kerasa banget bedanya ada di rumah sama kelayapan di luar cari duit. anak-anak menjadi kontrol paling hebat mengingatkan banyak hal prinsip yang kita terapkan sama mereka.
cobalah nyuruh kakak shalat, pasti ditanya duluan,"ibu udah shalat juga?"
jadinya bukan terpaksa, akhirnya dengan kesadaran penuh, membiasakan diri dengan melakukan sesuatu sebelum menyuruh orang.
anak-anak pun sangat peduli detail, sangat skeptis, dan menarik banyak urat kesabaran.
sadar banget, mereka cuma butuh conto, bukan banyak teori apalagi wejangan berpanjang-panjang.
selalu kalo mendiskusikan ini dengan teman2 baikku terucap,"kalo dulu mah kita boro2 protes, disuruh apa harus mau, dikasih apa harus terima."
ya aku selalu jawab, ini adalah konsekuensi kita memberi demokratisasi lebih pada anak-anak untuk tumbuh lebih cerdas, bebas tanpa tekanan. sepanjang mereka masih menetapi hal prinsip, mengingatkan hal prinsip, jangan khawatir. justru kita mesti mulai menundukan diri sedikit, lebih banyak mendengar daripada bicara. kan gak ada dosanya kalo memang mesti belajar dari anak-anak.
tapi yah kan kita sering jadi repot musti belajar dari anak-anak. "makanya jangan terlalu demokratis. jadi bumerang :P"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar