buah ini paling nggak enak. katanya kalo dimakan ibu mati, kalo gak dimakan, bapak yang mati.
ini cuma perumpamaanku buat kondisi yang hubby hadapi sekarang. betapa pengennya dia keluar kerja dan mencari pekerjaan lebih dekat dengan keluarga, tapi ya berat ninggalin banyak jejak dan mantan pacar --kaliiyaa-- di tempat kerjanya sekarang.
perhitungan waktu abis lebaran ini sangat menentukan bagi dia. tapi di luar dugaan, aku malah tenang banget. gak ngerasa deg-degan kayak kemarin-kemarin pas dia memutuskan untuk keluar. mungkin karena sekarang lagi sibuk memikirkan 'legenda' sendiri.
nyatanya hubby masih mempertimbangkan ikut mantan bosnya. karena satu faktor, pemimpinnya shalat atau gak shalat.
saya sih seterah aja yang akan menjalani. (bahasa formalnya)
ini bukan saat bagi saya untuk mendorongnya pada sebuah keputusan. melainkan memasrahkan semuanya pada tuhan yang kuasa yang lebih mengerti yang terbaik untuk kami.
sudah biasa tak berharap banyak. sudah terlalu biasa menghadapi semua kekosongannya lima hari dalam sepekan. sudah terlalu biasa juga menghadapi remeh temeh itu sendiri. heheee
menikah ya menikah, dia menyatukan dua pribadi dalam sebuah cawan cinta dan membuat persinggungan irisan dua lingkaran budaya hidup. tapi nyatanya bagi saya, menikah itu tetap harus membebaskan, tak mematikan satu sama lain. karena saya pun tak bersedia jadi orang lain, seperti saya tak menginginkannya jadi orang lain hehee
Rabu, 28 Juli 2010
kepikiran doang
tadi nyempetin diri ke toko buku sendiri. liat bang nuim dari melbourne yang awal karier banyak memberi pencerahan bagaimana jurnalisme radio berlaku, udah nulis buku. temen baik juga berniat menjadikan kisah-kisah kami, perjalanan menegakan jiwa di pekerjaan unpredictable ini sebagai buku.
jadi kepikiran mengumpulkan semua artikel tentang bandung yang pernah dimuat sebagai sequel menjadi buku sejarah juga buat anak-anak kelak.
jadi kepikiran juga bikin banyak profil, not about the 'high' or popular person, tapi tentang orang-orang di hidup saya. yang jahat, yang baik, yang konyol, yang kotor, (tapi sebatas di blogs, khawatir ditimpukin :D) --terinspirasi buku barunya pak ajip--
jadi kepikiran membuat semua legenda pribadi menjadi sebuah wujud nyata menyejarah.
semuanya kepikiran. tapi gak jelas realisasinya.
anehnya 'kepikiran doang' itu muncul saat sibuk begini. ngurus anak, ngurus rumah, ngurus proposal buat bidding, ngurus rencana pameran 4 agustus, ngurus keluarga yang kebeneran pada sakit, ngurus beberapa janji 'joni' sama temen2 yang butuh masukan dari soal imunisasi, asi sampe hamil di luar nikah. *sok sibuk*
jadinya ya baru sebatas kepikiran doang dulu dehhh. mungkin dimulai dengan membuat profil orang-orang sekitar saya dari kecil sampe tua begini :P
jadi kepikiran mengumpulkan semua artikel tentang bandung yang pernah dimuat sebagai sequel menjadi buku sejarah juga buat anak-anak kelak.
jadi kepikiran juga bikin banyak profil, not about the 'high' or popular person, tapi tentang orang-orang di hidup saya. yang jahat, yang baik, yang konyol, yang kotor, (tapi sebatas di blogs, khawatir ditimpukin :D) --terinspirasi buku barunya pak ajip--
jadi kepikiran membuat semua legenda pribadi menjadi sebuah wujud nyata menyejarah.
semuanya kepikiran. tapi gak jelas realisasinya.
anehnya 'kepikiran doang' itu muncul saat sibuk begini. ngurus anak, ngurus rumah, ngurus proposal buat bidding, ngurus rencana pameran 4 agustus, ngurus keluarga yang kebeneran pada sakit, ngurus beberapa janji 'joni' sama temen2 yang butuh masukan dari soal imunisasi, asi sampe hamil di luar nikah. *sok sibuk*
jadinya ya baru sebatas kepikiran doang dulu dehhh. mungkin dimulai dengan membuat profil orang-orang sekitar saya dari kecil sampe tua begini :P
Senin, 19 Juli 2010
cuma butuh conto
kerasa banget bedanya ada di rumah sama kelayapan di luar cari duit. anak-anak menjadi kontrol paling hebat mengingatkan banyak hal prinsip yang kita terapkan sama mereka.
cobalah nyuruh kakak shalat, pasti ditanya duluan,"ibu udah shalat juga?"
jadinya bukan terpaksa, akhirnya dengan kesadaran penuh, membiasakan diri dengan melakukan sesuatu sebelum menyuruh orang.
anak-anak pun sangat peduli detail, sangat skeptis, dan menarik banyak urat kesabaran.
sadar banget, mereka cuma butuh conto, bukan banyak teori apalagi wejangan berpanjang-panjang.
selalu kalo mendiskusikan ini dengan teman2 baikku terucap,"kalo dulu mah kita boro2 protes, disuruh apa harus mau, dikasih apa harus terima."
ya aku selalu jawab, ini adalah konsekuensi kita memberi demokratisasi lebih pada anak-anak untuk tumbuh lebih cerdas, bebas tanpa tekanan. sepanjang mereka masih menetapi hal prinsip, mengingatkan hal prinsip, jangan khawatir. justru kita mesti mulai menundukan diri sedikit, lebih banyak mendengar daripada bicara. kan gak ada dosanya kalo memang mesti belajar dari anak-anak.
tapi yah kan kita sering jadi repot musti belajar dari anak-anak. "makanya jangan terlalu demokratis. jadi bumerang :P"
cobalah nyuruh kakak shalat, pasti ditanya duluan,"ibu udah shalat juga?"
jadinya bukan terpaksa, akhirnya dengan kesadaran penuh, membiasakan diri dengan melakukan sesuatu sebelum menyuruh orang.
anak-anak pun sangat peduli detail, sangat skeptis, dan menarik banyak urat kesabaran.
sadar banget, mereka cuma butuh conto, bukan banyak teori apalagi wejangan berpanjang-panjang.
selalu kalo mendiskusikan ini dengan teman2 baikku terucap,"kalo dulu mah kita boro2 protes, disuruh apa harus mau, dikasih apa harus terima."
ya aku selalu jawab, ini adalah konsekuensi kita memberi demokratisasi lebih pada anak-anak untuk tumbuh lebih cerdas, bebas tanpa tekanan. sepanjang mereka masih menetapi hal prinsip, mengingatkan hal prinsip, jangan khawatir. justru kita mesti mulai menundukan diri sedikit, lebih banyak mendengar daripada bicara. kan gak ada dosanya kalo memang mesti belajar dari anak-anak.
tapi yah kan kita sering jadi repot musti belajar dari anak-anak. "makanya jangan terlalu demokratis. jadi bumerang :P"
Selasa, 06 Juli 2010
serba gak jelas
kalo semua lagi gak jelas, riweuh gak puguh begini, jadi sulit merumuskan apa yang musti dilakukan. kecuali menunggu dan menunggu. tapi bukankah menunggu itu sangat menjemukan, bikin lumutan.
ehmmm aslinya proses menunggu ini sudah bikin jadi gak nyaman. mulai gak sabar dan pengen ada perubahan.
ehmmm aslinya proses menunggu ini sudah bikin jadi gak nyaman. mulai gak sabar dan pengen ada perubahan.
Langganan:
Komentar (Atom)