Senin, 22 Maret 2010
hidup yang penuh kebetulan
waktu nyari sekolah kakak dua taun lalu. bingung nyarinya krn kami mencari saat injury time, dimana banyak skolah bagus udah pada tutup masa pendaftaran sejak februari-maret setiap tahunnya. kami menemukan dua sekolah dekat rumah di sekitar arcamanik. yang satu menolak krn kakak blm cukup umur, msh kurang dua bulan. masuklah kami ke sekolah yang dikelola mantan dosen kami yang dikenal egaliter dan keren pemikirannya. di sana, kakak diterima dan betah sekali sekolah sampe sekarang.
walo kadang teman2 agak mengernyitkan dahi dan bertanya,"bukannya itu sekolah syi'ah. emang kamyuu syi'ah yaaaa??" tentu kami bukan syi'ah, tapi pemahaman syi'ah juga aliran islam yang tidak bertabrakan jauh menjadi sebuah sekte terlarang. ajaran shalawat-nya sangat menyentuh qalbu dan menajamkan banyak sinyal-sinyal kemanusiaan. kami ingin anak-anak kami mempelajari semua aliran dalam islam sehingga mengerti betul mengapa mereka perlu memurnikan ajarannya, tidak diembel2i banyak tradisi yang terkadang menjurus pada bid'ah dan riya'.
sebulan setelah melahirkan, mulailah aku hunting untuk sekolah teteh, anak kami nomer dua. tanya sana sini, telpon dan liat2...dengan mudahnya sahabatku memberitahu 18 guru sekolah anaknya (sebuah sekolah bagus di kawasan dago) eksodus membuat sekolah baru di dekat rumah kami. subhanallah. tadi pagi aku cari informasi mendatangi sekolah yang memakai konsep 'green global school'
kebetulan2 itu sangat gak mungkin tanpa kuasa sang 'invisible hand', tentunya...............
kebetulan lain? yang aku ingat sewaktu rembes ketuban dan memed terpaksa cepat dilahirkan sebulan sebelum waktunya, menjadi perjuangan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
tapi tahukah kamu, kalo majunya kelahiran memed adalah sebuah kebetulan karena kontrak kerja baru datang per 1 maret dan harus dikerjakan segera. sementara persiapan proyekan2 lainnya pun ternyata harus diawali bulan maret. sangat gak mungkin jika memed jadi lahir 26februari, maka sekarang aku masih dalam tahap pemulihan ketika harus mulai bekerja.
kebetulan lainnya? saat aku harus belajar teknik sesuatu yang baru yang sama sekali baru dalam pekerjaanku kini. ternyata sahabatku yang lain memiliki dua aktor kunci yang bisa membelajariku tentang itu.
kebetulan lainnya apakah gerangan? sangat banyak dan aku malu mengungkapnya karena masih sedikit bersyukur............
Jumat, 12 Maret 2010
mematangkan pilihan jadi ftm
dia anak orang kaya dengan tabungan banyak, bersuami kaya dan bergaji mantap. jelas dia lebih memilih jadi ftm. sementara aku lihat diriku, banyak masih butuhnya mengurus keluarga, dan sedikit menambal kebutuhan rumah tangga.
gak meragukan sedikit kuasa tuhan akan kehidupan manusia yang sudah mengatur hidup, jodoh, rezeki dan mati.
satu saat hubby pernah merasa kalau aku lebih bete full tinggal di rumah, dibanding jika mengurus rumah tangga sambil menyambi pekerjaan. selain itu, aku memang punya tanggungan keluarga yang kupikir sangat unfair jika aku nimbrung dengan keuangan rumah tanggaku yang dalam perjalanannya juga pernah mengalami masa-masa defisit dan perlu 'ditomboki'.
aku merasa pede akhirnya bekerja dan mengurus anak. walaupun di setiap fase bertambah anak ada kendala, aku selalu meminta petunjuk pada yang kuasa minta dicarikan jalan terbaik agar lebih banyak meluangkan waktu di rumah.
ada satu fenomena aneh yang terjadi pada temanku yang mempromosikan jadi ftm itu pada dua pekan kemarin. saat dia merasa goyah untuk menetapi pilihannya itu karena penurunan signifikan kemampuan ekonomi.
aku merasa tak perlu mengejeknya. aku menawarkan sedikit bantuan agar dia tetap tak goyah dengan pilihan yang menurutnya terbaik dibanding yang dilakukan ibu2 bekerja yang kerap 'menelantarkan' anak-anaknya. bantuan rahasia namanya.
sementara dalam perjalananku mematangkan jadi ftm yang bisa bekerja di rumah, kini seperti diberikan jalan keluar luar biasa. saat laju karier mendongkrak gaji hubby untuk bisa mengcover semua kebutuhan rumah tangga dan menabung, aku mulai menyurutkan peranku mencari uang. ndilalah tuhan menyediakan jalan agar aku lebih mematangkan profesi ideal dan sosial yang maaf, ini pun rahasia namanya.
