sungguh minggu yang lamban terasa pekan ini. hujan deras tiap hari datang. kadang berangkat sudah kena gerimis, kerja, pulangnya udah kayak kucing kecebur kali. basyaaah.. derasnya ujan akhir2 ini sampe nembus mantel hujanku.
nggak menyesal masih terus musti kehujanan. masih bisa menyambangi orang-orang yang 'terlupakan' dalam hidup. masih dikasih nafas untuk tetap bersyukur dengan keterbatasan.
tapi memang jadi kepikiran kenapa minggu ini berjalan lamban. apa karena redupnya matahari membuat aktivitas banyak terhambat? kurang bersemangat memacu mesin engkol tua? hehee no excuse!!
debu merapi yang jaraknya lebih dari 400 kilometer nyampe juga di kota ini. membayangkan efek perubahan iklim lokal sangat mungkin terjadi. inget cerita ilmiah si toba supervolcano yang meletus sekitar 74.000 taon lalu. saat itu diperkirakan, abu vulkanik yang memenuhi atmosfer mampu membuat dunia ini gelap gulita selama enam tahun karena lapisan abu vulkanik yang menghalangi sinar matahari menyinari bumi. untuk merapi pasti nggak seserem itu karena volume materialnya juga kalah jauh.
berpikir tentang keseimbangan. kenaikan suhu bumi akibat perubahan iklim, polusi udara, kebakaran hutan, efek rumah kaca, dll...allah masih baik memberikan letusan gunung yang menembakan abu ke udara yang membuat semacam pelindung untuk sejenak menurunkan suhu permukaan bumi dengan menahan sinar matahari yang masuk.
soal lambannya minggu ini berjalan juga ternyata dirasain sama si hubby. 'iya yang pengen pulang nih'......selamat akhir minggu lamban. masanya bersiap mengajak anak2 centil berenang :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar