inilah hujan anakku
kenyataan yang harus berdua kita hadapi di jalanan belakangan hari
kenyataan baru yang jauh dari ketenangan tempat tidur yang akrab menyamankan kita berdua dalam dua bulan terakhir
lewat hujan, aku ibumu hanya ingin memberi pelajaran tentang hidup
yang nggak selalu sama
dua hari lalu, saat start pulang, cuaca masih cerah
eh nyaris nyampe rumah tiba2 hujan deraasss mengguyur kita berdua
dan sore ini, hujan deres awalnya harus kita hadang dengan sehelai mantel plastik
aku berusaha kuat menjaga keseimbangan roda dua yang membawa kita pulang pada keceriaan kakak-kakak di rumah
di tengah genangan hujan dengan air yang memperpendek jarak pandang
kamu setia menemaniku di perut ini menyempatkan diri membeli martabak dan burger kesukaan mereka
saat hendak sampai rumah, cucaca tiba2 cerah ceria
inilah hidup yang tak selalu sama, sayangku
romantikanya kadang ekstrim didapat dan fluktuasinya terkadang membuat kita frustasi
tapi inilah hidup yang ingin aku ajarkan padamu dari sejak dalam perut
hidup yang nggak cengeng dan lembek
karena tuhan lebih menyukai umatnya yang kuat ketimbang yang lembek
andai kamu sempat membaca coretan ini, anakku
semoga ini menjadi cermin pribadi kuat yang aku ajarkan dan doakan pada tuhan agar melekatkannya dalam dirimu kelak kemudian........
dari ibumu yang berharap lebih engkau menjadi seorang muslim yang kuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar