Senin, 21 Desember 2009

just think about karma

a lot of people feels better to stop talking about karma. tapi terkadang perjalanan hidup orang bisa membuat satu kronologis pelajaran bagi hidupku. bahwa setiap orang akan menuai apa yang dia tanam.

alkisah saat ibu mertua menjadi orang pertama yang berhijab di kampungnya sekitar tahun 1980-an silam menjadi kisah kelabu yang harus beliau lalui --sekeluarga, tentunya, including my sweety hubby--. tantangan zaman itu sangat keras, rumah mereka didatangi intel yang sembunyi di dapur lah, bapak mertua dibawa ke kantor koramil lah krn mempelopori lebaran berbeda dengan pemerintah, sampai anak-anak pun didera banyak tertawaan dan makian krn berusaha menegakan keyakinan.

saat itu, kata hubby, meski ibunya yang memakai hijab, dia yang lelaki dan tak memakai kerudung pun jadi bahan sindiran guru kelasnya waktu SD.

si guru terang2an bilang kalo orang berhijab itu pakaiannya seperti 'togog'. hubby sudah terbiasa berkuping tebal, untungnya. namun sebelnya guru SD ini selalu berulang menyindir2 dengan kalimat2nya.

sampai pada suatu saat, dia yang hobby mempermalukan orang, dipermalukan alloh dengan cara lain. suatu ketika anak perempuannya hamil dengan tak jelas siapa ayahnya, hingga kini malu keluar rumah. anak perempuan guru SD itu pun sekarang memakai kerudung.

kasian guru SD itu di akhir hayatnya diuji dengan penyakit bengkak-bengkak sekujur badan, hingga akhirnya wafat sebelum idul adha kemaren.

aku pelajari betul terkadang hubby dengan kuping panasnya dihina, dicaci, bahkan dikata-katai di belakang tanpa orang2 itu tahu hubby selalu tahu apa yang mereka katakan. banyaknya fitnah.

kadang aku suka agak kesel, kenapa hubby nggak berterus terang apa yang terjadi dan alasan apa dia ambil suatu langkah yang dibilang orang menyebalkan tidak pada tempatnya. tapi dalam banyak kesempatan, hubby selalu mengingatkan berterus terang kalo dia kasian, dia menghindar dari kata 'mempermalukan'.

tapi dari beberapa perjalanan hidup orang yang pernah berburuk sangka ato berperilaku buruk sama hubby, aku merasa betul bahwa menghadapi marah dengan marah bukan sebuah solusi penting. apalagi kalo yang dilawan keras kepala dengan banyak ide menyerang menjatuhkan lawan :P

ide silent is gold aku rasakan betul melibatkan banyak kesempatan melihat kronologis hidup orang itu.

kadang seperti 'ditinggikan' derajat oleh alloh, ternyata ujian yang harus dihadapi dia sangat sulit dibanding orang2 yang mendapat 'derajat' serupa. kadang ada juga yang betul2 menjatuhkan hubby di depan bos pun, eh malah dia yang 'terjungkal' dengan banyak masalah.

hidup memang sebuah karma, saat kita berusaha meredam bahwa bukan karma yang kita dapat, tapi itulah kenyataannya. orang yang pernah melaporkan hubby pun, diam2 direncanakan 'ditendang' kantornya karena prestasi dan moral yang buruk.

segembor2nya orang menjelekan orang lain, dia akan mendapat karma 'jelek' juga sebagai satu pelajaran (jika dia wise menganggap itu bukan pembalasan). hanya untuk memberi peringatan jangan berbuat seperti itu, karena sangat nggak enak menjadi orang yang diperlakukan seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar