Selasa, 12 Januari 2010

kado cerita selingkuh #1

sehari sebelum sewindu berlalu, seorang teman perempuan cantik dengan fisik nyaris sempurna menjabat tanganku. saat aku bilang mau nurunin berat badan dan agak bebenah penampilan usai melahirkan.

dia bilang tambah gede gaji suami, tambah settle, anginnya akan semakin besar. dan bukan cuma kekuatan fisik yang bisa 'mengikat' para suami.

temenku kurang apa? dalam sebulan bisa dihitung brp ongkos mempercantik body,wajah, kulit dan lainnya untuk mendukung penampilan. nyari duit juga kenceng banget buat nutupin biaya rumah tangga. dia mau menerima nikah beda agama, memulai hidup dengan gaji suami 250rb/bulan. tentunya kesulitan2 yang mereka hadapi diharap bisa makin menyatukan langkah mereka.

tapi itulah. jalan hidup yang terlihat mesra dengan suami yang terlihat sangat penyayang tak bisa jaminan bahwa hidup mereka fine2 aja.

bermula dari hamil anak kedua. temen perempuanku cantik yang sama2 weekly wife merasa agak aneh perasaan. suaminya membuat FB berbeda, kemudian dia berusaha invite tapi tak pernah di-add. kemudian dia membuat FB dengan nama berbeda yakni kecengan si suami saat masih di kampus. eh di-add.

dari situlah, dia mulai memata-matai siapa sesungguhnya suaminya. dari status dan banyak comment pada statusnya yang tertuju pada kecurigaan ada 'main' dengan seorang teman seprofesi suaminya, tapi berbeda kota.

saat masuk ke perusahaan baru, suami mengaku dapat gaji 6 jt. suatu kali, istrinya disuruh ngambil uang di atm. istrinya yang pintar lsg mendaftarkan diri pada m-banking dan shock mendapati kebohongan besar ternyata gaji suaminya lebih dari 11 jt. padahal selama ini dari gaji 6jt saja, dia hanya terima utk ongkos hidup dengan dua anak 3,5 jt per bulan. bohong yang fantastis.

tak sengaja, temenku yang gak biasa ngoprek henpon suaminya, iseng melihat isi henpon dan tercengang menyaksikan banyaknya foto perempuan seprofesi suaminya itu.

"tak ada satupun foto keluarga kami di henpon baru itu!" ujar temenku.

setelah itu ceritanya, si suami mengaku ada tugas ke Yk.. saat itu si suami ultah dan temen perempuanku membelikan dompet baru sbg kado. dia berusaha memberi surprises dengan rencana memindahkan semua isi dompet suaminya ke dompet baru. tapi alangkah kagetnya dia menemukan sebuah kondom terselip di dompet tua itu. dia pun urung memindahkan isi dompet dan mengambil gunting untuk memotong ujung kondom dan kemudian mengemasnya kembali.

dia berharap saat pulang dari Yk, kondom itu masih tersimpan di dompet tua. tapi kenyataan memberi bukti lain, kondom itu sudah raib saat kembali ke rumah.

waktu interogasi pun dilakukan perempuan cantik itu. dia merasa harus ada penjelasan sebelum menuduh. suaminya dengan keras menjawab bahwa dia menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan (tapi nyatanya tak ada), kemudian dia bilang bahwa kondom itu milik temannya dan sudah dikembalikan lagi ke temannya (yang jelas2 ada di jkt, bukan Yk).

tak lama, temenku mengetahui pula bahwa perempuan yang diduga jadi selingkuhan suaminya itu tinggal di Yk. lengkaplah sudah semua kebohongan itu menjadi satu cerita riil yang harus dihadapi ibu muda dua anak, yang setiap hari bekerja keras di kantor, mengurus rumah, mengurus anak2, tetek bengek, dan memberikan waktu lebih banyak di akhir pekan untuk suami.

sampai situ, suaminya masih terus terusan berkata bahwa dia 'bersih' dan tak seperti yang dipikirkan teman perempuanku.

ini bukan sebuah cerita tentang keadilan. tapi dia memintaku untuk tidak naif memandang kenyataan hidup.

"sapa sangka, dia idealis, pintar dan sayang keluarga," kata temenku.

cerita tak berakhir di situ. enam bulan lampau, suaminya meminta dia memeriksakan diri ke dokter kandungan karena merasa keputihan yang diderita si istri volumenya terlalu banyak dibanding biasa. karenanya sebagai user, dia meminta istrinya memeriksakan diri ke dokter.

suaminya begiitu memaksanya memeriksakan diri, sampai akhirnya mereka berdua datang ke seorang dokter. sang suami memperlihatkan medical record hasil lab yang menyatakan dia menderita GO. istrinya yang setengah kaget, harus menjalani serangkaian papsmear dst dst.

"dan dokter bilang, aku udah stadium satu serviks!" kata perempuan itu sambil berusaha tersenyum manis.

sementara aku terhenyak dan hanya menahan tangis sambil berseloroh,"brengsek!!"

dia sama sekali tak mempermasalahkan bagaimana suaminya membuang 'hajat', tapi dia hanya tak terima suaminya membawa penyakit sampai ke rumah, untuk orang yang dikasihinya.

"mungkin libido lagi tinggi, imannya turun. tapi pls aku gak terima, dia bawa penyakit ke rumah, dan memiliki belahan hati lain di dunia lain. soal keterbatasan fisik aku bisa terima, tapi dia selingkuhnya udah masalah hati. itu yang bikin aku sakit hati," tuturnya.

akhirnya dia berkeputusan membuat surat perjanjian, sambil menjalani pengobatan. siapa diantara mereka ada yang selingkuh, pernikahan akan bubar dan hak asuh ada di tangan orang yang tak melakukan perselingkuhan.

aku merasa tak akan pernah melarangnya untuk bercerai.

kuingat betul suami temenku yang sebenernya lebih dekat berteman denganku. inget kere'nya dia yang sering minta tolong pinjem duit, tapi setelah duit dipunya, 'kesenangan lain' pun ingin dipunya.

speechless benar aku mendengar cerita itu. tapi bersyukur banget karena kado cerita ini mengingatkan ku akan sebuah keabadian cinta, yang hanya sedikit orang beruntung memilikinya. dan aku gak tau pasti, apakah aku termasuk orang yang 'sedikit' itu???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar