Jumat, 18 Februari 2011

kenapa musti punya anak?

dulu gak pernah kepikiran bakal menikah dan punya anak. secaranya bermimpi jadi soliter yang melanglang buana. akhirnya ego itu hanya bisa tunduk saat bertemu seseorang yang bisa bikin kamu merasa dicintai begitu akhirnya pasrah untuk menikmati hamil kemudian beranak...

banyak orang memutuskan tak punya anak. termasuk beberapa teman perempuanku yang kebetulan menikah juga memutuskan demikian. surprisingly it happened with my close friends...its ok. diantaranya memutuskan memelihara kucing, anjing bahkan ada juga yang bersahabat dengan komunitas tertentu atau menekuni hobby tertentu sebagai pilihan.

but its their own choices. bagiku tetep nyaman punya anak. walo kadang bertanya pada diri sendiri, apa hanya sekedar menerima suratan takdir untuk beranak, meneruskan generasi, mengemban tugas agama untuk menegakannya di kemudian hari...mungkin itu tujuan formal yang kemudian membentuk persepsi banyak orang soal pentingnya punya keturunan. but all is well :P

sampai satu ketika, anak tengah yang baru akan lima tahun bulan depan, usai sholat berdoa,"ya allah ampuni dosa-dosa ibu bapakku, sayangi mereka seperti mereka menyayangi aku waktu masih kecil...dst." terhenyak, agak berurai air mata.

mengingat diri yang tak sempurna menjadi bunda baginya. mengingat diri yang tak terlalu baik berbuat untuk banyak orang. mengingat diri yang jauh dari sempurna. "oh god, preman-preman begini ternyata ada yang ndoain!"

kerasa bener pentingnya punya anak.

dalam kepsek log sekolah kakak bulan ini, kepsek menulis di akhir surat p.s di internet sekarang sedang ramai orang membicarakan blogs alanda kariza, ada baiknya bapak ibu ikut membacanya dan merasakan tentang kecintaan anak pada orang tua...

ya benar, alanda tak akan begitu membela ibunya secara terbuka tanpa sadar kalau ibunya memang tidak bersalah. semua nilai-nilai prinsip yang ditanam bukan sekedar ucapan, itulah yang akan kita tuai dari sikap anak-anak.

tiba kemudian ke kantor, aku mendapati sahabatku yang suaminya stroke masuk kerja hari pertama. dia langsung acak2 netbook punyaku dan mencari blogs anak semata wayangnya yang lelaki 13 tahun.

si anak menulis tentang ayahnya. anaknya menulis singkat:

Ayah gue itu Sebenernya pinter , apalagi pas dapet beasiswa ke Belanda. Singkat cerita pas gue umur 3 tahun ayah gue Stroke untuk kali pertama. Ga terlalu fatal , hanya organ tubuh sebelah kanan ga bisa gerak (tapi masih bisa jalan). Dan sekarang umur gue mau 14 taun (18 Desember nanti) baru aja 1 minggu yang lalu ayah gue kena stroke yang ke 2 kalinya. Dan bisa2 lumpuh. Padahal pengeeeenn banget gue jalan2 lagi sama ayah gue keliling dunia , Naik Haji :) hah gue bakal terus berusaha. Gue harus selalu semangat.
(maap dudith, tante quote blogs punyamu Nak :P)

sahabatku pun berurai air mata...betapa anak 13 taun sudah bisa memikirkan hal jauh di luar perkiraan ibunya...

jadi makin ngerti kenapa allah kasih aku anak...thanks Lord :)