kadang suka senyum2 sendiri, merasa disayang tuhan saat menemukan banyak kebetulan saat membutuhkan..
waktu nyari sekolah kakak dua taun lalu. bingung nyarinya krn kami mencari saat injury time, dimana banyak skolah bagus udah pada tutup masa pendaftaran sejak februari-maret setiap tahunnya. kami menemukan dua sekolah dekat rumah di sekitar arcamanik. yang satu menolak krn kakak blm cukup umur, msh kurang dua bulan. masuklah kami ke sekolah yang dikelola mantan dosen kami yang dikenal egaliter dan keren pemikirannya. di sana, kakak diterima dan betah sekali sekolah sampe sekarang.
walo kadang teman2 agak mengernyitkan dahi dan bertanya,"bukannya itu sekolah syi'ah. emang kamyuu syi'ah yaaaa??" tentu kami bukan syi'ah, tapi pemahaman syi'ah juga aliran islam yang tidak bertabrakan jauh menjadi sebuah sekte terlarang. ajaran shalawat-nya sangat menyentuh qalbu dan menajamkan banyak sinyal-sinyal kemanusiaan. kami ingin anak-anak kami mempelajari semua aliran dalam islam sehingga mengerti betul mengapa mereka perlu memurnikan ajarannya, tidak diembel2i banyak tradisi yang terkadang menjurus pada bid'ah dan riya'.
sebulan setelah melahirkan, mulailah aku hunting untuk sekolah teteh, anak kami nomer dua. tanya sana sini, telpon dan liat2...dengan mudahnya sahabatku memberitahu 18 guru sekolah anaknya (sebuah sekolah bagus di kawasan dago) eksodus membuat sekolah baru di dekat rumah kami. subhanallah. tadi pagi aku cari informasi mendatangi sekolah yang memakai konsep 'green global school'
kebetulan2 itu sangat gak mungkin tanpa kuasa sang 'invisible hand', tentunya...............
kebetulan lain? yang aku ingat sewaktu rembes ketuban dan memed terpaksa cepat dilahirkan sebulan sebelum waktunya, menjadi perjuangan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
tapi tahukah kamu, kalo majunya kelahiran memed adalah sebuah kebetulan karena kontrak kerja baru datang per 1 maret dan harus dikerjakan segera. sementara persiapan proyekan2 lainnya pun ternyata harus diawali bulan maret. sangat gak mungkin jika memed jadi lahir 26februari, maka sekarang aku masih dalam tahap pemulihan ketika harus mulai bekerja.
kebetulan lainnya? saat aku harus belajar teknik sesuatu yang baru yang sama sekali baru dalam pekerjaanku kini. ternyata sahabatku yang lain memiliki dua aktor kunci yang bisa membelajariku tentang itu.
kebetulan lainnya apakah gerangan? sangat banyak dan aku malu mengungkapnya karena masih sedikit bersyukur............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar