Selasa, 14 September 2010

biasa jadi luar biasa

siang menjelang sore, masih mikirin wawancara siapa buat berita apa. akhirnya mampir lah ke presroom gesat bersama enam pria biasa yang membuat sore itu jadi luar biasa.

nyaris selalu berteriak mengingatkan mereka untuk 'shut up their mouths' saat teriakan gembira mereka mengganggu wawancara by phone dengan dua narasumber.

agak setengah marah, saat mereka mulai mengkritisi soal kenapa ada 'kemarau basah' untuk musim kemarau kali ini yang selalu diwarnai hujan deras. padahal tidak pernah ada istilah 'hujan kering' untuk kemarau panjang yang sempat dirasakan panas selalu mengganggu musim penghujan?

bener juga logika itu. betapa kita harus selalu 'dibungkus' istilah-istilah menenangkan yang berusaha menyatakan perubahan iklim ini tak akan membunuh kita. tak ada perubahan iklim, cuma perubahan cuaca akibat el nino or la nina. terus berusaha berpikir betapa skenario terburuk tak pernah dipetakan tim climate change pemerintah saat memberikan warning bahwa perubahan iklim is existing.

kondisi itu jauh, kiamat masih jauh, pemerintah dan insitusinya bersebrangan dengan pendapat sedikit ahli soal eksistensi perubahan iklim. we're not nearly to face 'the bigbang theory'

sudahlah akhirnya pembicaraan melantur jauh diiringi banyak lagu bagus yang kami nyanyikan bersama *tentunyasambilmengetik*

setelah surut baru tersadar kenapa mereka begitu over tertawa terbahak2...bau semilir alkohol dong menusuk hidung, kemudian.

oh god, they've drunk 'smirnoff' in this room that known as the most popular building in this town as the most important places for the governor. yes, it's the governer's office, actuallly....*geleng-geleng-cekakak-cekakak*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar