Senin, 28 Juni 2010

ooh surprises

pekan ini sangat menantang jiwa sekali. aku bener2 ngerasa harus 'frankly speaking' about my real feeling to the dearest hubby. soal pilihan hidupnya ke depan, apakah akan berat ke karier ato keluarga.

kami terlibat pembicaraan paling serius, mungkin, sepanjang kami menikah lebih dari delapan tahun. diwarnai air mata dan banyak kekacauan kata-kata yang selalu berujung 'i love you'.

hubby datang kamis petang, sehari sebelum jadual reguler. sungguh surprise dibuatnya. dia loncat pagar dan mengetuk pintu kamar dan bilang,"yaaaang, bukain pintu!"

usahanya kuat juga untuk meluluhkan kekerasan hatiku yang lagi amat kesel.

tapi sudah lah semuanya sudah dibicarakan, semua sudah diungkapkan, aku nggak kesel lagi sudah.

kami jalan2 bareng, ada waktu berdua gandegan tangan -walo tergesa-gesa-, ada saatnya berpelukan dengan sangat terharu.

mungkin aku sedikit nervous menjelang ulang tahun sabtu depan. meningkatkan umur, meningkatkan kualitas spiritual dan mental, tentunya.

aku cuma berjanji akan lebih bersyukur memiliki hubby sekeren itu. walau tak bisa membelai rambutnya tiap hari. aku bersyukur punya tiga gadis selucu itu, walau tak bisa membelai rambut mereka setiap detik --karena kerja--.

another surprise came from my boss. she came to my town. kami terlibat pembicaraan paling serius juga dalam karierku lebih dari 10 taun bekerja utk kantorku di jkt. aku ungkapkan semua realita yang aku hadapi --agar dia mengerti mengapa aku musti resign--. tapi yaa ujungnya tetap, dia minta aku tetap bekerja dengan hanya beban 2 indepthstories per week. tapi aku diminta mencarikan teman untuk menggarap isu harian. may be its the best sollution for us.

aslinya merasa lega memulai senin pagi ini dengan seabrek kegiatan rutin. alhamdulillah semua berjalan tak seburuk yang diduga :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar