Rabu, 07 September 2011

dari tas mikir kualitas (teman)

hubby belikan tas kulit baru. ibaratnya barter. krn tas punggung yg dibeli di jkt terlalu cowok dan agak ribet kalo kupake, hubby memakainya. sbg gantinya aku minta dibelikan tas simple yg muat semua barang2 dan alat kerjaku.

nah pas dipake pertama. temen2 pada bilang bagus. keren. trus preksa2 merk. sampe ada yang nyiumin baunya segala. "kulit asli!" beuhhh

agak malu jadi memakainya. krn aku lebih tekankan fungsi dan kenyamanan memakai. mereka melihat dari kacamata model, merk dan taksiran harga.

aku bbm hubby ttg kejadian itu. hubby bilang sok dijawab,"ya jelas keren, orang yang mbeliinnya juga keren" whewhhh geuleuh.

aku cuma bilang, gitu ya pergaulan. kalo aku sengsara, mereka masih mau berteman gak? heheheee

bukan bermaksud mempertanyakan pertemanan. perjalanan,pengalaman berteman memang sebuah ujian kesetiaan yang gak mudah diukur hanya dengan perkataan.

saya nggak mau njelimet mengukur pertemanan. tapi nyatanya memang akhirnya berpikir, kalo saya bukan siapa2, apa mereka masih mau jadi teman saya?

kata suhu kalimat bijak, Mario Teguh--sahabat buruk itu seperti bayangan, dia ada saat terang dan menghilang di saat gelap--

i've found a lot of good and great friends so far.tentunya yang sudah teruji melewati itu semua...alhamdulillah. cuma teman2 di suasana bekerja memang lain, mereka datang dan pergi seperti biasa...ada yang baik, ada yang nyebelin...saya menikmatinya.

dari tas itu saya merasa gak perlu berpikir lebih jauh lagi. toh saat mereka komentar pun, itu sudah menunjukan perhatian. itu sesuatu, tentu :)

lebaran berbeda selalu so lovely


berdua gak ambil cuti lebaran. krn hubby harus berangkat usai lebaran ke suatu tempat buat diskusi ttg suatu hal. tapi aslinya sangat menikmati liburan yang hanya tiga hari. full barengan kemana2. makan bareng. jajan bareng. dan tidur siang yang istimewa (jarang bisa take a nap kalo hari biasa).

aroma lebaran kali ini harus kembali menerangkan kepada anak2 kenapa memutuskan berbeda lebaran, bukan karena berkiblat ke arab ato kami muhammadiyah.

islam itu gak mengenal batas negara. kita ber-islam mengikuti agama rahmatan lil'alamin yang kebetulan berpusat di arab sebagai kiblat ritual. nah, soal lebaran memang setiap tahun kami nggak berpatokan pada sidang isbat versi pemerintah. indonesia meratifikasi konvensi OKI untuk gunakan hilal berdasarkan kawasan, tapi kurang memperhatikan konsideran negara2 sekitar yang punya pengamatan lebih canggih dan terpercaya.

dalam beragama, jelas aku bukan lulusan pesantren kayak hubby. tapi berupaya melakukan pencarian. dan aku merasa logika harus digunakan sebagai energi berpikir mencari yang benar dalam berkeyakinan. sampai akhirnya aku menemukan jejaring muslim muda yang sama2 dalam pencarian. tapi sekali lagi, kami bukan muhammadiyah.

sebelum menentukan puasa, sholat ied kurban ato lebaran, kami selalu menunggu keputusan negara2 sekitar. malaysia yang punya 30 titik pengamatan hilal, brunei, s'pore termasuk aussie. indonesia yang cuma 14 titik pengamatan selalu berbeda karena ada patokan dua derajat yang kalo dikonfirmasi ke ahli astronomi bener juga gak ada konsideran untuk menyatakan bahwa kalo gak dua derajat gak bisa disebut bulan baru. nah kalo udah kasat mata kelihatan kumaha?

hilal udah keliatan di 3 titik walo belum dua derajat. tapi itu dinafikan begitu saja tahun ini. entah ada apa dengan sidang isbat.

sementara umat islam di indonesia, bisa duduk kritis sbg warga negara, tapi masih berkali lipat jika harus berpikir kritis sebagai umat. karena merasa kalau pemerintah salah, biar saja dosa ditanggung mereka. padahal agama ini diciptakan hanya untuk orang-orang yang berpikir. like parachutes. they work best when opened.

saat memandang islam, harusnya memandang sebagai satu sistem mendunia. dia tidak terkotak-kotak dalam negara. apalagi banyak konstruksi koruptif dalam pengambilan kebijakan beragama dalam sebuah negara. itu musti menjadi catatan penting untuk meluruskan shaf dalam beragama.

saat memutuskan berlebaran selasa pun, senin sore teman sudah menelpon bahwa s'pore, m'sia dan aussie di pulau yg wilayahnya terdekat 2 jam dari indonesia akan berlebaran selasa. so kami putuskan lebaran selasa.

tanpa diduga yang lebaran selasa banyak dan hampir gak dapet tempat. gak semua mereka muhammadiyah ato berkiblat ke arab. tapi banyak janggalnya sidang isbat. termasuk persoalan adu domba yang disiarkan televisi ternyata banyak mempengaruhi pendapat.

abis sholat selasa subuh, temen di bandung yang baru pulang dari US kirim text message kalo dia masih percaya untuk puasa pada hari itu. karena di sidang isbat disebutkan m'sia dan brunei juga lebaran rabu. aduh mis-leading lagi deh pemerintah. aku bilang kalo m'sia dan negara2 kawasan di asia-aussie kecuali selandia baru memutuskan selasa. akhirnya dia kroscek dan shock memikirkan kenapa sidang isbat bisa berdusta? apalagi dia akhirnya googling kalo dalam sidang isbat disebutkan 3 titik melihat hilal, tapi dinafikan krn secara astronomi (di satu aliran, kan aliran astronomi juga banyak) blm masuk bulan baru. hanya gara2 dua derajat yg sangat debatable.

males memasukan soal riwayat nabi yang tidak mempertanyakan brp derajat dan brp jauh orang yang melihat hilal datang padanya sehingga dia membatalkan puasa. aku cuma pakai logika awam dan selalu bermohon pada yang maha kuasa untuk ditunjukan pada pencarian di jalan yang benar. bukan menurut aku, suamiku, keluargaku, tapi menurut islam sejatinya.

akhirnya temanku pun batal puasa dan berlebaran pada hari itu. insyaAllah aku gak merasa hebat untuk menundukan logika dia ttg sidang isbat. krn yakin dia pintar dan berlogika hingga berdebat kritis mempertanyakan keputusanku. aku senang karena ada dialog di dalamnya. dia memutuskan juga mencari konsideran2 lain, mempertanyakan keputusanku sampai bertanya pada mufti-nya di US ttg masalah ini.

semua punya alasan buat mempercayai atau tidak percaya sidang isbat. aku yakin, nanti saat dihisab kita akan ditanya dasar berpikir saja. jadi jangan masalahkan kenapa kita berbeda, apalagi sampai mentertawakan kelompok sedikit yang sholat hari selasa karena gak ngikutin mainstream umat berlebaran di hari rabu.

seperti seorang tetangga yang menyindir,"males aja puasa lagi ya, jadi lebaran selasa!"

insyaAllah aku memaafkan orang2 seperti itu yang berpendapat miring ttg orang yang memilih lain. akhirnya hanya allah yang berhak menentukan kebenarannya. semoga jika pun salah, dia memaafkan aku yang masih dalam pencarian ini.

lebaran berbeda sejak aku menikah dengan hubby adalah hal biasa. keluarga memaklumi. dari lima anak, hanya dua anak orang tuaku yang tak ikut kata sidang isbat. karenanya, walo berbeda, kakak tertua yang kebetulan guru dan istri tentara selalu merasa wajib mengikuti lebaran versi pemerintah pun mengerti betul pilihan kami.

dia sudah terbiasa memasakan ketupat,opor,dan macam lainnya untuk diantar ke rumah kami sehari sblm lebaran versi pemerintah hehee....alhamdulillah. secaranya dia paham aku selalu malas masak berat seperti itu...apalagi hubby gak suka ketupat,opor, paling banter masih masuk sambal goreng kentang.

alhamdulillah beda ini masih selalu indah di keluarga kami. tak pernah menyangsikan dan memaksakan mereka untuk ikut bersama pendapat kami. tapi kakak dan adik2ku merasa berbeda lebaran tak jadi pembeda. kami tetap satu saudara, menikmati menjadi umat dengan segala alur logika untuk mencari kebenaran hakiki.

Selasa, 23 Agustus 2011

perhiasan perempuan

ngomongin perhiasan emang selalu identik dengan kesukaan perempuan. sok aja kan, suka geli gitu liat laki-laki pake gelang, cincin gede ato kalung emas (belom lagi pas nyengir giginya emas juga hahaa)

oneday, sekretaris memperlihatkan foto teman2 mainnya diantaranya ibu2 dengan wajah cantik dan berat banget tema perhiasannya. biar keliatan kalungnya, ibu2 berkerudung sengaja beli kalung panjaaaang dijuntaikan sampe ke bawah kerudung. kalo giwangnya nggak keliatan, ya dicobain biar keliatan dengan menempelkan kerudung hingga ke telinga, kemudian memberikan sedikit celah agar ujung kuping bagian tindiknya nongol, maka terlihatlah perhiasannya.

nah sekretaris cerita lagi. ada temennya cowok merasa selalu harus memakmurkan istrinya dengan berbagai perhiasan mencolok. dia akan merasa bangga, puas dan bergengsi jika orang2 melihat istrinya seperti toko emas berjalan yang merepresentasikan daya beli nya sebagai lelaki. its all about pride.

pas waktu mertua masih jadi camer, dia nanya sama hubby tentang perhiasan yang aku sukai. hubby bilang kalo aku gak pernah keliatan pake (ya karena gak punya kalee>?:P) jadi dia pikir sembarang aja mau ngasih emas bentuk gimana.

so waktu hantaran diberikan (exluded mas kawin, krn mas kawin aku mau sesuai kemampuan hubby membeliku, so he gave me 1 million in cash :D), agak kaget karena berjuntaian itu gelang,kalung,giwang,cincin beratnya lebih dari 30 gram?

sebagai orang gak pernah punya koleksi (kecuali cincin n giwang yang juga jarang dipake) aku terkaget2. merasa gak memprediksi mertua perempuan akan 'menghargai'ku sebanyak itu. ada beberapa kali perhiasan dipake, sebelum akhirnya memutuskan meleburkannya dalam bentuk batangan untuk menghindari kebingungan memakai dan sifat lupa dimana menyimpannya.

sampai akhirnya anak2 perempuanku mulai suka pakai cincin dan bertanya kenapa mereka tidak ditindik sejak bayi dan dihiasi telinganya dengan anting2 seperti anak2 perempuan lain. untuk cincin, aku belikan mereka dari tabungan yang mereka simpan (dari sisa uang jajan dan pemberian). cincin itu ternyata gak awet juga mereka pakai, cepat bosan dan akhirnya menjadi penghuni kotak perhiasan kayu pemberian temanku di bangkok yang mereka simpan di lemari.

tak menindik telinga tiga anak perempuan jadi pertanyaan banyak orang buat kami, di saat trend 'body piercing' makin mendunia. islam tidak mengenal budaya tindik. yang digariskan adalah membedakan perempuan dan lelaki dari pakaian yang lebih melindungi aurat sesuai dengan jenis kelamin masing-masing (batasan auratnya jelas).

jelasnya lagi, kami gak mau menyakiti bayi kami sejak dini hingga menimbulkan trauma mendalam tentang kesakitan yang dirasakannya. selain banyak googling dan cari referensi tentang urgensi tindik. seperti juga budaya sunat perempuan yang ternyata cuma mitos yang menurut refrensi diciptakan oleh raja-raja untuk menekan libido seksual perempuan. sama halnya dengan budaya tindik.

balik ke soal tindik yang memang gak diatur dalam islam, kami memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan atas itu kepada anak2 kelak kalau sudah besar. karena tubuh mereka adalah hak mereka. sepanjang tidak melanggar aturan agama, go ahead gals!

terlebih kami ingin mereka tidak menonjolkan perhiasan hanya berdasar ingin dilihat lebih status sosialnya di mata manusia. tapi lebih mementingkan sebaik2nya perhiasan perempuan di mata tuhannya.

perjalanan seperti ini terlihat remeh dan tidak umum. hanya ingat satu firman tuhan bahwa beragama yang benar itu nantinya akan seperti barang aneh. ini jalan sunyi dan butuh kekuatan hati dan pikiran agar tidak terjebak hanya mementingkan pendapat manusia dan menafikan pendapat tuhan. semoga kalian mengerti, anak2ku :)






Rabu, 20 Juli 2011

Cat Stevens--Father And Son Lyrics

it's 12 p.m, still wake up after watching 'radio pirate'@hbo...this song is one of the soundtracks...its a film with full of friendship art :)

Father
It's not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

I was once like you are now, and I know that it's not easy,
To be calm when you've found something going on.
But take your time, think a lot,
Why, think of everything you've got.
For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.

Son
How can I try to explain, when I do he turns away again.
It's always been the same, same old story.
From the moment I could talk I was ordered to listen.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

Father
It's not time to make a change,
Just sit down, take it slowly.
You're still young, that's your fault,
There's so much you have to go through.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I'm happy.

(Son-- Away Away Away, I know I have to
Make this decision alone - no)

Son
All the times that I cried, keeping all the things I knew inside,
It's hard, but it's harder to ignore it.
If they were right, I'd agree, but it's them They know not me.
Now there's a way and I know that I have to go away.
I know I have to go.

(Father-- Stay Stay Stay, Why must you go and
Make this decision alone?)

Minggu, 10 Juli 2011

lewat 37 tahun


3 juli kmaren 37 tahun umurku sudah...lengkaplah kehilangan teman terbaik lainnya yg dipanggil menghadapnya dg sakit yang hanya 5 hari...tiba2 panas tinggi minggu pagi, masuk HCU dg gangguan nafas berat, masuk ICU senin pagi, kamis siang wafat.

Terlibat penelusuran penyebab kematian bapak 61 tahun itu...banyak belajar darinya untuk berteman dengan penjahat sadis sampe orang idealis...suatu ketika dia bertanya kenapa kamu mau berteman dg saya, pdhl saya kan bajingan...aku cuma bilang kadar kemanusiaan orang itu gak keliatan dr penampilan, tapi dari kebaikan yang disemai...aku termasuk yg dapat semaian kebajikan itu.

Dia lah tebengan paling setia, yang bisa antar jemput aku pas hamil, anter belanja sampe liputan ke pelosok, sampe cek bukaan ke rumah sakit...kalo hari hujan, motor dititip, jadilah nebeng sampe rumah di mobilnya...

Sulit mengungkapkan kebaikannya padaku, hanya tuhan bisa membalasnya dg jalan lempang di alam barzah n akhirat...

Sedih...sampe akhirnya perasaan tragis terasa pas tau dia ada kontak dg unggas 4 hari sblm sakit...ikut melepaskan burung2 gereja sbg simbol seremoni sosialisasi KB di sebuah stasiun kereta...begitu tamparan itu dibuat...sejak akhir 2005, terlibat isu flu burung nyatanya tak bisa menolong teman baiknya sendiri hik hiikkksss

Gak ada guna menyesal. Semua udah takdir memang. Cuma berjanji menhgembalikan budi baiknya kepada anak2 n istrinya sekarang.

Ulang tahun setahun ini kehilangan 2 orang berharga dalam hidup. Mengingatjan hidup hanya 'mampir ngombe'. Jadi musti buru2 meluruskan hal prinsip bekal akhirat...

Hubby dengan surprise-nya memastikan mau beli rumah di depok, supaya kami bisa bersama2 terus. Karena hidup ini singkat, kesibukan hubby bertambah. Kasian badan kalo musti. Nyetir bolal balik saban akhir pekan.

Dia bilang rumah itu hadiah buat ultahku kali ini. Semoga jadi awal barengan terus setiap hari. Jadi berkah. Amiin.

Sabtu, 25 Juni 2011

paperless doctoral

hmmm sebenernya rada gimana mikirin diri sendiri. secaranya minder wardeg sama orang2 bertitel, karena emang semangat sekolah yang makin lama makin menurun.

kuputuskan hidup ini sebagai universitas tanpa batas. untuk memberi dorongan dalam setiap langkah lebih berguna buat keluarga dan orang lain, walaupun hidup tanpa ijasah S1.

percaya nggak? sejak lulus februari 2002, aku belom ngambil ijasah dan nggak pernah bermasalah dengan pekerjaan hanya gara-gara hidup tanpa ijasah itu.

aku bukan orang yang mengkultuskan sebuah pendidikan formal? emang iya. aku pikir setiap hari adalah pendidikan mental dan moral spiritual atas interaksiku dengan banyak orang, lingkungan dan alam.

aku pengin kayak ajip rosidi, pemikiran hebat, belajar otodidak dari banyak bacaan genre sastra dan budaya. dia nggak pernah punya ijasah sma tapi bisa jadi pengajar di universitas bergengsi dan menjadi warga kehormatan di negri matahari terbit selama puluhan tahun.

apakah aku bisa bertahan tanpa ijasah? kayaknya iya.

sahabat tua ku pun hingga dia hidup dan bekerja di jerman lebih dari 7 tahun sampai sekarang dalam posisi sama. dia belom ngambil ijasah di kampus kami sampai kini beranak dua.

mau ketawa? silahkan tertawakan. tapi inilah pilihan hidup. untuk menjadi berguna tanpa ijasah.

nggak perlu diperbandingkan gengsinya di depan manusia formal. alhamdulillah masing berhadapan dengan lebih banyak orang yang menganggap skill memegang peranan penting dalam bertahan hidup.

sebenernya bingung juga sama skenario tuhan atas hidupku.

aku malas berijasah sarjana. tak mengkoleksi foto2 wisuda lengkap dengan toga dan pamer ijasah. tapi tuhan maha pemaaf dengan memberikan aku kesempatan membantu dua teman membuat penelitian thesis hingga menuliskannya, salah satunya bahkan mahasiswa internasional....

aku pikir, otakku sudah bisa mengikuti alur penelitian warga S2 heheee

ternyata challenge lain diberikan tuhan yang maha humoris atas hidupku. aku duduk berhari-hari mengedit 430 halaman desertasi doktor untuk sahabatku yang lain.

alamaaaakkkkk sulit membayangkan bagaimana mungkin warga tak berijasah ini merambah otak dan tangannya menyetarakan diri dengan warga S2 dan S3?

jangan dibayangkan. aku hanya merasa makin hari tuhan menyudutkan aku agar merasa bahwa ijasah sudah nggak jaman. walaupun otak terus diberi kesempatan menyetarakan pikiran dengan warga hingga sekelas S3...

here i'm, the paperless doctoral should be

wkwkwkwkkkkkk

Rabu, 22 Juni 2011

cepat panjang kakimu, Nak

menakar ukuran kaki anak-anak adalah momen mengamati pertumbuhan fisik mereka. karena agak susah menemukan kaki orang dewasa terus memanjang *kebayang setaun aja naik satu nomor dari awal lahir, usia 35 taun udah sepanjang apa?

pas lagi leyeh-leyeh di kamar, gak sengaja memandang keluar ke ruang tamu agak kaget liat sepasang kaki. sepasang kaki itu keliatan banget panjangnya pas selonjoran karena sudah lewat satu lebar laci lemari yang cuma sekitar 30CM.

karena cuma liat kaki, gak liat badannya, sepintas kupikir itu kaki ponakan pertama. tapi kok ya kurang jebrag n item sesuai fisik ponakan. sempet nyangka itu ukuran kaki kakakku yang pake sepatu nomor 36.penasarn kutengok, eh si kakak ternyata.jadi mikirin telapak kaki panjang itu. sekarang udah pake sepatu nomor 35, sebenar lagi nyusul induk semangnya yakni kakakku nomer dua.

pas mikir, dia baru kelas 3 SD, kebayang mungkin kelas 6 kakinya bakal pake sepatu nomor 38 seperti emak yang melahirkannya.sepekan lalu ukuran kaki si memed juga nambah setelah diketahui ujung2 kakinya memutih seperti hendak lecet setelah seharian memakai sepatu tertutup. jadilah dia memakai nomor 23 sekarang. sedangkan si teteh yang masih 5 taun memakai nomor 28 ato 29 untuk kaki mungilnya.hmmm cepat sekali kalian bertumbuh Nak...kayak kerasa baru kemarin hamil dengan perut besar terus dibawa bekerja, naik motor keliling2...kemudian berhenti setelah harinya bertanda hendak melahirkan.

waktu berjalan cepat, kalian akan cepat2 besar dan memilih sepatu sendiri, bahkan membelinya dengan uang kalian.tugas orangtua juga akan semakin mengikis. tapi pikir punya pikir, apa sebenarnya yang sudah aku lakukan buat kalian?mungkin cuma hal minim karena miskinnya waktu yang aku punya...tak sesempurna ibu2 lain yang bisa meluangkan waktu 24 jam seharian mengasuh anak2nya dengan perlindungan maksimal. mengantar anak2nya sekolah, pergi les, menyuapinya setiap waktu makan tiba, mengelus dan memeluknya setiap saat mereka menangis.

melihat diri sendiri? aku memang ibu si miskin waktu...yang membiarkan anak2 tumbuh dengan pengasuhan orang lain di siang hari...dan rasanya menjadi tak full saat menikmati pertumbuhan kaki-kaki mereka memanjang dengan tubuh-tubuh mungil yang meninggi.semakin anak-anak besar, semakin merasa apa sebenarnya yang sudah aku lakukan untuk mereka?


semoga cuma tak sekedar bertanya dan merasa sampai menunggu terlambat untuk berbuat. amin...

Jumat, 27 Mei 2011

nunggu sakit ato nunggu kaya?


suatu siang terik seorang sahabat dari sebrang pulang BBM,"got a minute Bu?", aku jawab,"yup?"

hmmm cerita punya cerita dia deg-degan dengan hasil pap-smears dia yang not too good. there's carcinoma cells found in her servix. dia bilang ironis kalo bener itu kanker serviks, karena sebagai mantan wartawan bidang kesehatan, dia sering nulis soal kanker dan bagaimana mencegahnya.



"kalo emang iya aku positif, ironis oge karena dulu rajin bikin tulisan soal si serviks ini. banyak dokter nawarin tes ini itu tapi aku nggak diambil. just likes a wake up call"



hmmm mau dibilang apa, emang aku belum pernah periksa aja, komenku mungkin kurang pas. aku cuma saran untuk cari seken opini. kalau pun benar, yuk mulai ikhtiar berobat. aku bilang kalo aku di posisi dia pasti lebih down, karena anakku kan lebih banyak :P



dia ketawa....



merunut sejarah hidup bersahabat dan berteman. kabar soal perempuan kena tumor ato kanker makin merembet deket di sekelilingku. sahabatku sendiri wafat november 2010 lalu, nggak bisa bertahan pasca operasi tumor pembuluh darah. kasusnya langka yaa diperkirakan hanya 80 orang di dunia ini yang kenak tumor jenis itu.



dia bukan sahabat pertama yang meninggal kena tumor, waktu kuliah awal kerja dulu di radio, kehilangan candra lukitantriani yang akhirnya juga nggak kuat bertahan karena tumor otak.



setiap kehilangan adalah masa-masa manis yang patut dikenang. tak peduli pernah bertengkar, berdebat ato saling ejek sehebat atau semenyakitkan apapun. kehilangan adalah kehilangan, yang selalu menyisakan kenangan manis, menyisakan penyesalan kenapa dulu gue nggak meluangkan lebih banyak waktu sama dia, nggak berbuat lebih baik sama dia, nggak bawa dia jalan-jalan ke taman safari dan dufan seperti keinginannya mengajak serta anak-anakku bla bla blaa.....



setelah kehilangan november lalu. aku selalu teringat dengan foto ini.



gara-garanya banyak ikut macem2 seminar kesehatan sampe keselamatan kerja. aku terpengaruh. banyak foto-foto masa lalu dicatat sebagai sejarah yang di negara lain diteliti lebih dalam. seperti saat mendengar pemaparan orang kanada dan amerika tentang dampak asbestos yang menimbulkan kanker paru. diperlihatkan foto para karyawan di sebuah pabrik di china. di foto dengan lebih dari 10 orang di dalamnya, nyaris semuanya disilang sudah meninggal akibat kanker. diduga kuat mereka meninggal sebagai dampak pemakaian asbestos di lingkungan pabrik mereka.



thats why, aku selalu liat foto-foto lama terutama foto ini. karena dua temanku yang wafat berjalan berdampingan. aku sempat sms sama sahabatku satu kamar kos waktu di jatinangor, menceritakan soal ini. dan dia mendepak semua pikiran burukku tentang foto ini karena dia juga punya foto dengan komposisi sejenis yang ada dia di dalamnya.



akhirnya aku melupakan pikiran buruk itu.



setiap kali kudengar teman kena tumor, kanker atau penyakit lain menjadi sebuah peringatan yang malas aku follow up. aku belum pernah cek papsmears, mamo, dan men-scan semua organ tubuhku untuk mencari penyakit yang bersarang di dalam tubuhku. mungkin aku takut. mungkin aku pengecut :P



ya sudahlah. memang aku pengecut, apa mau dikata :D



di luar itu. setiap penyakit yang menyambangi siapapun di sekitarku kebanyakan hanya dijadikan sebuah pikiran baru bahwa sebenarnya mungkin mereka dipilih untuk lebih serius dan menjalani hidup dengan tujuan lebih jelas. menyerahkan segalanya pada sesuatu yang kekal. from ash to ash, from dust to dust....



saat kemudian aku bertemu seorang ibu cantik yang dulu punya hidup bagus, tak pernah susah sedari kecil dan jatuh sakit pada usia 33 tahun. sebuah sakit yang sulit sembuh. tapi kemudian dia tersadar dengan penyakit itu. just likes a wake up call, sudah saatnya dia berbuat banyak untuk orang lain.



"aku jalani hidup dulu 'life as usual', sekolah, kuliah, menikah, dapat kerja bagus. tapi itu semua kan untuk diri sendiri, mungkin sekarang jalannya aku berpikir untuk orang lain," kata ibu tanpa anak yang kini 46 tahun dan sudah memasuki tahun ke 13 menjalani 'sakitnya' yang penuh berkah. harta akhirnya bukan segalanya. dia hibahkan banyak hartanya untuk menggulirkan modal abadi untuk yayasan sosial yang dikelola. untuk menautkan 'hidup' pada kehidupan selanjutnya....



hmmm...aku berpikir betapa lamban sebagai orang sehat memacu sel-sel 'sosial' dalam diriku sendiri. apa karena mungkin aku berpikir akan hidup selamanya, bahagia dengan pacar dan tiga gadis kecilku??? karena aku belum terdeteksi sakit? sehingga berpikir masih panjang usia untuk disita oleh yang 'maha punya'. aku akui pikiranku sempit.



jadi kenapa aku harus menunggu sakit sebagai alarm menghidupkan sel-sel 'sosial' itu? kalau ibu itu sudah berlomba bersama orang-orang sakitnya mempersiapkan kehidupan kekal, lantas aku sudah berbuat apa untuk suatu yang kekal itu?



oh aku nggak menunggu sakit toh aku punya pikiran, kalo nanti uangku lebih banyak sebagian akan kuberikan sebagai hibah untuk menggulirkan modal koperasi simpan pinjam buat teman2 pengajian yang kurang mampu. mungkin sebagian dihibahkan untuk pesantren yang lebih dari separuh siswanya dari kalangan nggak mampu. mungkin itu bisa dijadikan tabungan kekalku.



tapi kapan aku punya uang yang disebut sebagai 'lebih' itu?



saat aku pikir sempit terkunci di situ. tuhan mempertemukan aku dengan banyak ibu-ibu miskin yang bisa berkiprah di lingkungannya sebagai pahlawan lingkungan, pahlawan penangkis serangan narkoba dan epidemi hiv/aids, pahlawan untuk keadilan jender dan hukum, dll



aku menemui mereka di gang-gang sempit, di jalan-jalan terjal di pegunungan dengan banyak keterbatasan. tapi nyatanya mereka mampu mengubah sesuatu di lingkungan sosial mereka, menghadirkan kehidupan lebih baik untuk banyak orang.



aku cuma terantuk malu. aku belum ketahuan sakit, aku belum tentu juga kaya raya. kok masih terus memperdebatkan bahwa someday aku bisa membuat sesuatu yang lebih berguna untuk orang lain...masih terus terpaku bahwa ibadah personal sholat 5 waktu dan mendidik anak di rumah adalah sesuatu??



apa harus nunggu sakit, nunggu kaya, untuk mengubah dunia???? hmmmm....



ya sudahlah, aku mulai menuliskan cerita ibu yang sakit dan ibu-ibu dengan keterbatasan uang mereka mengubah dunia sebagai reminder untuk diriku sendiri. setelah itu, aku pikirkan lebih jauh apa yang bisa aku lakukan dengan 'sehat' ku....



thanks for sending me those wake up calls, oh God.....

Jumat, 20 Mei 2011

berlebihan

karena tak ada yang bisa menggantikan, terpaksa berangkat ke ibukota untuk tiga hari memmembicarakan isu penting di negri ini mewakili provinsiku...

anak2 meski berat ditinggal krn tak bisa dapat kamar sendiri...itung2 latihan kalo andai aku brangkat umroh, kata kakak perempuan sekaligus inangnya anak2.

jadilah brangkat pake travel stlh pagi diajak latihan menembak. menembuskan 7 peluru, dengan peluh bercucuran, panas dingin, tak pernah sekalipun pegang senjata api...gemeteran tak terhingga...hanya ikut apa kata instruktur tentara berkata, dorr dorrr...tiba2 teman2 bersorak...aku menoleh ke belakang, kata mereka aku nembus nilai 9 alias tepat di tengah lesan atau papan bidik...not bad :P

setelah itu, terburu2 pake travel ke pool terdekat hotel...sebelumnya aku udah nelpon pake taksi ke arah mana kira2 brp lama dr pool ke hotel...

tapi hubby nekat bener, malah maksa jemput di pool --sempet salah tempat-- trus bawain tas, nraktir makan siang, sampai memastikan aku sampe hotel dengan selamat...

its no need to do, cause i can handle it easily gituuhh

secondly pas mau pulang, aku bilang hubby kalo aku nyamperin dia aja...karena udah mulai belajar jalur busway...

tapi hubby ngotot, takut kesasar mending dr kantornya jemput ke hotel, bawa lagi ke kantornya, nitip barang n jalan2 deh berdua.

hmmm aku pikir kadang itu berlebihan, karena dia bakal capek bolak balik...kesannya aku yang buta situasi ibu kota, gak bisa kemana2...lah kan aku masih punya mulut buat nanya :P

tapi sudahlah. ambil positipnya aja, hubby pengen makes sure aku nyampe dg selamat...

walo kadang merasa ini memang berlebihan.padahal aku pernah ke surabaya sama baby ku 6 bulan sendiri...ya fine2 aja gitu...nyampe bandara, nyari taksi sendiri, menuju hotel n bisa juga jalan2 nyari rawon setan dsb, gak pake nyasar2 hehehee

Kamis, 19 Mei 2011

how a new smartphone trending changes our life

xoxooo akhirnya ikut2an hubby beli BB karena banyak alasan. utamanya, tagihan telp yang bengkak krn banyak temen udah pake juga, jadi ternyata lebih mudah dengan teknologi ini.

hubby udah pake hampir 2 taun krn jatah kantor. ya sudahlah pake embel2 untuk memperlancar komunikasi jalur pacaran.

tapi kadang membuka banyak BBM, email di satu barang bersamaan di rumah pas ada hubby, diprotes. tapi protesnya bikin merinding.

karena pake bbm juga,"yang lagi apa? di sini ujan loh. di situ ujan juga nggak?"
bbm nya dikirim cuma dua meter jaraknya di kamar :P

so, langsung deh dibales sambil liat2an secara mesra.

tapi asli, cara protes begitu itu yang paling bikin nggak enak hati hehee

seumur2 barengan emang jarang banget hubby marah. kebalikan banget sama aku yang emosional.

hmmm jadi makin kangen kalo ngomongin hubby :(

Minggu, 15 Mei 2011

happy days

hubby libur tiga hari. horreee...walo kebanyak di rumah, tapi ini wiken sungguh luar biasa. sesekali naik motor trail hubby yang baru...kok rasanya romantis banget ya.
we're not that young, but the spirit is never old, babe!

anak2 juga seneng di rumah...masak soto banyak2, bikin lotek kesukaan hubby, pencok kacang panjang...may be its just an ordinary food but not for us...we grabbed all the food...sisanya cuma cucian piring numpuk setinggi gunung.

sebenernya awalnya hubby ngajak ke jogja berlima naek argo wilis...tapi jadual padet minggu ini buatku. krn hrs ngewakilin ini provinsi ke pertemuan nasional rabu-jumat di jkt. belom lagi bbrp jadual kerjaan sampingan lumayan musti banyak yg harus dilakukan.

just wanna enjoy all the things i got, although its not spectacular or glorious as other people got :)

kalo di lirik lagu 'jika ini hanya sebuah mimpi, ku hanya berharap tak akan pernah terbanguuun :P *lebaysss

Jumat, 18 Februari 2011

kenapa musti punya anak?

dulu gak pernah kepikiran bakal menikah dan punya anak. secaranya bermimpi jadi soliter yang melanglang buana. akhirnya ego itu hanya bisa tunduk saat bertemu seseorang yang bisa bikin kamu merasa dicintai begitu akhirnya pasrah untuk menikmati hamil kemudian beranak...

banyak orang memutuskan tak punya anak. termasuk beberapa teman perempuanku yang kebetulan menikah juga memutuskan demikian. surprisingly it happened with my close friends...its ok. diantaranya memutuskan memelihara kucing, anjing bahkan ada juga yang bersahabat dengan komunitas tertentu atau menekuni hobby tertentu sebagai pilihan.

but its their own choices. bagiku tetep nyaman punya anak. walo kadang bertanya pada diri sendiri, apa hanya sekedar menerima suratan takdir untuk beranak, meneruskan generasi, mengemban tugas agama untuk menegakannya di kemudian hari...mungkin itu tujuan formal yang kemudian membentuk persepsi banyak orang soal pentingnya punya keturunan. but all is well :P

sampai satu ketika, anak tengah yang baru akan lima tahun bulan depan, usai sholat berdoa,"ya allah ampuni dosa-dosa ibu bapakku, sayangi mereka seperti mereka menyayangi aku waktu masih kecil...dst." terhenyak, agak berurai air mata.

mengingat diri yang tak sempurna menjadi bunda baginya. mengingat diri yang tak terlalu baik berbuat untuk banyak orang. mengingat diri yang jauh dari sempurna. "oh god, preman-preman begini ternyata ada yang ndoain!"

kerasa bener pentingnya punya anak.

dalam kepsek log sekolah kakak bulan ini, kepsek menulis di akhir surat p.s di internet sekarang sedang ramai orang membicarakan blogs alanda kariza, ada baiknya bapak ibu ikut membacanya dan merasakan tentang kecintaan anak pada orang tua...

ya benar, alanda tak akan begitu membela ibunya secara terbuka tanpa sadar kalau ibunya memang tidak bersalah. semua nilai-nilai prinsip yang ditanam bukan sekedar ucapan, itulah yang akan kita tuai dari sikap anak-anak.

tiba kemudian ke kantor, aku mendapati sahabatku yang suaminya stroke masuk kerja hari pertama. dia langsung acak2 netbook punyaku dan mencari blogs anak semata wayangnya yang lelaki 13 tahun.

si anak menulis tentang ayahnya. anaknya menulis singkat:

Ayah gue itu Sebenernya pinter , apalagi pas dapet beasiswa ke Belanda. Singkat cerita pas gue umur 3 tahun ayah gue Stroke untuk kali pertama. Ga terlalu fatal , hanya organ tubuh sebelah kanan ga bisa gerak (tapi masih bisa jalan). Dan sekarang umur gue mau 14 taun (18 Desember nanti) baru aja 1 minggu yang lalu ayah gue kena stroke yang ke 2 kalinya. Dan bisa2 lumpuh. Padahal pengeeeenn banget gue jalan2 lagi sama ayah gue keliling dunia , Naik Haji :) hah gue bakal terus berusaha. Gue harus selalu semangat.
(maap dudith, tante quote blogs punyamu Nak :P)

sahabatku pun berurai air mata...betapa anak 13 taun sudah bisa memikirkan hal jauh di luar perkiraan ibunya...

jadi makin ngerti kenapa allah kasih aku anak...thanks Lord :)

Senin, 31 Januari 2011

after all....

sumtimes we just see other 'world' always better than us...actually heard more stories about that other 'worlds' and feel so sorry to hear that...

kasian....

Rabu, 26 Januari 2011

nina bobo? ow out of date, tante

malem ini, baby memed susah banget bobo. udara panas dan hoby main2nya itu bikin dia susah banget diboboin. padahal udah bolak balik kiri kanan dikasi nenen, dinyanyiin. kalo dikasi lagu dari henpun udah susah, krn dia selalu ngambil tuh henpun dan melemparnya hiks

padahal biasanya lantunan lagu2 arab dari henpun mujarab mengatupkan matanya yang lucu :(

kakak2nya pada susah bobo juga. tapi mudah bagi mereka, yang satu tongkrongin bentar depan tipi, yang satu disuruh hafalan surat2 pendek sampe pules.

tinggal si baby. gerah dan mataku juga udah lima watt. hmmm saat bete, firasat baik datang. just turn on the computer, pasang lagu2 oasis.

gileee manteb bener, baru dua lagu wonderwall n dont look back in anger dah pulesss....

mimpi apakah mereka dengan lagu pengantar tidur sedemikian?
nina bobo, o ina ni keke, udah gak jaman? ato memang suara ibunya mulai mengalami degradasi? :P

Jumat, 21 Januari 2011

paciweuh week :P

empat pekan ke belakang adalah hari padat. kirain udah mereda, ternyata buku sejarah insitut perlu revisi. ya mulai revisi. walopun semangatnya pengen leyeh2 akhir pekan bareng hubby dan trio macan.

sepekan ini, full membantu persiapan proses pemulangan suami sobatku yang terkena stroke. memilih2 apakah lebih baik membeli atau menyewa peralatan dari bed, kasur alphabet sampe penyedot lendir. survey berjalan baik dan keputusannya mending membeli. krn harga sewa bed bisa 720-rb/bulan dg uang jaminan 930rb/bulan, alphabet sewanya 120rb-an n penyedot lendir 240rb/an dg uang jaminan berbeda. smntara beli bed skitar 7,8 jt, alphabed 950rb n penyedot lendir 2,4 jtaan.

trus persiapan baju mirip yang seperti dipakai di rs, biar lebih mudah mengganti krn pasien sama sekali tak bisa bergerak dari kepala sampe kaki, hanya bisa mengerlingkan bola mata dan baru sedikit menarik bibir kalo cemberut ato tersenyum.

beli baju begitu ternyata mahal, 85rb sebuah. jadi akhirnya diputuskan meminta tolong tukang jahit membeli kain dan menjahitnya. 3 potong baju rs plus 3 potong selimut mirip sarung total cuma 300rb.

dia bilang maapin ngrepotin aja. aku bilang, gak ada apa2nya dibanding apa yang dia hadapi. so no worries.

mengunjungi sobatku lainnya yang anaknya kena vitiligo dan memastikan jangan pergi ke 'orang pintar' krn khawatir musrik. aku bawain propolis dan mencoba mengajaknya berpikir sehat. aku ngerti dia pasti lelah. pulang ke rumah, malem banget ditelp teman dari icu rs, minta propolis juga buat anaknya temennya yang kena db dan drop banget kondisinya. jadilah dalam hujan mengantarkan barang itu ke lokasi yang disepakati.

back to persoalan resign, sampe hari ini belom ada kepastian. aku mulai gak sabar. dan kayaknya memang musti ke kantor buat mempertegas posisiku.

aku udah bilang sama beberapa wire langganan 'im totally an independent freelancer now, so feel free to contact me if you need'

Rabu, 19 Januari 2011

kagum

kagum banget sama sobatku di kantor kedua yang sudah lebih dari sebulan menunggui suaminya di rumah sakit. suaminya diserang stroke kedua yang melumpuhkan sekujur tubuhnya. jatuh di kamar mandi baru ketahuan lima jam dalam kondisi pingsan. dilarikan ke icu rs di cihampeulas. sampe sekarang dia masih bertahan menunggui suaminya yang baru dipindahkan ke ruang perawatan. sudah sebulan kantor ini sepi tanpanya.

selalu dibilangnya jangan memamerkan kesedihan, walo pada awal aku tengok, selalu harus berkaca2.

aku cuma bisa mendoa dan kasih support mengantarkan barang2 kebutuhan, mengajaknya tertawa dan mereka-reka masa depan.

seperti berganti peran waktu melahirkan memed, sekarang gantian aku yang mengantar sandal jepit, makanan sampe cd ke rumah sakit. cuma bisa membayangkan kalau aku jadi dia.

melahirkan cuma proses sekali, tapi orang stroke, sulit diprediksi kapan sembuhnya.

sungguh nikmat sehat ini ya allah...semoga keluargaku, dirinya dan banyak orang2 tesayang selalu sehat dan menikmatinya :)

Rabu, 12 Januari 2011

the 9th

today was the date that we committed to love each other in good and bad times. its 9 years ago but still like yesterday. people says anniversary is a time to look back at the good times and a time to look ahead to live our dreams together.

there you are....

hubby texted in the middle of the night,"happy 9th anniversary, hon. thanks for everytime you spend with me and our little angels. your love is my spiritual energy to enjoy this beautiful life"

thank you, too...

i adore me amore ^v*

Jumat, 07 Januari 2011

almost 9th

as time goes by...heading for 9th anniversary at 12'01'11...
kayak baru kameran dikawinin, sekarang udah beranak tiga, dan tetap hidup pisah kota dari senin-jumat.

apakah itu bikin pegel? ya kadang sih. tapi enjoy aja. allah selalu kasih jalan bagaimana mematangkan hubungan ini dengan jalan-Nya. selalu dikasih kebahagian dari detik ke detik, menit ke menit, alhamdulillah. karena niatnya memang mengantar hubby di jalan jihadnya. (kebayang nabi dulu sering juga ninggalin anak istri untuk perang).

akhir tahun berhasil menepis keinginan buat pergi ke suatu negara selama sebulan atas tawaran shortcourse, padahal sudah dapat dua rekomendasi dari 'orang besar'. bagaimanapun anak2 lebih penting, dan gak pernah bisa semalem tanpa mereka. nggak bangga juga bisa pergi jauh-jauh kalau kesiksa bathin. tahun ini hanya mem-plot bisa memenuhi undangan seorang teman baik yang menyediakan tiket PP gratis ke-HK taun ini untuk kami sekeluarga. mudah2an hubby nggak sibuk.

makin kenceng pengen kerja dari rumah aja, mengingat keasyikan nganter jemput dan ngasuh tiap hari. baru niat dipancangkan, tiga order buku tiba2 datang. 'apakah ini jalan kita buat punya usaha sendiri, yang?' hubby sms...yaaa wallahu'alam.

seorang teman lama yang sukses dengan usaha buku2 buat perusahaan besar juga kabinet berniat memindahkan kantornya ke kota kami. kami baru test case dengan proyek pertama buku sejarah institut paling tua yang makan lebih dari 400 halaman.

seorang karib yang kerja di sebuah institusi juga menyodorkan kerja tetap setiap bulan yang bisa dikerjakan dari rumah. tinggal ngurus resign. mudah2an surat resign ketiga diterima kantor....

memantapkan diri menjadi ibu rumah tangga memang godaan besar buat ibu bekerja. dibayang2i banyak kalimat2 kekhawatiran dari ibu-ibu senior yang juga pekerja,"kalo anak2 gede, kamu ntar bengong looh." (lah kan saya tetep kerja di rumah).

nggak ada alasan buat bengong, kalo kita tau sadar ujung pangkal kebahagiaan ini tak semata uang dan eksistensi. ada kedamaian yang bisa didapat. insyaallah usia 40 taon mematok diri lebih banyak kerja sosial yang sekarang kurang maksimal dikerjakan karena kerja-kerja berburu uang heheee...

very optimistic to head a new year...with no hard feeling at all about the past.