setiap mudik ke rumah mertua di sebuah dusun kecil pinggiran cilacap, setiap kali itu juga aku selalu menemukan sesuatu yang sebenarnya aku cari. ketertiban beribadah.
dia adalah sebuah rumah yang di belakangnya ada hampir 300 santri putri 'mondok' yang datang dari berbagai daerah dan kelompok sosial --kebanyakan menengah ke bawah-- yang selalu dipastikan sholat bareng beberapa saat setelah adzan berkumandang pada waktunya.
setelah itu jika siang mereka melanjutkan aktivitas belajar ato mengerjakan mberesin kamar ato ada juga yang leyeh2 nonton film terpilih. kalo malem ada aktivitas hafalan quran.
suasana yang bener2 belum pernah aku rasakan sepanjang hidup sampe alhamdulillah aku menikah dengan orang yang aku selalu berdoa dalam masa penantian panjang sebagai 'jomblo ceria', bisa jadi imamku untuk urusan dunia dan akhirat.
musim mudik taun ini adalah pertama kalinya kami mudik saat lebaran --biasanya mudik sebelum ato sesudah lebaran krn misua males kena macet barengan para pemudik yang bejibun--
dan ternyata memang perjuangannya lumayan berat pada dua hari menjelang lebaran, macet di nagrek-malangbong-ciawi baru lepas setelah ciamis membuat perjalanan mudik yang biasa plus leyeh2 makan dan istirahat hanya ditempuh maksimal 6 jam, ini sampe 13 jam. padahal aslinya, kami memilih memutar ke cijapati memotong waktu tempuh 2,5 jam daripada lewat nagrek yang membuat antre sampe lima jam.
sbg ibu hamil empat bulan jalur alternatif cijapati membuat perut berontak dan hubby harus berkali2 berhenti memberi kesempatan aku mengeluarkan isi lambung yang aseem bgt dah.
sesampainya di rumah mertua, langsung tidur, sholat qiyamul lail dan lagi2 menemukan subuh sholat jamaah di masjid blkg rumah dengan semua keluarga. hanya satu dari santri yang tinggal, semuanya mudik. dia seorang mualaf asal pekanbaru baru kelas satu aliyah. meski dikirim 700rb buat mudik, dia milih tetep mondok. gak jelas kenapa. betah kali....
abis sholat magrib disambung makan bareng, buka bareng semua keluarga misua lima bersaudara bersama ipar2 dan cucu2 plus ibu mertua. semua berjalan menyenangkan. andai ini terjadi setiap hari.
jadinya kalo pulang ke rumah lagi, terlibat banyak kesibukan dan tenggelam dengan berbagai pekerjaan, mudik selalu aku rindu. dimana ada sholat jamaah, ada petuah2 ibu mertua, ada banyak anak2 santri yang mengingatkan pada tujuan akhir hidup, ada kebahagiaan jiwa yang susah diungkap dg kata2.
saat pulang kemaren, bangun subuh kesiangan. aku pun nyeletuk sama hubby,"inilah yang berat buat aku kalo nggak mudik, nggak jelas waktunya kapan selalu sholat tepat waktu. makanya sering2 mudik heheee."
bagiku mudik sama dengan recharge tujuan hidup dan memurnikan urusan dunia dalam sebuah oase iman. alhamdulillah ya alloh Kau pertemukan aku dengan seseorang yang membawaku selalu mengingat mudik bukan sebuah hal sia2 yang terlalu banyak mudharat-nya ketimbang manfaat-nya, meskipun taun ini mudik kami agak panjang waktu tempuhnya..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar