one fine day, i recognized that old lady as my senior staff in my old office in a local radio station at my hometown....
dia ada di bagian keuangan rumah tangga. orangnya gaul banget dan cukup terkenal di zamannya dengan banyak penggemar dan sangat pandai bergaul di kalangan 'elit' kota kelahiranku.
that's why penampilannya nggak murahan dongs. kebanyakan teman perempuan mengonsultasikan pemilihan pakaian, tas, sampe sepatu. orang mo kawinan juga minta input dari dia supaya kelihatan lebih 'berkelas'. sementara aku? oh oh no money to reach. sbg anak kos bertanggungan keluarga tentunya gaya mereka tak bisa aku adopsi secara bebas merdeka.
kadang trend yang ditularkan ibu ini di kantor membuat satu 'jeda' tersendiri karena perbedaaan kelas. tapi sudahlah, itu bagian paling nggak enak kalo dibahas karena ya karena kita musti sadar diri sama keadaan.
sebagai teman baik para satpam dan OB di kantor tua itu, aku pernah complain dengan perlakuan ibu tenar itu pada salah seorang OB. krn dia memerintahkan banyak kebutuhan pribadi dia yang jadi urusan pribadi dia pada OB kantor yang notabene dibayar kantor dan pekerjaannya pun numpuk. seperti ngambilin cucian dia di laundry, beli ini itu kebutuhan rumah tangga, etc etc
saat itu dia tersinggung. hingga selalu gak menganggap keberadaanku di kantor. apalagi yang bisa diambil dari seorang aku yang kampring dan hobby-nya protes atas ketidakadilan yang dia lakukan.
ada diskriminasi-diskriminasi jatah rumah tangga aku rasakan. dari mulai pembagian parcel lebaran, diskon2, etc etc. andai dia tau pasti bakal ngerasa sial banget krn aku nggak pikirin betul hal seputar jatah makan dan kesenangan, yang gak penting banget dipikiranku.
i really didnt care about her, at that time.
sering aku denger kabar miring dari kalangan pekerja keras di kantor soal dia, tapi sudahlah aku tak mau menanggapinya. walo suka agak kesel liat gayanya yang diskriminatif, kesibukan membuatku tak terlalu peduli dengan kondisinya.
dia bisa menikahkan dua anaknya secara meriah. seorang cowok dan seorang lagi cewek. hidup mereka terlihat mapan tanpa kesulitan.
sampe aku dengar kisah sedih itu dari seorang teman yang juga dulu bekerja di tempat sama beberapa pekan lalu.
kisahnya ternyata 'the old lady' itu sejak dulu sangat gemar gerakan 'gali lobang tutup lobang'. hingga kini mereka sudah menikah lebih dari 30 taon dengan dua anak dan beberapa cucu belum juga punya rumah. mereka pindah-pindah mengontrak rumah. padahal saat suaminya bekerja di ladang minyak di borneo, mereka sudah punya rumah. namun gaya hidup istri dan keluarganya membuatnya bangkrut hingga rumah itu dijual.
setelah pensiun, suaminya balik ke kota kami dan mendapati mereka memang tak punya apa2. mobil terjual sudah. sementara dua anaknya tak bisa diharapkan menjadi gantungan. cowok terbesar pegawai negeri dan pernikahan anak keduanya gagal, hingga dia sempat ketanggungan ngurus cucu sampe anak keduanya itu akhirnya mendapatkan suami baru.
aku masih sulit percaya jika membandingkan caranya 'meremehkan' banyak orang plus gaya 'elit'nya, dia bisa mengalami hal dramatis yang bisa jadi menjadi titik terendah dalam perjalanan hidupnya di masa tua. saat dia harus berangkat usai subuh pulang sangat larut, nomaden dari satu masjid ke masjid lain, ato dari rumah satu teman ke teman lain, bersama suaminya, hanya untuk menghindari 'debt collector' yang banyak mendatangi rumah kontrakan mereka.
sungguh hidup tak bisa ditebak kita akan menjadi apa kelak. yang jelas, pelajaran penting untuk tidak menjadi sombong dengan predikat dan materi apapun yang kita punya sangat aku yakini betul jadi penentu akhir hidup kita mau jadi apa.
terserah banyak orang nggak percaya karma. kadang tuhan berbaik hati memberikan karma itu sekarang di dunia untuk 'mencuci' lebih banyak dosa masa lalu, mungkin supaya kita tafakur dan cepat ingat kepada pemilik semuanya. mudah-mudahan rasa menyesal pernah menjadi aktor ato aktris 'jail' di masa lalu, bisa meredakan banyak hukuman di akhirat.
kisah ini bagiku pribadi sangat mengajak berpikir, kita bukan apa2. mo cantik, mo kaya, mo pangkat, mo jendral, itu semuanya cuma titipan. hanya dengan sejentik debu, semudah membalik telapak tangan, semua bisa berubah menjadi abu tak bermakna....
Selasa, 24 November 2009
Senin, 23 November 2009
cara konservatif merawat anak
terus terang kalo ngobrol2 sama ibu2 masa kini soal bagaimana merawat anak, pasti aku udah ketinggalan model deh :P
pasalnya dari mulai dokter specialis anak gak punya, anak kami pun tak diimunisasi seperti anak kebanyakan. cukup ditimbang tiap bulan di posyandu. sebuah kenyataan urdu buat kami berdua yang katanya punya ijasah lulus universitas.
tapi emang aslinya beginilah kami adanya. berusaha mengurangi kecanduan generasi masa kini terhadap obat-obat kimia dan mendorong pemakaian obat tradisional dengan cara logis.
karenanya kalau denger cerita temen2ku yang sibuk cari referensi dokter saat anaknya panas, batuk, pilek berkepanjangan gak sembuh-sembuh, kadang aku gak bisa kasi komentar.
pengalaman dengan anak pertama di dua dokter anak saat mencret berkepanjangan. dokter pertama yang ngurus dia pas lahir di rumah sakit memberi dosis obat mencret ruar biasa, malah tak meredakan mencretnya. untung ketemu dokter anak senior dengan sistem konsultasi di jalan cipaganti yang memberi kami refreshment kalo anak mencret bukan melulu krn masuk angin ato asi-nya basi, tapi ada faktor lain kebanyakan minum asi tanpa jeda juga buruk bagi anak. krnnya pas ke dokter itu, kita cuma bayar konsultasi 50rb trus, diberi saran menjeda pemberian asi 3 jam sekali, dan cuma dikasi resep obat buat ngobatin lecet di anusnya aja (kalo gak salah rp 1,500 gitu saat itu taon 2002)
logika merawat anak secara konvensional banyak kami kenal dari teman2 yang lebih dulu mempraktekannya juga orang tua kami, dan banyak orang-orang senior di sekitar kami tentunya. tapi ya itu, harus benar2 logis memilah mana mitos, mana yang masuk akal. itu nggak mudah krn bersinggungan dengan banyak kepercayaan orang di sekitar yang cenderung lebih percaya mitos heheheee
soal imunisasi? aku n hubby awalnya udah ragu bawa anak disuntik2 dan bahan kimia agar anti satu penyakit. alhamdulillah dapet penguatan informasi dari temen yang tinggal di US, dimana gerakan anti imunisasi dan vaksinasi gencar dilakukan banyak ibu rumah tangga dan banyak pula riset dilakukan yang memberikan korelasi logis tentang kelahiran banyak penyakit baru justru setelah imunisasi dikembangkan di dunia.
temen kami itu sama sekali tak percaya dengan imuniasasi yang lebih berbau permainan pasar global negara2 besar. smntara produk lokal, aku pernah denger dari temen di pabrik vaksin, beberapa vaksin dibiakan di darah monyet. halal ato haram?? terserah yang percaya, bukannya kita harus meninggalkan hal yang meragukan :P
aku cuma berusaha memberikan kecukupan gizi sama anak2 supaya imun terhadap perubahan cuaca, kualitas sanitasi yang nggak merata di lingkungan kami, tentunya dengan menjaga sedikit banyak kebersihan. mandi dua kali sehari, cuci tangan dan nggak lupa berdoa. gede sedikit diajarin sholat biar minimal lima kali sehari wajah, kaki, tangan yang terpapar debu bisa dibersihkan.
kalau panas pun (kadang orang bilang sbg tanda anak mau tambah pinter), kami nggak terlalu banyak pake obat turun panas. cukup berusaha menempelkan perut anak ke perut hubby (yang lebih rata dibanding aku) trus dibalut pake jaket ato slimut yang tebal, barulah transfer penyerapan panas bisa dilakukan. kalo emang anak masuk angin, maka biasanya dia langsung muntah2 dan keringatan banyak. abis itu insyaalloh panasnya turun.
paling banter kalo batuknya emang berat, kami bawa anak ke dokter langganan sejak kuliah di depan darul hikam dago. dokternya enak dan nggak ngasi obat seenaknya. sangat cermat dan sekaligus cocok buat semua orang serumah-rumah, tetangga juga kami rekomendasikan pada teman2.
oya...lupa, kakak pernah kena pneumoni waktu kecil, kami terapi pake terapi totok di dokter kenalan yang bawa metode totok dari jepang plus pengobatan herbal yang dia rekomendasikan. alhamdulillah sembuh, dia sehat dan gembil sekarang.
label nama dokter buat orang-orang muda seperti kami memang godaan, apalagi kalo sering didiskusikan kemudian disebut harga. tapi alhamdulillah punya hubby juga bukan orang yang hobby ke dokter dan sama2 konvensional. jadi kita sama sekali gak peduli dengan merk dokter. murah tur manjur jadi moto memilihnya :P
bukan sombong tapi hanya wujud syukur dari semua pengetahuan lain yang diberikan alloh selama ini. sejak berumah di kampung padat ini enam taun, beberapa wabah sudah dilalui dan kami nggak ketularan. dari beberapa kali kampung kami diserang wabah demam berdarah, cacar air, flu berkepanjangan sampai cikungunya, nggak satu pun anggota keluarga kena.
madu habbats merk arofah paling manjur menjaga stamina deh kalo buat kami sekeluarga.
cuma pas kemaren rame2 wabah batuk dan pilek panjang merajalela, aku dan si bungsu kena, langsung cari obat herbal di toko pandu, dapetlah obat batuk ibu anak. alhamdulillah hanya bbrp kali langsung sehat.
kadang nanya juga sehat emang mahal? ya mahalnya adalah pada meredam keinginan untuk hidup lebih sehat dan menyenangkan jiwa. terus terang, anak2 kami nggak nge-fans sama junkfood kayak mcD, KFC dan lain2. walo kami juga nggak terlalu melarang sesekali mereka boleh nyicipin. tapi taste makanan tradisional spt lotek, rujak, baso kampung, mie kocok, dll kami kenalin juga sbg pengimbang. dan ternyata mereka lebih suka yang tradisional yang banyak berserak di gerai dkiosk.
ini hanya sejumput pengalaman bagaimana kami belajar hidup merawat anak, mungkin bukan conto yang baik. krn bagaimanapun cara merawat anak adalah keputusan suami istri, tanpa kekompakan penuh dalam menentukan caranya, tentunya hanya akan saling menyalahkan pada akhirnya.
kadang pun kalo diminta saran buat meredam penyakit anak oleh teman2, aku kasi saran sederhana seperti yang biasa kami lakukan. ada yang cocok, ada juga yang enggak. ini kan bukan sebuah keharusan mengikuti omongan, toh kami bukan nabi ato rosul yang omongannya semua benar adanya hehee
yang kami rasa nyaman dan murah dengan cara ini pun tentunya belum tentu menjadi cara nyaman buat dijalani orang tua lain. yang cocok buat anak kami tentunya, belum tentu cocok buat orang lain.
namanya juga masih belajar hidup, trial error pasti kami hadapi :)
pasalnya dari mulai dokter specialis anak gak punya, anak kami pun tak diimunisasi seperti anak kebanyakan. cukup ditimbang tiap bulan di posyandu. sebuah kenyataan urdu buat kami berdua yang katanya punya ijasah lulus universitas.
tapi emang aslinya beginilah kami adanya. berusaha mengurangi kecanduan generasi masa kini terhadap obat-obat kimia dan mendorong pemakaian obat tradisional dengan cara logis.
karenanya kalau denger cerita temen2ku yang sibuk cari referensi dokter saat anaknya panas, batuk, pilek berkepanjangan gak sembuh-sembuh, kadang aku gak bisa kasi komentar.
pengalaman dengan anak pertama di dua dokter anak saat mencret berkepanjangan. dokter pertama yang ngurus dia pas lahir di rumah sakit memberi dosis obat mencret ruar biasa, malah tak meredakan mencretnya. untung ketemu dokter anak senior dengan sistem konsultasi di jalan cipaganti yang memberi kami refreshment kalo anak mencret bukan melulu krn masuk angin ato asi-nya basi, tapi ada faktor lain kebanyakan minum asi tanpa jeda juga buruk bagi anak. krnnya pas ke dokter itu, kita cuma bayar konsultasi 50rb trus, diberi saran menjeda pemberian asi 3 jam sekali, dan cuma dikasi resep obat buat ngobatin lecet di anusnya aja (kalo gak salah rp 1,500 gitu saat itu taon 2002)
logika merawat anak secara konvensional banyak kami kenal dari teman2 yang lebih dulu mempraktekannya juga orang tua kami, dan banyak orang-orang senior di sekitar kami tentunya. tapi ya itu, harus benar2 logis memilah mana mitos, mana yang masuk akal. itu nggak mudah krn bersinggungan dengan banyak kepercayaan orang di sekitar yang cenderung lebih percaya mitos heheheee
soal imunisasi? aku n hubby awalnya udah ragu bawa anak disuntik2 dan bahan kimia agar anti satu penyakit. alhamdulillah dapet penguatan informasi dari temen yang tinggal di US, dimana gerakan anti imunisasi dan vaksinasi gencar dilakukan banyak ibu rumah tangga dan banyak pula riset dilakukan yang memberikan korelasi logis tentang kelahiran banyak penyakit baru justru setelah imunisasi dikembangkan di dunia.
temen kami itu sama sekali tak percaya dengan imuniasasi yang lebih berbau permainan pasar global negara2 besar. smntara produk lokal, aku pernah denger dari temen di pabrik vaksin, beberapa vaksin dibiakan di darah monyet. halal ato haram?? terserah yang percaya, bukannya kita harus meninggalkan hal yang meragukan :P
aku cuma berusaha memberikan kecukupan gizi sama anak2 supaya imun terhadap perubahan cuaca, kualitas sanitasi yang nggak merata di lingkungan kami, tentunya dengan menjaga sedikit banyak kebersihan. mandi dua kali sehari, cuci tangan dan nggak lupa berdoa. gede sedikit diajarin sholat biar minimal lima kali sehari wajah, kaki, tangan yang terpapar debu bisa dibersihkan.
kalau panas pun (kadang orang bilang sbg tanda anak mau tambah pinter), kami nggak terlalu banyak pake obat turun panas. cukup berusaha menempelkan perut anak ke perut hubby (yang lebih rata dibanding aku) trus dibalut pake jaket ato slimut yang tebal, barulah transfer penyerapan panas bisa dilakukan. kalo emang anak masuk angin, maka biasanya dia langsung muntah2 dan keringatan banyak. abis itu insyaalloh panasnya turun.
paling banter kalo batuknya emang berat, kami bawa anak ke dokter langganan sejak kuliah di depan darul hikam dago. dokternya enak dan nggak ngasi obat seenaknya. sangat cermat dan sekaligus cocok buat semua orang serumah-rumah, tetangga juga kami rekomendasikan pada teman2.
oya...lupa, kakak pernah kena pneumoni waktu kecil, kami terapi pake terapi totok di dokter kenalan yang bawa metode totok dari jepang plus pengobatan herbal yang dia rekomendasikan. alhamdulillah sembuh, dia sehat dan gembil sekarang.
label nama dokter buat orang-orang muda seperti kami memang godaan, apalagi kalo sering didiskusikan kemudian disebut harga. tapi alhamdulillah punya hubby juga bukan orang yang hobby ke dokter dan sama2 konvensional. jadi kita sama sekali gak peduli dengan merk dokter. murah tur manjur jadi moto memilihnya :P
bukan sombong tapi hanya wujud syukur dari semua pengetahuan lain yang diberikan alloh selama ini. sejak berumah di kampung padat ini enam taun, beberapa wabah sudah dilalui dan kami nggak ketularan. dari beberapa kali kampung kami diserang wabah demam berdarah, cacar air, flu berkepanjangan sampai cikungunya, nggak satu pun anggota keluarga kena.
madu habbats merk arofah paling manjur menjaga stamina deh kalo buat kami sekeluarga.
cuma pas kemaren rame2 wabah batuk dan pilek panjang merajalela, aku dan si bungsu kena, langsung cari obat herbal di toko pandu, dapetlah obat batuk ibu anak. alhamdulillah hanya bbrp kali langsung sehat.
kadang nanya juga sehat emang mahal? ya mahalnya adalah pada meredam keinginan untuk hidup lebih sehat dan menyenangkan jiwa. terus terang, anak2 kami nggak nge-fans sama junkfood kayak mcD, KFC dan lain2. walo kami juga nggak terlalu melarang sesekali mereka boleh nyicipin. tapi taste makanan tradisional spt lotek, rujak, baso kampung, mie kocok, dll kami kenalin juga sbg pengimbang. dan ternyata mereka lebih suka yang tradisional yang banyak berserak di gerai dkiosk.
ini hanya sejumput pengalaman bagaimana kami belajar hidup merawat anak, mungkin bukan conto yang baik. krn bagaimanapun cara merawat anak adalah keputusan suami istri, tanpa kekompakan penuh dalam menentukan caranya, tentunya hanya akan saling menyalahkan pada akhirnya.
kadang pun kalo diminta saran buat meredam penyakit anak oleh teman2, aku kasi saran sederhana seperti yang biasa kami lakukan. ada yang cocok, ada juga yang enggak. ini kan bukan sebuah keharusan mengikuti omongan, toh kami bukan nabi ato rosul yang omongannya semua benar adanya hehee
yang kami rasa nyaman dan murah dengan cara ini pun tentunya belum tentu menjadi cara nyaman buat dijalani orang tua lain. yang cocok buat anak kami tentunya, belum tentu cocok buat orang lain.
namanya juga masih belajar hidup, trial error pasti kami hadapi :)
Jumat, 20 November 2009
This Is Me (Gotta Find You)
I've always been the kind of girl
That hid my face
So afraid to tell the world
What I've got to say
But I had this dream
Bright inside of me
I'm going to let it show
It's time
To let you know
To let you know
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
Do you know what it's like to feel so in the dark
To dream about a life where you're the shining star
Even though it seems
Like it's to far away
I have to believe in myself
It's the only way
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the missing piece I need
The song inside of me
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
Now I found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
demi lovato
So afraid to tell the world
What I've got to say
But I had this dream
Bright inside of me
I'm going to let it show
It's time
To let you know
To let you know
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
Do you know what it's like to feel so in the dark
To dream about a life where you're the shining star
Even though it seems
Like it's to far away
I have to believe in myself
It's the only way
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found
Who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
I need to find you
I gotta find you
You're the missing piece I need
The song inside of me
I need to find you
I gotta find you
This is the real, this is me
I'm exactly where I'm supposed to be now
Gonna let the light
Shine on me
Now I've found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
You're the missing piece I need
The song inside of me
This is me
You're the voice I hear inside my head
The reason that I'm singing
Now I found who I am
There's no way to hold it in
No more hiding who I want to be
This is me
demi lovato
Rabu, 18 November 2009
she who wants to be him ??*^Y%^$*^(^*$^&&$#%$##6
dia kukenal sejak awal aku meniti karier jadi local radio reporter di kota ini. perkenalan dengannya sungguh tak terlalu membuatku terkesan. dia perempuan berkulit hitam, berbibir hitam dengan rambut keriting yang awalnya hanya kukenal sebagai perempuan biasa saja. tak ada prestasi istimewa yang memang orang bisa tengok darinya.
saat awal kenal, dia seorang local paper reporter (sori pake istilah 'local' hanya sbg pembeda dengan para pekerja handal ibukota yang kebanyakan menganggap kami hanya 'underdog' hiks)
aku tak perlu membuat penekanan tertentu pada karakternya yang berubah2 karena memang aku 'tidak sedekat' itu dengan perempuan itu.
saat aku mulai menjalin pertemanan khusus dengan hubby, dia kerap kami temui liputan bareng di kantor gubernuran. dia masih sopan saat itu, terlihat sangat agamis, and suddenly wearing hijab.
lagi2 itu bukan jadi urusan yang membuatku terlalu detail ingin mengetahui bagaimana perjalanan spiritualnya. karena sekali lagi, kami memang tak dekat.
aku tak tahu kemudian apakah dia patah hati atau tak bisa menerima keadaan diri yang tak juga berpacar. suddenly, dia berperan aneh menampakan pribadi berbeda. with her hijab's opened, acted like a man with a strong voice she made...
sekali lagi, saat itu aku belom ngeh bener dengan apa yang terjadi pada dirinya. cuma ada temenku sesama profesi yang sering bareng ke sana sini bareng dia, diboncengin motor ke sana sini tiba-tiba bercerita tentang reinkarnasi yang bagiku mirip seperti revolusi kelamin begitu :)
anehnya cerita hampir delapan taon itu nyambung sama nama hubby yang saat itu baru aja jadi penganten baru :P
ceritanya begini. she mengaku mimpi dikunjungi gus dur yang memberinya wangsit untuk berubah kelamin karena dia sebenernya seorang cowok (janggal-01). she kemudian berubah diri jadi cowok tiba2 menuruti mimpi itu dan mendapatkan nama wira......(janggal-02)...trus she ngomong kalo gus dur dalam mimpi itu meyakinkan dia untuk berubah kelamin karena sebenernya ada temennya sudah berhasil menjalani reinkarnasi serupa. bahwa pada zaman baheula sebenernya ada seorang cewek yang berhasil berubah jadi cowok setelah mendapatkan wangsit serupa dan dong dong dong dong,
cowok itu hubby-ku sendiri (janggal-03)...
OMG (ternyata gw 'making love' with the wrong woman so far). kenapa musti my hubby yang masuk dalam cerita 'khayalan mistis' dia??
aslinya aku nggak malu dengan cerita yang mungkin dia umbar ke sana ke sini karena orang2 realitis dan logis pasti menelusuri kebenarannya. namun aku sempat melamun, sangat membayangkan jangan2 hubby dibawa dalam cerita ini krn kekecewaannya mendapatkan cowok kayak hubby yang sudah menjadi suami dari perempuan lain. maklum saat itu, aku sadar betul saat itu banyak perempuan suka sama si hubby yang emang 'sok' manis and pollite kayak begituh huhuuuy dooooh :D
entahlah cerita itu menyebar pada berapa banyak teman, i really didnt care about him. aku hanya mengkhawatirkan kondisi psykologis she yang tiba2 berubah menjadi he itu. maka awalnya, aku berusaha mendekatinya. tapi ternyata sakit jiwa berkepanjangan membuatku lelah juga 'ngabandunganana'.
dia ternyata menembak temanku perempuan berhijab yang menceritakan perkara reinkarnasi itu yang membuat perempuan itu ketakutan dan diteror habis karena menolak cintanya.
leih tercengang dia ternyata mengejar teman-teman perempuanku yang lain neng er n neng j. walah kondisinya berat dan aku sulit mengendalikan, hanya bisa mendoakan semoga dia cepat bangun dari 'mimpi' nya...
cerita ini aku buat krn tadi pagi dia bener2 nekad meneriaki aku, malakin minta duit di depan gubernuran sampe aku sembunyi diantara teman2 lelakiku untuk menghindarinya.
"mentaa duiiit, maneh geus lila teu mere urang duit. sok siah bejakeun ka si .....(sebut nama hubby)!"
tadinya aku berniat memberi krn rasa kasian melihat dia dengan celana pendek, kaos dekil, sendal jepit, bertopi dan mata nanar plus kuku2 menghitam tak terawat.
tapi itulah kebeneran juga nggak ada receh banget di dompet. dan aku berusaha tak mentolerir kebiasaan dia malakin orang dan mengajak orang mengerti paham kondisinya. dia harus diberi 'shock therapy' yang membuatnya berpikir, nggak semua orang permisif dan masih berusaha mengajaknya berpikir waras.
kadang kepikiran membawanya ke psykolog, tapi apa daya aku ngerii banget liat dia memperlihatkan kekuatan fisiknya sbg lelaki yang pasti membuatku kalah.
ini satu dari sekian cerita ttg she who wants to be him yang tersimpan dalam memori otakku. selain oma tepi, temen hubby yang belakangan ngontak lagi hubby mencari pekerjaan, dan beberapa orang yang merindukan menjadi lelaki dan bertingkah seperti lelaki karena tak bisa menerima keadaan dirinya. bagi perempuan, hidup melajang menjadi lebih berat beban sosialnya ketimbang lelaki. padahal banyak pula lelaki berusaha menjadi perempuan karena merasa perempuan lebih mudah menjadi objek untuk mencari duit dengan cara apapun.
oh entahlah,,,,,aku cuma bisa sharing cerita begini pada keturunanku dan menyatakan bahwa dunia sudah makin udzur dan mereka harus bersiap lebih siap lagi karena dunia akan segera berakhir.................(its nothing to do with '2012')
saat awal kenal, dia seorang local paper reporter (sori pake istilah 'local' hanya sbg pembeda dengan para pekerja handal ibukota yang kebanyakan menganggap kami hanya 'underdog' hiks)
aku tak perlu membuat penekanan tertentu pada karakternya yang berubah2 karena memang aku 'tidak sedekat' itu dengan perempuan itu.
saat aku mulai menjalin pertemanan khusus dengan hubby, dia kerap kami temui liputan bareng di kantor gubernuran. dia masih sopan saat itu, terlihat sangat agamis, and suddenly wearing hijab.
lagi2 itu bukan jadi urusan yang membuatku terlalu detail ingin mengetahui bagaimana perjalanan spiritualnya. karena sekali lagi, kami memang tak dekat.
aku tak tahu kemudian apakah dia patah hati atau tak bisa menerima keadaan diri yang tak juga berpacar. suddenly, dia berperan aneh menampakan pribadi berbeda. with her hijab's opened, acted like a man with a strong voice she made...
sekali lagi, saat itu aku belom ngeh bener dengan apa yang terjadi pada dirinya. cuma ada temenku sesama profesi yang sering bareng ke sana sini bareng dia, diboncengin motor ke sana sini tiba-tiba bercerita tentang reinkarnasi yang bagiku mirip seperti revolusi kelamin begitu :)
anehnya cerita hampir delapan taon itu nyambung sama nama hubby yang saat itu baru aja jadi penganten baru :P
ceritanya begini. she mengaku mimpi dikunjungi gus dur yang memberinya wangsit untuk berubah kelamin karena dia sebenernya seorang cowok (janggal-01). she kemudian berubah diri jadi cowok tiba2 menuruti mimpi itu dan mendapatkan nama wira......(janggal-02)...trus she ngomong kalo gus dur dalam mimpi itu meyakinkan dia untuk berubah kelamin karena sebenernya ada temennya sudah berhasil menjalani reinkarnasi serupa. bahwa pada zaman baheula sebenernya ada seorang cewek yang berhasil berubah jadi cowok setelah mendapatkan wangsit serupa dan dong dong dong dong,
cowok itu hubby-ku sendiri (janggal-03)...
OMG (ternyata gw 'making love' with the wrong woman so far). kenapa musti my hubby yang masuk dalam cerita 'khayalan mistis' dia??
aslinya aku nggak malu dengan cerita yang mungkin dia umbar ke sana ke sini karena orang2 realitis dan logis pasti menelusuri kebenarannya. namun aku sempat melamun, sangat membayangkan jangan2 hubby dibawa dalam cerita ini krn kekecewaannya mendapatkan cowok kayak hubby yang sudah menjadi suami dari perempuan lain. maklum saat itu, aku sadar betul saat itu banyak perempuan suka sama si hubby yang emang 'sok' manis and pollite kayak begituh huhuuuy dooooh :D
entahlah cerita itu menyebar pada berapa banyak teman, i really didnt care about him. aku hanya mengkhawatirkan kondisi psykologis she yang tiba2 berubah menjadi he itu. maka awalnya, aku berusaha mendekatinya. tapi ternyata sakit jiwa berkepanjangan membuatku lelah juga 'ngabandunganana'.
dia ternyata menembak temanku perempuan berhijab yang menceritakan perkara reinkarnasi itu yang membuat perempuan itu ketakutan dan diteror habis karena menolak cintanya.
leih tercengang dia ternyata mengejar teman-teman perempuanku yang lain neng er n neng j. walah kondisinya berat dan aku sulit mengendalikan, hanya bisa mendoakan semoga dia cepat bangun dari 'mimpi' nya...
cerita ini aku buat krn tadi pagi dia bener2 nekad meneriaki aku, malakin minta duit di depan gubernuran sampe aku sembunyi diantara teman2 lelakiku untuk menghindarinya.
"mentaa duiiit, maneh geus lila teu mere urang duit. sok siah bejakeun ka si .....(sebut nama hubby)!"
tadinya aku berniat memberi krn rasa kasian melihat dia dengan celana pendek, kaos dekil, sendal jepit, bertopi dan mata nanar plus kuku2 menghitam tak terawat.
tapi itulah kebeneran juga nggak ada receh banget di dompet. dan aku berusaha tak mentolerir kebiasaan dia malakin orang dan mengajak orang mengerti paham kondisinya. dia harus diberi 'shock therapy' yang membuatnya berpikir, nggak semua orang permisif dan masih berusaha mengajaknya berpikir waras.
kadang kepikiran membawanya ke psykolog, tapi apa daya aku ngerii banget liat dia memperlihatkan kekuatan fisiknya sbg lelaki yang pasti membuatku kalah.
ini satu dari sekian cerita ttg she who wants to be him yang tersimpan dalam memori otakku. selain oma tepi, temen hubby yang belakangan ngontak lagi hubby mencari pekerjaan, dan beberapa orang yang merindukan menjadi lelaki dan bertingkah seperti lelaki karena tak bisa menerima keadaan dirinya. bagi perempuan, hidup melajang menjadi lebih berat beban sosialnya ketimbang lelaki. padahal banyak pula lelaki berusaha menjadi perempuan karena merasa perempuan lebih mudah menjadi objek untuk mencari duit dengan cara apapun.
oh entahlah,,,,,aku cuma bisa sharing cerita begini pada keturunanku dan menyatakan bahwa dunia sudah makin udzur dan mereka harus bersiap lebih siap lagi karena dunia akan segera berakhir.................(its nothing to do with '2012')
nyoba lagi jadi pedagang
dalam tiga bulan terakhir diajak temen iseng2 bikin produk dan memasarkannya sendiri. awalnya emang nganggap sepele banget, karena trauma lah sama yang namanya bisnis berdagang, rugi aja. hubby sampai pernah marah2 dan minta aku berhenti jualan baju muslim krn gak jelas untungnya dan malah bikin hidup nggak tenang, kesel krn gak tega nagih.
tapi dalam hidup katanya orang haru mencoba terus sampai menemukan pola yang pas.
jadilah, tadinya aku cuma diajak buat masarin doang. aku sih oke2 aja, krn cuma butuh ngomong dan banyak chatting juga tag orang di FB.
tapi ya itulah, akhirnya terjerumus juga menanam modal krn ternyata dua temenku yang ngajak nggak punya duit segede itu untuk merealisasikan ide mereka.
ribet juga, di sela-sela kesibukan bekerja dua kaki di dua tempat, disempet2in hunting cari model produk ke toko-toko bayi, pasar baru, survey kain ke tanah abang, dacron sampe ring sampe bungkusnya. memakan waktu cukup lama lebih dari sebulan.
yaa kebanyakan bacot pasti gak jadi, nekat lah akhirnya belanja belanji dan cari tukang jait, trial error sampe pada akhirnya dua pekan ini mulai produksi di tukang jait belakang rumahku.
eh ndilalah, my second boss interest banget mendukung pemasaran. kebeneran ada dua temennya dari s'pore sama balikpapan yang disosorin itu produk pertama kami.
dibawalah conto2 terbang, sembari stres nunggu kecepatan tukang jait, secaranya barang belom jadi tapi udah diduitin. asli bener2 berpacu dengan waktu.
belum lagi ternyata promo dari mulut ke mulut sudah mulai terjadi sehingga transaksi direct-selling mulai berlangsung, lagi2 tiap hari nongkrongin tukang jait. bikin stress juga.
pagi2 liputan, balik rumah ambil jaitan, bawa ke lokasi2 pembeli. yaa lumayan lah. sampe bikin kelupaan berat untuk mulai promosi via pesbuk n MP yang tadinya jadi rencana awal akan digunakan sebagai toko maya.
alhamdulillah meski agak manyun krn banyak waktu liburku tersita, kayaknya hubby mendukung tuh usaha baru ini. dengan sukarela, nyetar nyetir ke sana sini buat cari kain murah, tas mika, dll..........
semoga dia nggak bosan punya istri yang ogah 'duduk' heheheee
here we are now, starting all crowds and a new gambling :P
tapi dalam hidup katanya orang haru mencoba terus sampai menemukan pola yang pas.
jadilah, tadinya aku cuma diajak buat masarin doang. aku sih oke2 aja, krn cuma butuh ngomong dan banyak chatting juga tag orang di FB.
tapi ya itulah, akhirnya terjerumus juga menanam modal krn ternyata dua temenku yang ngajak nggak punya duit segede itu untuk merealisasikan ide mereka.
ribet juga, di sela-sela kesibukan bekerja dua kaki di dua tempat, disempet2in hunting cari model produk ke toko-toko bayi, pasar baru, survey kain ke tanah abang, dacron sampe ring sampe bungkusnya. memakan waktu cukup lama lebih dari sebulan.
yaa kebanyakan bacot pasti gak jadi, nekat lah akhirnya belanja belanji dan cari tukang jait, trial error sampe pada akhirnya dua pekan ini mulai produksi di tukang jait belakang rumahku.
eh ndilalah, my second boss interest banget mendukung pemasaran. kebeneran ada dua temennya dari s'pore sama balikpapan yang disosorin itu produk pertama kami.
dibawalah conto2 terbang, sembari stres nunggu kecepatan tukang jait, secaranya barang belom jadi tapi udah diduitin. asli bener2 berpacu dengan waktu.
belum lagi ternyata promo dari mulut ke mulut sudah mulai terjadi sehingga transaksi direct-selling mulai berlangsung, lagi2 tiap hari nongkrongin tukang jait. bikin stress juga.
pagi2 liputan, balik rumah ambil jaitan, bawa ke lokasi2 pembeli. yaa lumayan lah. sampe bikin kelupaan berat untuk mulai promosi via pesbuk n MP yang tadinya jadi rencana awal akan digunakan sebagai toko maya.
alhamdulillah meski agak manyun krn banyak waktu liburku tersita, kayaknya hubby mendukung tuh usaha baru ini. dengan sukarela, nyetar nyetir ke sana sini buat cari kain murah, tas mika, dll..........
semoga dia nggak bosan punya istri yang ogah 'duduk' heheheee
here we are now, starting all crowds and a new gambling :P
Selasa, 17 November 2009
kamis mendung
hari itu sungguh sangat mendung. saat seorang teman kehilangan bayi yang sudah dikandungnya selama tujuh bulan krn kelilit ari2.
duduk bersamanya di ruang persalinan rs santo yusuf bandung jadi makin menyesakkan. krn tangis yang berurai dan aku nggak nahan ikut meneteskan air mata juga, karena kerapnya dia memegang perut buncitku. sementara dia berbaring menunggu obat bekerja mengeluarkan jasad bayinya lewat persalinan normal.
nggak pernah jelas apa yang dimaui tuhan atas umatnya kalo emang kita nggak percaya betul di setiap kejadian pasti ada hikmah.
dia sangat menginginkan anak perempuan yang beratnya waktu lahir 1,3kg. krn hanya punya anak lelaki satu yang sudah berusia 16 taun. sayangnya, tuhan merasa harus memberikan nasib lain pada bayi perempuan.
aku tak bisa memberikan banyak hiburan hanya mengajaknya berpikir realitis. bayangkan saat dia melahirkan berusia 42 tahun, pada usia 55 tahun, bayi perempuan itu usia berapa? dan apakah anak lelakinya sanggup menjaga adik perempuannya? apakah kelak anak lelakinya punya istri yang cukup sabar berbagi kasih sayang dengan adik perempuannya? hanya tuhan tahu yang terbaik dan membahagiakan bagi anak perempuan itu.
inilah jalannya, saat suaminya tak terlalu menyukai kehadiran jabang bayi dalam kandungannya dan hanya bisa berkeluh kesah, resah mengingat kenapa mesti punya bayi lagi, berapa ongkos mesti dikeluarkan untuk persalinan, membiayai hidupnya dan tetek bengeknya?
roda nasib sudah dibuat tuhan dan selalu kita musti percaya itu ending story yang terbaik.
aku jadi inget si 'bebe' dalam kandungan, betapa sulitnya dia dibawa bekerja setiap hari, dengan tak cukup istirahat layaknya ibu2 hamil lain. tapi yaaa cuma berharap tuhan menjaganya sehat selalu dalam kandungan, menyempurnakan akhlak dan fisiknya kemudian. amiin.
duduk bersamanya di ruang persalinan rs santo yusuf bandung jadi makin menyesakkan. krn tangis yang berurai dan aku nggak nahan ikut meneteskan air mata juga, karena kerapnya dia memegang perut buncitku. sementara dia berbaring menunggu obat bekerja mengeluarkan jasad bayinya lewat persalinan normal.
nggak pernah jelas apa yang dimaui tuhan atas umatnya kalo emang kita nggak percaya betul di setiap kejadian pasti ada hikmah.
dia sangat menginginkan anak perempuan yang beratnya waktu lahir 1,3kg. krn hanya punya anak lelaki satu yang sudah berusia 16 taun. sayangnya, tuhan merasa harus memberikan nasib lain pada bayi perempuan.
aku tak bisa memberikan banyak hiburan hanya mengajaknya berpikir realitis. bayangkan saat dia melahirkan berusia 42 tahun, pada usia 55 tahun, bayi perempuan itu usia berapa? dan apakah anak lelakinya sanggup menjaga adik perempuannya? apakah kelak anak lelakinya punya istri yang cukup sabar berbagi kasih sayang dengan adik perempuannya? hanya tuhan tahu yang terbaik dan membahagiakan bagi anak perempuan itu.
inilah jalannya, saat suaminya tak terlalu menyukai kehadiran jabang bayi dalam kandungannya dan hanya bisa berkeluh kesah, resah mengingat kenapa mesti punya bayi lagi, berapa ongkos mesti dikeluarkan untuk persalinan, membiayai hidupnya dan tetek bengeknya?
roda nasib sudah dibuat tuhan dan selalu kita musti percaya itu ending story yang terbaik.
aku jadi inget si 'bebe' dalam kandungan, betapa sulitnya dia dibawa bekerja setiap hari, dengan tak cukup istirahat layaknya ibu2 hamil lain. tapi yaaa cuma berharap tuhan menjaganya sehat selalu dalam kandungan, menyempurnakan akhlak dan fisiknya kemudian. amiin.
Kamis, 12 November 2009
reward terbaik
tadi pagi pas liputan terima telpon dari istri mendiang sahabat suami yang kini jadi teman dekatku. pamitan mo menunaikan hajj.
sedih sekaligus bahagia membayangkannya. pasti dia seneng banget meski harus meninggalkan dua anaknya yang lucu di rumah.
ingatan masih oktober 2008, aku dan hubby pergi naik travel mengunjunginya di sebuah apartemen di deket tanah abang. tanpa air mata, dia ngobrol di kamar suaminya yang baru meninggal dan menunjukan kuburan basah yang kebetulan sekali gampang dipandang dari jendela apartemen mewah yang harga service sebulannya Rp 1 juta itu.
"dulu pas pindah ke sini, abi (sahabat suamiku) bilang, loh kuburan daddy ternyata keliatan dari sini (kuburan mertua lelakinya). wadoh jangan2 aku mati di sini. tapi itu aku kira hanya bercanda. ternyata beneran," tutur dia ketika itu.
kuburan suaminya itu menumpuk dengan kuburan mertuanya, pada akhirnya, setelah kesabaran penyakit jantung menjadi jihad terakhir bagi lelaki yang sedikit banyak berpengaruh dalam kehidupan suamiku kini.
dengan segala pengalaman melihat senang susahnya mereka saat tinggal di negeri paman sam, sampai akhirnya pulang ke tanah air, bergulat dengan banyak spekulasi pekerjaan sampe akhirnya mapan menjadi cerminan betul bagi aku dan hubby bagaimana memperlakukan manusia dan benda dalam hidup.
nggak selamanya banyak uang adalah enak, kadang banyak uang, banyak bisnis, mengurangi waktu buat ibadah, mengurangi waktu untuk keluarga, meski banyak kesenangan materiil tersedia. membuatku belajar bersyukur pula memiliki hubby macam itu :D
sepeninggal sahabatnya, hubby agak worry mengingat nasib kedua anak sahabatnya yang masih kecil-kecil. kedekatanku dengan istri sahabat hubby justru menguat setelah suaminya wafat.
aku kerap ke rumahnya dan pada akhir pekan kadang kami sekeluarga menjemput dua kurcaci bergabung dengan dua kelinci di rumah, main seharian.
sampai akhirnya mei kemarin, akhirnya dia memutuskan menikah lagi yang membuatku justru agak patah hati.
padahal di saat bersamaan, aku benar2 sedang merancang sebuah pernikahan lain untuk hubby. aku merasa 'jatuh hati' pada perempuan istri sahabat hubby itu sampai pada satu keikhlasan untuk berbagi suami dengannya. aku rasa aku bisa banyak belajar tentang aqidah dan gaya hidup ikhlas seperti yang dia jalani. aku pikir kita berdua bisa menjadi partner yang cocok untuk hubby.
aku promosikan dan sosialisasikan pada hubby bahwa aku ingin dia jadi madu-ku. hubby cuma mesem dan menolak halus krn khawatir nggak adil.
aku agak mendung saat tahu dia menikah dengan sahabat suaminya yang tinggal di paman sam.
tapi tak begitu lama aku sadari bisa jadi saat itu aku emosional dan bisa jadi alloh pikir kondisiku belum kuat benar harus berbagi suami. someday maybe yeaaah ? :P
dan tadi pagi saat dia telp hendak berangkat hajj, aku menelan tangis. terharu dan bahagia melihat dia mendapatkan 'rewards' kado pernikahan terbaik dari suami barunya, setelah banyak kesedihan dan ketidakjelasan nasib hidup dialaminya.
illegal hajj, begitu aku mencap kepergian haji-nya. bukan krn persoalan melanggar hukum tuhan. melainkan krn dia pergi haji bukan lewat jalur resmi yang ditetapkan pemerintah. dia janji bertemu suaminya di jordan, krn sudah punya visa dari saudi arabia untuk selanjutnya melanjutkan menuju jeddah.
smoga kepergiannya adalah kebahagian hakikinya mengunjungi tanah kelahiran nabi dan kalau sempat mencium ka'bah.
sedih sekaligus bahagia membayangkannya. pasti dia seneng banget meski harus meninggalkan dua anaknya yang lucu di rumah.
ingatan masih oktober 2008, aku dan hubby pergi naik travel mengunjunginya di sebuah apartemen di deket tanah abang. tanpa air mata, dia ngobrol di kamar suaminya yang baru meninggal dan menunjukan kuburan basah yang kebetulan sekali gampang dipandang dari jendela apartemen mewah yang harga service sebulannya Rp 1 juta itu.
"dulu pas pindah ke sini, abi (sahabat suamiku) bilang, loh kuburan daddy ternyata keliatan dari sini (kuburan mertua lelakinya). wadoh jangan2 aku mati di sini. tapi itu aku kira hanya bercanda. ternyata beneran," tutur dia ketika itu.
kuburan suaminya itu menumpuk dengan kuburan mertuanya, pada akhirnya, setelah kesabaran penyakit jantung menjadi jihad terakhir bagi lelaki yang sedikit banyak berpengaruh dalam kehidupan suamiku kini.
dengan segala pengalaman melihat senang susahnya mereka saat tinggal di negeri paman sam, sampai akhirnya pulang ke tanah air, bergulat dengan banyak spekulasi pekerjaan sampe akhirnya mapan menjadi cerminan betul bagi aku dan hubby bagaimana memperlakukan manusia dan benda dalam hidup.
nggak selamanya banyak uang adalah enak, kadang banyak uang, banyak bisnis, mengurangi waktu buat ibadah, mengurangi waktu untuk keluarga, meski banyak kesenangan materiil tersedia. membuatku belajar bersyukur pula memiliki hubby macam itu :D
sepeninggal sahabatnya, hubby agak worry mengingat nasib kedua anak sahabatnya yang masih kecil-kecil. kedekatanku dengan istri sahabat hubby justru menguat setelah suaminya wafat.
aku kerap ke rumahnya dan pada akhir pekan kadang kami sekeluarga menjemput dua kurcaci bergabung dengan dua kelinci di rumah, main seharian.
sampai akhirnya mei kemarin, akhirnya dia memutuskan menikah lagi yang membuatku justru agak patah hati.
padahal di saat bersamaan, aku benar2 sedang merancang sebuah pernikahan lain untuk hubby. aku merasa 'jatuh hati' pada perempuan istri sahabat hubby itu sampai pada satu keikhlasan untuk berbagi suami dengannya. aku rasa aku bisa banyak belajar tentang aqidah dan gaya hidup ikhlas seperti yang dia jalani. aku pikir kita berdua bisa menjadi partner yang cocok untuk hubby.
aku promosikan dan sosialisasikan pada hubby bahwa aku ingin dia jadi madu-ku. hubby cuma mesem dan menolak halus krn khawatir nggak adil.
aku agak mendung saat tahu dia menikah dengan sahabat suaminya yang tinggal di paman sam.
tapi tak begitu lama aku sadari bisa jadi saat itu aku emosional dan bisa jadi alloh pikir kondisiku belum kuat benar harus berbagi suami. someday maybe yeaaah ? :P
dan tadi pagi saat dia telp hendak berangkat hajj, aku menelan tangis. terharu dan bahagia melihat dia mendapatkan 'rewards' kado pernikahan terbaik dari suami barunya, setelah banyak kesedihan dan ketidakjelasan nasib hidup dialaminya.
illegal hajj, begitu aku mencap kepergian haji-nya. bukan krn persoalan melanggar hukum tuhan. melainkan krn dia pergi haji bukan lewat jalur resmi yang ditetapkan pemerintah. dia janji bertemu suaminya di jordan, krn sudah punya visa dari saudi arabia untuk selanjutnya melanjutkan menuju jeddah.
smoga kepergiannya adalah kebahagian hakikinya mengunjungi tanah kelahiran nabi dan kalau sempat mencium ka'bah.
Selasa, 10 November 2009
koki hebat?
ternyata aku nggak butuh banyak cara untuk mengetahui bagaimana pendapat kakak tentang aku. yang selama ini aku nggak terlalu memperhatikan kecuali dari mulut adiknya.
suatu kali aku pulang kemaleman. usai mengerjakan tugas 'lapangan' terus mampir sebentar mendengarkan curhatan seseorang. tapi saat hendak pulang, sekretaris bos menelpon memerintahkan aku menemani dinner dua teman yang baru pulang kerja laut dari singapura di the valley.
akhirnya aku memutar jalur pulang, mampir di kantor untuk bersama teman2 dan keluarga bos berangkat ke dago. tapi aslinya deg-degan banget, kebayang wajah kakak dan dede yang dijanjikan mendapati ibunya pulang sebelum maghrib.
pas makan juga rasanya nggak seenak kalo bareng hubby n dua gadis kecilku. too formal, blm lagi melihat bgm cara istri bos 'mendisiplinkan' anaknya yang membuat aku tersiksa melihat anak itu menangis hanya gara2 istri bos menyuruh anak itu duduk bareng bersama para tamu. padahal si anak ngadat pengen duduk di kumpulan kursi dekat dengan city light.
kalo aku dan hubby pasti cenderung mengikuti kehendak anak, krn mereka masih kecil dan bukan hal prinsip bgm memilih kursi. dia tidak sedang menawar untuk tidak sholat ato mengaji. sehingga aku agak risih waktu istri bos menakut-nakuti hendak memanggil satpam jika si anak nggak mau meredakan tangisnya.
aku inget kakak dan dede. karenanya, aku telp ke rumah hendak minta maaf dan sekedar bertanya mau oleh2 apa sbg pengganti rasa bersalah. eh yang ada kakak menjawab singkat,"kakak nggak mau apa2, kakak cuma mau ibu cepet pulang!!"
jawaban itu sungguh menyiratkan bahwa kehadiranku lebih penting ketimbang predikat ato oleh2 yang bakal aku bawa. nyaris menangis aku mendengarnya, jika tak sadar banyak orang di sekelilingku sedang terbahak2 cerita ngalor ngidul.
sosok lain aku di mata kakak kembali kutemukan di dalam buku catatan PR english-nya.
saat ditanya,"what is your mother?" jawabannya 'my mother is a best chef'
hahahahaaa ternyata kepake juga masakanku sama si kakak. setelah susah payah belajar selama ini. thanks for hubby yang menjadikanku percaya diri dengan masakan hasil karyaku sendiri. i learned much from him.
enaknya masakin buat hubby adalah dia nggak pernah 'nyacat' masakanku. kadang aku nanya, enak gak? uuuh enak banget, padahal kadang aku rasa keasinan ato kemanisan. dan banyak kata thank u terucap setelah makan masakanku. membuatku nyaman untuk berapresiasi menghasilkan banyak inovasi makanan dan mencoba resep baru. hingga akhirnya anak yang jadi 'kelinci percobaan' sebagai tester merasa harus memberikan gelar 'best chef' pada ibunya.
alhamdulillah ya alloh, nikmat itu nggak harus berbentuk uang atau penghargaan berupa piala dan banyak publikasi di media massa. hanya pengakuan akan keberadaan diantara orang2 tersayang rasanya sudah cukup membuatku merasa dibutuhkan dan berguna sebagai manusia.
suatu kali aku pulang kemaleman. usai mengerjakan tugas 'lapangan' terus mampir sebentar mendengarkan curhatan seseorang. tapi saat hendak pulang, sekretaris bos menelpon memerintahkan aku menemani dinner dua teman yang baru pulang kerja laut dari singapura di the valley.
akhirnya aku memutar jalur pulang, mampir di kantor untuk bersama teman2 dan keluarga bos berangkat ke dago. tapi aslinya deg-degan banget, kebayang wajah kakak dan dede yang dijanjikan mendapati ibunya pulang sebelum maghrib.
pas makan juga rasanya nggak seenak kalo bareng hubby n dua gadis kecilku. too formal, blm lagi melihat bgm cara istri bos 'mendisiplinkan' anaknya yang membuat aku tersiksa melihat anak itu menangis hanya gara2 istri bos menyuruh anak itu duduk bareng bersama para tamu. padahal si anak ngadat pengen duduk di kumpulan kursi dekat dengan city light.
kalo aku dan hubby pasti cenderung mengikuti kehendak anak, krn mereka masih kecil dan bukan hal prinsip bgm memilih kursi. dia tidak sedang menawar untuk tidak sholat ato mengaji. sehingga aku agak risih waktu istri bos menakut-nakuti hendak memanggil satpam jika si anak nggak mau meredakan tangisnya.
aku inget kakak dan dede. karenanya, aku telp ke rumah hendak minta maaf dan sekedar bertanya mau oleh2 apa sbg pengganti rasa bersalah. eh yang ada kakak menjawab singkat,"kakak nggak mau apa2, kakak cuma mau ibu cepet pulang!!"
jawaban itu sungguh menyiratkan bahwa kehadiranku lebih penting ketimbang predikat ato oleh2 yang bakal aku bawa. nyaris menangis aku mendengarnya, jika tak sadar banyak orang di sekelilingku sedang terbahak2 cerita ngalor ngidul.
sosok lain aku di mata kakak kembali kutemukan di dalam buku catatan PR english-nya.
saat ditanya,"what is your mother?" jawabannya 'my mother is a best chef'
hahahahaaa ternyata kepake juga masakanku sama si kakak. setelah susah payah belajar selama ini. thanks for hubby yang menjadikanku percaya diri dengan masakan hasil karyaku sendiri. i learned much from him.
enaknya masakin buat hubby adalah dia nggak pernah 'nyacat' masakanku. kadang aku nanya, enak gak? uuuh enak banget, padahal kadang aku rasa keasinan ato kemanisan. dan banyak kata thank u terucap setelah makan masakanku. membuatku nyaman untuk berapresiasi menghasilkan banyak inovasi makanan dan mencoba resep baru. hingga akhirnya anak yang jadi 'kelinci percobaan' sebagai tester merasa harus memberikan gelar 'best chef' pada ibunya.
alhamdulillah ya alloh, nikmat itu nggak harus berbentuk uang atau penghargaan berupa piala dan banyak publikasi di media massa. hanya pengakuan akan keberadaan diantara orang2 tersayang rasanya sudah cukup membuatku merasa dibutuhkan dan berguna sebagai manusia.
Kamis, 05 November 2009
no where
in the middle of no where
when all tears has gone
when all fears has flied away
i just wanna be with you, forever more
addicted to love
when all tears has gone
when all fears has flied away
i just wanna be with you, forever more
addicted to love
Selasa, 03 November 2009
wonder woman?
kalo liat status ibu-ibu di FB menceritakan kesibukan mereka sehari-hari, ngurus anak, ngurus suami, tetek benget belanja, dst dst aku seneng krn berbagi semangat. tapi kalo udah isinya keluhan dengan frekuensi terus menerus seakan-akan mereka korban pernikahan, suka kasian juga.
ada temen yang emang udah mapan, suami kaya, anak dua lucu, tapi update status-nya selalu nada tak bahagia. kayaknya kesiksa banget mengerjakan semua rutinitas kerjaan rutin. mobil bagus dia punya, suami mapan banget, tinggal di 'neverland' country. ada juga ibu yang domisili lokalan punya kebiasaan sama pula mengeluh. apalagi suaminya kerja di tambang yang jauh dari keluarga, pulang hanya sepekan dalam sebulan.
'emang lu pikir gue wonder woman', suatu kali ku bacas tatus seorang temen. smntara yang satu marah2 seakan-akan harus prepare all thing well all alone untuk segala keperluan rumah tangganya.
kupikir dalam menjalankan roda rumah tangga ada konsekuensi logis yang harus dihadapi nggak usah pake manyun. semua jalan sudah dipilih termasuk memilih suami 'makmur' tapi diberi konsekuensi hanya punya sedikit waktu untuk keluarga. toh bisa jadi, saat mereka diberi suami yang memang selalu bareng dengan rezeki pas-pasan, protes juga pada ujungnya :P
cuma yaaa memastikan diri bisa melakukan segala hal sendiri dan menganggap diri wonder woman bukannya mendekatkan diri pada syukur pada suami. toh sesukar-sukarnya mereka jadi 'wonder woman' versi mereka, mereka masih punya semua fasilitas pendukung yang memudahkan dari mobil bagus, rumah bagus, uang yang tak pernah kurang. masih bisa nyalon dan window shopping tanpa worry keabisan duit :)
bandingkan dengan banyak pekerja perempuan, pedagang perempuan, juga pembokat perempuan yang emang berjuang untuk menafkahi keluarga di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
kukenal sosok lilis, 'office girl' sebuah klinik milik BUMN tersohor. sebelum kerja dia nganter dua anak gadisnya ke sekolah, kemudian dia datang ke kantor pagi2 buat nyapu, ngepel, beres-beres sampe cucu piring sisa satpam semalam. udah gitu dia disuruh beli ini itu sama karyawan klinik. terus di sela-sela pesanan membelikan makan siang karyawan yang seabreg, dia sempatkan menjemput dua anaknya dari sekolah sampe rumah. dan amazing banget, di sela-sela itu dia masih sempatkan jadi calo perpanjangan STNK buat karyawan-karyawan di klinik, kenalan juga banyak orang lain di luar lingkup kerjanya, termasuk aku (yang malesaan)
terkadang suka kasian kalo liat lilis kecapean, sampe ketiduran di mushola saat aku numpang sholat dzuhur di sana. tapi itulah pelajaranku terbesar darinya, dia nggak pernah ngeluh, dan selalu senyum. jarang banget aku liat dia cemberut, makanya dia keliatan awet muda (kalo dibanding wajahku hehee).....
so if take a look those samples, who is the real wonder woman in your opinion???
ada temen yang emang udah mapan, suami kaya, anak dua lucu, tapi update status-nya selalu nada tak bahagia. kayaknya kesiksa banget mengerjakan semua rutinitas kerjaan rutin. mobil bagus dia punya, suami mapan banget, tinggal di 'neverland' country. ada juga ibu yang domisili lokalan punya kebiasaan sama pula mengeluh. apalagi suaminya kerja di tambang yang jauh dari keluarga, pulang hanya sepekan dalam sebulan.
'emang lu pikir gue wonder woman', suatu kali ku bacas tatus seorang temen. smntara yang satu marah2 seakan-akan harus prepare all thing well all alone untuk segala keperluan rumah tangganya.
kupikir dalam menjalankan roda rumah tangga ada konsekuensi logis yang harus dihadapi nggak usah pake manyun. semua jalan sudah dipilih termasuk memilih suami 'makmur' tapi diberi konsekuensi hanya punya sedikit waktu untuk keluarga. toh bisa jadi, saat mereka diberi suami yang memang selalu bareng dengan rezeki pas-pasan, protes juga pada ujungnya :P
cuma yaaa memastikan diri bisa melakukan segala hal sendiri dan menganggap diri wonder woman bukannya mendekatkan diri pada syukur pada suami. toh sesukar-sukarnya mereka jadi 'wonder woman' versi mereka, mereka masih punya semua fasilitas pendukung yang memudahkan dari mobil bagus, rumah bagus, uang yang tak pernah kurang. masih bisa nyalon dan window shopping tanpa worry keabisan duit :)
bandingkan dengan banyak pekerja perempuan, pedagang perempuan, juga pembokat perempuan yang emang berjuang untuk menafkahi keluarga di sela-sela mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
kukenal sosok lilis, 'office girl' sebuah klinik milik BUMN tersohor. sebelum kerja dia nganter dua anak gadisnya ke sekolah, kemudian dia datang ke kantor pagi2 buat nyapu, ngepel, beres-beres sampe cucu piring sisa satpam semalam. udah gitu dia disuruh beli ini itu sama karyawan klinik. terus di sela-sela pesanan membelikan makan siang karyawan yang seabreg, dia sempatkan menjemput dua anaknya dari sekolah sampe rumah. dan amazing banget, di sela-sela itu dia masih sempatkan jadi calo perpanjangan STNK buat karyawan-karyawan di klinik, kenalan juga banyak orang lain di luar lingkup kerjanya, termasuk aku (yang malesaan)
terkadang suka kasian kalo liat lilis kecapean, sampe ketiduran di mushola saat aku numpang sholat dzuhur di sana. tapi itulah pelajaranku terbesar darinya, dia nggak pernah ngeluh, dan selalu senyum. jarang banget aku liat dia cemberut, makanya dia keliatan awet muda (kalo dibanding wajahku hehee).....
so if take a look those samples, who is the real wonder woman in your opinion???
Langganan:
Komentar (Atom)