setiap hari aku bisa bekerja maksimal dua jam, keluar rumah ngantor paling dua hari sepekan, mencoba prospek-prospek kerjasama untuk masa depan dan menjajal peluang menyiapkan masa pensiun hubby suatu hari kelak.
tak ada rencana taktis dalam hidupku, semuanya mengalir begitu saja sesuai dengan jalur yang disiapkan-Nya. aku manut sama jalan yang ditunjukan-Nya. yang kupikir-pikir sederhana saja utk pensiun hubby, selain menjalan expertise sesuai background study S2-nya yang harus dimulai sejak sekarang, dia bisa mengambil jenjang doktor jika sudah berusia lebih dari 40 dan 'ditendang' dari perusahaannya. sementara aku tetap 'ngopeni' anak-anak dan bekerja paruh waktu dengan maksimal. itu saja.
nggak ada rumusan apapun apalagi punya cita2 besar sebagai seorang yang ideal karena namanya manusia, berusaha dan berusaha saja, tak ada kerja yang selesai hanya dengan omong besarrr :)
Kamis, 11 Maret 2010
sekelumit chit chat
sekelumit chatting dengan hubby yang selalu bikin eneg, nyebelin, tapi inilah yang selalu ngangenin. sekaligus mengingatkan betapa aku selalu masih menjadi diri sendiri di depannya dan dia menerimanya dengan ikhlas (kalee yaa) hahahahaaa
yayang : mau cerita sih, tapi takut nggak menarik. jadi nggak pede...
gue : nyak naoooonn
yayang: tapi kalo nggak menarik jangan dihina ya?
gue: naon seh??yayang : tapi bener kan nggak akan dihina?
gue: ya udah lahterserah mo cerita ato enggak
bete.com
yayang : mau yang, bener nih mau. tapi janji dulu nggak akan menghina.gue : marah.com
yayang: ih, jadi gini yang. tadi pagi ada yang nelepon aku dari republika pustaka
Sebelumnya ada cewe abg gitu di sebrang republika ndeketin pas aku nunggu metro mini
tampilannya sih bersih, kayak pegawai administrasi gitu lah. dia mengaku kecopetan di metro mini, dan minta bantuan untuk bisa pulang ke kebon jeruk.
ih, meni nggak ada reaksi ih.....
gue: kamu kecopetan kan akhirnya? rezekinya bisa ketemu abg
gitu kan akhirnya
yayang : ih, ngaco...bukan gitu tau. bete ih...aku kasih dia uang ribuan, mungkin sekitar tujuh ato delapan ribu bekas kembalian naik mikrolet..
gue: harusnya aku dong yang beteyayang: mau diterusin enggak nih?
gue: ya soooooooooooooookyayang: nah, semalem, aku pulang kan naik ojek dari kantor karena udah nggak ada mikrolet lagi...aku kasih ceban berharap ada kembalian goceng. Eh...tukang ojek bilang, nggak ada kembalian bang. Ada uang pas enggak?
gue: tapi gak kembalian kan? jadi udah keluar 12 rebu
yayang: aku cari ternyata nggak ada juga. jadilah kuikhlaskan mbayar ojek dua kali lipat dari harga biasa.
gue: heeeeeeeeehhhh... jadi intinya apa
yayang: Nah dalam perjalanan ke rol, aku mikir. Ini sebenernya ada apa sih. kok kayaknya aneh gitu
gue : ini teh tausyiah?
yayang: Ih, ya udah deh.....boker dulu aja ah...Ini lagi dirunut ceritanya tai...eh...tau...
gue: eddddddddddaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnn...udah aku mo sign out aja. masih banyak kerjaan!!!!!!!!!!!!
aarrrrrrrrrrggggghhhh
yayang: nah, aku cuma menduga-duga, mungkin Allah akan berbuat sesuatu yang menyenangkan. dan ternyata dugaanku bener.
baru aja duduk di ruangan, tiba-tiba telepon berdering
"Mas, ana nomer rekening BCA?" kata si penelepon.
halo...halo.......ditinggal boker yah?
gue: seterah koe, smoga bokernya lancarrrrrrrrrrrrrrrrrrr
yayang : nggak dibaca yah?
gue: ya alhamdulillah, tapi kok saldo bca belom nambah ya? (dipereksa di m-mobile)
hahahahaaa
yayang : makanya didengerin dulu, atuh. biar jelas ceritanya
gue: boker dulu aja deh
aku mah butuh yang jelas disetorin
kalo cuma cerita aja mah, bikin pegel
yayang : ya udah kalo nggak mau diceri tai...
ya intinya rejeki yang nanti malem aja belum aku ambil, pagi ini sudah dikasih lagi.
gue: tapi acara ultah wika bukannya tadi malem??
baca berita detik
yayang: nanti malem, berita detik salah buanget...nget...nget..
aku kan pegang undangannya dan kemarin udah dibilangin..
gue: ya udah
selamet yaa
ditunggu traktirannya
(da sekarang mah udah bisa turbo) hehee
yayang : iya yang...aku mberesin laporan keuangan dulu ya. terima kasih ya udah diceri tai...
gue: geuleuh ah
bari teu jelas tai na naon
yayang: didinya mah jiga teu boga tai wae ih
yayang: ya udah aku beresin urusan dulu ya, ikum
Jumat, 05 Maret 2010
rezeki bukan soal matematik
hubby selalu bilang, rezeki itu tak selalu harus uang. kadang ditraktir, diberi mudah, diberi murah pun itu rezeki.
aslinya uang untuk bayar operasi bukan berasal dari uang tabungan. dia datang dari arah tak disangka-sangka. kadang aku masih amazing dengan cara tuhan memanjakanku saat itu.
diberi rasa sakit, tapi dengan penawar yang luar biasa.
supir yang siap antar kemana aja, tetangga yang datang silih berganti, mengantar makanan, mengantar minuman, mengantar senyum. teman2 yang selalu sedia direpotin dan tentunya keluarga yang sayang.
memed dapet angpau lumayan. setelah dibelikan sepeda dan otopad utk dua kakaknya, diberikan pada ini itu, dibelikan sembako buat tetangga, angpaunya masih mengalir sampai nyaris sebulan ini. kami pun mentraktir para sahabat di resto. setelah itu masih bisa membelikan nebulizer utk keponakan yang asma akut (musim dingin asmanya sering kambuh).
setelah angpau, hubby bilang masih ada sisa SPJ dari kantor yang katanya kurang. setelah itu double bonus datang april. setelah itu, tiga kerjaan baru menanti kerja kerasku mulai bulan ini.
padahal biar tabungan tak terganggu, aku sudah aku mengumpulkan uang dari hasil kerja lepasku ditambah arisan kantor. aku kalkulasi cukup membiayai sesar dan aqiqah.
aku ambil jatah arisan menang pada januari. tapi ternyata temanku di sby membutuhkannya utk membiayai mertuanya di rs. jatahku bergeser pada februari. jatah kembali bergeser stlh temanku yang malang meminta tolong utk mengubah kembali jatah arisanku utk biaya anak bayinya yang harus dioperasi.
dan aslinya sudah nggak peduli dengan itu saat banyak orang lebih membutuhkannya. yang ada rasa kasihan dan membayangkan bagaimana jika ujian itu menimpa kita.
aku ingat hukum rezeki dari tuhan, jika kau merelakan ikhlas, gantinya akan berlipat-lipat. hubby selalu menegaskan rezeki yang ada di kita bukan berarti milik kita, bisa jadi rezeki orang yang mampir di kantong kita.
merasakan betul keajaiban-keajaiban yang datang bagaikan menyempurnakan pelajaran kesombongan kalkulasiku sebagai manusia dalam menghitung matematik rezeki yang datang. jadi nikmat tuhan mana yang hendak kudustakan........tentu tak ada.
Selasa, 02 Maret 2010
rapat pertama = presentasi sidang pertama hik
abis dzuhur bawa memed di gendongan, nyangklong laptop n naek ojek menunju jl citarum buat brain storming sama tiga teman.
tapi itulah, temen lelakiku baru saja menghadapi sidang pertama cerainya hari ini. so, not to smooth jadinya. pembicaraan awal lebih mengeksplor suasana sidang pertamanya.
istrinya yang sehari sebelumnya menyatakan padaku tak akan datang pada sidang itu, ternyata datang. mereka tak bertegur sapa. karena kesal dengan tudingan selingkuh, teman lelakiku menjawab pertanyaan hakim ttg alasan bercerai,"saya selingkuh."
biar cepet, katanya untuk segera mengakhiri dan mempercepat persidangan. selanjutnya ditanya,"dengan perempuan?" (temenku bengong, disangka gay)
si hakim penasaran bertanya,"memang kalau wart**** selalu dikelilingi banyak perempuan ya?"
temanku menjawab ketus (sambil mikir seberapa banyak teman seprofesi yang memilih bercerai),"oh enggak, itu karena saya ganteng aja!"
ya begitulah, kami tertawa miris mendengarnya (sekaligus menghiburnya utk tidak seserius itu). tapi akhirnya memang menyerah dengan style dia mengemukakan pendapat yang sangat gugup akhirnya. mental teman lelakiku sedang down, bagaimanapun itu jadi warna rapat pertama hari ini. bukan semata bahan tertawaan, tapi pembelajaran serius ttg hidup.
sampe jam 2 siang, dari pagi dia menghitung sudah 16 batang rokok memenuhi paru-parunya.
bagaimanapun kacaunya rapat pertama, aku sangat senang bisa kembali bekerja. mengkalkulasi prospek taun ini, semoga bisa memberikan banyak benefit bagi banyak orang.