Minggu, 20 Juni 2010

dilema

seperti hubby diskusikan dg teman se-ide nya di kantor, kemarahan bos tertumpah saat niat mundur diutarakan.

bos menyatakan akan sulit cari pengganti yg mengerti pekerjaan hubby. pengganti harus belajar lagi dr nol. bos lainnya menyarankan hubby memboyong seluruh keluarga ke jkt agar lebih konsentrasi dan tenang bekerja.

hmmm hubby seperti limbung, tapi perasaan juga udah gak enak berada di lingkungan kerja dg byk intrik n cara2 yang bertentangan dg idealisme nya.

dia memikirkan banyak hal. termasuk waktu luang dan independensi yang tetap terjaga.

aku cuma bilang sekali lagi, perasaannya, rasa nyamannya yang paling penting. terpenting lagi lebih baik untuk hidup di dunia dan akhirat.

sebagai istri aku hanya bisa jadi total supporter yang siap selalu menghadapi segala kemungkinan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar