sungguh minggu yang lamban terasa pekan ini. hujan deras tiap hari datang. kadang berangkat sudah kena gerimis, kerja, pulangnya udah kayak kucing kecebur kali. basyaaah.. derasnya ujan akhir2 ini sampe nembus mantel hujanku.
nggak menyesal masih terus musti kehujanan. masih bisa menyambangi orang-orang yang 'terlupakan' dalam hidup. masih dikasih nafas untuk tetap bersyukur dengan keterbatasan.
tapi memang jadi kepikiran kenapa minggu ini berjalan lamban. apa karena redupnya matahari membuat aktivitas banyak terhambat? kurang bersemangat memacu mesin engkol tua? hehee no excuse!!
debu merapi yang jaraknya lebih dari 400 kilometer nyampe juga di kota ini. membayangkan efek perubahan iklim lokal sangat mungkin terjadi. inget cerita ilmiah si toba supervolcano yang meletus sekitar 74.000 taon lalu. saat itu diperkirakan, abu vulkanik yang memenuhi atmosfer mampu membuat dunia ini gelap gulita selama enam tahun karena lapisan abu vulkanik yang menghalangi sinar matahari menyinari bumi. untuk merapi pasti nggak seserem itu karena volume materialnya juga kalah jauh.
berpikir tentang keseimbangan. kenaikan suhu bumi akibat perubahan iklim, polusi udara, kebakaran hutan, efek rumah kaca, dll...allah masih baik memberikan letusan gunung yang menembakan abu ke udara yang membuat semacam pelindung untuk sejenak menurunkan suhu permukaan bumi dengan menahan sinar matahari yang masuk.
soal lambannya minggu ini berjalan juga ternyata dirasain sama si hubby. 'iya yang pengen pulang nih'......selamat akhir minggu lamban. masanya bersiap mengajak anak2 centil berenang :)
Kamis, 25 November 2010
Selasa, 23 November 2010
sosialite
'its never too late to mend'...berusaha banget menguatkan peran jadi pengantar jemput anak. terus terang agak males ngikutin parent's forum di sekola anak-anak. tapi apalah daya. fokus untuk tujuan lebih memaksimalkan dan mensinkronkan kinerja sekolah dengan kinerja orang tua untuk mendukung pendidikan anak.
so begitulah, datang ke parent's forum. seperti diduga, diawali dengan arisan. masing2 ibu berkelompok sesuai style hidup masing-masing. di blok kiri ngomongin mode dan blanja blanji produk2 merk di mal a, mal b, dst....sebelah utara agak kaleman, ngomongin pendidikan dan ekskul anak...sebelah selatan ngomongin hal-hal ringan basa basi manjangin silaturahim (me included).
datang ibu empat anak (suaminya kenal baik dengan hubby), tapi agak males nyamperin, cuma nyapa doang. ibu ini udah S2, sangat expert dan dominan kalo ngomongin soal edukasi dan pasti dia mengungkap detail bgm dia membuat keputusan mengirim anak2nya ke sekolah unggulan :P
me? ternyata bisa juga berbaur ikut kelompok penggembira yang anehnya mudah juga menemukan yang seide ttg sebuah parent's forum.
ujung-ujungnya ngomongin kompetisi antar kelas dalam 'satay day' for belated idul adha...unjuk kabisa deh nyumbang lontong mie buat temen sate....
tanpa diduga, sambutan luar biasa buat si lontong mie (padahal nyaris gak pede pas bikinnya krn ibu2 request lontongnya nggak dibungkus layaknya lontong pake daun pisang, melainkan dicetak spt agar-agar dengan bintang, kura2, bunga gak jelas deh)
w.o.w berlanjut pada seringnya mengantar kakak ke rumah teman-temannya mengerjakan peer group. antar jemput les english and renang juga terus berinteraksi akhirnya dengan lebih banyak ibu2 dengan 'warna berbeda.
nggak semudah itu untuk berbaur, memang. tapi untuk tetap jadi diri sendiri dan diterima di lingkungan 'berbeda' pun ternyata tak sesulit itu. bersikaplah terbuka pada pendapat orang dengan memendam lebih banyak pendapat sendiri (jika berbeda) untuk menghindari kekeliruan persepsi.
inget kata-kata hubby, tuhan beri dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak menyimak daripada 'nyablak' hahaa
doin' fine :)
so begitulah, datang ke parent's forum. seperti diduga, diawali dengan arisan. masing2 ibu berkelompok sesuai style hidup masing-masing. di blok kiri ngomongin mode dan blanja blanji produk2 merk di mal a, mal b, dst....sebelah utara agak kaleman, ngomongin pendidikan dan ekskul anak...sebelah selatan ngomongin hal-hal ringan basa basi manjangin silaturahim (me included).
datang ibu empat anak (suaminya kenal baik dengan hubby), tapi agak males nyamperin, cuma nyapa doang. ibu ini udah S2, sangat expert dan dominan kalo ngomongin soal edukasi dan pasti dia mengungkap detail bgm dia membuat keputusan mengirim anak2nya ke sekolah unggulan :P
me? ternyata bisa juga berbaur ikut kelompok penggembira yang anehnya mudah juga menemukan yang seide ttg sebuah parent's forum.
ujung-ujungnya ngomongin kompetisi antar kelas dalam 'satay day' for belated idul adha...unjuk kabisa deh nyumbang lontong mie buat temen sate....
tanpa diduga, sambutan luar biasa buat si lontong mie (padahal nyaris gak pede pas bikinnya krn ibu2 request lontongnya nggak dibungkus layaknya lontong pake daun pisang, melainkan dicetak spt agar-agar dengan bintang, kura2, bunga gak jelas deh)
w.o.w berlanjut pada seringnya mengantar kakak ke rumah teman-temannya mengerjakan peer group. antar jemput les english and renang juga terus berinteraksi akhirnya dengan lebih banyak ibu2 dengan 'warna berbeda.
nggak semudah itu untuk berbaur, memang. tapi untuk tetap jadi diri sendiri dan diterima di lingkungan 'berbeda' pun ternyata tak sesulit itu. bersikaplah terbuka pada pendapat orang dengan memendam lebih banyak pendapat sendiri (jika berbeda) untuk menghindari kekeliruan persepsi.
inget kata-kata hubby, tuhan beri dua telinga dan satu mulut agar lebih banyak menyimak daripada 'nyablak' hahaa
doin' fine :)
Minggu, 21 November 2010
back to reality
tersendat-sendat kembali ke dunia nyata, setelah bangun dari mimpi, menyadari sahabatku sudah tak bisa diajak curhat dan saling memotivasi biar tetap tegap menjalani hidup.
hanya ada hubby, tiga gadis kecil yang beranjak besar, dan kakak perempuanku yang jadi prioritas.
mulai menata hidup dengan banyak teman baik tersisa. menyadari semuanya fana, kini merancang hidup untuk 'hidup' setelah hidup.
banyak air mata sudah tumpah dengan perasaan tercabik-cabik. menemani hubby ke jatinangor untuk kasih materi. menyadari bahwa sahabatku pernah sangat hafal semuua sudut di kampus itu. menyadari semua yang pernah kita rasakan di tempat itu. sambil menyusui si bungsu di parkiran, aku masih saja menangis.
malu membayangkan belum sepenuhnya bisa jadi sahabat terbaik baginya. namun bahagia pernah mengenalnya sebagai orang terdekat, setelah hubby.
ibunya menawariku warisan barang-barangnya. aku menolaknya halus. aku bilang kalau aku akan sangat sedih memakainya. aku hanya ingin mengingatnya selalu di otak dan hatiku, tidak sekedar melekatkannya di kulitku.
hidupku masih harus berjalan dengan tegak, dengan atau tanpanya. mengasuh anak-anak, menemani hubby.
hanya ada hubby, tiga gadis kecil yang beranjak besar, dan kakak perempuanku yang jadi prioritas.
mulai menata hidup dengan banyak teman baik tersisa. menyadari semuanya fana, kini merancang hidup untuk 'hidup' setelah hidup.
banyak air mata sudah tumpah dengan perasaan tercabik-cabik. menemani hubby ke jatinangor untuk kasih materi. menyadari bahwa sahabatku pernah sangat hafal semuua sudut di kampus itu. menyadari semua yang pernah kita rasakan di tempat itu. sambil menyusui si bungsu di parkiran, aku masih saja menangis.
malu membayangkan belum sepenuhnya bisa jadi sahabat terbaik baginya. namun bahagia pernah mengenalnya sebagai orang terdekat, setelah hubby.
ibunya menawariku warisan barang-barangnya. aku menolaknya halus. aku bilang kalau aku akan sangat sedih memakainya. aku hanya ingin mengingatnya selalu di otak dan hatiku, tidak sekedar melekatkannya di kulitku.
hidupku masih harus berjalan dengan tegak, dengan atau tanpanya. mengasuh anak-anak, menemani hubby.
Minggu, 07 November 2010
great lost
banyak cerita yang lebih baik aku simpan sendiri antara aku dan dia. sahabat norak yang senang mewarnai bibirnya merah menyala. dia mewarnai lebih dari sepertiga hidupku. dari panci presto,baju,kerudung,legging,baju anak2,bantal,selimut sampai 'jeroan' semua adalah jejaknya di rumahku.
bukan tiba2 tanpa rencana tuhan mengambilnya dalam usia 34 taun, usai ultah terakhirnya di rumah sakit yang dirayakan dengan satu kue tart pada 26 okt'2010..selasa,3 nov'2010 adalah saat terakhir mengantarmu ke ruang persiapan operasi, hingga kritis aku masih optimis cadangan donor darah bisa menyelamatkanmu.tapi allah lebih sayang menghilangkan penderitaanmu dan menggantinya dengan kebahagiaan jumat jam 2 dinihari tepat 5nov'10.
rest in peace my beloved bestfriend. terlalu banyak kenangan yang hanya ingin aku simpan di kepala dan hati hingga akhir hayatku. kamu adalah orang yang bisa membuatku jadi diri sendiri, selain suamiku.
aku nggak ingin membagi kenangan atasmu di blogs ini. its another great lost for me...after my parents, my father in law...
ya allah terima mereka semua di sisi-mu yang maha mengetahui betapa baiknya mereka.
bukan tiba2 tanpa rencana tuhan mengambilnya dalam usia 34 taun, usai ultah terakhirnya di rumah sakit yang dirayakan dengan satu kue tart pada 26 okt'2010..selasa,3 nov'2010 adalah saat terakhir mengantarmu ke ruang persiapan operasi, hingga kritis aku masih optimis cadangan donor darah bisa menyelamatkanmu.tapi allah lebih sayang menghilangkan penderitaanmu dan menggantinya dengan kebahagiaan jumat jam 2 dinihari tepat 5nov'10.
rest in peace my beloved bestfriend. terlalu banyak kenangan yang hanya ingin aku simpan di kepala dan hati hingga akhir hayatku. kamu adalah orang yang bisa membuatku jadi diri sendiri, selain suamiku.
aku nggak ingin membagi kenangan atasmu di blogs ini. its another great lost for me...after my parents, my father in law...
ya allah terima mereka semua di sisi-mu yang maha mengetahui betapa baiknya mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)