hubby belikan tas kulit baru. ibaratnya barter. krn tas punggung yg dibeli di jkt terlalu cowok dan agak ribet kalo kupake, hubby memakainya. sbg gantinya aku minta dibelikan tas simple yg muat semua barang2 dan alat kerjaku.
nah pas dipake pertama. temen2 pada bilang bagus. keren. trus preksa2 merk. sampe ada yang nyiumin baunya segala. "kulit asli!" beuhhh
agak malu jadi memakainya. krn aku lebih tekankan fungsi dan kenyamanan memakai. mereka melihat dari kacamata model, merk dan taksiran harga.
aku bbm hubby ttg kejadian itu. hubby bilang sok dijawab,"ya jelas keren, orang yang mbeliinnya juga keren" whewhhh geuleuh.
aku cuma bilang, gitu ya pergaulan. kalo aku sengsara, mereka masih mau berteman gak? heheheee
bukan bermaksud mempertanyakan pertemanan. perjalanan,pengalaman berteman memang sebuah ujian kesetiaan yang gak mudah diukur hanya dengan perkataan.
saya nggak mau njelimet mengukur pertemanan. tapi nyatanya memang akhirnya berpikir, kalo saya bukan siapa2, apa mereka masih mau jadi teman saya?
kata suhu kalimat bijak, Mario Teguh--sahabat buruk itu seperti bayangan, dia ada saat terang dan menghilang di saat gelap--
i've found a lot of good and great friends so far.tentunya yang sudah teruji melewati itu semua...alhamdulillah. cuma teman2 di suasana bekerja memang lain, mereka datang dan pergi seperti biasa...ada yang baik, ada yang nyebelin...saya menikmatinya.
dari tas itu saya merasa gak perlu berpikir lebih jauh lagi. toh saat mereka komentar pun, itu sudah menunjukan perhatian. itu sesuatu, tentu :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar