sobatku men-cancel janji bertemu sore ini. dia bilang flu berat dan marah besar sama dua anaknya yang disekolahin jauh-jauh di sebuah sekolah prestisius di utara kota. hanya karena hasil uas-nya jeblok banget.
kubilang padanya...kalo mau marah jangan sama anak-anak. coba lu tanya diri lu sendiri. semaksimal apa lu meluangkan waktu buat membimbing anak-anak belajar di rumah...
secaranya ibu bekerja, men-drop anak di sekolah pagi-pagi, di tengah hingar bingar menembus kemacetan dari selatan kota menuju utara. kemudian menebar sauh memancing rezeki di jatinangor. kembali sore, menjemput mereka kembali dan menembus kembali kemacetan menuju home sweet home.
hanya mengingatkan. apa yang kamu tanam, itulah yang didapat. sebenarnya kita hanya menanam investasi pada sekolah, bukan anak-anak. karena investasi 'nilai' bagi mereka sangat berbeda dengan persepsi kita.
aku cuma menyinggungnya di satu sisi yang aku juga suka lebih sadar diri menerima anak-anakku dengan rupa-rupa kebiasaan jeleknya. karena banyak waktu yang tak mampu kusediakan untuk mereka.
anak pertamaku juga sedang hobby les ngaji, matematika, inggris, perkusi, sampe les renang yang membuat lima hari dalam sepekan adalah perjuangan mengatur jadual antar jemput dengan stopping berbeda.
dan aku nggak berharap banyak dari nilai uasnya semester ini. mumpung masih kelas tiga sd, biarkanlah dia bebas memilih apapun yang disuka selagi tidak melanggar prinsip dan hak orang lain. membiarkannya mulai merancang ingin jadi apa dia kelak, walaupun lebih berat memilih sebagai seniman. sangat jauh dari dunia orang tuanya.
tak mengapa. that's the kids who we have to love with all weakness and fun, as they have to love us as their parents with limited time!!!
whatever...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar