Senin, 14 Desember 2009

another contempletation

semua hidup ada ujungnya. tiga teman seprofesi di jkt menghadap-Nya dalam tiga hari terakhir. setelah teman yang diduga kena 'heart attack' wafat rabu, jumat seorang teman senior yang kukenal sejak bangku kuliah (7 taon pacaran sama abang kelasku) wafat pula setelah lama berjuang melawan kanker paru. dan sorenya, sms hubby juga update status FB mengabarkan seorang teman senior di kantor hubby menghadap-Nya saat bekerja mengirim berita dari sebuah warnet di laos.

teman senior yang 'beristirahat' setelah melawan kanker, pergi saat aku baru saja kirim ucapan ultah pada abang kelasku itu di wall FB-nya. krn dulu sering ke tempat kost mereka di muararajeun yang kebeneran sama sekali nggak pernah kuduga, daerah itu jadi tempat bertemu pacar abadiku sekarang.

abang kelas menjawab panjang lebar tentang cobaannya di hari jadinya ke-37. dia sedang berharap ibu mertuanya sembuh dari kritis di RS dan menemukan kenyataan mantan pacar yang tak akan pernah dibencinya menghadap-Nya pada hari yang sama. bagaimana bisa tuhan mengingatkan abang kelasku menjadi sebuah kontemplasi hari ulang tahun yang sangat berbeda.

sementara semua orang termasuk pejabat negeri dikejutkan dengan kematian mendadak teman senior hubby di kantor yang terkenal sangat bersahaja. dia orang sederhana dan kocak yang justru pergi meninggalkan banyak rasa kehilangan.

relasi-relasi yang kadang kita tak pikirkan dalam hidup. hubby merasa gemeteran mendengar teman seniornya berpulang. krn saat hendak pergi, dia sempat bertemu dan temannya itu sempat pamitan seraya berjanji mengirim berita dari negeri sebrang.

hidup memang nggak pernah pasti, tapi mempersiapkan adalah nyata yang harus dilakukan.

aku cuma merasa kehilangan-kehilangan itu sangat mengajarkan pentingnya kebersamaan dan mensyukuri semua relasi yang kita miliki sekarang. selama kita jarang menyakiti orang, jangan khawatir pasti 'pulang' banyak yang mengantar dan mendoakan.

seperti teman senior hubby, yang subhanalloh usai wafat langsung diurus pemandian dan kafannya oleh muslim champa yang jumlahnya hanya sedikit di negeri itu. pergi pun diantar banyak teman dan orang-orang yang bisa jadi tak terlalu kenal dengannya tapi sangat mengetahui persis kerendahan hatinya. bagaimana dia selalu tertawa senang with no complain juga ngedumel apalagi menerima tugas tapi 'rungsing' di belakang, kata testimoni seorang senior, tak pernah dilakukan lelaki itu.

jabatan apapun yang melekat tak pernah bisa 'membantu' orang untuk lebih mulia menghadap-Nya. ternyata hanya tebaran kebaikan pada orang lain lah yang berserak dan akan berkumpul membantu kita menemukan bahagia menghadap-Nya. so what with jabatan. bahkan seorang staf biasa pun bisa 'pulang' dengan cara 'luar biasa'. itu semua hanya karena kelakuan.

lesson learn number sekiaan dalam hidup. thank a zillion alloh...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar