Senin, 19 Oktober 2009

selera nusantara vs barat

sudah nyaris delapan taon hidup bareng hubby tapi soal selera makan agak sulit memaksa dia pada makanan2 siap saji yang banyak aku dan anak2 suka.

hubby nyaris selalu setia pada lidahnya yang sangat menyukai lotek, oseng2, rujak, sop sayur, paling bisa di-upgrade dengan bakso, mie kocok, sate paling banter ya seafood lah. asian food seperti tom yum, sukiyaki pun lumayan suka.

tapi jangan sekali-sekali menawarinya zupa zoup, pizza, spaghetti dsb. pasti dia bakal menolak mentah2.

tinggal agak lama di jepang, hubby masih lumayan bisa adaptasi dengan makanan walo harga ikan emang mahal. pas di arab lumayan akrab sama kebab ato daging asap. herannya cerita dia ke eropa yang banyak menyediakan susu, keju n roti, (yang buatku 'surga'), walo cuma tiga pekan bikin dia enegh.

setiap sarapan, hubby minum susu dicampur kopi plus yoghurt. harga air mineral mahal, lebih mahal dari harga beer n wine, so minum susu lumayan bisa nambah cairan tubuh. kalo makan, dia pun terpaksa merogoh euro lebih banyak untuk membayar sepiring kebab krn pasti gak masuk spaghetti ato soup.

tapi itulah, aku menikah dengan konsekuensi bersedia menerima semua kelebihan fisik dan mentalnya sampe semua seleranya (termasuk musik dangdut yang enegh bangedh!).

jadinya saat kakak minta dibuatkan masakan kesukaannya zupa n spaghetti mensyukuri 7 tahunnya di dunia, hubby tetap tak tergoda makan sesuai selera kami pada suatu sabtu.

di sela-sela belanjaan yang dibeli, hubby tetap keukeuh menyelipkan menu lotek dan rujak.
jadilah sabtu cerah yang kami nikmati bersama sahabat kami dan semua orang rumah memadukan selera nusantara dengan selera barat. lengkap sudah ada yang makan zupa soup, spaghetti, makan lotek, rujak, tapi minumnya alhamdulillah pada mau 'seragam', lemon squash!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar