Jumat, 09 April 2010

yang bisa ngangkang banyak, tapi.....

sahabat seperjuangan sekaligus seniorku di kampus yang akhirnya banyak barengan sekarang adalah seorang yang soliter nyaris sama denganku. latar belakang sejarah sebagai 'budak baong' memberikan satu irisan perasaan kenapa kami suka saling jaga satu sama lain. dan sangat menghargai persahabatan diantara orang2 seide-sepenanggungan.

body kami tak jauh beda, besar, sehingga kerap bersama seorang sahabat yang juga bertubuh subur, kami kerap dijuluki 'gojali' alias gorombolan jalmi lintuh.

irisan perasaan makin besar saat kami bersuamikan pria yang kebetulan nyaris serupa tapi tak sama. idealis, workholic, pencinta prinsip, yang alhamdulillah sampe sekarang kayaknya cinta keluarga.

tapi terkadang gesekan suami-suami kami di dunia kerja kerap berhubungan dengan perempuan dengan fisik nyaris sempurna yang membuat kami minder dan merasa setiap hari selalu harus bekerja keras menabung, sapa tau musim lagi apes hehee (do u know what i mean? hahaa)

dia cerita kadang berlebihan mencurigai suami pasti tertarik dengan perempuan lain dengan fisik-fisik nyaris sempurna di dunia kerja, membuatnya sedikit memainkan peran seperti berpura-pura menjebak perasaan. seperti apa itu permainannya?

ya begitulah gak lebih dari usaha menggoda-goda dengan kata-kata,"ah bohong, masa gak seneng liat paha putih mulus begitu?" kata temenku sama suaminya (hal sama sering jadi isu terorku buat si hubby hihiii)

aku bilang sama dia, dengan menggodanya seperti itu sebenarnya kita sudah merasa sedikit minder memiliki ''high quality man' likes our man', mengingat body yang gak standard, liat tampang yang pas-pasan kayak sebuah cassing, bener2 gak cocok dan terlihat murahan buat sebuah handphone mahal dan canggih.

ya kami para istri berhak melontarkan perasaan itu kan untuk memastikan aja. bukan pula memaksa diri menjadi merasa lebih rendah karena perubahan dunia yang sangat pesat dan banyak hal ditakar dengan fisik dan materi. karena kami sebenarnya yakin kami pun punya kelebihan yang membuat lelaki menjatuhkan pilihan

tapi itulah kata temenku, jika terus2an 'digoda' seperti itu, suaminya pasti marah,"lu tuu yaaa, nganggep gue cowok apaan sih, emangnya serendah itu? kalo nyari perempuan yang bisa ngangkang doang sih gampang!"

barulah temenku berhenti menggoda suaminya jika sudah mendapat 'red-line' seperti itu.

ya namanya pilihan dalam perjalanan kadang salah, kadang membosankan, kadang nggak nyambung, ada sedihnya, ada senengnya....kadang kita hanya perlu memastikan apakah rasanya masih sama dengan saat pertama menentukan :P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar