keseimbangan roda dua yang membawa kita pulang pada keceriaan kakak-kakak di rumah
di tengah genangan hujan dengan air yang memperpendek jarak pandang
kamu setia menemaniku di perut ini menyempatkan diri membeli martabak dan burger kesukaan mereka
saat hendak sampai rumah, cucaca tiba2 cerah ceria
inilah hidup yang tak selalu sama, sayangku
romantikanya kadang ekstrim didapat dan fluktuasinya terkadang membuat kita frustasi
tapi inilah hidup yang ingin aku ajarkan padamu dari sejak dalam perut
hidup yang nggak cengeng dan lembek
karena tuhan lebih menyukai umatnya yang kuat ketimbang yang lembek
andai kamu sempat membaca coretan ini, anakku
semoga ini menjadi cermin pribadi kuat yang aku ajarkan dan doakan pada tuhan agar melekatkannya dalam dirimu kelak kemudian........
dari ibumu yang berharap lebih engkau menjadi seorang muslim yang kuat
Minggu, 11 Oktober 2009
weekly wife
Ini adalah pekan ke-8 aku menjadi weekly wife setelah sempat barengan dua taun dan sebelumnya 4 taun merentangkan rumah tangga bdg-jkt.
Banyak kekhawatiran pasti. Begitu hubby dipindah lagi ke jkt stlh sekolahnya kelar d bdg, seorang sahabat bilang,"susul suamimu ke jkt. Usia pernikahan udah gak muda lagi, resiko selingkuh tambah tinggi."
Aku cuma cengar cengir menanggapinya. Bukan soal kalo aku cuma sendiri yang ngikutin hubby ke jkt, soal dua anak jadi penting buat kami berdua.
Anak2 ogah pindah, si kakak bilang dia gak mau pindah sekolah smntara si dede yang 'anak rumahan' banget sll berkali bilang kalo bepergian,"uza pengen pulaaaang, pengen mimi susu sambil nonton si pooh".
Aku sendiri merencanakan eh tepatnya direncanakan my new bos kantor baru utk usaha baru di bilangan dago. I have not too many choice to move. Smntara hubby yang PP tiap jumat balik senen kayaknya lbh anteng fokus bekerja lima hari.
"Paling aku dua taun aja berusaha naikin page views sampe 70rb trus nggaet iklan abis itu sekolah lagi."
Sempet sering kepikiran ngurus hubby n mbantuin nyiap2in kalo brangkat ngantor terutama dua pekan lalu saat suaranya nyaris ilang krn batuk n flu berat. Tapi hubby always says fine with his condition n asking me to care the children n the baby inside save n sound.
Sampe akhirnya hubby berencana membeli rumah di skitar ragunan ato bogor,"lumayan kan biar gak tiap minggu pulang ke bdg."
Aku sbg penjaga gawang merasa andaipun harus pindah ngikutin dia ya no problem. Aku nurut aja, tapi kalo alasannya supaya suami nggak selingkuh kayaknya aku gak terlalu setuju.
Gimanapun aku iket dia biar stay at home all day, doing all thing together and make sure he is not looking for another women, kalo emang niat dia pengen selingkuh pasti ada aja jalannya. Gak usah nunggu dikerangkeng kayak binatang peliharaan hehee
Banyak kekhawatiran pasti. Begitu hubby dipindah lagi ke jkt stlh sekolahnya kelar d bdg, seorang sahabat bilang,"susul suamimu ke jkt. Usia pernikahan udah gak muda lagi, resiko selingkuh tambah tinggi."
Aku cuma cengar cengir menanggapinya. Bukan soal kalo aku cuma sendiri yang ngikutin hubby ke jkt, soal dua anak jadi penting buat kami berdua.
Anak2 ogah pindah, si kakak bilang dia gak mau pindah sekolah smntara si dede yang 'anak rumahan' banget sll berkali bilang kalo bepergian,"uza pengen pulaaaang, pengen mimi susu sambil nonton si pooh".
Aku sendiri merencanakan eh tepatnya direncanakan my new bos kantor baru utk usaha baru di bilangan dago. I have not too many choice to move. Smntara hubby yang PP tiap jumat balik senen kayaknya lbh anteng fokus bekerja lima hari.
"Paling aku dua taun aja berusaha naikin page views sampe 70rb trus nggaet iklan abis itu sekolah lagi."
Sempet sering kepikiran ngurus hubby n mbantuin nyiap2in kalo brangkat ngantor terutama dua pekan lalu saat suaranya nyaris ilang krn batuk n flu berat. Tapi hubby always says fine with his condition n asking me to care the children n the baby inside save n sound.
Sampe akhirnya hubby berencana membeli rumah di skitar ragunan ato bogor,"lumayan kan biar gak tiap minggu pulang ke bdg."
Aku sbg penjaga gawang merasa andaipun harus pindah ngikutin dia ya no problem. Aku nurut aja, tapi kalo alasannya supaya suami nggak selingkuh kayaknya aku gak terlalu setuju.
Gimanapun aku iket dia biar stay at home all day, doing all thing together and make sure he is not looking for another women, kalo emang niat dia pengen selingkuh pasti ada aja jalannya. Gak usah nunggu dikerangkeng kayak binatang peliharaan hehee
Rabu, 07 Oktober 2009
another art of pregnancy
pertengahan juli kemaren aku mengalami degradasi fisik yang akhirnya ngaruh juga sama kondisi psykisku. muntah-muntah over banget, cepat lelah dan nggak puguh jiwa gitu.
aku nyoba periksa ke dokter langganan krn udah nggak kuat banget dengan fisik yang lemes terus sementara kerjaan banyak. aku kayak 'ngos-ngosan' lari ngejar kereta :P
dokter yang emang pengalaman meriksa perut, menekan2 bagian yang perlu ditekan dan nyeplos nanya," udah haid kali, test pack aja deh. smntara aku kasih obat maag ringan."
dheggg...antara siap dan nggak siap menghadapi probabilitas, aku juga penasaran. jadilah pulang dari dokter aku beli obat sekalian 'sensitif'. aku gak ambil pusing, segera menuju toilet warnet langganan, trus melakukan tes dengan cara rada joroks.
aku tampung air kencing di tangan kiri dan memasukan itu batang testpack ke tangan kiri yang berisi piiip, merembetlah itu cairan ke level dua, tapi asli warnanya gak terlalu terang.
hubby sebelnya nelpon usai itu dan menanyakan,"gmn jadi kata dokter?"
aku jawab,"disuruh testpack!"
hubby interogasi,"hasilnya?"
jawablagi,"dua strip ya, tapi yang atas agak burem, gak merah nyata."
hubby,"alhamdulillah, positif berarti."
jawabketus,"yeeey jangan kesenengan dulu, orang blm pasti!"
after that, secaranya ada ibu dan adik mertua di rmh, hubby rada melebih2kan keadaan baruku. padahal aslinya aku blm percaya dan serasa hendak berteriak mengurai nasib.
saat itu aku sedang mewujudkan cita2 hidup yang lain, berusaha ndaftar sekolah lagi, rencana mau mulai magang ngajar atas ajakan temanku, nerima order lain sbg tambahan buat nombok bayar sekolah. dan berniat meretas nasib baru buka usaha pffff
saat itu sepertinya dunia jadi agak serasa gak berpihak pada si 'api'.
di rumahpun, seperti terkondisikan, mertua sering banget bilang,"apapun jadinya, yang ikhlas ya..."
aaarrrrggggghhhhh
(di saat sama, aku tuh lagi punya negative thinking sama hubby yang lagi digosipin orang sekantornya, katanya punya affair sama resepsionis. gosip itu bilang, katanya hubby pegang2 tangan si respsionis manis itu. kepercayaanku pada hubby hendak berjalan ke titik minus saat itu)
ini adalah satu frasa hidup dimana aku bener2 merasakan limit fisik dan psykis pada waktu bersamaan. dan di saat itu, aku ngerasa bener2 blm siap hamil lagi :P
dan hubby memaksaku memastikan kehamilanku dengan nada senang dadadaaa dududududuu dan selalu senyum, dia sama sekali nggak tau gejolak hatiku yang membencinya setengah hati.
sampai akhirnya aku memastikan kehamilanku dengan seksama. menyiapkan cawan kering dan memeriksanya dengan hati-hati. dhiiing! tetep deh hasilnya dua strip dan aku keluar kamar mandi dengan lunglai.
aku jadi susah senyum, liat hubby muak muak muak berkali-kali....
sementara ekspresi hubby bener2 gembira, apalagi dia baru lulus ujian sekolah dan hendak diwisuda. double decker kesenangan lah buat dia, penyiksaan baru buat diriku :)
aslinya memandangi perubahan fisik, memikirkan gosip mentah yang diuar-uar sama orang yang emang gak suka sama hubby membuatku semakin kayak gak bergairah dan cepet marah.
sampe akhirnya aku nanya sendiri sama hubby soal gosip itu. hubby cuma berkata pendek,"knapa gak digosipin skalian aja, aku zina sama dia!! aku pegang tangannya kepaksa banget cuma sekali, waktu dikasi duit buat reparasi mobil, cewek itu nahan uangnya. padahal aku dah mau cepet2 ke kampus, jadi aku rebut duitnya dari tangan dia! tapi terserah kamu mo percaya siapa?"
ya aku jadi inget wajah perempuan itu. aku inget siapa yang ngegosipin. aku inget kesetiaan hubby selama ini yang kadang banyak aku ragukan. aku juga inget alloh.
sampe aku beri statement pada si pemberi kabar gosip,"sekuat-kuatnya aku mempertahankan pernikahan dengan mengikat suamiku agar tak sedikit pun lolos dari pengawasanku, jika alloh merasa dia bukan terbaik untuk dunia akhiratku, pasti aku pisah darinya. tapi selemah-lemahnya aku meloloskan pengawasanku, jika dia memang terbaik untukku dan akhiratku, insyaalloh, kami akan selalu disatukan."
hanya menyerahkan semua masalah pada the'invisible hand' lah aku akhirnya merasa plong melaluinya.
perjuangan tak sampai situ. aku merasa harus menyerahkan soal fisik pada keinginan jabang bayi. dua bulan aku ambil cuti dari kantor yang menolak permohonan resign-ku.
padahal dua hamil lalu, aku bisa menjalani semua proses dengan mudah dan enak. masih bisa bermotor ria dari awal hamil sampe cuti hamil, masih bisa bekerja sangat maksimal pada kehamilan kedua, tanpa diganggu mual-mual muntah berlebihan seperti ini.
setelah itu, masihlah dihadapkan pada soal lain, hubby dipindah lagi ke jkt stlh bos-nya tau dia udah lulus sekolah. waaaah, bener2 bulan-bulan ujian yang gak pernah kuduga sebelumnya. di tahun ini menjelang dan setelah ulang taun ke-35, aku diberi semua ajaran hidup yang benar-benar nyata di depan mata. what a wonderful gift ya alloh!
berkat dukungan dan kasih sayang hubby --yang sangat berlebihan dirasa-- aku merasakan limit fisik dan psykis yang diberikan penciptaku padaku saat ini justru sebuah pembelajaran kesabaran luar biasa. not as i think before, i do enjoy another 'art' of pregnancy now.............finally i'm feeling happy with this :)
Kamis, 24 September 2009
mudik = menemukan oase iman
setiap mudik ke rumah mertua di sebuah dusun kecil pinggiran cilacap, setiap kali itu juga aku selalu menemukan sesuatu yang sebenarnya aku cari. ketertiban beribadah.
dia adalah sebuah rumah yang di belakangnya ada hampir 300 santri putri 'mondok' yang datang dari berbagai daerah dan kelompok sosial --kebanyakan menengah ke bawah-- yang selalu dipastikan sholat bareng beberapa saat setelah adzan berkumandang pada waktunya.
setelah itu jika siang mereka melanjutkan aktivitas belajar ato mengerjakan mberesin kamar ato ada juga yang leyeh2 nonton film terpilih. kalo malem ada aktivitas hafalan quran.
suasana yang bener2 belum pernah aku rasakan sepanjang hidup sampe alhamdulillah aku menikah dengan orang yang aku selalu berdoa dalam masa penantian panjang sebagai 'jomblo ceria', bisa jadi imamku untuk urusan dunia dan akhirat.
musim mudik taun ini adalah pertama kalinya kami mudik saat lebaran --biasanya mudik sebelum ato sesudah lebaran krn misua males kena macet barengan para pemudik yang bejibun--
dan ternyata memang perjuangannya lumayan berat pada dua hari menjelang lebaran, macet di nagrek-malangbong-ciawi baru lepas setelah ciamis membuat perjalanan mudik yang biasa plus leyeh2 makan dan istirahat hanya ditempuh maksimal 6 jam, ini sampe 13 jam. padahal aslinya, kami memilih memutar ke cijapati memotong waktu tempuh 2,5 jam daripada lewat nagrek yang membuat antre sampe lima jam.
sbg ibu hamil empat bulan jalur alternatif cijapati membuat perut berontak dan hubby harus berkali2 berhenti memberi kesempatan aku mengeluarkan isi lambung yang aseem bgt dah.
sesampainya di rumah mertua, langsung tidur, sholat qiyamul lail dan lagi2 menemukan subuh sholat jamaah di masjid blkg rumah dengan semua keluarga. hanya satu dari santri yang tinggal, semuanya mudik. dia seorang mualaf asal pekanbaru baru kelas satu aliyah. meski dikirim 700rb buat mudik, dia milih tetep mondok. gak jelas kenapa. betah kali....
abis sholat magrib disambung makan bareng, buka bareng semua keluarga misua lima bersaudara bersama ipar2 dan cucu2 plus ibu mertua. semua berjalan menyenangkan. andai ini terjadi setiap hari.
jadinya kalo pulang ke rumah lagi, terlibat banyak kesibukan dan tenggelam dengan berbagai pekerjaan, mudik selalu aku rindu. dimana ada sholat jamaah, ada petuah2 ibu mertua, ada banyak anak2 santri yang mengingatkan pada tujuan akhir hidup, ada kebahagiaan jiwa yang susah diungkap dg kata2.
saat pulang kemaren, bangun subuh kesiangan. aku pun nyeletuk sama hubby,"inilah yang berat buat aku kalo nggak mudik, nggak jelas waktunya kapan selalu sholat tepat waktu. makanya sering2 mudik heheee."
bagiku mudik sama dengan recharge tujuan hidup dan memurnikan urusan dunia dalam sebuah oase iman. alhamdulillah ya alloh Kau pertemukan aku dengan seseorang yang membawaku selalu mengingat mudik bukan sebuah hal sia2 yang terlalu banyak mudharat-nya ketimbang manfaat-nya, meskipun taun ini mudik kami agak panjang waktu tempuhnya..........
dia adalah sebuah rumah yang di belakangnya ada hampir 300 santri putri 'mondok' yang datang dari berbagai daerah dan kelompok sosial --kebanyakan menengah ke bawah-- yang selalu dipastikan sholat bareng beberapa saat setelah adzan berkumandang pada waktunya.
setelah itu jika siang mereka melanjutkan aktivitas belajar ato mengerjakan mberesin kamar ato ada juga yang leyeh2 nonton film terpilih. kalo malem ada aktivitas hafalan quran.
suasana yang bener2 belum pernah aku rasakan sepanjang hidup sampe alhamdulillah aku menikah dengan orang yang aku selalu berdoa dalam masa penantian panjang sebagai 'jomblo ceria', bisa jadi imamku untuk urusan dunia dan akhirat.
musim mudik taun ini adalah pertama kalinya kami mudik saat lebaran --biasanya mudik sebelum ato sesudah lebaran krn misua males kena macet barengan para pemudik yang bejibun--
dan ternyata memang perjuangannya lumayan berat pada dua hari menjelang lebaran, macet di nagrek-malangbong-ciawi baru lepas setelah ciamis membuat perjalanan mudik yang biasa plus leyeh2 makan dan istirahat hanya ditempuh maksimal 6 jam, ini sampe 13 jam. padahal aslinya, kami memilih memutar ke cijapati memotong waktu tempuh 2,5 jam daripada lewat nagrek yang membuat antre sampe lima jam.
sbg ibu hamil empat bulan jalur alternatif cijapati membuat perut berontak dan hubby harus berkali2 berhenti memberi kesempatan aku mengeluarkan isi lambung yang aseem bgt dah.
sesampainya di rumah mertua, langsung tidur, sholat qiyamul lail dan lagi2 menemukan subuh sholat jamaah di masjid blkg rumah dengan semua keluarga. hanya satu dari santri yang tinggal, semuanya mudik. dia seorang mualaf asal pekanbaru baru kelas satu aliyah. meski dikirim 700rb buat mudik, dia milih tetep mondok. gak jelas kenapa. betah kali....
abis sholat magrib disambung makan bareng, buka bareng semua keluarga misua lima bersaudara bersama ipar2 dan cucu2 plus ibu mertua. semua berjalan menyenangkan. andai ini terjadi setiap hari.
jadinya kalo pulang ke rumah lagi, terlibat banyak kesibukan dan tenggelam dengan berbagai pekerjaan, mudik selalu aku rindu. dimana ada sholat jamaah, ada petuah2 ibu mertua, ada banyak anak2 santri yang mengingatkan pada tujuan akhir hidup, ada kebahagiaan jiwa yang susah diungkap dg kata2.
saat pulang kemaren, bangun subuh kesiangan. aku pun nyeletuk sama hubby,"inilah yang berat buat aku kalo nggak mudik, nggak jelas waktunya kapan selalu sholat tepat waktu. makanya sering2 mudik heheee."
bagiku mudik sama dengan recharge tujuan hidup dan memurnikan urusan dunia dalam sebuah oase iman. alhamdulillah ya alloh Kau pertemukan aku dengan seseorang yang membawaku selalu mengingat mudik bukan sebuah hal sia2 yang terlalu banyak mudharat-nya ketimbang manfaat-nya, meskipun taun ini mudik kami agak panjang waktu tempuhnya..........
Rabu, 16 September 2009
zakat fitrah buat guru ngaji
saat ibuku masih hidup, kerap aku dan kakakku agak sewot kalo lebaran tiba, ibuku memberi zakat fitrah buat guru ngajinya yang sudah makmur punya rumah besar dan mobil pula.
karena ngerasa dia nggak pantes jadi penerima zakat fitrah, kecuali disalurkan pada para penerima yang sesuai dengan ata qur'an.
belakangan kakakku yang udah hampir tujuh taun ikut bersamaku keranjingan mengaji dengan ibu-ibu sekitar rumah. di luar banyak ritual dan baju seragam (emang ngaji sama dengan tentara?), aku masih tolerir sbg satu kegiatan positif, walo pasti pas pulang bawa cerita ini itu tentang ibu ani dan anu ato gosip terkini seputar tetangga yang kadang bikin telinga bebal mendengarnya.
lebaran empat hari ke depan dan semua sibuk menunaikan ibadah terakhir di bulan puasa.
aku sibuk mempersiapkan sembako dan berbagai kue-kue seperti biasa kulakukan dari tahun ke tahun buat tetangga dan sanak saudara yang kebetulan secara ekonomi masih belum beruntung pada lebaran kali ini. not so big and much, but hope it brings a little happiness for them lah niatnya mah.....
dan tadi malem, tiba2 kakakku minta duit 20rb katanya mo bayar zakat fitrah ke guru ngajinya yg baru dikenalnya sekitar enam bulan terakhir. yah, aku secaranya kecapean baru ngegang dan keujanan abis beli ini itu di indogrosir dengan perut membucit jadi agak napsong menanggapinya.
secaranya aku pun tau itu guru ngaji anaknya dah pada jadi n rumahnya tingkat di atas bukit dengan baju yang gonta ganti saban ngaji dan perhiasan. aku bilang kalo mo ngasih kue, ato sekedar penguat buat kegiatan pengajian oke, tapi buat zakat fitrah, dia sama skali gak layak. kecuali guru ngaji itu emang miskin ato banyak utang, kita sangat wajib menegakan dan menguatkan aqidahnya dengan fitrah dan zakat lainnya sih oke. aku bilang sama dia, bahwa aku sudah titip zakat fitrah dia ke ibu mertua di kampung yang lebih jelas penyalurannya.
"sok nih aku kasih uang, kasiin ke sana tapi bukan sbg fitrah, biar masih dianggap jadi murid ngajinya aja," ujarku pedes.
entah sejak kapan di sekitarku ada tradisi ngasih fitrah ke guru ngaji yang kaya dan gak jelas disalurin kemana duitnya. yang jelas hampir semua ibu2 pengajian melakukannya.
saat dihadapkan pada realitas antara tradisi dan memurnikan ibadah menghitungnya antara wajib, sunnah, makruh, subhat dan riya', banyak orang masih memurnikan niatnya untuk lebih terlihat manis dan baik di mata manusia, bukan tuhannya, ternyata.
kakakku marah besar saat itu dan aku marah juga agak kaget melihat perubahan cara berpikirnya saat menghadapi masalah sama terjadi pada ibuku.
untung nenek (angkat anak2) datang malam itu dan mengatakan padaku bahwa tadi sebelum brangkat tarawih hendak mengingatkan kakakku soal orang-orang yang memang wajib secara qur'an menerimanya.
persoalan pun tuntas. walaupun nenek agak ghedeg juga pas mengingatkan ibu2 soal itu dan dijawab,"ya biar aja kalau emang dia makan kan, dia yang nanggung dosanya."
ibu-ibu itu lupa kalo kita diberi akal sama alloh untuk menyelediki dan menghisab diri sendiri harta kita dipakai apa dan untuk siapa?
karena ngerasa dia nggak pantes jadi penerima zakat fitrah, kecuali disalurkan pada para penerima yang sesuai dengan ata qur'an.
belakangan kakakku yang udah hampir tujuh taun ikut bersamaku keranjingan mengaji dengan ibu-ibu sekitar rumah. di luar banyak ritual dan baju seragam (emang ngaji sama dengan tentara?), aku masih tolerir sbg satu kegiatan positif, walo pasti pas pulang bawa cerita ini itu tentang ibu ani dan anu ato gosip terkini seputar tetangga yang kadang bikin telinga bebal mendengarnya.
lebaran empat hari ke depan dan semua sibuk menunaikan ibadah terakhir di bulan puasa.
aku sibuk mempersiapkan sembako dan berbagai kue-kue seperti biasa kulakukan dari tahun ke tahun buat tetangga dan sanak saudara yang kebetulan secara ekonomi masih belum beruntung pada lebaran kali ini. not so big and much, but hope it brings a little happiness for them lah niatnya mah.....
dan tadi malem, tiba2 kakakku minta duit 20rb katanya mo bayar zakat fitrah ke guru ngajinya yg baru dikenalnya sekitar enam bulan terakhir. yah, aku secaranya kecapean baru ngegang dan keujanan abis beli ini itu di indogrosir dengan perut membucit jadi agak napsong menanggapinya.
secaranya aku pun tau itu guru ngaji anaknya dah pada jadi n rumahnya tingkat di atas bukit dengan baju yang gonta ganti saban ngaji dan perhiasan. aku bilang kalo mo ngasih kue, ato sekedar penguat buat kegiatan pengajian oke, tapi buat zakat fitrah, dia sama skali gak layak. kecuali guru ngaji itu emang miskin ato banyak utang, kita sangat wajib menegakan dan menguatkan aqidahnya dengan fitrah dan zakat lainnya sih oke. aku bilang sama dia, bahwa aku sudah titip zakat fitrah dia ke ibu mertua di kampung yang lebih jelas penyalurannya.
"sok nih aku kasih uang, kasiin ke sana tapi bukan sbg fitrah, biar masih dianggap jadi murid ngajinya aja," ujarku pedes.
entah sejak kapan di sekitarku ada tradisi ngasih fitrah ke guru ngaji yang kaya dan gak jelas disalurin kemana duitnya. yang jelas hampir semua ibu2 pengajian melakukannya.
saat dihadapkan pada realitas antara tradisi dan memurnikan ibadah menghitungnya antara wajib, sunnah, makruh, subhat dan riya', banyak orang masih memurnikan niatnya untuk lebih terlihat manis dan baik di mata manusia, bukan tuhannya, ternyata.
kakakku marah besar saat itu dan aku marah juga agak kaget melihat perubahan cara berpikirnya saat menghadapi masalah sama terjadi pada ibuku.
untung nenek (angkat anak2) datang malam itu dan mengatakan padaku bahwa tadi sebelum brangkat tarawih hendak mengingatkan kakakku soal orang-orang yang memang wajib secara qur'an menerimanya.
persoalan pun tuntas. walaupun nenek agak ghedeg juga pas mengingatkan ibu2 soal itu dan dijawab,"ya biar aja kalau emang dia makan kan, dia yang nanggung dosanya."
ibu-ibu itu lupa kalo kita diberi akal sama alloh untuk menyelediki dan menghisab diri sendiri harta kita dipakai apa dan untuk siapa?
Selasa, 15 September 2009
mencoba ritme hidup baru
tahun ini adalah tahun bersejarah banget karena aku memutuskan untuk memilih lebih banyak di rumah menjalankan fungsi sebagai istri dan ibu daripada bekerja di luar.
bulan Juli-Agustus 2009 jadi saat penting memutar haluan hidup saat Alloh berikan fenomena yang mengantarku berpikir,"hidup itu sebenernya buat apa?"
sebelum itu aku bener2 lagi mematok jalur hidup meneruskan karier di jalan lain dan berpikir ndaftar belajar lagi. tapi ternyata pekan kedua Juli, positif rahimku terisi kembali oleh janin yang insyaalloh jadi anak ketiga.
trus tiba2 pula, suami yang baru dua taun barengan terus di bandung, musti pindah lagi ke jakarta krn sekolahnya selesai dan bosnya menghendaki dia segera menata bisnis di satu divisi dengan lebih serius.
aku nggak menyesal dengan pilihan ini, pada akhirnya. karena sejatinya seorang ibu selalu berada di dekat anak2nya dong.
aku nggak tau jalan hidup mana yang terbaik alloh pilihkan buatku, tapi aku bakal meminta yang terbaik buat keluargaku. termasuk jika opsi-nya musti pindah ikut suami ke jakarta pun, walo seumur2 aku blm pernah ninggalin bandung sbg tempat lahirku sampai beranak pinak.
ini intro baru di blogs baru yang aku buat.
Langganan:
Komentar (Atom)