nggak tau kenapa, nggak terlalu berharap pada banyak mimpi mengawang. menghadapi taun baru kali ini nggak pengen buat resolusi apapun, kecuali memperbaiki semua kekurangan yang ada.
its about 9 weeks to come to born my new kid. it's already enough for me to thanks to lord for all miracles happened on me passing through 8 years long.
sehingga nikmat mana yang hendak kau dustakan, menjadi satu pengingat penting.
kerja belum selesai, anak baru, tantangan baru, berharap bisa menemukan banyak pattern mengasuh anak yang sesuai untuk ibu kerja dengan tiga anak hehee
long distance relationship sejauh ini masih berjalan baik dan musti di-review ulang kalo memang menemukan ganjalan prinsip suatu hari. hubby terlihat sangat fokus sama pekerjaan, jadi kupikir gak ada salahnya pisah senin-jumat, biar dia konsentrasi, aku juga konsentrasi. sejauh ini kami nyaman. semoga tak ada gangguan signifikan.
alloh menuntunku pada semua hal realistis yang harus dihadapi menjelang pergantian taun, tiba2 mo punya baby baru dan rumah pas belakang rumah kami mo dijual sama pemiliknya. harapan baru memperluas arena bermain buat anak2, hubby memimpikan punya taman belakang rumah.
so kami berusaha merogoh kemampuan untuk merealisasikan dua hal pertama yang musti diwujudkan di awal taun.
setelah itu, aku akan sibuk mencari taman kanak2 yang cocok buat gadis nomor dua.
menjelang awal taun, prospek baru 'side job' dimulai untuk kerja setaun penuh dengan banyak ide di kepala harus direalisasikan agar tim lebih sejahtera, kalau mungkin memberikan benefit buat lebih banyak orang.
yaa semua hal realistis ini membuatku tak punya resolusi mengawang taun ini. semua musti dijalanin, mudah2an diberi kemudahan.
Selasa, 29 Desember 2009
Rabu, 23 Desember 2009
a complicated heart
siang tadi nyaris terhenyak saat istri teman baikku menyapaku di pesbuk. entah untuk kesekian kalinya, aku tak pernah menyangka derajat kepintaran ternyata nggak selalu berbanding lurus menopang derajat kasih sayang.
memutuskan menikah muda dan bercita2 terus bersama membangun sebuah hubungan berkualitas secara kognisi dan perasaan dalam rumah tangga dilakukan temanku sekitar enam tahun lalu. saat istrinya hendak mengambil master di negeri tetangga.
kemudian mereka terpisah dua tahun yang membuat jeda antara mereka makin kentara. masing2 kesepian dengan dunia mereka sendiri. dunia yang berbeda dijalani membuat kerenggangan hubungan, walaupun temanku si lelaki berusaha akhirnya 'mendekatkan' diri dengan mendapatkan beasiswa 'sandwich program' di negeri yang sama.
di tengah jeda, nama-nama perempuan pencinta dan pengagum lelaki itu kemudian digosok seorang teman istrinya menjadi sebuah cerita tentang perselingkuhan.
aku merasa intervensi gosip itu berlebihan. aku kenal betul temanku. saat jauh dari istrinya, dia menceritakan dengan gamblang bagaimana gosip terbentuk. yang sialnya, menurut cerita temanku yang aku percaya betul sudah jujur padaku, diperkuat dengan tulisan di blogs perempuan pengagumnya itu. belum lagi kisah pengejaran seorang penulis asing di bandara negeri tetangga terhadap temanku yang memang secara fisik dan otak cukup bisa menyihir kaum perempuan kali.....
istrinya kemudian menaruh mosi tidak percaya padanya. meskipun, berkali terus terang temanku bilang padaku, betapa dia selalu kangen, kangennnn banget sama istrinya yang dipacarinya lama juga. dengan 'kegilaan' nyaris sama, secara kasat mata, mereka pasangan serasi. secara kognisi dan intuisi heee
teman lelakiku selalu berkata betapa tak ada perempuan yang bisa membuatnya tertawa terbahak2 karena kelucuan cerdas yang dibuat istrinya. seperti pelm 'no one but u'.
segumpal cerita cinta itu akhirnya tak bermakna banyak. kalimat2 cinta pun terbang entah kemana karena termakan gosip yang dibuat sangat logis realistis. seolah-olah nyata.
itu masalah awal yang dihadapi.
saat 'tensi' agak turun, aku berbarengan istrinya, usai berbincang dengan seorang teman peneliti dari kanada di sebuah kafe. aku berusaha sekali berbincang mengingatkan soal konsekuensi sebuah 'pilihan'. bahwa saat kita memilih mau nggak mau semua keburukan dan kebaikan yang ada padanya adalah milik kita juga. (frasa ini menunjukan sekali semangatku untuk mendorong mereka buat terus bersama :P)
dalam pada itu dibahas, ketika kita menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki 'idealis' maka konsekuensi terbesar kita tak bisa mendapatkan materi lebih yang 'diada-adakan' di luar kemampuan kerja idealis yang dia miliki. kalau kita mau lebih, dibutuhkan 'kreativitas' lebih seorang perempuan untuk 'menopang'nya. tapi musti diingat, hidup bukan cuma butuh uang. tapi nyaman. nggak semua nyaman bisa dibeli dengan uang.
saat itu, aku kira kami dalam kesepadanan sebuah kesepahaman tentang realitas lelaki yang kami nikahi yang kemungkinan besar punya irisan besar dalam soal 'idealisme'.
aku pelajari pribadi teman lelakiku dengan my sweety hubby bertahun-tahun sejak mengenal dua sosok itu dalam hidupku. bukan untuk membandingkan, karena pasti aku berpendapat hubby lebih baik dari dia. selalu.
aku sampaikan pendapatku pada perempuan itu tentang kecenderungan lelaki seperti ini. disuka banyak perempuan, dikagumi banyak pria. kita akan merasa nggak ada 'apa-apa'nya melihat pembanding para penyuka yang kadang 'level' fisik dan materinya lebih baik dari kita. namanya saja pasar bebas, siapa pun boleh suka sama makhluk ciptaan, tapi urusan cinta kayaknya terbatas diberikan pada siapa.
tapi itulah, diskusi panjang saat itu ternyata nggak 'nyantol' juga. kekhawatiran 'tidak' menjadi apa-apa ternyata lebih besar dimiliki perempuan temanku itu.
sang lelaki merasa, hidupnya sudah dipatok untuk ikut perempuan itu dengan cita-cita besarnya untuk menjadi 'kaya' dan kecukupan, atau meneruskan hidup yang apa adanya di profesi yang tak menjanjikan kekayaan tapi 'pengayaan'.
deadlock sudah.
persepsi soal materi akhirnya jadi ujung yang memisahkan keduanya membentuk kutub berbeda tentang kenyamanan hidup. si perempuan merasa harus menambah materi karena nasibnya yang rentan setelah cerita tentang 'perempuan-perempuan lain' itu hadir. sehingga dia merasa perlu membuat banyak 'buffer zone' mempersiapkan kemungkinan terburuk.
saat usulan kompromi kuberikan pada perempuan itu. bahwa yang terpenting sekarang memastikan cinta masih ada menyelamatkan pernikahan yang sudah makan waktu lama, usia pun sudah mulai kepala 3. so, salah seorang harus mengalahkan ego'nya untuk bisa membangun sesuatu bersama dengan kondisi yang pasti akan jadi tak adil bagi salah satunya.
namun, tadi saat chatting, sang perempuan berterus terang dia tak mungkin mengalah, apalagi taun depan sudah dapat beasiswa riset setaun di negeri tetangga. dan sang lelaki sudah memutuskan tak ikut untuk menetapi profesinya yang idealis.
aku tak hendak jadi wasit ato 'skoci hidup' bagi lautan pernikahan mereka yang sedang dilanda badai besar.
aku hanya melihat andai semuanya bisa meredam ego masing2 dan meyakinkan diri bisa menerima masing2 kondisi pasangannya, tanpa ada pretensi atau menganggap diri lain sebagai 'musuh dalam selimut', mungkin ini tak terjadi.
ada juntaian banyak teori tentang gender yang merasa semua perempuan harus sama dipentingkan dengan lelaki. tapi kadang aku berpikir, teori-teori yang terlalu panjang dibicarakan, akhirnya nggak berarti apa2, krn realitas yang dihadapi perempuan selalu berbeda-beda.
kita tak harus malu menyandang sebuah predikat sebagai pekerja domestik, kalo kita rela menerimanya sebagai satu bentuk pengabdian hidup yang bukan hanya tertuju pada satu titik, pengabdi suami. bagiku pribadi, its better to be 'the one who stand behind the screen'. toh, kesuksesan suami, kesuksesan kita juga. sebaliknya sukses istri, sukses suami juga sebagai motivator.
hubby selalu berkata, itulah pentingnya agama, untuk menegaskan tujuan hidup agar semua yang kita lakukan bukan hanya berpijak pada logika yang terbatas dan membatasi ruang gerak yang banyak merugikan. karena kita akan terus dan terus mencari dasar logikanya, sampai merunut logika surga ada dimana? nggak ada habisnya dan melelahkan. bisa jadi saat kita menemukan, kita sudah kehilangan banyak waktu untuk 'berbuat'.
thanks to hubby untuk selalu mengingatkan agar tak ingkar dengan rezeki dari suami. krn banyak perempuan masuk neraka krn tak mensyukurinya.
tapi aku tak mengikuti saran hubby untuk mengajak perempuan itu mengingat nikah adalah ibadah. karena akan percuma, sudah beda jalan logika yang diambil sejak awal.
perempuan itu mengatakan bahwa mereka sudah pergi ke konsultan pernikahan dan menemukan mereka memang sudah di sisi yang berbeda. sekarang yang tinggal dipikirkan bagaimana mengakhiri hubungan dengan baik dan mengingatkan memori bahwa mereka pernah saling mencintai.
perih sungguh aku mendengar penjelasannya. tanpa kuminta dia menjelaskannya panjang lebar, mungkin krn sadar kedekatanku dengan suaminya.
sementara jauh2 hari, teman lelakiku sudah menjelaskan 'posisi' sebenarnya padaku yang berharap lebih pada mimpi punya rumah bersama di sebuah bukit, bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah idaman mereka dari lomba menulis, bahkan membeli mobil.
rumah dan mobil mimpi itu tak terbeli akhirnya dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. hingga dia harus kehilangan mimpi 'cinta'nya.
aku tak hendak berkabung kali ini. karena bisa jadi setelah pisah, mereka menemukan banyak hal lebih membahagiakan, atau bisa jadi tak menemukan banyak kebahagiaan saat harus bersama dengan orang yang nggak bisa menerima betul siapa mereka sehingga mereka nggak bisa nyaman jadi diri sendiri. sehingga akhirnya alkisah berakhir masing2 merasa harus saling menemukan kembali pada fase perjalanan hidup berikutnya. (ngarep abisss :P)
seperti baju...bukan cuma bentuk, merk atau warnanya yang akan memutuskan kita memakainya atau tidak. unsur dominan pasti rasa nyaman. itulah unsur terpenting dari sebuah hubungan, kukira :)
memutuskan menikah muda dan bercita2 terus bersama membangun sebuah hubungan berkualitas secara kognisi dan perasaan dalam rumah tangga dilakukan temanku sekitar enam tahun lalu. saat istrinya hendak mengambil master di negeri tetangga.
kemudian mereka terpisah dua tahun yang membuat jeda antara mereka makin kentara. masing2 kesepian dengan dunia mereka sendiri. dunia yang berbeda dijalani membuat kerenggangan hubungan, walaupun temanku si lelaki berusaha akhirnya 'mendekatkan' diri dengan mendapatkan beasiswa 'sandwich program' di negeri yang sama.
di tengah jeda, nama-nama perempuan pencinta dan pengagum lelaki itu kemudian digosok seorang teman istrinya menjadi sebuah cerita tentang perselingkuhan.
aku merasa intervensi gosip itu berlebihan. aku kenal betul temanku. saat jauh dari istrinya, dia menceritakan dengan gamblang bagaimana gosip terbentuk. yang sialnya, menurut cerita temanku yang aku percaya betul sudah jujur padaku, diperkuat dengan tulisan di blogs perempuan pengagumnya itu. belum lagi kisah pengejaran seorang penulis asing di bandara negeri tetangga terhadap temanku yang memang secara fisik dan otak cukup bisa menyihir kaum perempuan kali.....
istrinya kemudian menaruh mosi tidak percaya padanya. meskipun, berkali terus terang temanku bilang padaku, betapa dia selalu kangen, kangennnn banget sama istrinya yang dipacarinya lama juga. dengan 'kegilaan' nyaris sama, secara kasat mata, mereka pasangan serasi. secara kognisi dan intuisi heee
teman lelakiku selalu berkata betapa tak ada perempuan yang bisa membuatnya tertawa terbahak2 karena kelucuan cerdas yang dibuat istrinya. seperti pelm 'no one but u'.
segumpal cerita cinta itu akhirnya tak bermakna banyak. kalimat2 cinta pun terbang entah kemana karena termakan gosip yang dibuat sangat logis realistis. seolah-olah nyata.
itu masalah awal yang dihadapi.
saat 'tensi' agak turun, aku berbarengan istrinya, usai berbincang dengan seorang teman peneliti dari kanada di sebuah kafe. aku berusaha sekali berbincang mengingatkan soal konsekuensi sebuah 'pilihan'. bahwa saat kita memilih mau nggak mau semua keburukan dan kebaikan yang ada padanya adalah milik kita juga. (frasa ini menunjukan sekali semangatku untuk mendorong mereka buat terus bersama :P)
dalam pada itu dibahas, ketika kita menjatuhkan pilihan pada seorang lelaki 'idealis' maka konsekuensi terbesar kita tak bisa mendapatkan materi lebih yang 'diada-adakan' di luar kemampuan kerja idealis yang dia miliki. kalau kita mau lebih, dibutuhkan 'kreativitas' lebih seorang perempuan untuk 'menopang'nya. tapi musti diingat, hidup bukan cuma butuh uang. tapi nyaman. nggak semua nyaman bisa dibeli dengan uang.
saat itu, aku kira kami dalam kesepadanan sebuah kesepahaman tentang realitas lelaki yang kami nikahi yang kemungkinan besar punya irisan besar dalam soal 'idealisme'.
aku pelajari pribadi teman lelakiku dengan my sweety hubby bertahun-tahun sejak mengenal dua sosok itu dalam hidupku. bukan untuk membandingkan, karena pasti aku berpendapat hubby lebih baik dari dia. selalu.
aku sampaikan pendapatku pada perempuan itu tentang kecenderungan lelaki seperti ini. disuka banyak perempuan, dikagumi banyak pria. kita akan merasa nggak ada 'apa-apa'nya melihat pembanding para penyuka yang kadang 'level' fisik dan materinya lebih baik dari kita. namanya saja pasar bebas, siapa pun boleh suka sama makhluk ciptaan, tapi urusan cinta kayaknya terbatas diberikan pada siapa.
tapi itulah, diskusi panjang saat itu ternyata nggak 'nyantol' juga. kekhawatiran 'tidak' menjadi apa-apa ternyata lebih besar dimiliki perempuan temanku itu.
sang lelaki merasa, hidupnya sudah dipatok untuk ikut perempuan itu dengan cita-cita besarnya untuk menjadi 'kaya' dan kecukupan, atau meneruskan hidup yang apa adanya di profesi yang tak menjanjikan kekayaan tapi 'pengayaan'.
deadlock sudah.
persepsi soal materi akhirnya jadi ujung yang memisahkan keduanya membentuk kutub berbeda tentang kenyamanan hidup. si perempuan merasa harus menambah materi karena nasibnya yang rentan setelah cerita tentang 'perempuan-perempuan lain' itu hadir. sehingga dia merasa perlu membuat banyak 'buffer zone' mempersiapkan kemungkinan terburuk.
saat usulan kompromi kuberikan pada perempuan itu. bahwa yang terpenting sekarang memastikan cinta masih ada menyelamatkan pernikahan yang sudah makan waktu lama, usia pun sudah mulai kepala 3. so, salah seorang harus mengalahkan ego'nya untuk bisa membangun sesuatu bersama dengan kondisi yang pasti akan jadi tak adil bagi salah satunya.
namun, tadi saat chatting, sang perempuan berterus terang dia tak mungkin mengalah, apalagi taun depan sudah dapat beasiswa riset setaun di negeri tetangga. dan sang lelaki sudah memutuskan tak ikut untuk menetapi profesinya yang idealis.
aku tak hendak jadi wasit ato 'skoci hidup' bagi lautan pernikahan mereka yang sedang dilanda badai besar.
aku hanya melihat andai semuanya bisa meredam ego masing2 dan meyakinkan diri bisa menerima masing2 kondisi pasangannya, tanpa ada pretensi atau menganggap diri lain sebagai 'musuh dalam selimut', mungkin ini tak terjadi.
ada juntaian banyak teori tentang gender yang merasa semua perempuan harus sama dipentingkan dengan lelaki. tapi kadang aku berpikir, teori-teori yang terlalu panjang dibicarakan, akhirnya nggak berarti apa2, krn realitas yang dihadapi perempuan selalu berbeda-beda.
kita tak harus malu menyandang sebuah predikat sebagai pekerja domestik, kalo kita rela menerimanya sebagai satu bentuk pengabdian hidup yang bukan hanya tertuju pada satu titik, pengabdi suami. bagiku pribadi, its better to be 'the one who stand behind the screen'. toh, kesuksesan suami, kesuksesan kita juga. sebaliknya sukses istri, sukses suami juga sebagai motivator.
hubby selalu berkata, itulah pentingnya agama, untuk menegaskan tujuan hidup agar semua yang kita lakukan bukan hanya berpijak pada logika yang terbatas dan membatasi ruang gerak yang banyak merugikan. karena kita akan terus dan terus mencari dasar logikanya, sampai merunut logika surga ada dimana? nggak ada habisnya dan melelahkan. bisa jadi saat kita menemukan, kita sudah kehilangan banyak waktu untuk 'berbuat'.
thanks to hubby untuk selalu mengingatkan agar tak ingkar dengan rezeki dari suami. krn banyak perempuan masuk neraka krn tak mensyukurinya.
tapi aku tak mengikuti saran hubby untuk mengajak perempuan itu mengingat nikah adalah ibadah. karena akan percuma, sudah beda jalan logika yang diambil sejak awal.
perempuan itu mengatakan bahwa mereka sudah pergi ke konsultan pernikahan dan menemukan mereka memang sudah di sisi yang berbeda. sekarang yang tinggal dipikirkan bagaimana mengakhiri hubungan dengan baik dan mengingatkan memori bahwa mereka pernah saling mencintai.
perih sungguh aku mendengar penjelasannya. tanpa kuminta dia menjelaskannya panjang lebar, mungkin krn sadar kedekatanku dengan suaminya.
sementara jauh2 hari, teman lelakiku sudah menjelaskan 'posisi' sebenarnya padaku yang berharap lebih pada mimpi punya rumah bersama di sebuah bukit, bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah idaman mereka dari lomba menulis, bahkan membeli mobil.
rumah dan mobil mimpi itu tak terbeli akhirnya dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki. hingga dia harus kehilangan mimpi 'cinta'nya.
aku tak hendak berkabung kali ini. karena bisa jadi setelah pisah, mereka menemukan banyak hal lebih membahagiakan, atau bisa jadi tak menemukan banyak kebahagiaan saat harus bersama dengan orang yang nggak bisa menerima betul siapa mereka sehingga mereka nggak bisa nyaman jadi diri sendiri. sehingga akhirnya alkisah berakhir masing2 merasa harus saling menemukan kembali pada fase perjalanan hidup berikutnya. (ngarep abisss :P)
seperti baju...bukan cuma bentuk, merk atau warnanya yang akan memutuskan kita memakainya atau tidak. unsur dominan pasti rasa nyaman. itulah unsur terpenting dari sebuah hubungan, kukira :)
Senin, 21 Desember 2009
just think about karma
a lot of people feels better to stop talking about karma. tapi terkadang perjalanan hidup orang bisa membuat satu kronologis pelajaran bagi hidupku. bahwa setiap orang akan menuai apa yang dia tanam.
alkisah saat ibu mertua menjadi orang pertama yang berhijab di kampungnya sekitar tahun 1980-an silam menjadi kisah kelabu yang harus beliau lalui --sekeluarga, tentunya, including my sweety hubby--. tantangan zaman itu sangat keras, rumah mereka didatangi intel yang sembunyi di dapur lah, bapak mertua dibawa ke kantor koramil lah krn mempelopori lebaran berbeda dengan pemerintah, sampai anak-anak pun didera banyak tertawaan dan makian krn berusaha menegakan keyakinan.
saat itu, kata hubby, meski ibunya yang memakai hijab, dia yang lelaki dan tak memakai kerudung pun jadi bahan sindiran guru kelasnya waktu SD.
si guru terang2an bilang kalo orang berhijab itu pakaiannya seperti 'togog'. hubby sudah terbiasa berkuping tebal, untungnya. namun sebelnya guru SD ini selalu berulang menyindir2 dengan kalimat2nya.
sampai pada suatu saat, dia yang hobby mempermalukan orang, dipermalukan alloh dengan cara lain. suatu ketika anak perempuannya hamil dengan tak jelas siapa ayahnya, hingga kini malu keluar rumah. anak perempuan guru SD itu pun sekarang memakai kerudung.
kasian guru SD itu di akhir hayatnya diuji dengan penyakit bengkak-bengkak sekujur badan, hingga akhirnya wafat sebelum idul adha kemaren.
aku pelajari betul terkadang hubby dengan kuping panasnya dihina, dicaci, bahkan dikata-katai di belakang tanpa orang2 itu tahu hubby selalu tahu apa yang mereka katakan. banyaknya fitnah.
kadang aku suka agak kesel, kenapa hubby nggak berterus terang apa yang terjadi dan alasan apa dia ambil suatu langkah yang dibilang orang menyebalkan tidak pada tempatnya. tapi dalam banyak kesempatan, hubby selalu mengingatkan berterus terang kalo dia kasian, dia menghindar dari kata 'mempermalukan'.
tapi dari beberapa perjalanan hidup orang yang pernah berburuk sangka ato berperilaku buruk sama hubby, aku merasa betul bahwa menghadapi marah dengan marah bukan sebuah solusi penting. apalagi kalo yang dilawan keras kepala dengan banyak ide menyerang menjatuhkan lawan :P
ide silent is gold aku rasakan betul melibatkan banyak kesempatan melihat kronologis hidup orang itu.
kadang seperti 'ditinggikan' derajat oleh alloh, ternyata ujian yang harus dihadapi dia sangat sulit dibanding orang2 yang mendapat 'derajat' serupa. kadang ada juga yang betul2 menjatuhkan hubby di depan bos pun, eh malah dia yang 'terjungkal' dengan banyak masalah.
hidup memang sebuah karma, saat kita berusaha meredam bahwa bukan karma yang kita dapat, tapi itulah kenyataannya. orang yang pernah melaporkan hubby pun, diam2 direncanakan 'ditendang' kantornya karena prestasi dan moral yang buruk.
segembor2nya orang menjelekan orang lain, dia akan mendapat karma 'jelek' juga sebagai satu pelajaran (jika dia wise menganggap itu bukan pembalasan). hanya untuk memberi peringatan jangan berbuat seperti itu, karena sangat nggak enak menjadi orang yang diperlakukan seperti itu.
alkisah saat ibu mertua menjadi orang pertama yang berhijab di kampungnya sekitar tahun 1980-an silam menjadi kisah kelabu yang harus beliau lalui --sekeluarga, tentunya, including my sweety hubby--. tantangan zaman itu sangat keras, rumah mereka didatangi intel yang sembunyi di dapur lah, bapak mertua dibawa ke kantor koramil lah krn mempelopori lebaran berbeda dengan pemerintah, sampai anak-anak pun didera banyak tertawaan dan makian krn berusaha menegakan keyakinan.
saat itu, kata hubby, meski ibunya yang memakai hijab, dia yang lelaki dan tak memakai kerudung pun jadi bahan sindiran guru kelasnya waktu SD.
si guru terang2an bilang kalo orang berhijab itu pakaiannya seperti 'togog'. hubby sudah terbiasa berkuping tebal, untungnya. namun sebelnya guru SD ini selalu berulang menyindir2 dengan kalimat2nya.
sampai pada suatu saat, dia yang hobby mempermalukan orang, dipermalukan alloh dengan cara lain. suatu ketika anak perempuannya hamil dengan tak jelas siapa ayahnya, hingga kini malu keluar rumah. anak perempuan guru SD itu pun sekarang memakai kerudung.
kasian guru SD itu di akhir hayatnya diuji dengan penyakit bengkak-bengkak sekujur badan, hingga akhirnya wafat sebelum idul adha kemaren.
aku pelajari betul terkadang hubby dengan kuping panasnya dihina, dicaci, bahkan dikata-katai di belakang tanpa orang2 itu tahu hubby selalu tahu apa yang mereka katakan. banyaknya fitnah.
kadang aku suka agak kesel, kenapa hubby nggak berterus terang apa yang terjadi dan alasan apa dia ambil suatu langkah yang dibilang orang menyebalkan tidak pada tempatnya. tapi dalam banyak kesempatan, hubby selalu mengingatkan berterus terang kalo dia kasian, dia menghindar dari kata 'mempermalukan'.
tapi dari beberapa perjalanan hidup orang yang pernah berburuk sangka ato berperilaku buruk sama hubby, aku merasa betul bahwa menghadapi marah dengan marah bukan sebuah solusi penting. apalagi kalo yang dilawan keras kepala dengan banyak ide menyerang menjatuhkan lawan :P
ide silent is gold aku rasakan betul melibatkan banyak kesempatan melihat kronologis hidup orang itu.
kadang seperti 'ditinggikan' derajat oleh alloh, ternyata ujian yang harus dihadapi dia sangat sulit dibanding orang2 yang mendapat 'derajat' serupa. kadang ada juga yang betul2 menjatuhkan hubby di depan bos pun, eh malah dia yang 'terjungkal' dengan banyak masalah.
hidup memang sebuah karma, saat kita berusaha meredam bahwa bukan karma yang kita dapat, tapi itulah kenyataannya. orang yang pernah melaporkan hubby pun, diam2 direncanakan 'ditendang' kantornya karena prestasi dan moral yang buruk.
segembor2nya orang menjelekan orang lain, dia akan mendapat karma 'jelek' juga sebagai satu pelajaran (jika dia wise menganggap itu bukan pembalasan). hanya untuk memberi peringatan jangan berbuat seperti itu, karena sangat nggak enak menjadi orang yang diperlakukan seperti itu.
Selasa, 15 Desember 2009
the curly haired girl
saat mengandungnya adalah masa-masa prihatin, saat duit abis buat renovasi rumah, dan kerja keras harus dilakukan untuk persiapan biaya persalinan. dengan tantangan dua dapur, krn hubby kerja di jakarta sekitar 5 taon lalu.
tapi ajaib, keyakinanku akan kuasa alloh menjadikan saat hamil harus bekerja itu menjadi lain. saat mengandungnya adalah masa-masa terang dengan banyak ide cemerlang dengan 'touch down' rekor kuantitas artikel, ficer sampe berita pernah termuat with my name 'underlined' sampe 8 artikel just in one day.
i never argued what god has sent to us now. an incredable curly girl....
dialah anak kami kedua.
saat kuberi kabar kalo dia mo punya adik, dia siapkan 'utun' sbg panggilan utk jabang bayi dalam kandungan.
selalu kubersyukur atas perkembangan kelincahanannya day to day dengan banyak pembelajaran baru 'mengatasi' anak superaktif.
sumtimes i feel so nervous to accept the fact that i'm her mother. merasa tak terlalu banyak memberikan 'umpan' untuk mengasah kepintarannya :P
kalo dibacain cerita, dia akan ingat terus cerita itu helai demi helai kertas dari buku yang dibacakan. jangan heran, walo dia blm lancar membaca, dia bakal protes kalo ada kalimat yang salah kita bacakan apalagi di 'ngaco2'in.
kami tak pernah mengajarkan dia untuk bersikap ekstrim dalam beragama. tapi itulah, hanya sekali dia mendengar kakaknya dinasihati bude'nya di cilacap utk tak pakai sampo dove krn uangnya digunakan utk membantai muslim palestine. sampe di bandung, kakak yang masih keramas menghabiskan isi sampo itu langsung dicecar,"ih kakak, jangan pake sampo itu kan yang dipake matiin anak-anak palestine."
suatu ketika aku takjub benar saat mengoleh-olehi dia sebungkus agar2. sebelum makan dengan santai dia tanya,"bun, ini dibuatnya sama orang Islam?" dheggg, aku cuma bisa merinding mendengarnya dan menjawab," insyaalloh Nak. ada label halal-nya juga."
dan kalo dia ditanya ato digodain, dia orang mana, pasti dia jawab,"aku orang Islam!"
kadar perpolitikan lokal dia juga cermati dari televisi dan ajaran bapaknya yang biasa dia panggil bokap.
kalo ada jalan rusak, dia pasti salahin,"ini gara2 walikota!!"
akhir pekan kemarin usai banyak berita century dan banyak skandal pemerintahan presiden berkuasa dikupas habis di media massa, aku pikir dia tak akan ikut terpengaruh karena hampir sepanjang hari-harinya dinikmati bersama tokoh-tokoh kartun 'playhousedisney'.
and waktu bokapnya ngengangguin dia saat hendak tidur, aku sangat kesel. karena kalo digoda-godain, anaknya bakal nggak jadi tidur dan main sampe larut, paginya bangun kesiangan.
so aku marah sama bokap si biang kerok dan aku bilang,"udah deh berhenti, tuh kan kamu senengnya bikin instabilitas banget!"
hanya mendengar kata instabilitas, si anak yang baru 4 taon nanti maret itu malah nyeletuk,"kalo gitu okap bisa jadi presiden dong!"
hwaaahwaaahwaaaaaaaaaaaaaaa
aku sering ingin menangis sekaligus tertawa mendengar doa2nya saat sholat. doanya berubah-ubah. sampe tadi pas dzuhur, kakak paling besar n kakak sepupu dari cilacap yang lagi liburan menahan tawa, saat si kecil berdoa,"ya alloh kabulkanlah semua doaku....berikan aku tenaga yang kuat ya alloh...." (kesannya dia bakal disuruh narik becak, ato angkat batu :D)
menyaksikan semua perkembangannya, aku menikmati untuk mensyukurinya sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya yang ditunjukan padaku. sambil menguatkan hati utk tak banyak menceritakannya pada khalayak. cukup bersyukur menikmatinya. karena dia bukan milikku, dia hanya titipan tuhan pencipta alam.
seperti halnya tempat penitipan yang membutuhkan banyak kepercayaan untuk menjaganya, aku berusaha menjadi penjaga dan pemelihara yang baik atas 'barang titipan' itu.
tapi ajaib, keyakinanku akan kuasa alloh menjadikan saat hamil harus bekerja itu menjadi lain. saat mengandungnya adalah masa-masa terang dengan banyak ide cemerlang dengan 'touch down' rekor kuantitas artikel, ficer sampe berita pernah termuat with my name 'underlined' sampe 8 artikel just in one day.
i never argued what god has sent to us now. an incredable curly girl....
dialah anak kami kedua.
saat kuberi kabar kalo dia mo punya adik, dia siapkan 'utun' sbg panggilan utk jabang bayi dalam kandungan.
selalu kubersyukur atas perkembangan kelincahanannya day to day dengan banyak pembelajaran baru 'mengatasi' anak superaktif.
sumtimes i feel so nervous to accept the fact that i'm her mother. merasa tak terlalu banyak memberikan 'umpan' untuk mengasah kepintarannya :P
kalo dibacain cerita, dia akan ingat terus cerita itu helai demi helai kertas dari buku yang dibacakan. jangan heran, walo dia blm lancar membaca, dia bakal protes kalo ada kalimat yang salah kita bacakan apalagi di 'ngaco2'in.
kami tak pernah mengajarkan dia untuk bersikap ekstrim dalam beragama. tapi itulah, hanya sekali dia mendengar kakaknya dinasihati bude'nya di cilacap utk tak pakai sampo dove krn uangnya digunakan utk membantai muslim palestine. sampe di bandung, kakak yang masih keramas menghabiskan isi sampo itu langsung dicecar,"ih kakak, jangan pake sampo itu kan yang dipake matiin anak-anak palestine."
suatu ketika aku takjub benar saat mengoleh-olehi dia sebungkus agar2. sebelum makan dengan santai dia tanya,"bun, ini dibuatnya sama orang Islam?" dheggg, aku cuma bisa merinding mendengarnya dan menjawab," insyaalloh Nak. ada label halal-nya juga."
dan kalo dia ditanya ato digodain, dia orang mana, pasti dia jawab,"aku orang Islam!"
kadar perpolitikan lokal dia juga cermati dari televisi dan ajaran bapaknya yang biasa dia panggil bokap.
kalo ada jalan rusak, dia pasti salahin,"ini gara2 walikota!!"
akhir pekan kemarin usai banyak berita century dan banyak skandal pemerintahan presiden berkuasa dikupas habis di media massa, aku pikir dia tak akan ikut terpengaruh karena hampir sepanjang hari-harinya dinikmati bersama tokoh-tokoh kartun 'playhousedisney'.
and waktu bokapnya ngengangguin dia saat hendak tidur, aku sangat kesel. karena kalo digoda-godain, anaknya bakal nggak jadi tidur dan main sampe larut, paginya bangun kesiangan.
so aku marah sama bokap si biang kerok dan aku bilang,"udah deh berhenti, tuh kan kamu senengnya bikin instabilitas banget!"
hanya mendengar kata instabilitas, si anak yang baru 4 taon nanti maret itu malah nyeletuk,"kalo gitu okap bisa jadi presiden dong!"
hwaaahwaaahwaaaaaaaaaaaaaaa
aku sering ingin menangis sekaligus tertawa mendengar doa2nya saat sholat. doanya berubah-ubah. sampe tadi pas dzuhur, kakak paling besar n kakak sepupu dari cilacap yang lagi liburan menahan tawa, saat si kecil berdoa,"ya alloh kabulkanlah semua doaku....berikan aku tenaga yang kuat ya alloh...." (kesannya dia bakal disuruh narik becak, ato angkat batu :D)
menyaksikan semua perkembangannya, aku menikmati untuk mensyukurinya sebagai salah satu tanda kekuasaan-Nya yang ditunjukan padaku. sambil menguatkan hati utk tak banyak menceritakannya pada khalayak. cukup bersyukur menikmatinya. karena dia bukan milikku, dia hanya titipan tuhan pencipta alam.
seperti halnya tempat penitipan yang membutuhkan banyak kepercayaan untuk menjaganya, aku berusaha menjadi penjaga dan pemelihara yang baik atas 'barang titipan' itu.
Senin, 14 Desember 2009
another contempletation
semua hidup ada ujungnya. tiga teman seprofesi di jkt menghadap-Nya dalam tiga hari terakhir. setelah teman yang diduga kena 'heart attack' wafat rabu, jumat seorang teman senior yang kukenal sejak bangku kuliah (7 taon pacaran sama abang kelasku) wafat pula setelah lama berjuang melawan kanker paru. dan sorenya, sms hubby juga update status FB mengabarkan seorang teman senior di kantor hubby menghadap-Nya saat bekerja mengirim berita dari sebuah warnet di laos.
teman senior yang 'beristirahat' setelah melawan kanker, pergi saat aku baru saja kirim ucapan ultah pada abang kelasku itu di wall FB-nya. krn dulu sering ke tempat kost mereka di muararajeun yang kebeneran sama sekali nggak pernah kuduga, daerah itu jadi tempat bertemu pacar abadiku sekarang.
abang kelas menjawab panjang lebar tentang cobaannya di hari jadinya ke-37. dia sedang berharap ibu mertuanya sembuh dari kritis di RS dan menemukan kenyataan mantan pacar yang tak akan pernah dibencinya menghadap-Nya pada hari yang sama. bagaimana bisa tuhan mengingatkan abang kelasku menjadi sebuah kontemplasi hari ulang tahun yang sangat berbeda.
sementara semua orang termasuk pejabat negeri dikejutkan dengan kematian mendadak teman senior hubby di kantor yang terkenal sangat bersahaja. dia orang sederhana dan kocak yang justru pergi meninggalkan banyak rasa kehilangan.
relasi-relasi yang kadang kita tak pikirkan dalam hidup. hubby merasa gemeteran mendengar teman seniornya berpulang. krn saat hendak pergi, dia sempat bertemu dan temannya itu sempat pamitan seraya berjanji mengirim berita dari negeri sebrang.
hidup memang nggak pernah pasti, tapi mempersiapkan adalah nyata yang harus dilakukan.
aku cuma merasa kehilangan-kehilangan itu sangat mengajarkan pentingnya kebersamaan dan mensyukuri semua relasi yang kita miliki sekarang. selama kita jarang menyakiti orang, jangan khawatir pasti 'pulang' banyak yang mengantar dan mendoakan.
seperti teman senior hubby, yang subhanalloh usai wafat langsung diurus pemandian dan kafannya oleh muslim champa yang jumlahnya hanya sedikit di negeri itu. pergi pun diantar banyak teman dan orang-orang yang bisa jadi tak terlalu kenal dengannya tapi sangat mengetahui persis kerendahan hatinya. bagaimana dia selalu tertawa senang with no complain juga ngedumel apalagi menerima tugas tapi 'rungsing' di belakang, kata testimoni seorang senior, tak pernah dilakukan lelaki itu.
jabatan apapun yang melekat tak pernah bisa 'membantu' orang untuk lebih mulia menghadap-Nya. ternyata hanya tebaran kebaikan pada orang lain lah yang berserak dan akan berkumpul membantu kita menemukan bahagia menghadap-Nya. so what with jabatan. bahkan seorang staf biasa pun bisa 'pulang' dengan cara 'luar biasa'. itu semua hanya karena kelakuan.
lesson learn number sekiaan dalam hidup. thank a zillion alloh...........
teman senior yang 'beristirahat' setelah melawan kanker, pergi saat aku baru saja kirim ucapan ultah pada abang kelasku itu di wall FB-nya. krn dulu sering ke tempat kost mereka di muararajeun yang kebeneran sama sekali nggak pernah kuduga, daerah itu jadi tempat bertemu pacar abadiku sekarang.
abang kelas menjawab panjang lebar tentang cobaannya di hari jadinya ke-37. dia sedang berharap ibu mertuanya sembuh dari kritis di RS dan menemukan kenyataan mantan pacar yang tak akan pernah dibencinya menghadap-Nya pada hari yang sama. bagaimana bisa tuhan mengingatkan abang kelasku menjadi sebuah kontemplasi hari ulang tahun yang sangat berbeda.
sementara semua orang termasuk pejabat negeri dikejutkan dengan kematian mendadak teman senior hubby di kantor yang terkenal sangat bersahaja. dia orang sederhana dan kocak yang justru pergi meninggalkan banyak rasa kehilangan.
relasi-relasi yang kadang kita tak pikirkan dalam hidup. hubby merasa gemeteran mendengar teman seniornya berpulang. krn saat hendak pergi, dia sempat bertemu dan temannya itu sempat pamitan seraya berjanji mengirim berita dari negeri sebrang.
hidup memang nggak pernah pasti, tapi mempersiapkan adalah nyata yang harus dilakukan.
aku cuma merasa kehilangan-kehilangan itu sangat mengajarkan pentingnya kebersamaan dan mensyukuri semua relasi yang kita miliki sekarang. selama kita jarang menyakiti orang, jangan khawatir pasti 'pulang' banyak yang mengantar dan mendoakan.
seperti teman senior hubby, yang subhanalloh usai wafat langsung diurus pemandian dan kafannya oleh muslim champa yang jumlahnya hanya sedikit di negeri itu. pergi pun diantar banyak teman dan orang-orang yang bisa jadi tak terlalu kenal dengannya tapi sangat mengetahui persis kerendahan hatinya. bagaimana dia selalu tertawa senang with no complain juga ngedumel apalagi menerima tugas tapi 'rungsing' di belakang, kata testimoni seorang senior, tak pernah dilakukan lelaki itu.
jabatan apapun yang melekat tak pernah bisa 'membantu' orang untuk lebih mulia menghadap-Nya. ternyata hanya tebaran kebaikan pada orang lain lah yang berserak dan akan berkumpul membantu kita menemukan bahagia menghadap-Nya. so what with jabatan. bahkan seorang staf biasa pun bisa 'pulang' dengan cara 'luar biasa'. itu semua hanya karena kelakuan.
lesson learn number sekiaan dalam hidup. thank a zillion alloh...........
Kamis, 10 Desember 2009
merenung-renung
kemaren sebuah berita mengagetkan kami terima, seorang teman 'berpulang' mendadak di sebuah kantor redaksi koran biru di ibukota. memang kami tak dekat, tapi kami punya keterkaitan dalam sebuah proyek pada suatu waktu. dan bos kedua pernah berusaha merintis kembali kerjasama dengan orang itu, namun masih dalam tingkat idea, belum berlanjut, teman itu telah berpulang.
saat mendengar kabar itu, aku sedikit kaget krn nyaris merasa pertemuan terakhir mengisyaratkan akhir hidupnya. wajah lelah, badan habis, dia berusaha hidup sehat dan kuat.
namun underline dari 'kepergian'nya yang aku rasakan betul menjadi sebuah perenungan adalah sikap shock anak istrinya di bandung krn ayah dan suami mereka meninggal terentang saat berada jauh lebih dari 140 kilometer jauhnya.
sampai maghrib, bos kedua menawariku ikut bersamanya menemani sang istri dan anak menjemput jasad teman kami. aku tersadar. bagaimana kalau itu adalah suamiku?
lelah bekerja dari senin sampai jumat, bertemu untuk bersenang-senang di akhir pekan. kembali terus begitu. rutinitas serupa kami alami dalam tiga bulan terakhir. sapa nyana jika suatu saat terjadi seperti itu, maut menjemput saat berpisah.
jikalau dekat, sapa tau anak, istri, suami, kerabat, sahabat bisa membimbing sakaratul maut. tapi kalau jauh, hanya bisa berdoa semoga selalu ada orang baik lainnya yang menggantikan 'peran' itu.
hidup memang sangat rahasia. hingga kita tak tahu siapa sebenarnya yang benar2 membantu prosesi menghadap sang khalik, di pemakaman, sampai mendoakan kita saat kelak sudah meninggal.
karenanya sekali lagi, nggak basi aku mengingatkan diri sendiri untuk lebih beradab memperlakukan banyak manusia. karena kedekatan, keeratan dan kesetiakawanan bisa jadi sama sekali tak membantu kita kemudian kelak. justru orang-orang terpilih tanpa pamrih menjadi 'pengantar' terbaik di akhir hidup....
saat mendengar kabar itu, aku sedikit kaget krn nyaris merasa pertemuan terakhir mengisyaratkan akhir hidupnya. wajah lelah, badan habis, dia berusaha hidup sehat dan kuat.
namun underline dari 'kepergian'nya yang aku rasakan betul menjadi sebuah perenungan adalah sikap shock anak istrinya di bandung krn ayah dan suami mereka meninggal terentang saat berada jauh lebih dari 140 kilometer jauhnya.
sampai maghrib, bos kedua menawariku ikut bersamanya menemani sang istri dan anak menjemput jasad teman kami. aku tersadar. bagaimana kalau itu adalah suamiku?
lelah bekerja dari senin sampai jumat, bertemu untuk bersenang-senang di akhir pekan. kembali terus begitu. rutinitas serupa kami alami dalam tiga bulan terakhir. sapa nyana jika suatu saat terjadi seperti itu, maut menjemput saat berpisah.
jikalau dekat, sapa tau anak, istri, suami, kerabat, sahabat bisa membimbing sakaratul maut. tapi kalau jauh, hanya bisa berdoa semoga selalu ada orang baik lainnya yang menggantikan 'peran' itu.
hidup memang sangat rahasia. hingga kita tak tahu siapa sebenarnya yang benar2 membantu prosesi menghadap sang khalik, di pemakaman, sampai mendoakan kita saat kelak sudah meninggal.
karenanya sekali lagi, nggak basi aku mengingatkan diri sendiri untuk lebih beradab memperlakukan banyak manusia. karena kedekatan, keeratan dan kesetiakawanan bisa jadi sama sekali tak membantu kita kemudian kelak. justru orang-orang terpilih tanpa pamrih menjadi 'pengantar' terbaik di akhir hidup....
Rabu, 09 Desember 2009
tepat 7 bulan, babe
kalo diitung hari terakhir haid, maka today si bebe tepat 28 weeks. not like other mother who celebrates tujuh bulanan with pengajian, i never do it.
hari ini diperingati dengan unjukrasa anti korupsi yang memacetkan jalan di beberapa kota, termasuk bandung. semoga bebe mengerti ya, diselamatin dengan cara seperti ini supaya jangan jadi koruptor di kemudian kelak.
masuk tujuh bulan, didera sakit gigi selama dua pekan. secaranya seumur hidup belum pernah merasakan gigi berlubang, tersiksa tiap malem jadinya.
awal kehamilan kali ini memang ruarrr biasa (smoga anak yang lahir juga demikian). karena gigi kanan atas paling belakang luruh. katanya kurang kalsium, tapi bolong giginya makin nonjok ke gigi sebelah depannya. akibatnya linu-linu terus yang anehnya menjalar sampe gigi bagian bawah.
karena kurang bobo dan stres mikir sakit gigi, dokter gak praktek aja krn sibuk, darah sempet naek 160/100. untung dokternya agak sabar gak langsung ngirim aku ke rs, tapi pake terapi garlic.
alhamdulillah setelah dua hari, sakitnya mereda, gak pusing2 lagi pas musti keujanan berdua saat tujuh bulanan hari ini.
bebe, ibu berharap kamu baca ini tulisan. biar ngerti ya, kita berjuang bersama, ntar senang-senang bareng juga yaaa. ibu jangan diterlantarkan ya nak :D peace!
hari ini diperingati dengan unjukrasa anti korupsi yang memacetkan jalan di beberapa kota, termasuk bandung. semoga bebe mengerti ya, diselamatin dengan cara seperti ini supaya jangan jadi koruptor di kemudian kelak.
masuk tujuh bulan, didera sakit gigi selama dua pekan. secaranya seumur hidup belum pernah merasakan gigi berlubang, tersiksa tiap malem jadinya.
awal kehamilan kali ini memang ruarrr biasa (smoga anak yang lahir juga demikian). karena gigi kanan atas paling belakang luruh. katanya kurang kalsium, tapi bolong giginya makin nonjok ke gigi sebelah depannya. akibatnya linu-linu terus yang anehnya menjalar sampe gigi bagian bawah.
karena kurang bobo dan stres mikir sakit gigi, dokter gak praktek aja krn sibuk, darah sempet naek 160/100. untung dokternya agak sabar gak langsung ngirim aku ke rs, tapi pake terapi garlic.
alhamdulillah setelah dua hari, sakitnya mereda, gak pusing2 lagi pas musti keujanan berdua saat tujuh bulanan hari ini.
bebe, ibu berharap kamu baca ini tulisan. biar ngerti ya, kita berjuang bersama, ntar senang-senang bareng juga yaaa. ibu jangan diterlantarkan ya nak :D peace!
Kamis, 03 Desember 2009
baby boom in shortly
bu rete, ibunya wendi tetangga tiga rumah di kananku, selalu marah-marah dan menyalahkan henpon sebagai penyebab anaknya malas sekolah. pas dibagi rapot akhir desember 2008, rapot wendi nyaris semua di bawah lima, dengan angka 'alpa' sebanyak 39 hari.
"gawena isuk peuting, siang sore, sms-an weh, tetelponan. dititah hese," ujar bu rete menggerutu.
aku tadinya sependapat dengan bu rete, ikut menyalahkan henpon yang harganya makin murah dengan banyak layanan bebas pulsa sesama operator. bikin generasi ini malas, berleha-leha, menangkap mimpi dan cita-cita dari talking-talking and sms di dunia virtual, tanpa usaha keras.--inget gmn ngumpulin duit dari gaji pas-pasan untuk dapet henpon pertama dulu--
tapi sepekan ini, pendapatku berubah. wendi akhirnya memilih putus sekolah di kelas 1 sma, dan merengek-rengek minta dikawinin sama pacarnya cewej umur 16-an yang sudah duluan DO dan kerja di pabrik.
hanya lima rumah dari rumah wendi. ada anak lelaki umur 16 tahun yang terpaksa dikawinin karena pacarnya terlanjur bunting tujuh bulan. berbeda dengan wendi yang memutuskan DO saat kawin sebatas proposal, cowok yang masih kelas 2 sma ini masih berusaha meneruskan sekolahnya dengan merengek-rengek minta pindan sekolah untuk menghilangkan jejak 'kemaluan'nya.
hampir sebulan lalu, kami kedatangan pertanyaan dari seorang bapak yang membonceng anak gadisnya mencari-cari rumah cepi, anak sma di ujungberung yang katanya rumahnya dekat rumah kami. si bapak membawa anak gadis yang perutnya terlihat membuncit. menanyakan ke sana ke mari dimana rumah si cepi, yang berubah alamat karena pemekaran kecamatan.
belakangan akhirnya aku tau, kalo si cepi ini adalah sahabat dari cowok kelas 2 sma yang terpaksa menikah tadi. dan wow, si cepi yang juga kelas 2 sma itu akhirnya terpaksa menikah dan memiliki bayi baru hanya selang satu bulan dari kelahiran anaknya cowok kelas dua sma tadi (yang sumpah, aku nggak tau namanya).
kakak iparku juga kini tengah kerepotan menampung pelarian saudaranya ke bandung, seorang anak lelaki 15 taun baru kelas 1 sma di solo sana. dia melarikan diri ke bandung karena dikejar-kejar tanggungjawab harus menikahi pacarnya yang sudah 19 taun, duduk di semester dua sebuah universitas dengan kasus sama, hamil.
tukang pijet favorit pun sekarang suka menolak order di malam hari. karena dia harus menunggui mantu barunya berusia 16 taun yang sudah hamil delapan bulan padahal baru dinikahkan dua bulan lalu.
kisahnya rumit, tapi underline-nya sama.
aku baru menyadari betul pernyataan kepala BKKBN, Sugiri Syarief, waktu ketemu akhir februari 2009 lalu, bahwa salah satu faktor kegagalan KB di indonesia adalah usia hamil pertama perempuan yang nggak bisa naik lebih dari 19 tahun di Indonesia. padahal secara statistik kita punya sekitar 40 juta gadis perempuan yang usianya di range 13 sampai 19 taun yang berpotensi hamil.
selama ini program KB banyak dikenalkan pada pasangan-pasangan usia subur. mungkin sudah waktunya berubah sasaran.
tapi boro-boro mau berubah sasaran ato memperbaiki kampanye kontrasepsi atau memperluas 'sex education', lha wong pemerintah lagi sibuk pemilu. anggaran BKKBN 2009 pun turun sekitar 0,05 persen dari Rp 1,2 trilyun menjadi 1,19 trilyun. dimana hampir setengahnya sekitar Rp 450 miliar dipakai untuk membeli kontrasepsi gratis untuk keluarga miskin. selebihnya, kata Sugiri,"kami sangat berharap peran swasta untuk memajukan program KB."
nah, kontrasepsi ato 'sex education' untuk anak muda? ya, pikirin nanti aja kali, kalo udah bener-bener pulau jawa tenggelam dan kita ramai-ramai transmigrasi ke kalimantan ato papua, karena udah nggak mungkin jadi TKI yang banyak dipulangin terimbas krisis global.
"gawena isuk peuting, siang sore, sms-an weh, tetelponan. dititah hese," ujar bu rete menggerutu.
aku tadinya sependapat dengan bu rete, ikut menyalahkan henpon yang harganya makin murah dengan banyak layanan bebas pulsa sesama operator. bikin generasi ini malas, berleha-leha, menangkap mimpi dan cita-cita dari talking-talking and sms di dunia virtual, tanpa usaha keras.--inget gmn ngumpulin duit dari gaji pas-pasan untuk dapet henpon pertama dulu--
tapi sepekan ini, pendapatku berubah. wendi akhirnya memilih putus sekolah di kelas 1 sma, dan merengek-rengek minta dikawinin sama pacarnya cewej umur 16-an yang sudah duluan DO dan kerja di pabrik.
hanya lima rumah dari rumah wendi. ada anak lelaki umur 16 tahun yang terpaksa dikawinin karena pacarnya terlanjur bunting tujuh bulan. berbeda dengan wendi yang memutuskan DO saat kawin sebatas proposal, cowok yang masih kelas 2 sma ini masih berusaha meneruskan sekolahnya dengan merengek-rengek minta pindan sekolah untuk menghilangkan jejak 'kemaluan'nya.
hampir sebulan lalu, kami kedatangan pertanyaan dari seorang bapak yang membonceng anak gadisnya mencari-cari rumah cepi, anak sma di ujungberung yang katanya rumahnya dekat rumah kami. si bapak membawa anak gadis yang perutnya terlihat membuncit. menanyakan ke sana ke mari dimana rumah si cepi, yang berubah alamat karena pemekaran kecamatan.
belakangan akhirnya aku tau, kalo si cepi ini adalah sahabat dari cowok kelas 2 sma yang terpaksa menikah tadi. dan wow, si cepi yang juga kelas 2 sma itu akhirnya terpaksa menikah dan memiliki bayi baru hanya selang satu bulan dari kelahiran anaknya cowok kelas dua sma tadi (yang sumpah, aku nggak tau namanya).
kakak iparku juga kini tengah kerepotan menampung pelarian saudaranya ke bandung, seorang anak lelaki 15 taun baru kelas 1 sma di solo sana. dia melarikan diri ke bandung karena dikejar-kejar tanggungjawab harus menikahi pacarnya yang sudah 19 taun, duduk di semester dua sebuah universitas dengan kasus sama, hamil.
tukang pijet favorit pun sekarang suka menolak order di malam hari. karena dia harus menunggui mantu barunya berusia 16 taun yang sudah hamil delapan bulan padahal baru dinikahkan dua bulan lalu.
kisahnya rumit, tapi underline-nya sama.
aku baru menyadari betul pernyataan kepala BKKBN, Sugiri Syarief, waktu ketemu akhir februari 2009 lalu, bahwa salah satu faktor kegagalan KB di indonesia adalah usia hamil pertama perempuan yang nggak bisa naik lebih dari 19 tahun di Indonesia. padahal secara statistik kita punya sekitar 40 juta gadis perempuan yang usianya di range 13 sampai 19 taun yang berpotensi hamil.
selama ini program KB banyak dikenalkan pada pasangan-pasangan usia subur. mungkin sudah waktunya berubah sasaran.
tapi boro-boro mau berubah sasaran ato memperbaiki kampanye kontrasepsi atau memperluas 'sex education', lha wong pemerintah lagi sibuk pemilu. anggaran BKKBN 2009 pun turun sekitar 0,05 persen dari Rp 1,2 trilyun menjadi 1,19 trilyun. dimana hampir setengahnya sekitar Rp 450 miliar dipakai untuk membeli kontrasepsi gratis untuk keluarga miskin. selebihnya, kata Sugiri,"kami sangat berharap peran swasta untuk memajukan program KB."
nah, kontrasepsi ato 'sex education' untuk anak muda? ya, pikirin nanti aja kali, kalo udah bener-bener pulau jawa tenggelam dan kita ramai-ramai transmigrasi ke kalimantan ato papua, karena udah nggak mungkin jadi TKI yang banyak dipulangin terimbas krisis global.
Selasa, 01 Desember 2009
sesar ato gak sesar??
kayaknya nikmat betul orang bisa melahirkan normal. alloh kasih aku kemudahan melahirkan sesar dua kali krn kasus berbeda. pertama waktu si kakak pre-eklamsi, darah tiba2 meninggi saat hamil belum genap delapan bulan. lahirlah si kakak, setelah gagal diinduksi krn ketegangan jiwa, kontraksi pun menaikan tekanan darah secara tiba2.
kedua waktu dede, ternyata jahitan sesar pertama kurang elastis sehingga pembukaan tak bisa berlangsung sempurna dan terpaksa sesar lagi krn nggak mungkin bekas sesar dirangsang induksi lagi.
yang ketiga, aku sangat bersemangat menjalani prosesi normal sehingga memilih dokter kandungan pun yang memang dikenal sabar menunggu persalinan. dokter perempuan itu memberikan sedikit harapan, krn baru menolong persalinan anak ketiga seorang ibu secara normal setelah dua kali sesar.
hmmm mudah2an aku bisa mengikuti semua treatment dokter. diet karbohidrat, puasa garam setelah tujuh bulan dan jalan minimal 30 menit per hari setelah kandungan di atas tujuh bulan.
syarat yang seperti biasa tapi emang agak sulit dilakukan, apalagi soal menahan godaan jajanan enak hehee
semangat melahirkan normal itu harus sedikit patah saat mudik idul adha kemarin.
entar cerita apa yang disampaikan hubby pada ibu mertua. yang jelas sebelum pulang, ibu mertua yang penyayang memintaku untuk tak berharap lebih bisa melahirkan normal.
"daripada sakit dua kali, dicoba terus gagal. mending dipastiin aja lahir sesar, tanggalnya kan bisa ditentukan kapan juga," ujar ibu.
sedikit banyak keinginan untuk melahirkan normal agak goyah saat ini karena pernyataan itu.
walo masih sedikit berharap, aku pikir harus lebih realistis juga memandang kondisi. kecuali memang alloh siapkan keajaiban lain untuk si jabang bayi ketiga ini.
kedua waktu dede, ternyata jahitan sesar pertama kurang elastis sehingga pembukaan tak bisa berlangsung sempurna dan terpaksa sesar lagi krn nggak mungkin bekas sesar dirangsang induksi lagi.
yang ketiga, aku sangat bersemangat menjalani prosesi normal sehingga memilih dokter kandungan pun yang memang dikenal sabar menunggu persalinan. dokter perempuan itu memberikan sedikit harapan, krn baru menolong persalinan anak ketiga seorang ibu secara normal setelah dua kali sesar.
hmmm mudah2an aku bisa mengikuti semua treatment dokter. diet karbohidrat, puasa garam setelah tujuh bulan dan jalan minimal 30 menit per hari setelah kandungan di atas tujuh bulan.
syarat yang seperti biasa tapi emang agak sulit dilakukan, apalagi soal menahan godaan jajanan enak hehee
semangat melahirkan normal itu harus sedikit patah saat mudik idul adha kemarin.
entar cerita apa yang disampaikan hubby pada ibu mertua. yang jelas sebelum pulang, ibu mertua yang penyayang memintaku untuk tak berharap lebih bisa melahirkan normal.
"daripada sakit dua kali, dicoba terus gagal. mending dipastiin aja lahir sesar, tanggalnya kan bisa ditentukan kapan juga," ujar ibu.
sedikit banyak keinginan untuk melahirkan normal agak goyah saat ini karena pernyataan itu.
walo masih sedikit berharap, aku pikir harus lebih realistis juga memandang kondisi. kecuali memang alloh siapkan keajaiban lain untuk si jabang bayi ketiga ini.
Langganan:
Komentar (Atom)