Kamis, 28 Januari 2010
ce or co
yang merasa akan melahirkan baby cowok, girangnya setengah mati, kali cuma sedikit yang girang kalo baby-nya cewek. tapi itulah mental sosial perspektif gender di masyarakat. toh yang terpenting adalah penilaian sang maha kuasa.
sampe skrg, posisi bebe msh sungsang dan sangat sulit dideteksi jenis kelaminnya, walo sekali pernah dokter bilang bakalan co??? mo USG 4D juga maless ngantri n jauh jalannya :P
ya sudahlah aku terima saja apapun jenis kelamin bebe, toh gak masalah.
aku liat dua kakak perempuannya yang lucu2 dan gak kalah menarik dengan anak2 lelaki. lebih seruuu malah.
kakak tertua tujuh taon udah bisa cuci piring, bikin indomie, mandiin dan ndandanin adiknya yg maret berusia empat taon, sekaligus bikinin minum buat emaknya. sampe membuat kagum adiknya. sang adik yang sebentar lagi dipanggil kakak juga pernah bertanya,"buuun, kalo aku jadi kakak, aku bisa gak ya jadi kakak zizi?" (role model banget ternyata jadi anak pertama)
adiknya yang agak hyper, lucunya minta ampun (kayak jojon hehee)
sebenernya dua anak juga udah lengkap, tapi alloh kasih titipan lagi, ya aku terima aja.
so co or ce kayaknya gak terlalu penting. di keluargaku dengan empat anak pertama ce, dan bungsu co, dominasi kekuatan perempuan dalam keluarga terlihat kuat dibanding co yg dulu 'very over-protected' jadi lebih manja, cengeng dan lembeks.
yaa akhirnya ketinggian surga pun gak bisa diukur dari jenis kelamin anak yang kita lahirkan, tapi dari ukuran kesuksesan menjadi orang tua dari kacamata'Nya....
ya alloh beri kesempurnaan akhlak dan raga bagi anak2ku, agar mereka menjadi pribadi muslim yang kuat berguna untuk sesama dan agama. amiiin....
Sabtu, 23 Januari 2010
preparing for earlier birthing
pada usia kehamilan 34 weeks, ketuban rembes dikit2. sampe akhirnya kerasa mules, padahal berat bayi baru 2,3kg. dua hari diserang mules berlebih, membuat semua aktivitas kerja gak nyaman.
kalo udah begitu 'just listen to my body'. kemis pekan kemarin akhirnya memaksakan diri periksa ke dokter lain, krn dokter langganan baru ada jumat. bener deh, drop ketuban sampe 710 ml padahal mustinya di atas 800ml.
dalam kondisi nggowes sepeda motor sendiri, aku berusaha tak panik. meskipun semalaman marah besar sama hubby yang tiba2 mo pergi ke alger-maroko lbh dr 10 hari. aku ngerasa dia nggak mempertimbangkan kemungkinan bebe lahir sblm waktunya saat didesak bos-nya untuk mewakili kunjungan balasan.
tidur kurang, tapi pagi musti nganter paspor hubby ke citytrans ngejar waktu. gak mungkin lah walo dalam keadaan mules2, aku naek angkot. it takes time.
dokter seken opini lumayan telaten, dia kasih banyak masukan. tapi tak membiarkan aku pulang ke rumah dan langsung kontak dokterku utk opname.
gak ada lagi marah sama hubby waktu itu krn pikiran berganti sama kecemasan akan keselamatan bebe. kalo sampe ketuban kurang, udah jelas fatal akibatnya.
yang kepikiran akhirnya cepet melaju motor ke rmh sakit dg pengantar dari dokter seken opini.
sblmnya nelp hubby ngasi tau kondisi (just info, bukan utk membuatnya ikut panik). nelp orang rumah buat siap2in baju. ke atm lah jelas ambil duit.
perasaan emang udah gak enak dalam sepekan, akan ada apa gerangan di minggu itu. ternyata surprise2 gak terduga. menerima kenyataan hubby berangkat jauh n bebe bermasalah.
aku berusaha keras mengelola emosi dan meredam semua stres buat bebe. dengan tenang pergi ke rumah sakit sendiri, sblmnya nelp sekretaris di kantor seken minta dibeliin CD (yang dipake basaah kerembesan ketuban), sarung batik, pembalut n sendal jepit.
sblm daftar aku sempetin beli aqua n kue bangket krn aslinya panik bikin lupa makan. sampe di rs langsung disuruh baring diperiksa denyut jantung bayi, padahal sudah di NST sebelumnya sama dokter seken opini itu.
aku dah sms dokterku, no reply. ternyata bidan n zuster juga pada nelp, gak nyambung jua. maklum dokter sibuk, dia msh ngajar n hapenya di silent.
di sela hujan deras yang alhamdulillah turun saat aku sudah berbaring di ruang periksa, ngobrol banyak sama sekretaris kantor seken. sambil nunggu kakak-ku datang dari bdg selatan.
setelah baringan gak kerasa dua jam tuh, barulah tindakan diambil. tangan kiri mulai ditusuk jarum besar, dimasukin infus, suntikan demi suntikan penguat jabang bayi disarankan dokterku.
tiga suntikan anti biotik lewat selang infus, empat tusukan suntik di pantat kanan kiri buat penguat paru, satu suntikan tes alergi (asli ini paling peureus n sakit buanget)
ya sudahlah aku dirawat tiga hari dua malam. hubby panik, tapi seperti bingung krn byk kerjaan yang harus dia selesaikan. dia pengen cepet nemenin, tapi kuminta dia tenang, biar aku tenang. aku minta dia datang sehari setelah aku dirawat, supaya pikirannya gak kemana2.
ya sudahlah, hubby datang saat dokter datang memeriksa. konsultasi sebentar. dokter cuma nunggu perkembangan janin. dan gak berani mengeluarkan bebe yang baru 2,3kg itu pada saat itu.
dia minta aku bedrest di rumah, naikin volume ketuban n berat si bebe. cuti melahirkan pun ditarik lebih awal.
alhamdulillah stlh 10 hari, diperiksa kemaren ketuban naek 200ml, bebe naek 2,4kg. tapi masih harus sabar nunggu berat bayinya cukup. nunggu hubby pulang long trip 31 jan. nunggu semua siap sedia.
lesson learn, aku yg blm siapin apapun akhirnya pulang dr rs, minta hubby anter beli perlengkapan bayi n obat2 medis pasca sesar yang biasa dipake. utk pertama kalinya beli juga pemeras ASI elektrik, khawatir IMD gagal cuma gara2 bayinya musti di incubator.
semuanya akhirnya siap dengan cepatnya. tinggal menunggu saat baiknya tiba. thanks alloh untuk membiarkanku lebih dewasa me-manage lika liku hidup yang Kau berikan.......
beri keselamatan pada kami berdua..........bebe n i..amiin :)
Rabu, 13 Januari 2010
Air Ketuban
Air ketuban tak bisa dipisahkan dari kehidupan janin. Mengapa?
Ditinjau dari fungsinya, cairan ini sangat penting untuk melindungi pertumbuhan dan perkembangan janin, yaitu; menjadi bantalan untuk melindungi janin terhadap trauma dari luar, menstabilkan perubahan suhu, pertukaran cairan, sarana yang memungkinkan janin bergerak bebas, sampai mengatur tekanan dalam rahim. Tak hanya itu air ketuban juga berfungsi melindungi janin dari infeksi. Air ketuban yang volumenya cukup; tidak berwarna keruh, berfungsi menjamin kecukupan nutrisi dan oksigen untuk si janin. Namun sebaliknya, kelebihan atau kekurangan cairan ketuban akan mengganggu fungsi yang dapat menimbulkan komplikasi pada ibu ataupun janin. Kondisi normal Seiring pertambahan usia kehamilan, aktivitas organ tubuh janin mempengaruhi komposisi cairan ketuban. Jumlah air ketuban tidak terus sama dari minggu ke minggu kehamilan. Jumlah itu pun akan bertambah atau berkurang sesuai perkembangan kehamilan. Saat usia kehamilan 25-26 minggu, jumlahnya rata-rata 239 ml. Lalu meningkat jadi + 984 ml pada usia kehamilan 33-34 minggu dan turun jadi 836 ml saat janin siap lahir.
Faktor penyebab cairan ketubah berkurang
1. Proses menelan. Janin bisa menelan cairan ketuban sebanyak 20 ml per jam atau kurang lebih setengah dari jumlah total cairan ketuban per hari. Tetapi, jumlah cairan yang ditelan ini hampir sebanding dengan produksi urin janin.
2. Ketuban bocor atau pecah.
3. Menurunnya fungsi plasenta akibat kehamilan yang melebihi waktu.
4. Kelainan kongenital (janin) yang berhubungan dengan kelainan sistem saluran kemih, seperti; ginjal tidak berkembang secara normal, atau terjadi penyumbatan saluran kemih.
http://www.conectique.com/tips_solution/pregnancy/during_pregnancy/article.php?article_id=3543
Persiapan kebutuhan untuk persalinan
Persiapan kebutuhan untuk persalinan
Perkirakan jarak antara rumah dan rumah sakit serta lalu lintas yang harus dilalui jika akan bersalin.
Perkirakan kapan waktu persalinan untuk mengatur jadwal bepergian jauh.
Persiapan peralatan yang harus dibawa Untuk Ibu selama persalinan :
a. Alas tahan air (water proof) untuk di mobil selama perjalanan ke rumah sakit.
b. Minyak untuk memijit, untuk mengurangi rasa sakit.
c. Alat-alat mandi seperti sabun, tutup kepala, handuk, dll.
d. Lip balm, sikat gigi dan odol, sisir, ikat rambut.
e. Baju ganti (gunakan baju yang nyaman dan menyerap keringat)
f. Radiotape, CD atau musik yang menenangkan.
g. Bantal dari rumah.
Untuk Ayah :
a. Jam tangan
b. Kartu atau kunjungan pemeriksaan kehamilan, KTP (suami-istri, beserta foto kopinya)
c. Alat mandi : sikat gigi, odol, sisir, dll.
d. Makanan kecil.
e. Baju ganti atau sweater.
f. Kertas, pensil, buku, majalah untuk membaca.
g. No. telp saudara atau teman.
Untuk Ibu, setelah melahirkan :
a. Baju atau gaun yang dapat dibuka dari depan (berkancing di depan) agar dapat menyusui.
b. Kosmetik
c. Bra yang sesuai
d. Makanan ringan yang disukai
e. Baju untuk pulang, perlu diingat badan ibu akan terlihat seperti hamil 5 - 6 bulan, jadi siapkan baju yang sesuai.
Untuk Bayi :
a. Kain flannel beberapa buah (3 - 4 buah)
b. Pakaian bayi, 2 pasang (siapkan 2 ukuran)
c. Popok, dapat menggunakan popok kain atau popok sekali pakai.
d. Sarung tangan, sarung kaki, topi (penutup kepala)
e. Bedak, minyak angin.
f. Selimut untuk membungkus bayi selama di perjalanan pulang.
Selasa, 12 Januari 2010
kado cerita selingkuh #1
dia bilang tambah gede gaji suami, tambah settle, anginnya akan semakin besar. dan bukan cuma kekuatan fisik yang bisa 'mengikat' para suami.
temenku kurang apa? dalam sebulan bisa dihitung brp ongkos mempercantik body,wajah, kulit dan lainnya untuk mendukung penampilan. nyari duit juga kenceng banget buat nutupin biaya rumah tangga. dia mau menerima nikah beda agama, memulai hidup dengan gaji suami 250rb/bulan. tentunya kesulitan2 yang mereka hadapi diharap bisa makin menyatukan langkah mereka.
tapi itulah. jalan hidup yang terlihat mesra dengan suami yang terlihat sangat penyayang tak bisa jaminan bahwa hidup mereka fine2 aja.
bermula dari hamil anak kedua. temen perempuanku cantik yang sama2 weekly wife merasa agak aneh perasaan. suaminya membuat FB berbeda, kemudian dia berusaha invite tapi tak pernah di-add. kemudian dia membuat FB dengan nama berbeda yakni kecengan si suami saat masih di kampus. eh di-add.
dari situlah, dia mulai memata-matai siapa sesungguhnya suaminya. dari status dan banyak comment pada statusnya yang tertuju pada kecurigaan ada 'main' dengan seorang teman seprofesi suaminya, tapi berbeda kota.
saat masuk ke perusahaan baru, suami mengaku dapat gaji 6 jt. suatu kali, istrinya disuruh ngambil uang di atm. istrinya yang pintar lsg mendaftarkan diri pada m-banking dan shock mendapati kebohongan besar ternyata gaji suaminya lebih dari 11 jt. padahal selama ini dari gaji 6jt saja, dia hanya terima utk ongkos hidup dengan dua anak 3,5 jt per bulan. bohong yang fantastis.
tak sengaja, temenku yang gak biasa ngoprek henpon suaminya, iseng melihat isi henpon dan tercengang menyaksikan banyaknya foto perempuan seprofesi suaminya itu.
"tak ada satupun foto keluarga kami di henpon baru itu!" ujar temenku.
setelah itu ceritanya, si suami mengaku ada tugas ke Yk.. saat itu si suami ultah dan temen perempuanku membelikan dompet baru sbg kado. dia berusaha memberi surprises dengan rencana memindahkan semua isi dompet suaminya ke dompet baru. tapi alangkah kagetnya dia menemukan sebuah kondom terselip di dompet tua itu. dia pun urung memindahkan isi dompet dan mengambil gunting untuk memotong ujung kondom dan kemudian mengemasnya kembali.
dia berharap saat pulang dari Yk, kondom itu masih tersimpan di dompet tua. tapi kenyataan memberi bukti lain, kondom itu sudah raib saat kembali ke rumah.
waktu interogasi pun dilakukan perempuan cantik itu. dia merasa harus ada penjelasan sebelum menuduh. suaminya dengan keras menjawab bahwa dia menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan (tapi nyatanya tak ada), kemudian dia bilang bahwa kondom itu milik temannya dan sudah dikembalikan lagi ke temannya (yang jelas2 ada di jkt, bukan Yk).
tak lama, temenku mengetahui pula bahwa perempuan yang diduga jadi selingkuhan suaminya itu tinggal di Yk. lengkaplah sudah semua kebohongan itu menjadi satu cerita riil yang harus dihadapi ibu muda dua anak, yang setiap hari bekerja keras di kantor, mengurus rumah, mengurus anak2, tetek bengek, dan memberikan waktu lebih banyak di akhir pekan untuk suami.
sampai situ, suaminya masih terus terusan berkata bahwa dia 'bersih' dan tak seperti yang dipikirkan teman perempuanku.
ini bukan sebuah cerita tentang keadilan. tapi dia memintaku untuk tidak naif memandang kenyataan hidup.
"sapa sangka, dia idealis, pintar dan sayang keluarga," kata temenku.
cerita tak berakhir di situ. enam bulan lampau, suaminya meminta dia memeriksakan diri ke dokter kandungan karena merasa keputihan yang diderita si istri volumenya terlalu banyak dibanding biasa. karenanya sebagai user, dia meminta istrinya memeriksakan diri ke dokter.
suaminya begiitu memaksanya memeriksakan diri, sampai akhirnya mereka berdua datang ke seorang dokter. sang suami memperlihatkan medical record hasil lab yang menyatakan dia menderita GO. istrinya yang setengah kaget, harus menjalani serangkaian papsmear dst dst.
"dan dokter bilang, aku udah stadium satu serviks!" kata perempuan itu sambil berusaha tersenyum manis.
sementara aku terhenyak dan hanya menahan tangis sambil berseloroh,"brengsek!!"
dia sama sekali tak mempermasalahkan bagaimana suaminya membuang 'hajat', tapi dia hanya tak terima suaminya membawa penyakit sampai ke rumah, untuk orang yang dikasihinya.
"mungkin libido lagi tinggi, imannya turun. tapi pls aku gak terima, dia bawa penyakit ke rumah, dan memiliki belahan hati lain di dunia lain. soal keterbatasan fisik aku bisa terima, tapi dia selingkuhnya udah masalah hati. itu yang bikin aku sakit hati," tuturnya.
akhirnya dia berkeputusan membuat surat perjanjian, sambil menjalani pengobatan. siapa diantara mereka ada yang selingkuh, pernikahan akan bubar dan hak asuh ada di tangan orang yang tak melakukan perselingkuhan.
aku merasa tak akan pernah melarangnya untuk bercerai.
kuingat betul suami temenku yang sebenernya lebih dekat berteman denganku. inget kere'nya dia yang sering minta tolong pinjem duit, tapi setelah duit dipunya, 'kesenangan lain' pun ingin dipunya.
speechless benar aku mendengar cerita itu. tapi bersyukur banget karena kado cerita ini mengingatkan ku akan sebuah keabadian cinta, yang hanya sedikit orang beruntung memilikinya. dan aku gak tau pasti, apakah aku termasuk orang yang 'sedikit' itu???
tepat sewindu
aku bilang hepi milad, dia bilang semoga tambah mesra? terimakasih katanya udah 8 taon mau hidup bareng. insyaalloh bisa tahan. karena ke depan mungkin tantangan makin banyak harus menguras kesabaran.
gak nyangka bisa berjalan selama ini dengan 'orang asing' yang sama sekali nggak kukenal track record-nya.hanya meminta sangat di setiap doa, aku bisa mendapatkan imam yang tepat untuk hidupku yang tak jelas arah saat itu.
mungkin ini jawaban atas doa2ku. merasa bersyukur belajar banyak dari perjalanan delapan taon terakhir meski lebih dari setengahnya dihabiskan terpisah jarak dari mulai bdg-jkt, beasiswa, dst dst
secara fisik memang kami nggak selalu bersama, tapi mudah2an alloh selalu memberi kedekatan bathin yang lebih berkualitas padaku, padamu, dan anak2 kita.
aku tanya mo kado ultah apa? dia bilang udah cukup 'utun' (si bebe) sbg kadonya.
semoga kamu bisa menjadi kado terbaik yang ibu beri untuk sewindu ini, Beb. makin merekatkan kebersamaan dan kemesraan kita semua di rumah yang hangat ini.
Kamis, 07 Januari 2010
biaya lahiran
Untuk kelas VIP:
- partus dokter: +/- 6,500,000 IDR
- operasi SC: +/- 15,000,000 IDR
- partus bidan: +/- 4,500,000 IDR
- partus dokter: +/- 5,300,000 IDR
- operasi SC: +/- 13,000,000 IDR
- partus bidan: +/- 3,500,000
- partus dokter: +/- 4,600,000 IDR
- operasi SC: +/- 11,000,000 IDR
- partus bidan: +/- 2,800,000 IDR
- partus dokter: +/- 3,800,000 IDR
- operasi SC: +/- 9,000,000 IDR
- partus bidan: +/- 2,400,000 ID
kadar cemburu
tingginya 170cm,wajah tirus,otak encer,gaul juga n masih muda tentu. dia memutuskan menikah muda, usia 25 taon, setelah pacaran empat taon.
dia membantah semua isu perselingkuhan yang dituduhkan padanya selama ini. dia menganggap istrinya sangat berlebihan dengan banyak teman perempuannya, kecuali aku yang gendut ini, kalee yaaa
kadar cemburu telah membuat istrinya beberapa kali mengkonfirmasikan langsung bentuk hubungan dengan menginterogasi para perempuan tersangka.
temen lelakiku menceritakan seorang tersangka berani sendiri menghadapi istrinya yang minta keterangan langsung soal status hubungannya dengan dirinya. tapi dia sangat malu, saat istrinya datang bersama seorang temannya yang justru menginterogasi sekaligus ikut menghakimi perempuan yang nggak benar juga berselingkuh.
belum lagi, upaya istrinya meng-sms atau meng-email para perempuan tersangka lain. yang temenku merasa sangat malu karena dia memang tak punya hubungan khusus dengan mereka seperti yang disangkakan.
aku hanya berkaca pada diriku sendiri yang selama ini belum pernah punya keberanian mengkonfirmasikan pada perempuan tersangka dalam kehidupan suamiku. meskipun gangguannya lebih berat dibanding sms dan email.
sebelum menikah, ada seorang perempuan sekretaris di kantor hubby yang cinta mati sepertinya pada hubby. hubby mulanya jujur memperlihatkan sms-sms perempuan itu, yang aku pikir banyak bernada mengundang. dari mulai pengen jadi makmum dan hubby imam-nya sampe cerita baju tidur yang dia pakai (warna coklat khaki paling dia suka, tak berlengan dan panjangnya di atas lutut dan sangat dingin kalo dipake) sebagai perangsang.
gangguannya tak mereda setelah menikah. makin menjadi dengan banyak kata2 'i'm walking behind u, always'
sampai kami terpisahk jkt-bdg 4,5 taon, kadar cemburuku naik dan mencurigai hubby habis2an karena memang seperti banyak yang disembunyikan. aku pernah sangat tidak tahan dengan godaan perempuan sekretaris yang usianya sudah 'tinggi' itu dan meminta cerai dari hubby. karena berbagai evidences yang aku punya termasuk cerita teman2 hubby soal hubungan keduanya.
aku lelah saat itu. tapi itulah nggak punya sedikitpun keberanian utk menanyakan langsung pada perempuan itu dan meminta hubby mempertegas hubungan mereka sebelum semuanya menjadi kebablasan. aku merasa khawatir hubby punya perasaan sama dengan perempuan itu sehingga aku merasa tak berhak sebagai manusia merdeka membiarkan hubby tersiksa dengan perasaannya pada perempuan itu. jika memang suka, silahkan saja. aku sangat tak ingin mengikat lelaki dalam sebuah hubungan yang dia tidak maui. jangan kasihani aku, krn alloh pasti sudah siapkan jalan lempang buat orang2 teraniaya hihiii
prinsipku, aku bukan orang anti-polygami. jadi jangan sekali2 berbohong menyembunyikan kesukaan pada orang lain dengan alasan untuk melindungi hatiku.
sementara hubby berprinsip, perempuan itu sahabatnya dan dia tak ingin menyakitinya. banyak yang disembunyikan karena hubby cenderung nggak ingin mempermalukan perempuan itu.
sampai akhirnya hubby menegaskan dan benar saja perempuan itu menangis krn merasa pengin punya suami seperti hubby.
anehnya penjahat dimana2 sama, gak punya keberanian. tak mau perempuan itu berinteraksi denganku. seandainya mau, aku pelajari kebaikan2nya, mungkin aku bisa mempertimbangkan dia menjadi madu-ku. aku merasa perempuan ini agak 'sakit jiwa' menjadi seorang 'prisoner of the dreams' yang nggak kuat menghadapi kenyataan hidupnya sendiri.
jelas walo aku marah harus mengedepankan logika dan 'pride' sbg perempuan. aku gak bisa sepihak menghakimi perempuan itu, karena bisa jadi hubby 'menanam' kesalahan perlakuan yang menumbuhkan cintanya. bisa jadi juga hubby memang pernah berjanji padanya, tapi tak meluruskannya karena pertimbangan usia juga etnis.
karenanya aku sangat membebaskan perasaan hubby untuk memilih. jika dia merasa pernah punya janji, pernah memberi harapan sama perempuan itu, laksakan dengan berani, jangan sembunyi2. sekali lagi, aku minta jangan pertimbangkan nasibku yang insyaalloh akan lebih merasa bebas karena tak punya 'pikiran mengganjal'.
buat apa kami bisa jalan berdua, sementara perempuan itu akan selalu 'mengikuti' kami dari belakang. "gak jelas kan, dia mau nembak, mau nodong atau nusuk kita dari belakang, mending jalan bareng."
nggak pernah aku tau pasti perasaan hubby sebenarnya yang jelas, meskipun selalu dia bilang 'i will always love u'. aku gak pernah yakin, sampe kini krn aku merasa perasaaan siapapun bisa berubah oleh waktu dan keadaan.
aku tempatkan hubungan suami-istri ini dalam sebuah frame berjalan bersama untuk memberi kebaikan dan kelurusan hubungan dengan pencipta. bahu membahu memperbaiki diri dan saling tolong untuk lebih baik di mata-Nya.
nah karena frame berjalan bersama itu, aku pikir jika partner kita sudah tak bisa berjalan bersama, kita tak bisa memaksanya untuk berjalan bersama.
karena sudah punya anak, aku pikir jalanku lebih merasa tenang dengan fokus hidup yang akan aku jalani, dengan atau tanpa suami. anak2ku adalah masa depanku.
aku berusaha menekan kadar cemburu pada logika dan perasaan yang wajar. tak sampai harus grasa grusu menginterogasi perempuan lain. cukup tanya suami, kalau kita memang percaya sama pasangan kita. kecuali kadar brengseknya memang sudah ada bukti kuat yang dilihat mata sendiri, barulah kita berhak menentukan nasib kita sendiri heheee
sekuat-kuatnya kita mengikat penglihatan dan perasaan suami kita supaya selalu hanya mencintai kita, kalau tuhan bilang dia nggak baik buat kita, pasti pisah juga dengan banyak cara. selemah2nya kita mengingat suami kita dan hanya memasrahkan dengan doa dan sedikit usaha, kalau memang dia baik buat kita di dunia akhirat, insyaalloh dia akan selalu bareng kita.
well. aku merasa temen lelakiku cuma sedikit agak sial saja. tak merasakan nikmatnya selingkuh tubuh, sudah jatuh vonis. dia merasa terlalu mencintai perempuan itu. walaupun sudah pisah ranjang, usai pesta ultah istrinya, perempuan itu mabuk berat, dia masih bersedia memapahnya ke taksi, menggendongnya ke tempat tidur, membersihkan semua muntah, mengganti semua bajunya sampai menyimpan kantong kresek di samping bantalnya, sblm dia balik ke karpet dingin di luar kamar utk tidur.
hal tragis yang bisa terjadi sama semua orang. aku tak hendak menghakimi siapapun, hanya berharap menemukan sebuah pelajaran penting. saat kita jujur sekalipun, kalau memang dipandang orang yang sudah terlanjur berpretensi negatif, akan buruk lah posisi kita. tapi banyak orang yang berlaku tak jujur, dengan penampilan meyakinkan seolah2 dia benar, orang percaya dia jujur. ini dunia panggung sandiwara memang, siapa pun bisa menjadi apa. maklum banyak manusia masih terjebak 'tipuan penampilan' heheee. jadi jangan terlalu serius menghadapinya, apapun itu, tuhan adalah zat paling humoris yang selalu bisa membuat segalanya jungkir balik.
kok jadi ngalor ngidul begini. ya namanya juga 'esprit de corp', selalu membuat semuanya 'berbusa-busa' dengan perasaan berlebihan karena 'akhir cerita tragis seorang lelaki idealis'.
Rabu, 06 Januari 2010
si buncit di pengadilan agama
tak ada orang hamil rasanya diantara ratusan orang yang sesak seolah menerikan kata,"kita mau pisah, pisah, pisahhhh!!"
makanya begitu parkir, satpam langsung bertanya mau ndaftarin siapa,bu?
ya spontan aku jawab, adikku. krn memang teman lelakiku lebih muda 4 taon dariku.
sudahlah dia tunjukan letak loket pendaftaran. begitu masuk, semua mata nyaris tertuju padaku sebagai orang hamil yang dipikir mereka hendak menggugat suaminya yang emang keterlaluan :P
wajah-wajah bengong itu menjadi sebuah pemandangan lucu, begitupun seorang teman seprofesi yang terkaget memanggil namaku saat aku lewat di depannya. dia ternyata sedang mengantar kakak perempuannya beranak dua yang diceraikan suaminya. mereka masih sulit berselisih ttg harta gono gini.
ini bukan pertama aku berkunjung ke pengadilan agama, setelah pertengahan tahun 2008 lalu, aku menemani dan menjadi saksi bagi seorang teman perempuan yang hendak diceraikan suaminya yang hendak kawin lagi dengan perempuan lain. bedanya, dulu aku nggak buncit. itu aja.
ini adalah sebuah rasa berbeda ketika kumasuk ke pengadilan kali ini. karena aku berada di pihak lelaki, bukan perempuan. hanya berpikir, perempuan atau lelaki sama-sama berpotensi besar mengacaukan hubungan pernikahan. sehingga jangan selalu menyalahkan perempuan tak mengerti suami, atau lelaki yang dianggap hidung belang. semua kelamin berpotensi sama!!
proses bercerai sangat mudah buat teman lelakiku, krn tak ada anak dan harta gono gini. agak berbeda saat aku mendampingi teman perempuanku. dia punya anak, sehingga aku harus buatkan perjanjian hak dan kewajiban asuh anak yang ditandatangani dua orang yang hendak bercerai. setelah itu, aku mewakili pihak perempuan 'mendamprat' perlakukan mantan suaminya yang sangat tak sopan 'berjalan' dengan perempuan lain, tapi dengan kata2 yang harus tetap bijak dan elegan.
"apapun alasan kamu, kamu dulu sudah memilihnya menjadi istrimu dan sekarang kamu memutuskan memilih lagi orang lain. secara logika sudah nggak bisa dibenarkan, walau kamu merasa benar memperjuangkan hatimu. ingat-ingat saja, sudah ada anak sekarang. emosi kamu, emosi istrimu harus diredam untuk masa depan anak. sekarang jalani hidupmu, tapi jangan lupakan kewajibanmu pada anakmu. kalau ada bekas istri atau bekas suami wajar, nggak sedarah. tapi nggak pernah ada istilah mantan anak!" antara lain begitu wejangan terakhirku dengan rasa emosi dipendam habis, berusaha melupakan kesakitan teman perempuanku sendiri yang saat itu terus mendidihkan darahku sebenarnya.
kali ini, mungkin teman lelakiku akan menghadapi proses yang cepat dan mudah krn memang tak perlu ada perdebatan lagi.
"aku sudah nggak dianggap. dia pun bulat memutuskan bercerai. ya sudah apa lagi," ujar teman lelakiku.
aku cuma bisa memastikan temanku tak menyesal dan berusaha menenangkan emosinya yg masih labil dengan kalimat,"tenang saja, suatu hari justru dia yang akan menyesal, karena nggak akan bisa menemukan lelaki yang benar2 menerima dia apa adanya, kecuali kamu!"
Selasa, 05 Januari 2010
pisah mungkin yang terbaik
dia dalam kondisi bokek berat, bayar hutang ini itu, padahal baru dapet hadiah 18jt. kisah tragis yang rumit akhirnya.
saat perempuan 'insecure' itu meminta cerai, saat itu menurut temenku, dia akhirnya pisah ranjang di rumah kontrakan mereka. setiap hari, dia tidur di karpet di ruang baca. dan calon bekas istrinya sudah mengusirnya agar segera pindah rumah.
sementara kamar dia yang kosong di rumah orangtuanya sedang dipakai kakaknya yang baru saja melahirkan. dia tak tega harus mengambil space buat baby kakaknya. akhirnya dia mencari kost yang juga nggak ketemu2.
dia merasa sudah lelah. tak dianggap nasihatnya sbg suami dan terus menerima tudingan dia selingkuh. blom lagi mengongkosi gaya hidup istrinya, yang baru ultah di sebuah kafe dalam semalam habis 2,8jt. meowwww glek!!
akhirnya dia bilang minta tolong proses cerai dipercepat. udah nggak kuat.
apalagi menjelang penerbitan novelnya taun depan diwarnai pula dengan kecurigaan editor buku di penerbit suka juga sama temen lelakiku. padahal mereka hanya saling menyapa via sms, apa sudah makan, dst? krn buku sedang diedit jadi komunikasi pun berjalan intens. tapi sang istri yg sudah mengganggap busuk suaminya, malah meng-sms pada perempuan itu dia tak terlalu suka suaminya di-sms dengan hal2 yang dianggap private.
semuanya memang sudah buntu, saat komunikasi berlawanan arah dengan tak ada titik temu. pisah mungkin jalan yang terbaik.
walo temenku bilang dia jadi pseudo-sama kata nikah, semoga dia diberikan alloh perempuan yang mau belajar bareng 'berdiri' n 'berjalan' :)
"aku memang nggak menjanjikan kekayaan, tapi aku juga nggak berhenti mencari peluang menambah penghasilan. kalau aku dapet perempuan lagi, minimal dia mau belajar bareng buat berproses seperti ini."
Senin, 04 Januari 2010
the best day to born
pasalnya hari jumat, tanggal merah perayaan kelahiran nabi Muhammad, bokap libur, nenekmu pun bisa sekalian menengokmu.
sebenarnya HPL yang ditentukan dokter adalah 1 maret, tapi itu pas hari kerja. pengennya pas libur ditungguin banyak keluarga, biar pas kamu lahir, semua menyambutmu dengan suka cita.
semalem, aku ngomong sama bokapmu ttg perasaan kuat bahwa kamu lahir sblm waktunya Nak. bokapmu bilang, alloh pasti udah siapkan waktu terbaik buatmu untuk lahir ke dunia.
sepekan kemarin ibu dah periksa ke dokter, terapi kurangi karbohidrat berhasil, ibu turun BB dua kilogram. terapi garlic juga berhasil, tensi darah turun jadi 100/70. tapi itu dia, beratmu Nak, blm 2 kg. jadi sekarang sambil persiapan, kita berusaha ya untuk naikin berat badan kamu dg resep susu protein dari dokter, plus coklat, es krim, n byk makan daging :)
kesulitan2 yang kita hadapi selama kehamilan mu Nak, semoga bisa membuatmu mengenal arti perjuangan yang sebenarnya. menjadikan kamu anak kuat yang nggak cengeng menghadapi banyak persoalan hidup.
nggak sabar nunggu waktu lahir kamu tiba, Beb.