Selasa, 20 April 2010

if u know....

hidup itu buat apa, kecuali menyenangkan diri dengan orang2 tersayang di sekeliling. kemudian berusaha membagi keriaan itu dengan lebih banyak lagi orang, supaya lebih banyak orang yang merasa senang.

kadang orang merasa aneh merasa melihat kesibukanku tak berkurang di luar rumah dengan status 'janda' senin-jumat mengurus trio macan di rumah. padahal mah salah besar. aku mengurangi banyak kegiatan di luar.

dan kadang merasa ada waktu2nya loading kerjaan dan urusan rumah berada pada irisan dua lingkaran yang nyaris sama.

aku juga bukan wonder woman yang hebat kayak orang lain. kadang ada patah hati ditinggal hubby pergi lima hari dalam sepekan, kadang ada rasa capeknya, kadang ada rasa jenuhnya. namanya manusia, aku pikir aku banyak juga mengalami itu.

belakangan hari seorang ipar yang baik hati memintaku secara lisan untuk berhenti kerja dan fokus mengurus trio macan di rumah. sepertinya ibu mertua juga membayangkan hal serupa. aku merasa jarak jauh membuat mereka tak mengenal keseharianku.

mereka tidak mengetahui bagaimana derasnya bantuan allah berikan padaku untuk memudahkan semua urusan ini. ada banyak sahabat yang baik memberikan banyak waktu untuk mengantar kemanapun, termasuk mengajak anak2 bersenang2 jika hubby sedang urus pekerjaan di akhir pekan. masih ada dua supir bos yang bisa diorder cepat untuk mengantar kami jika diperlukan bepergian membawa anak2, mengantar teman yang sakit ke dokter, dan menjalankan fungsi sebagai makhluk sosial lainnya sebagai satu wujud syukur atas kemudahan yang kami dapat.

meski aku sudah tak punya orangtua dan jauh dari mertua, aku masih punya banyak tetangga yang mengulurkan bantuan reaksi cepat saat tiga anak rewel dalam waktu bersamaan. ada kakak adik yang bisa menolong pekerjaan rumah yang sulit dilakukan.

aku merasa allah adalah gantungan paling sempurna. tak meragukan sama sekali pertolongannya, bahkan dalam kondisi tidak mungkin sekalipun.

justru saat mereka meragukan kesulitanku merawat rumah tanggaku, aku melihat mereka meragukan semua kekuasaan allah yang sudah mengatur dengan tepat untuk menyeimbangkan antara beban dan pertolongan. mereka hanya tidak tahu keseharianku dan akupun memaafkan mereka atas ketidaktahuan itu.

sangat melegakan menuliskan ini semua, mengingat setelah tiga bulan memed lahir, aku akan kembali ke kerja normal....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar