perempuan muda dan cerdas itu kukenal sekitar empat taun lalu di sebuah tikungan pekerjaan pada suatu waktu. hingga kemudian dia menikah dengan lelaki yang kebetulan aku kenal. pasangan serasi secara fisik, materi tentunya juga kognisi.
aku merasa dunianya sangat sempurna. dengan prestasi dan nama besar, kecantikan terkenal dan pekerjaan yang sangat mapan. demikian juga dengan sang lelaki.
aku merasa kualitas hidup mereka lebih sempurna kalo dibanding cinta aku dan hubby yang trully sederhana and simple maker :P
bukan mengecilkan kualitas cintaku sama hubby dengan keadaan yang memang pasti beda dengan kondisi mereka yang sudah start dari lima, sementara kami start dari minus, mungkin huahuahuaaaa
eh berarti ini ngomongin materi yang established krn kalo soal cinta mah, di rumah kontrakan di kawasan kumuh gang sempit pun aku n hubby rasanya mah khusyu saling cinta (ngkali yeee??)
kalau dengar kisah mereka, njomplang aku dibuatnya. jalan2 ke luar negeri, naik ini dan itu, merasakan semua kisah kasih seperti di pelm-pelm barat 'when harry met sally', 'you've got mail', dll
cerita cinta mereka mirip di pelm dengan segala fasilitasnya yang terekam jelas dalam blogs blogs perjalanan hidup yang jelas menunjukan kebahagiaan mereka punya :)
memori kuat pelm itu yang sangat kuat aku ingat, hingga malas menerima satu cerita tentang perselingkuhan lelaki yang perfect di samping perempuan itu. tentunya aku malas merombak jalan cerita happy ending yang aku khayalkan terjadi di pelm mereka berdua.
tapi itulah, perempuan yang sudah dimanjakan dengan banyak kelebihan itu terantuk dengan kisah cintanya sendiri dan kenyataan bahwa kondisi keturunan mereka tidak se-perfect kisah awal cintanya. dia menghapus semua jejaknya, menihilkan semua sejarah dan berusaha kuat mengulang semua dengan seolah-olah menjadi manusia yang 'bukan apa-apa'.
kaget aku dibuatnya. tapi aku harus menerima sad ending dari pelm nyata yang aku tonton ini dengan semua kesadaran dan pembelajaran, dunia memang nggak sempurna. tapi ketidaksempurnaan itu justru membuat hidup perempuan cantik itu menjadi sempurna sebagai manusia, kurasa. karena kesempurnaan hanya milik penciptanya, yang sangat berhak menyempurnakan yang 'kurang' dengan kelebihan dan menyempurnakan yang 'lebih' dengan kekurangan.
what a perfect God we have........................tapi sama sekali aku menyesal mengetahui cerita ini dari awal sampai akhirnya. turut prihatin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar