Selasa, 21 Desember 2010

thats kids who we have to love!

sobatku men-cancel janji bertemu sore ini. dia bilang flu berat dan marah besar sama dua anaknya yang disekolahin jauh-jauh di sebuah sekolah prestisius di utara kota. hanya karena hasil uas-nya jeblok banget.

kubilang padanya...kalo mau marah jangan sama anak-anak. coba lu tanya diri lu sendiri. semaksimal apa lu meluangkan waktu buat membimbing anak-anak belajar di rumah...

secaranya ibu bekerja, men-drop anak di sekolah pagi-pagi, di tengah hingar bingar menembus kemacetan dari selatan kota menuju utara. kemudian menebar sauh memancing rezeki di jatinangor. kembali sore, menjemput mereka kembali dan menembus kembali kemacetan menuju home sweet home.

hanya mengingatkan. apa yang kamu tanam, itulah yang didapat. sebenarnya kita hanya menanam investasi pada sekolah, bukan anak-anak. karena investasi 'nilai' bagi mereka sangat berbeda dengan persepsi kita.

aku cuma menyinggungnya di satu sisi yang aku juga suka lebih sadar diri menerima anak-anakku dengan rupa-rupa kebiasaan jeleknya. karena banyak waktu yang tak mampu kusediakan untuk mereka.

anak pertamaku juga sedang hobby les ngaji, matematika, inggris, perkusi, sampe les renang yang membuat lima hari dalam sepekan adalah perjuangan mengatur jadual antar jemput dengan stopping berbeda.

dan aku nggak berharap banyak dari nilai uasnya semester ini. mumpung masih kelas tiga sd, biarkanlah dia bebas memilih apapun yang disuka selagi tidak melanggar prinsip dan hak orang lain. membiarkannya mulai merancang ingin jadi apa dia kelak, walaupun lebih berat memilih sebagai seniman. sangat jauh dari dunia orang tuanya.

tak mengapa. that's the kids who we have to love with all weakness and fun, as they have to love us as their parents with limited time!!!

whatever...

Minggu, 19 Desember 2010

dont wanna read 'another page'

begitu mencintai pekan ini. walo hubby hanya libur sehari, tapi seneng banget liat dia udah mulai bisa memerankan diri secara maksimal di posisi barunya.

bekerja itu jiwa, uang nomor dua. aku selalu punya prinsip begitu (makanya gak berniat kaya dengan bekerja). cukup diberi jalur halal memenuhi kebutuhan pokok saja sudah hal menyenangkan, selebihnya adalah senang-senang.

kadang kasian baca status pesbuk orang yang mengutuk2 pekerjaan ato bos di kantornya. bagaimana dia bisa merasakan kerja adalah relaksasi kalo udah marah duluan. kesiksa banget perasaannya kali.

tapi sudahlah hanya ingin bersyukur karena hubby sudah mulai tersenyum dengan posisi barunya. itu saja sudah membuatku amat senang.

akhir pekan yang nyaman, nggak mau menghadapi senin. walo hubby agak males2an balik ke ibukota. menyemangatinya dengan tiga hari libur di akhir pekan nanti.

Rabu, 08 Desember 2010

muslihat

muslihat politik birokrat kantor membuat hubby kehilangan 'master piece' nya...aku tau dia sangat kehilangan karena cita-citanya besar berdakwah di dunia maya. aku sebagai istri hanya bisa merelakannya pergi senin-jumat dan kembali akhir pekan karena yakin hubby sedang berjihad memanfaatkan medium dakwah yang punya magnitude luas.

tapi itulah apa hendak dikata. dia balik lagi ke print dan dijadikan kambing hitam untuk 'menaikan' posisi sekelompok badut di kantor. dengan kemampuan intelektual pas-pasan tapi harus berjibaku menyusun strategi menyingkirkan pesaing lebih profesional.

tapi aslinya ngerasa agak kaget karena hanya untuk menggeser seorang hubby, ada campur tangan petinggi partai terbesar di negeri ini.

sayang orang muda itu tak kenal hubby personally. dia hanya kenal seniornya yang 'pemain'. rupanya senior yang nyaris kehilangan jabatan di kantor hubby, menelpon si politisi untuk memainkan peran seolah-olah keberatan dengan banyaknya ucapan dia yang tidak diakomodir hubby. soal sepele. tapi jadi brekele banget. politisi menelpon owner. owner yang punya kepentingan politis untuk 'memuluskan' usahanya dan senior merancang strategi untuk menggeser hubby.

no wonder. mudah banget akhirnya hubby 'dikandangin' hehee

'tenang aja, gusti allah mah nggak tidur' (baru kali itu aku denger hubby berkata begitu untuk sebuah muslihat busuk yang menimpanya).

mungkin hubby akan kehilangan separuh jiwanya karena nggak bisa berhubungan dengan 'master piece'nya yang sudah berdarah-darah dibangun hingga besar dengan kenaikan page viewer sampe 500%.

anak2 buah pun melemas, tim it mengkeret melihat profile pengganti hubby yang sok 'high end'

kubilang, jangan pernah sekalipun itikad dakwah dikotori untuk ikut jadi 'pemain' kotor yang menyenangkan bagi para big bos. 'jangan sekali-sekali nodai kerelaan kami ditinggal senin-jumat hanya untuk ikut 'permainan' mereka'. karena kami yakin hubby sedang berjihad...

'you're not them. they're all s*ck man' (gitu kira2 kalimat provokatifku)

alhamdulillah sejak awal menikahi hubby bukan karena pangkatnya tapi karena pribadinya yang menjadikan aku bisa menjadi diri sendiri. jadi lebih nyaman kalau dia bukan 'apa-apa'.

after that, pagi tadi nerima email pesenan artikel. itu lembaga biasa ngasih honor paling 250-500rb. eh ini dibeli 1,5jt. belum lagi tiba2 nongol tambahan saldo di bca dari wire...setelah pekan lalu terima thr natal yang kepagian.

i adore me amore banget dah...akhirnya akhir pekan ini memberanikan diri ngasih hiburan buat hubby dan anak2. kita mau nginep di hotel bintang empat sebagai compliment buat hubby yang sudah tegas bersikap untuk tidak 'membebek'!

i do love you, man!!