hoaaammm cuaca bandung bener2 dingin belakangan hari. anak-anak sempat bersamaan kena panas, flu, dan batuk. bersamaan hubby pulang akhir pekan, tiap malem begadang bareng. tapi sumpah, menjaga anak-anak sakit, memanjangkan sabar dan kerasa banget nambah mesra.
kebayang masih ngantuk-ngantuk silih berganti bangun, kadang bertatapan dengan mata ngantuk pun kerasa banget deh senengnya. saling lempar senyum. muaaahhh...love u babe
alhamdulillah dalam soal menjaga anak, hubby emang nggak 'bauan'. sampe kadang anak2 menangis kalo nggak denger suara bokapnya sehari aja. rebutan bicara ditelp, sampe anak tujuh bulan pun meraung-raung kalo telp gak dipencet untuk bicara dengan ayahnya.
wow gak berasa sudah lebih dari 8,5 taun. ngerasa masih memiliki kadar cinta yang sama, mungkin tambah, walo cobaan kadang bikin naik turun emosi. insyaaallah, cintanya tetep sama, sayangnya juga.
terlebih diapelin lima hari sekali. rasa kangennya awet teruss.
mungkin ini cara terbaik tuhan memberikan jalan menjaga kangen ini.
walo kadang repot ngurus anak tiga, dibantu satu asisten tetap, satu asisten tembak, satu tukang setrika dan satu tukang ojek. merasakan setiap individu bisa menjalankan fungsi masing-masing dengan lebih lepas, adalah sebuah kebahagiaan. gak bisa diungkapin lebih panjang lewat kalimat di wall pesbuk ato bokis menceritakan betapa bangganya kita punya suami macam dia kepada sebanyak mungkin orang. karena percaya aja, itu tetap tak akan merepresentasikan apa yang sebenarnya dirasakan. rasanya sudah jauh menyenangkan disimpan di hati, dinikmati sendiri, diam2, sambil senyum n ketawa sendiri mengingat kejadian2 'konyol' seputar aku dan hubby.
weleh weleeehhh panjang juga cuma buat bilang kalo aku selalu ngerasa pacaran terus dengan perasaan selalu berbunga-bunga :P
Selasa, 28 September 2010
Minggu, 26 September 2010
cuma bisa kasian
temenku yang cantik yang suaminya baru ketauan selingkuh body n hati lagi meriang. aneh sering ngomong ngaco 'ngocoblak' teu puguh.
ternyata dia positip hamil anak ke3. wooooow. aku cuma bisa mendoakan semoga kehadiran anak baru menumbuhkan kesetiaan baru bagi si suami utk kembali pada 'khitah'nya.
tak hendak memaksakan semua berjalan sesuai harapan. cuma bisa berdoa 'semoga'...amin.
ternyata dia positip hamil anak ke3. wooooow. aku cuma bisa mendoakan semoga kehadiran anak baru menumbuhkan kesetiaan baru bagi si suami utk kembali pada 'khitah'nya.
tak hendak memaksakan semua berjalan sesuai harapan. cuma bisa berdoa 'semoga'...amin.
Selasa, 14 September 2010
biasa jadi luar biasa
siang menjelang sore, masih mikirin wawancara siapa buat berita apa. akhirnya mampir lah ke presroom gesat bersama enam pria biasa yang membuat sore itu jadi luar biasa.
nyaris selalu berteriak mengingatkan mereka untuk 'shut up their mouths' saat teriakan gembira mereka mengganggu wawancara by phone dengan dua narasumber.
agak setengah marah, saat mereka mulai mengkritisi soal kenapa ada 'kemarau basah' untuk musim kemarau kali ini yang selalu diwarnai hujan deras. padahal tidak pernah ada istilah 'hujan kering' untuk kemarau panjang yang sempat dirasakan panas selalu mengganggu musim penghujan?
bener juga logika itu. betapa kita harus selalu 'dibungkus' istilah-istilah menenangkan yang berusaha menyatakan perubahan iklim ini tak akan membunuh kita. tak ada perubahan iklim, cuma perubahan cuaca akibat el nino or la nina. terus berusaha berpikir betapa skenario terburuk tak pernah dipetakan tim climate change pemerintah saat memberikan warning bahwa perubahan iklim is existing.
kondisi itu jauh, kiamat masih jauh, pemerintah dan insitusinya bersebrangan dengan pendapat sedikit ahli soal eksistensi perubahan iklim. we're not nearly to face 'the bigbang theory'
sudahlah akhirnya pembicaraan melantur jauh diiringi banyak lagu bagus yang kami nyanyikan bersama *tentunyasambilmengetik*
setelah surut baru tersadar kenapa mereka begitu over tertawa terbahak2...bau semilir alkohol dong menusuk hidung, kemudian.
oh god, they've drunk 'smirnoff' in this room that known as the most popular building in this town as the most important places for the governor. yes, it's the governer's office, actuallly....*geleng-geleng-cekakak-cekakak*
nyaris selalu berteriak mengingatkan mereka untuk 'shut up their mouths' saat teriakan gembira mereka mengganggu wawancara by phone dengan dua narasumber.
agak setengah marah, saat mereka mulai mengkritisi soal kenapa ada 'kemarau basah' untuk musim kemarau kali ini yang selalu diwarnai hujan deras. padahal tidak pernah ada istilah 'hujan kering' untuk kemarau panjang yang sempat dirasakan panas selalu mengganggu musim penghujan?
bener juga logika itu. betapa kita harus selalu 'dibungkus' istilah-istilah menenangkan yang berusaha menyatakan perubahan iklim ini tak akan membunuh kita. tak ada perubahan iklim, cuma perubahan cuaca akibat el nino or la nina. terus berusaha berpikir betapa skenario terburuk tak pernah dipetakan tim climate change pemerintah saat memberikan warning bahwa perubahan iklim is existing.
kondisi itu jauh, kiamat masih jauh, pemerintah dan insitusinya bersebrangan dengan pendapat sedikit ahli soal eksistensi perubahan iklim. we're not nearly to face 'the bigbang theory'
sudahlah akhirnya pembicaraan melantur jauh diiringi banyak lagu bagus yang kami nyanyikan bersama *tentunyasambilmengetik*
setelah surut baru tersadar kenapa mereka begitu over tertawa terbahak2...bau semilir alkohol dong menusuk hidung, kemudian.
oh god, they've drunk 'smirnoff' in this room that known as the most popular building in this town as the most important places for the governor. yes, it's the governer's office, actuallly....*geleng-geleng-cekakak-cekakak*
memaafkan
tahun ini pengen banget poool memaafkan semua kesalahan orang seperti menginginkan orang juga memaafkan semua kesalahan saya dengan pooooll pula.
ya jadilah sudah ikhlas dengan semua yang hanya jadi catatan sejarah.
gak mau berbalik ke belakang mengingat semua keburukan, hanya ingin melihat ke depan lebih sabar menerima lebih banyak tantangan besar
;))
ya jadilah sudah ikhlas dengan semua yang hanya jadi catatan sejarah.
gak mau berbalik ke belakang mengingat semua keburukan, hanya ingin melihat ke depan lebih sabar menerima lebih banyak tantangan besar
;))
Kamis, 02 September 2010
another karma?
mamah d tetangga kami usianya sudah lebih dari 55 tahun. tekun ke pengajian di masjid-masjid. dia konon dulu mandor pabrik. sekarang kadang membantu kakakku mengurus trio macanku. tapi ya jarang-jarang banget. kalo butuh banget baru deh.
tadinya mau disertakan penuh mengasuh anak2. tapi kadang terlihat ogah (kalo lagi punya duit suka susah dicari, mau nyuruh juga sungkan)
suaminya sakit2an. anaknya dua lelaki, satu sudah menikah tapi hidup masih kekurangan (masih kerap minta sama ibunya utk menambal biaya hidup), yang kedua polio sejak kecil memilih profesi tukang ojek. untuk pertama kalinya, aku mempekerjakan difabel spt dia untuk antar jemput anak2 sekolah.
namanya hubungan tetangga kadang naik turun juga. kadang kita nggak ngerti kalo tiba2 dia menjauh. kadang juga nggak ngerti tiba2 dia datang ke rumah pagi2. bebas lah. dan saya merasa tak harus berprasangka apa2 sepanjang dia tak mengganggu hidup saya.
tibalah waktu suaminya sakit2an, baru keliatan sifat dasarnya. dia kerap meninggalkan suaminya untuk ngaji ke berbagai tempat, setengah menelantarkan si suami yang pasti ingin ditunggui dan dilayani saat sakit. sikapnya kasar terhadap suami, ternyata. jika tak ada uang, dia tak suka ada di rumah. kasian suaminya.
walo mamah d jadi jarang datang ke rumah, kalo pergi aku sempatkan belikan makanan lunak dari zupa sup, talam, bubur sumsum, dst utk suaminya. meskipun secara pribadi aku n hubby tak cocok dengan perangai suaminya yang kadang kalo disuruh kerja suka lelet sampe berhari2 hanya untuk satu pekerjaan dengan kecurigaan supaya ongkos tukangnya membengkak. dengan alasan kasian, kadang masih dipekerjakan juga utk pekerjaan2 kecil menggantikan posisi hubby. krn kadang hubby bilang kita kadang membeli jasa atau barang bukan atas dasar kebutuhan, tapi ada 'rasa' lain.
ya sudah lah. haruslah air tuba dibalas air susu. supaya air tuba habis tertumpah dan tersisa tinggal susu di gelas *pribahasangaco*
cerita beredar sesayup sampai tentang keruntuhan kemakmuran keluarga yang pertama kali punya rumah tembok dua lantai di gang rumah tinggal kami.
konon mamah d adalah mandor galak yang sangat setia menjaga aset majikan sehingga sangat tega menghardik atau melaporkan anak2 buahnya kepada si bos. belum lagi mulutnya yang selalu nyinyir terhadap anak buah. kejadian itu sudah 15 tahun silam, orang masih merekamnya di ingatan. karena kebetulan banyak tetangga adalah bekas anak buahnya. belum lagi cerita betapa sangat beraninya dia melawan suaminya krn lebih rendah pendidikan dan penghasilan yang kerap diperlihatkan dengan memarahi suaminya di depan para tetangga.
aku sama sekali tak berhubungan dengan dia di masa lalunya. kuanggap angin lalu saja. bagaimanapun kadang ada pesan lewat berbagai sikap yang kami tunjukan untuk menunjukan apresiasi atas perubahan sikapnya yang dulu 'reman' jadi ahli ngaji *walo dikritik abaikan suami*
dengan perhatian pada suaminya pun, saya hanya ingin mengingatkan bahwa 'orang lain saja peduli sama suamimu yang sakit, kenapa kamu tega pergi2an meninggalkannya sendirian'.
tak ada alasan memberikan penghukuman pada orang yang sedang berproses untuk menjadi baik. bukanlah lebih baik menjadi bekas orang jahat daripada menjadi bekas orang baik?
just another contemplation for me, indeed :P
tadinya mau disertakan penuh mengasuh anak2. tapi kadang terlihat ogah (kalo lagi punya duit suka susah dicari, mau nyuruh juga sungkan)
suaminya sakit2an. anaknya dua lelaki, satu sudah menikah tapi hidup masih kekurangan (masih kerap minta sama ibunya utk menambal biaya hidup), yang kedua polio sejak kecil memilih profesi tukang ojek. untuk pertama kalinya, aku mempekerjakan difabel spt dia untuk antar jemput anak2 sekolah.
namanya hubungan tetangga kadang naik turun juga. kadang kita nggak ngerti kalo tiba2 dia menjauh. kadang juga nggak ngerti tiba2 dia datang ke rumah pagi2. bebas lah. dan saya merasa tak harus berprasangka apa2 sepanjang dia tak mengganggu hidup saya.
tibalah waktu suaminya sakit2an, baru keliatan sifat dasarnya. dia kerap meninggalkan suaminya untuk ngaji ke berbagai tempat, setengah menelantarkan si suami yang pasti ingin ditunggui dan dilayani saat sakit. sikapnya kasar terhadap suami, ternyata. jika tak ada uang, dia tak suka ada di rumah. kasian suaminya.
walo mamah d jadi jarang datang ke rumah, kalo pergi aku sempatkan belikan makanan lunak dari zupa sup, talam, bubur sumsum, dst utk suaminya. meskipun secara pribadi aku n hubby tak cocok dengan perangai suaminya yang kadang kalo disuruh kerja suka lelet sampe berhari2 hanya untuk satu pekerjaan dengan kecurigaan supaya ongkos tukangnya membengkak. dengan alasan kasian, kadang masih dipekerjakan juga utk pekerjaan2 kecil menggantikan posisi hubby. krn kadang hubby bilang kita kadang membeli jasa atau barang bukan atas dasar kebutuhan, tapi ada 'rasa' lain.
ya sudah lah. haruslah air tuba dibalas air susu. supaya air tuba habis tertumpah dan tersisa tinggal susu di gelas *pribahasangaco*
cerita beredar sesayup sampai tentang keruntuhan kemakmuran keluarga yang pertama kali punya rumah tembok dua lantai di gang rumah tinggal kami.
konon mamah d adalah mandor galak yang sangat setia menjaga aset majikan sehingga sangat tega menghardik atau melaporkan anak2 buahnya kepada si bos. belum lagi mulutnya yang selalu nyinyir terhadap anak buah. kejadian itu sudah 15 tahun silam, orang masih merekamnya di ingatan. karena kebetulan banyak tetangga adalah bekas anak buahnya. belum lagi cerita betapa sangat beraninya dia melawan suaminya krn lebih rendah pendidikan dan penghasilan yang kerap diperlihatkan dengan memarahi suaminya di depan para tetangga.
aku sama sekali tak berhubungan dengan dia di masa lalunya. kuanggap angin lalu saja. bagaimanapun kadang ada pesan lewat berbagai sikap yang kami tunjukan untuk menunjukan apresiasi atas perubahan sikapnya yang dulu 'reman' jadi ahli ngaji *walo dikritik abaikan suami*
dengan perhatian pada suaminya pun, saya hanya ingin mengingatkan bahwa 'orang lain saja peduli sama suamimu yang sakit, kenapa kamu tega pergi2an meninggalkannya sendirian'.
tak ada alasan memberikan penghukuman pada orang yang sedang berproses untuk menjadi baik. bukanlah lebih baik menjadi bekas orang jahat daripada menjadi bekas orang baik?
just another contemplation for me, indeed :P
ocehan anak2 soal rokok :P
saat buka puasa bareng temennya yang selalu mereka undang ke rumah, kakak teteh sekonyong2 ngobrol soal rokok.
kakak : iya rokok itu bikin orang hamil enggak nyaman (kalimat yang nyangkut dari himbauan di bungkus rokok yang mungkin kakak pernah baca)
teteh : makanya ibu berhenti ngerokok sebelum terlambat. salah2 berbahaya!
*tepukjidat*
meski udah jadi veteran smoker 10 taun lalu, agak tersentak mendengar celoteh teteh. cuma bisa mengembalikan logikanya."emang pernah teteh liat ibu ngerokok?"
"oh iya yaa ibu kan nggak ngerokok!"
good baby gooood....
tiap hari musti muter otak menghadapi pertanyaan, pernyataan anak2 yang memang polos. gak bisa memaksakan pemahaman, kecuali hal2 prinsip. merdekalah anak2!
kakak : iya rokok itu bikin orang hamil enggak nyaman (kalimat yang nyangkut dari himbauan di bungkus rokok yang mungkin kakak pernah baca)
teteh : makanya ibu berhenti ngerokok sebelum terlambat. salah2 berbahaya!
*tepukjidat*
meski udah jadi veteran smoker 10 taun lalu, agak tersentak mendengar celoteh teteh. cuma bisa mengembalikan logikanya."emang pernah teteh liat ibu ngerokok?"
"oh iya yaa ibu kan nggak ngerokok!"
good baby gooood....
tiap hari musti muter otak menghadapi pertanyaan, pernyataan anak2 yang memang polos. gak bisa memaksakan pemahaman, kecuali hal2 prinsip. merdekalah anak2!
Langganan:
Komentar (Atom)