rezeki itu benar2 rahasia. ngerasa bener pas memed lahir, banyak sekali hal tak terduga datang sebagai rezeki.
hubby selalu bilang, rezeki itu tak selalu harus uang. kadang ditraktir, diberi mudah, diberi murah pun itu rezeki.
aslinya uang untuk bayar operasi bukan berasal dari uang tabungan. dia datang dari arah tak disangka-sangka. kadang aku masih amazing dengan cara tuhan memanjakanku saat itu.
diberi rasa sakit, tapi dengan penawar yang luar biasa.
supir yang siap antar kemana aja, tetangga yang datang silih berganti, mengantar makanan, mengantar minuman, mengantar senyum. teman2 yang selalu sedia direpotin dan tentunya keluarga yang sayang.
memed dapet angpau lumayan. setelah dibelikan sepeda dan otopad utk dua kakaknya, diberikan pada ini itu, dibelikan sembako buat tetangga, angpaunya masih mengalir sampai nyaris sebulan ini. kami pun mentraktir para sahabat di resto. setelah itu masih bisa membelikan nebulizer utk keponakan yang asma akut (musim dingin asmanya sering kambuh).
setelah angpau, hubby bilang masih ada sisa SPJ dari kantor yang katanya kurang. setelah itu double bonus datang april. setelah itu, tiga kerjaan baru menanti kerja kerasku mulai bulan ini.
padahal biar tabungan tak terganggu, aku sudah aku mengumpulkan uang dari hasil kerja lepasku ditambah arisan kantor. aku kalkulasi cukup membiayai sesar dan aqiqah.
aku ambil jatah arisan menang pada januari. tapi ternyata temanku di sby membutuhkannya utk membiayai mertuanya di rs. jatahku bergeser pada februari. jatah kembali bergeser stlh temanku yang malang meminta tolong utk mengubah kembali jatah arisanku utk biaya anak bayinya yang harus dioperasi.
dan aslinya sudah nggak peduli dengan itu saat banyak orang lebih membutuhkannya. yang ada rasa kasihan dan membayangkan bagaimana jika ujian itu menimpa kita.
aku ingat hukum rezeki dari tuhan, jika kau merelakan ikhlas, gantinya akan berlipat-lipat. hubby selalu menegaskan rezeki yang ada di kita bukan berarti milik kita, bisa jadi rezeki orang yang mampir di kantong kita.
merasakan betul keajaiban-keajaiban yang datang bagaikan menyempurnakan pelajaran kesombongan kalkulasiku sebagai manusia dalam menghitung matematik rezeki yang datang. jadi nikmat tuhan mana yang hendak kudustakan........tentu tak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar