masih bicara soal teman lelakiku yang menjelaskan panjang lebar tudingan 'selingkuh' yang membuat istrinya nggak nyaman bersamanya.
tingginya 170cm,wajah tirus,otak encer,gaul juga n masih muda tentu. dia memutuskan menikah muda, usia 25 taon, setelah pacaran empat taon.
dia membantah semua isu perselingkuhan yang dituduhkan padanya selama ini. dia menganggap istrinya sangat berlebihan dengan banyak teman perempuannya, kecuali aku yang gendut ini, kalee yaaa
kadar cemburu telah membuat istrinya beberapa kali mengkonfirmasikan langsung bentuk hubungan dengan menginterogasi para perempuan tersangka.
temen lelakiku menceritakan seorang tersangka berani sendiri menghadapi istrinya yang minta keterangan langsung soal status hubungannya dengan dirinya. tapi dia sangat malu, saat istrinya datang bersama seorang temannya yang justru menginterogasi sekaligus ikut menghakimi perempuan yang nggak benar juga berselingkuh.
belum lagi, upaya istrinya meng-sms atau meng-email para perempuan tersangka lain. yang temenku merasa sangat malu karena dia memang tak punya hubungan khusus dengan mereka seperti yang disangkakan.
aku hanya berkaca pada diriku sendiri yang selama ini belum pernah punya keberanian mengkonfirmasikan pada perempuan tersangka dalam kehidupan suamiku. meskipun gangguannya lebih berat dibanding sms dan email.
sebelum menikah, ada seorang perempuan sekretaris di kantor hubby yang cinta mati sepertinya pada hubby. hubby mulanya jujur memperlihatkan sms-sms perempuan itu, yang aku pikir banyak bernada mengundang. dari mulai pengen jadi makmum dan hubby imam-nya sampe cerita baju tidur yang dia pakai (warna coklat khaki paling dia suka, tak berlengan dan panjangnya di atas lutut dan sangat dingin kalo dipake) sebagai perangsang.
gangguannya tak mereda setelah menikah. makin menjadi dengan banyak kata2 'i'm walking behind u, always'
sampai kami terpisahk jkt-bdg 4,5 taon, kadar cemburuku naik dan mencurigai hubby habis2an karena memang seperti banyak yang disembunyikan. aku pernah sangat tidak tahan dengan godaan perempuan sekretaris yang usianya sudah 'tinggi' itu dan meminta cerai dari hubby. karena berbagai evidences yang aku punya termasuk cerita teman2 hubby soal hubungan keduanya.
aku lelah saat itu. tapi itulah nggak punya sedikitpun keberanian utk menanyakan langsung pada perempuan itu dan meminta hubby mempertegas hubungan mereka sebelum semuanya menjadi kebablasan. aku merasa khawatir hubby punya perasaan sama dengan perempuan itu sehingga aku merasa tak berhak sebagai manusia merdeka membiarkan hubby tersiksa dengan perasaannya pada perempuan itu. jika memang suka, silahkan saja. aku sangat tak ingin mengikat lelaki dalam sebuah hubungan yang dia tidak maui. jangan kasihani aku, krn alloh pasti sudah siapkan jalan lempang buat orang2 teraniaya hihiii
prinsipku, aku bukan orang anti-polygami. jadi jangan sekali2 berbohong menyembunyikan kesukaan pada orang lain dengan alasan untuk melindungi hatiku.
sementara hubby berprinsip, perempuan itu sahabatnya dan dia tak ingin menyakitinya. banyak yang disembunyikan karena hubby cenderung nggak ingin mempermalukan perempuan itu.
sampai akhirnya hubby menegaskan dan benar saja perempuan itu menangis krn merasa pengin punya suami seperti hubby.
anehnya penjahat dimana2 sama, gak punya keberanian. tak mau perempuan itu berinteraksi denganku. seandainya mau, aku pelajari kebaikan2nya, mungkin aku bisa mempertimbangkan dia menjadi madu-ku. aku merasa perempuan ini agak 'sakit jiwa' menjadi seorang 'prisoner of the dreams' yang nggak kuat menghadapi kenyataan hidupnya sendiri.
jelas walo aku marah harus mengedepankan logika dan 'pride' sbg perempuan. aku gak bisa sepihak menghakimi perempuan itu, karena bisa jadi hubby 'menanam' kesalahan perlakuan yang menumbuhkan cintanya. bisa jadi juga hubby memang pernah berjanji padanya, tapi tak meluruskannya karena pertimbangan usia juga etnis.
karenanya aku sangat membebaskan perasaan hubby untuk memilih. jika dia merasa pernah punya janji, pernah memberi harapan sama perempuan itu, laksakan dengan berani, jangan sembunyi2. sekali lagi, aku minta jangan pertimbangkan nasibku yang insyaalloh akan lebih merasa bebas karena tak punya 'pikiran mengganjal'.
buat apa kami bisa jalan berdua, sementara perempuan itu akan selalu 'mengikuti' kami dari belakang. "gak jelas kan, dia mau nembak, mau nodong atau nusuk kita dari belakang, mending jalan bareng."
nggak pernah aku tau pasti perasaan hubby sebenarnya yang jelas, meskipun selalu dia bilang 'i will always love u'. aku gak pernah yakin, sampe kini krn aku merasa perasaaan siapapun bisa berubah oleh waktu dan keadaan.
aku tempatkan hubungan suami-istri ini dalam sebuah frame berjalan bersama untuk memberi kebaikan dan kelurusan hubungan dengan pencipta. bahu membahu memperbaiki diri dan saling tolong untuk lebih baik di mata-Nya.
nah karena frame berjalan bersama itu, aku pikir jika partner kita sudah tak bisa berjalan bersama, kita tak bisa memaksanya untuk berjalan bersama.
karena sudah punya anak, aku pikir jalanku lebih merasa tenang dengan fokus hidup yang akan aku jalani, dengan atau tanpa suami. anak2ku adalah masa depanku.
aku berusaha menekan kadar cemburu pada logika dan perasaan yang wajar. tak sampai harus grasa grusu menginterogasi perempuan lain. cukup tanya suami, kalau kita memang percaya sama pasangan kita. kecuali kadar brengseknya memang sudah ada bukti kuat yang dilihat mata sendiri, barulah kita berhak menentukan nasib kita sendiri heheee
sekuat-kuatnya kita mengikat penglihatan dan perasaan suami kita supaya selalu hanya mencintai kita, kalau tuhan bilang dia nggak baik buat kita, pasti pisah juga dengan banyak cara. selemah2nya kita mengingat suami kita dan hanya memasrahkan dengan doa dan sedikit usaha, kalau memang dia baik buat kita di dunia akhirat, insyaalloh dia akan selalu bareng kita.
well. aku merasa temen lelakiku cuma sedikit agak sial saja. tak merasakan nikmatnya selingkuh tubuh, sudah jatuh vonis. dia merasa terlalu mencintai perempuan itu. walaupun sudah pisah ranjang, usai pesta ultah istrinya, perempuan itu mabuk berat, dia masih bersedia memapahnya ke taksi, menggendongnya ke tempat tidur, membersihkan semua muntah, mengganti semua bajunya sampai menyimpan kantong kresek di samping bantalnya, sblm dia balik ke karpet dingin di luar kamar utk tidur.
hal tragis yang bisa terjadi sama semua orang. aku tak hendak menghakimi siapapun, hanya berharap menemukan sebuah pelajaran penting. saat kita jujur sekalipun, kalau memang dipandang orang yang sudah terlanjur berpretensi negatif, akan buruk lah posisi kita. tapi banyak orang yang berlaku tak jujur, dengan penampilan meyakinkan seolah2 dia benar, orang percaya dia jujur. ini dunia panggung sandiwara memang, siapa pun bisa menjadi apa. maklum banyak manusia masih terjebak 'tipuan penampilan' heheee. jadi jangan terlalu serius menghadapinya, apapun itu, tuhan adalah zat paling humoris yang selalu bisa membuat segalanya jungkir balik.
kok jadi ngalor ngidul begini. ya namanya juga 'esprit de corp', selalu membuat semuanya 'berbusa-busa' dengan perasaan berlebihan karena 'akhir cerita tragis seorang lelaki idealis'.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar