setelah hampir dua pekan aku tak males ketemu sama temen lelakiku, after girl's talked 2 weeks ago, akhirnya hari ini bertemu.
dia dalam kondisi bokek berat, bayar hutang ini itu, padahal baru dapet hadiah 18jt. kisah tragis yang rumit akhirnya.
saat perempuan 'insecure' itu meminta cerai, saat itu menurut temenku, dia akhirnya pisah ranjang di rumah kontrakan mereka. setiap hari, dia tidur di karpet di ruang baca. dan calon bekas istrinya sudah mengusirnya agar segera pindah rumah.
sementara kamar dia yang kosong di rumah orangtuanya sedang dipakai kakaknya yang baru saja melahirkan. dia tak tega harus mengambil space buat baby kakaknya. akhirnya dia mencari kost yang juga nggak ketemu2.
dia merasa sudah lelah. tak dianggap nasihatnya sbg suami dan terus menerima tudingan dia selingkuh. blom lagi mengongkosi gaya hidup istrinya, yang baru ultah di sebuah kafe dalam semalam habis 2,8jt. meowwww glek!!
akhirnya dia bilang minta tolong proses cerai dipercepat. udah nggak kuat.
apalagi menjelang penerbitan novelnya taun depan diwarnai pula dengan kecurigaan editor buku di penerbit suka juga sama temen lelakiku. padahal mereka hanya saling menyapa via sms, apa sudah makan, dst? krn buku sedang diedit jadi komunikasi pun berjalan intens. tapi sang istri yg sudah mengganggap busuk suaminya, malah meng-sms pada perempuan itu dia tak terlalu suka suaminya di-sms dengan hal2 yang dianggap private.
semuanya memang sudah buntu, saat komunikasi berlawanan arah dengan tak ada titik temu. pisah mungkin jalan yang terbaik.
walo temenku bilang dia jadi pseudo-sama kata nikah, semoga dia diberikan alloh perempuan yang mau belajar bareng 'berdiri' n 'berjalan' :)
"aku memang nggak menjanjikan kekayaan, tapi aku juga nggak berhenti mencari peluang menambah penghasilan. kalau aku dapet perempuan lagi, minimal dia mau belajar bareng buat berproses seperti ini."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar