Kamis, 22 Oktober 2009

cara pandang baru

rabu kemarin aku datang ke sebuah acara pemakaman bapaknya temen kerjaku di kantor, mewakili bos yang musti presentasi ke jakarta.

yang mengantar sekitar 10 mobil termasuk ambulance bergerak ke pinggiran kota, arah selatan bandung.

putra bapak itu hanya dua, temanku yang tertua. nah, adiknya kebetulan istrinya temen kerjaku di 'tempat lain'.

biasalah kami kemudian berbaur dengan sesama pelayat yang kemudian kami liat dari seragamnya, kebanyakan adalah teman kantor ibu mereka.

pas pulang, kebetulan dua tetangga yang ikut ke mobil kantor ibu mereka ternyata tak bisa 'nebeng' dengan mobil yang sama, karena mobil kantor hendak kembali ke kantor ibu itu di timur bandung.

barulah kutahu, dari dua bapak yang kemudian kami menumpang kendaraan kami, bahwa hanya ada tiga orang tetangga yang mengantar si bapak sampai ke pemakaman.

haaah??

kemana para tetangga --terutama yang sebelahan rumah-- yang pasti hampir tiap hari bertemu, mungkin mengaji dan sholat jamaah di masjid yang sama, dan minimal menjalankan ritual halal bihalal setaun sekali saat lebaran.

kalau mereka nggak kenal sama keluarga ini, agak sulit diterima. profesi mantunya yang temenku 'itu plus aktifnya si ibu 'memakmurkan' masjid pastilah ada 'nilai lebih' di lingkungan rumah mereka yang sangat rapat rumah para tetangga berjejer.

hari ini aku alami satu kejadian yang jauh berbeda kondisinya. hanya masalah kecil, may be :P

tapi sungguh, kadang orang yang kita anggap dekat dan bisa kita andalkan bisa memeluk kita saat terjatuh, bisa mengobati kita saat terluka, bisa jadi bukan menjadi yang pertama mengulurkan bantuan.

bisa jadi, orang lain yang kita pikir gak terlalu berteman dekat, sedang di jalan, mendengar kabar saja, bisa langsung menelpon menanyakan keadaan dan menanyakan apa yang bisa mereka lakukan?

bisa jadi, di saat krusial orang lain yang bukan kita anggap apa-apa, apalagi menyangkutkan dengan pertalian darah, justru yang ada saat kita butuh.

ya kita pun nggak bisa melolong-lolong meminta tolong pada orang terdekat sekalipun, pada satu saat kita benar-benar membutuhkannya jika memang tuhan tak memberikan mereka berada dekat kita pada satu keadaan.

terimakasih ya tuhan, memberikan pengingat bagiku akan hal ini. kadang apa yang kita pikirkan dan cita-citakan nggak akan kesampaian jika tak kau berikan. semua hal mungkin. hal yang nggak mungkin adalah 'menafikan' keberadaan orang lain, 'menafikan' silaturahim, 'menafikan' membantu orang lain, 'menafikan' untuk tidak memperhatikan orang lain.

karena semua yang kita tanam pada orang lain sekali pun, sekecil apapun itu, setidak penting apapun itu, insyaalloh kita bakal menuainya. terimakasih untuk pelajaran hari ini. terimakasih untuk membuatku nggak cengeng menerima kenyataan begini. karena cuma kenyataan ini yang sekarang aku punya dan musti hadapi :)

you're seem too closed, but not that closed
you're seem too easy to hold, but not that easy



Tidak ada komentar:

Posting Komentar