Rabu, 22 Juni 2011

cepat panjang kakimu, Nak

menakar ukuran kaki anak-anak adalah momen mengamati pertumbuhan fisik mereka. karena agak susah menemukan kaki orang dewasa terus memanjang *kebayang setaun aja naik satu nomor dari awal lahir, usia 35 taun udah sepanjang apa?

pas lagi leyeh-leyeh di kamar, gak sengaja memandang keluar ke ruang tamu agak kaget liat sepasang kaki. sepasang kaki itu keliatan banget panjangnya pas selonjoran karena sudah lewat satu lebar laci lemari yang cuma sekitar 30CM.

karena cuma liat kaki, gak liat badannya, sepintas kupikir itu kaki ponakan pertama. tapi kok ya kurang jebrag n item sesuai fisik ponakan. sempet nyangka itu ukuran kaki kakakku yang pake sepatu nomor 36.penasarn kutengok, eh si kakak ternyata.jadi mikirin telapak kaki panjang itu. sekarang udah pake sepatu nomor 35, sebenar lagi nyusul induk semangnya yakni kakakku nomer dua.

pas mikir, dia baru kelas 3 SD, kebayang mungkin kelas 6 kakinya bakal pake sepatu nomor 38 seperti emak yang melahirkannya.sepekan lalu ukuran kaki si memed juga nambah setelah diketahui ujung2 kakinya memutih seperti hendak lecet setelah seharian memakai sepatu tertutup. jadilah dia memakai nomor 23 sekarang. sedangkan si teteh yang masih 5 taun memakai nomor 28 ato 29 untuk kaki mungilnya.hmmm cepat sekali kalian bertumbuh Nak...kayak kerasa baru kemarin hamil dengan perut besar terus dibawa bekerja, naik motor keliling2...kemudian berhenti setelah harinya bertanda hendak melahirkan.

waktu berjalan cepat, kalian akan cepat2 besar dan memilih sepatu sendiri, bahkan membelinya dengan uang kalian.tugas orangtua juga akan semakin mengikis. tapi pikir punya pikir, apa sebenarnya yang sudah aku lakukan buat kalian?mungkin cuma hal minim karena miskinnya waktu yang aku punya...tak sesempurna ibu2 lain yang bisa meluangkan waktu 24 jam seharian mengasuh anak2nya dengan perlindungan maksimal. mengantar anak2nya sekolah, pergi les, menyuapinya setiap waktu makan tiba, mengelus dan memeluknya setiap saat mereka menangis.

melihat diri sendiri? aku memang ibu si miskin waktu...yang membiarkan anak2 tumbuh dengan pengasuhan orang lain di siang hari...dan rasanya menjadi tak full saat menikmati pertumbuhan kaki-kaki mereka memanjang dengan tubuh-tubuh mungil yang meninggi.semakin anak-anak besar, semakin merasa apa sebenarnya yang sudah aku lakukan untuk mereka?


semoga cuma tak sekedar bertanya dan merasa sampai menunggu terlambat untuk berbuat. amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar